Penemu Bunga Rafflesia Arnoldi Di Bengkulu Adalah

Rupanya Thomas Raffles Bukanlah Penemu Rafflesia. Lantas Siapakah Penemu Sebenarnya?

Rafflesia bengkuluensis yang mekar pada 21 Januari 2022 di Desa Manau Sembilan Kecamatan Padang Guci

Citra Anastasia

Rafflesia bengkuluensis yang mekar lega 21 Januari 2022 di Desa Manau Sembilan Kecamatan Padang Kumba

Nationalgeographic.co.id –
Bisa jadi sih yang tak kenal dengan Sir Thomas Stamford Raffles? Tokoh penting dari Inggris ini telah memasrahkan sumbangsih pada ilmu pengetahuan.

Pelecok satunya, Raffles dikenal lewat tanaman benalu terbesar di durja bumi ini. Maklum, namanya diabadikan sreg nama ilmiah berpokok bunga rafflesia itu.

Lantas, apabila kita bertanya tentang boleh jadi penemu bunga rafflesia, secara serentak kita akan menjawab: Thomas Stamford Raffles—ini seandainya kita mengacu plong aturan rahmat segel diversifikasi baru.

Baca Pula: Potensi Rafflesia Jadi Obyek Wisata di Bengkulu

Setelah kerja keras peneliti serta penantian bertahun-tahun, <i>Rafflesia patma</i> akhi

Titania Febrianti

Sehabis kerja keras peneliti serta penyongsongan bertahun-tahun, <i>Rafflesia patma</i> akhi


Dalam aturan itu disebutkan, penamaan spesies mentah menunggangi stempel penemunya sebagai bentuk penghargaan atas jerih payahnya.

Tapi rupanya itu bukan dolan sreg bunga Rafflesia.

Dalam sendi berjudul
Rafflesia of the World
tulisan Jamili Nais tertulis, penemu purwa Rafflesia tidak Thomas Stamford Raffles seperti yang umumnya dipercaya.

Meski begitu, bani adam yang boleh penghargaan andai nama jenis (atau lebih lagi genus internal konteks Rafflesia) malah Raffles.

Lalu barangkali penemu yang sebenarnya?

Baca Kembali: Tidak Mampu Fotosintesis, Tanaman Parasit yang Cerdas Ini Punya Strategi yang Mengagumkan

Rafflesia patma saat mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat pada 2022.

Lutfi Fauziah

Rafflesia patma saat mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat pada 2022.


Orang pertama yang menemukan Rafflesia ternyata adalah Louis Auguste Deschamps. Ia adalah ilmuwan Prancis yang meneliti sepanjang 11 tahun di Indonesia.

Dalam kurun 1792 – 1794, ia tinggal di Jawa. Di pulau nan disebut laksana “gemah ripah loh jinawi” itu ia membuat banyak catatan, ilustrasi, dan koleksi dari ulah pokok kayu semenjak berbagai daerah.

Dalam kiriman penelitian itulah, Deschamps menemukan Rafflesia. Spesies yang ditemukan lain
Rafflesia arnoldii
hanya
R. patma.

Tapi malang untuk Deschamps.

Baca Pula: Kenali Panda, yang Menjadi Satwa Diplomatik Cina Kepada Rusia


Momen itu, Inggris tengah bergelut melawan Prancis. Sreg 1803, saat ingin pun ke Prancis, kapal yang ditumpanginya diambil alih oleh angkatan laut Inggris.

Rafflesia arnoldii dan tunasnya.

Titania Febrianti

Rafflesia arnoldii dan tunasnya.


Semua percontoh, karangan, dan ilustrasi dari pendalaman selama 11 tahun disita dan dijadikan rampasan perang.

Kerja Deschamps dibawa makanya John Reeves ke India House, London, dan didonasikan ke British Museum pada 1816.

Dunia ilmiah baru memafhumi bahwa Deschamps nan purwa menemukan Rafflesia plong tahun 1954.

Seandainya para jauhari tahu sebelumnya, mana tahu anakan beraroma busuk itu enggak bernama Rafflesia.

Meski dinyatakan enggak penemu permulaan Rafflesia, Raffles tetap memiliki jasa besar.

Sira menemukan diversifikasi Rafflesia lain nan kini dikenal ibarat bunga terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii.

Raffles menemukannya bersama Joseph Arnold, seorang intelektual, detik melakukan bestel ke Bengkulu pada 19-20 Mei 1818.

Karena itulah, anakan yang ditemukan dinamai
Rafflesia arnoldii, gayutan mulai sejak cap Raffles sebagi nama genus dan Arnoldi sebagai nama spesies.

Raffles mempersunting istrinya, Sophia, membuat ilustrasi.

Spesimen dan ilustrasi lantas dikirimkan ke Sir Josep Banks di London melalui Thomas Horsfield, doktor yang bekerja kerjakan Belanda di Jawa.

Banks lantas memberikan semua material kepada Robert Brown dan Franz Bauer nan mewujudkan ilustrasi dengan rinci.

Lebih jauh, nama genus tanaman baru itu dinamai
Rafflesia
dan dipublikasikan plong
The Transaction of the Linnean Society
periode 1821.

Arnold sendiri meninggal akibat malaria di Bengkulu sebelum penciptaan dipublikasikan.

Sementara, pengusulan spesies diusulkan oleh Brown.

Begitulah sekelumit narasi Rafflesia. Hingga kini, sudah suka-suka sekeliling 28 spesies Rafflesia yang ditemukan, mayoritas terletak di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










PROMOTED CONTENT


Video Pilihan



Source: https://nationalgeographic.grid.id/read/131749421/rupanya-thomas-raffles-bukanlah-penemu-rafflesia-lantas-siapakah-penemu-sebenarnya?page=all