Penyebab Tanaman Cabe Busuk Buah

Sumber Gambar : news.ketika.com

Putri malu Semaian
Rebah semai pohon cabai (cabe) adalah Pythium debarianum. Penyakit ini biasa menyerang tanaman cabai (cabe) fase pembibitan dan tanaman muda sesudah pindah tanam. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak berbahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, maupun tiram. Dosis ? dari dosis terendah yang tertera pada sampul.

Layu Bibit penyakit
Bibit penyakit penyebab layu tanaman cabai (cabe) ialah Pseudomonas sp. Kebobrokan layu bakteri camar menggagalkan tanaman, tanaman merica (cabe) yang terserang mengalami kelayuan pada daun, diawali dari daun-daun muda. Upaya pengendaliannya antara tak meningkatkan pH tanah, membasmi pohon cabai (cabe) terserang, melakukan penggiliran pokok kayu serta penyemprotan kimiawi memperalat bakterisida dari golongan antibiotik dengan alamat aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan kapling. Arwah 25 hst, 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada petak, model wonderfat. Dosis/sentralisasi sesuai ajaran pada kelongsong.

Layu Fusarium
Cendawan penyebab layu tumbuhan sahang (cabe) adalah Fusarium oxysporum. Pohon cabai (cabe) yang terserang mengalami kelayuan dimulai daun-patera tua, kemudian menyebar ke daun-daun muda dan menguning. Upaya pengendaliannya antara lain meningkatkan pH tanah, membinasakan tanaman cabai (cabe) terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi memperalat fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil maupun propamokarb hidroklorida. Umpama pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pron bila persiapan petak. Umur 25 hst, 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik sreg tanah, lengkap wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai wahyu pada cangkang.

Busuk Phytophtora
Baja penyebab kemungkus phytophtora tanaman cabai (cabe) adalah Phytopthora infestans. Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman. Terjangan puas Mayit ditandai calit coklat kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman cabai (cabe) layu. Daun nan terserang sebagai halnya tersiram air panas. Biji zakar yang terserang ditandai noda kebasah-basahan nan menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida pergaulan, hipotetis bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk lega kemasan.

Busuk Kuncup
Ki aib busuk kuncup tumbuhan merica (cabe) adalah Choanephora cucurbitarum. Ki kesulitan tembelang kuncup menyerang bunga, tangkai bunga, pucuk dan ranting pokok kayu cabai (cabe). Ranting yang terserang berwarna coklat kehitaman dan cepat menyebar sehingga mematikan ujung pokok kayu merica (cabe), sedangkan babak lainnya masih teguh. Ranting ranah membusuk. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh mangsa aktif yang bisa digunakan diantaranya metalaksil, propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf, dan fungisida sangkut-paut, contoh alamat aktif yang boleh digunakan diantaranya tembaga, mankozeb, propineb, ziram, maupun tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada pak.

Bercak Cercospora
Cendawan noda cercospora tanaman cabai (cabe) ialah Cercospora capsici. Penyakit bercak cercospora mengupas daun, tangkai buah, batang dan cabang pohon cabai (cabe). Gejala serangan ditandai adanya bercak melingkar kecil kebasah-basah, bercak boleh meluas dengan kaliber 0,5 cm, resep bercak bercat pucat sampai putih, tepi bercak berwarna lebih tua. Daun yang terserang parah berwarna asfar dan gugur. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, acuan korban aktif yang bisa digunakan diantaranya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif nan bisa digunakan diantaranya klorotalonil, azoksistrobin, ataupun mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai ramalan pada kemasan.

Antraknosa(Patek)
Cendawan antraknosa tanaman cili (cabe) adalah Colletotrichum capsici dan Gloesporium piperatum. Antraknosa rajin lagi diistilahkan frambusia. Serbuan pada buah ditandai bercak agak bulat dan berlekuk bercat cokelat tua, di sini cendawan membentuk konglomerat spora bercat merah muda. Buah yang terserang harus dimusnahkan bermula daerah penanaman cili (cabe). Pengendalian kimiawi memperalat fungisida sistemik, teoretis bahan aktif yang bisa digunakan diantaranya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida interelasi berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai ajaran sreg kemasan.

Virus
Virus tanaman cabai (cabe) adalah TMV, TEV, TRV, CMV, TRSV, CTV dan PVY. Virus merupakan ki kesulitan yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan terutama waktu kemarau. Gejala terjangan umumnya ditandai pertumbuhan tanaman cabai (cabe) mengerdil, daun mengeriting dan terwalak noda kuning kebasah-basahan. Penyakit virus sampai ketika ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit ini ditularkan dari suatu tanaman ke pohon lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi penular virus diantaranya merupakan thrips, kutu patera, kutu kebul, dan tungau. Manusia boleh pula berperan sebagai penular virus, baik melalui gawai-perangkat perladangan ataupun tangan terutama saat perempelan. Bilang upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, membinasakan tanaman sahang (cabe) terserang, kebersihan perabot dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja sepatutnya tak ceroboh detik melakukan penanganan terhadap pokok kayu cabai (cabe).

Strategi Pengendalian Wereng
Pengendalian wereng gangsir, ulat tanah dan nematoda dilakukan secara bersamaan pas satu bisa jadi hidayah racun serangga, yaitu 1gram saban lubang tanam.
Pengendalian hama ulat grayak, ulat mago biji pelir, tuma patera, kutu kebul, thrips, tuma, lalat buah dan ki kesulitan menggunakan racun hama harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif nan terdaftar di atas setiap melakukan pemancaran (jangan menunggangi korban aktif yang sama secara berturut-turut).
(Petunjukbudidaya.blogspot.com)

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/18482/penyakit-tanaman-cabai/