Penjelasan Singkat Tentang Tari Yapong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Yapong
Tari Yapong.jpg

Pertunjukan tari Yapong sreg perhelatan Jakarnaval musim 2022 di Jakarta

Tera asli Yapong
Pencipta Betawi
Asal Indonesia (Jakarta)

Tari Yapong
adalah suatu tarian semi-tradisional asal pantai paksina Jawa Barat khas kesukuan Betawi salutan berasal Jaipong (joget tradisional Jawa Barat khas etnis Sunda) yang galibnya dipamerkan sebagai satu dansa pertunjukan.[1]
Privat perkembangannya, dansa ini sering dijadikan misal tari kontak bagi memuati sebuah program sesuai dengan permohonan karena tarian ini munjung dengan varietas di dalamnya.

Asal Mula

[sunting
|
sunting mata air]

Pada awalnya, tari Yapong dipertunjukkan dalam rangka mempersiapkan acara ulang periode kota Jakarta ke-450 plong tahun 1977. Kapan itu, Dinas Kebudayaan DKI mempersiapkan sebuah program pagelaran tari massal dengan mengangkat kisah perjuangan Pangeran Jayakarta. Pagelaran berbentuk sendratari ini dipercayakan kepada Bagong Kussudiarjo untuk menyelenggarakan acara tersebut. Buat mempersiapkan pagelaran itu, Bagong mengadakan penelitian selama beberapa bulan mengenai spirit masyarakat Betawi. Bagong melakukan penajaman tersebut melalui perpustakaan, film, slide maupun observasi refleks kepada masyarakat Betawi. Karenanya, pagelaran ini berdampak dipentaskan sreg tanggal 20 dan 21 Juni 1977 bertempat di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Pementasan tersebut didukung oleh 300 makhluk artis dan musikus yang timbrung andil di dalamnya.

Tari ini merupakan tari yang gembira dengan gerakan yang dinamis dan eksotis. Intern gerakan joget Yapong diperlihatkan suasana nan gembira karena menyambut kedatangan Kaisar Jayakarta. Putaran tersebut dinamai Yapong dan tidak mengandung maslahat apapun. Istilah tersebut muncul berpangkal lagunya yang berbunyi ya, ya, ya, ya nan dinyanyikan oleh penyanyi pengiringnya serta kritik musik nan terdengar pong, pong, pong, sehingga lahirlah “ya-pong” nan semakin lama berkembang menjadi Yapong.

Kronologi Seni Tari

[sunting
|
sunting sendang]

Seusai pementasan sendratari tersebut, Pusat Latihan Tari (PLT) Celeng Kussudiarjo beserta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menidakkan tari Yapong semenjak bentuk sendratari dan mengembangkannnya menjadi tarian ampunan.

Akulturasi Budaya

[sunting
|
sunting sumber]

Adapun corak dalam pakaian nan dikenakan para penarinya adalah pengembangan dari pakaian tari Kembang Kedok Betawi. Hal tersebut tampak jelas berasal rancangan serta kelakuan hias tutup kepala serta selempang yang dikenakan di dada, nan disebut dengan toka-toka. Tari Yapong diwarnai oleh tari rakyat Betawi, kemudian diolah dengan dimasukkannya unsur-unsur tari pop, di antaranya terdapat zarah tari daerah Sumatra. Karena budaya Betawi banyak dipengaruhi elemen-unsur budaya Tionghoa, maka dalam joget Yapong lagi terletak anasir kesenian Tionghoa, misalnya sreg kain nan dikenakan oleh para penandak terdapat motif naga dengan warna merah tua yang identik dengan budaya Tionghoa.[2]

Alat Musik Pengiring

[sunting
|
sunting sumber]

Dan juga perkakas musik nan digunakan saat tarian ini ditarikan yakni campuran antara Betawi, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Setelah tarian ini menjadi tarian maaf, maka DKI Jakarta memanfaatkan sejumlah instrumen irama tradisionalnya, seperti Rebana Biang, Rebana Hadroh, dan Rebana Ketimpring. Dengan demikian, tari Yapong merupakan reka cipta hijau yang bertolak dari unsur-zarah gerak tradisional Betawi.

Bacaan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Yapong Diarsipkan 2022-10-20 di Wayback Machine., Diakses tanggal 7 November 2022.

  2. ^


    “Yapong, Seni Tari”.
    encyclopedia.jakarta-tourism.go.id
    . Diakses tanggal
    2020-02-12
    .






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Yapong

Posted by: gamadelic.com