Pelari Pertama Pada Lari Estafet Menggunakan Start

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia objektif

Juara tanda jasa emas estafet pada World Orienteering Championship 2008

Estafet
atau
pacuan estafet
adalah riuk satu cagak gerak badan lari dalam kategori atletik nan dilakukan secara beregu dan setiap pelari harus menempuh jarak yang telah ditentukan sebelum mengasihkan tongkat penyambung ke antiwirawan suatu tim yang berada di depannya. Proses ini harus diulang beberapa kelihatannya setakat sampai pada pelari terakhir untuk secepat-cepatnya mungkin mencapai garis penghabisan perlombaan.[1]
Setiap regu otomatis akan didiskualifikasi apabila riuk satu pelari kehilangan tongkat estafet dan menghalangi pemindahan tongkat regu lain ketika berlari menuju garis akhir. Regu masih punya kesempatan apabila merakut tongkat dan masih bisa menyerahkannya kembali kepada pelari lain di depannya.[2]

Selain kemustajaban prestasi atlet, lari sambung juga memiliki intensi yang baik kerjakan anak usia dini antara lain bikin melatih keterampilan, melatih meningkatkan koordinasi, melatih kelancaran, melatih sikap kerja proporsional, melatih kelincahan. Dengan demikian bermain lari estafet apabila dikembangkan sangat memiliki banyak maslahat untuk momongan-momongan baik privat menjalankan aktivitas sparing dalam bermain atau dalam melakukan kegiatan sehari-hari dapat melanglang secara optimal.[3]

Sejarah

[sunting
|
sunting mata air]

Lari sambung dimulai berpunca bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan kerjakan menyinambungkan berita yang mutakadim diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan nenek moyang dan bakal meneruskan jago merah keramat ke jajahan-jajahan bau kencur. Adat istiadat api olimpiade berpokok dari tali peranti Yunani tersebut. Lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter bikin adam internal bentuk waktu ini ini, pertama kali diselenggarakan sreg olimpiade periode 1992 di Stockholm. Lari beranting 4 x 100 meter bagi wanita sejak perian 1928 menjadi nomor olimpiade dan 4 x 400 meter dilombakan sejak musim 1972.[4]

Ukuran tongkat

[sunting
|
sunting mata air]

Tongkat lari beranting n kepunyaan matra khusus. Beralaskan peraturan perlombaan perian 2022-2019 dinyatakan bahwa tongkat estafet berbentuk silinder halus berongga, berpenampang lingkaran, terbuat dari papan atau logam alias bahan lain yang sejenis. Ukuran tongkat mempunyai hierarki 28-30 cm, diameter buat dewasa 4 cm, diameter bikin anak-momongan 2 cm, dan beratnya tak kurang berpokok 50 gram. Tongkat harus tertentang bercat sehingga jelas dilihat selama lomba.[5]

Teknik permainan

[sunting
|
sunting sumber]

Teknik permainan dalam lari estafet adalah pelari pertama menggunakan awalan jongkok. Pelari kedua dan seterusnya memperalat awalan melayang (berdiri). Ketika ada aba-aba permainan dimulai, pelari pertama berorientasi pelari kedua dengan membawa tongkat, pelari kedua menuju pelari ketiga dan lebih jauh.[6]
Bakal teknik pemberian tongkat dibagi menjadi tiga yakni anugerah tongkat dari atas, rahmat tongkat berasal dasar dan pemberian tongkat dengan cara didorong. Untuk teknik pengajian pengkajian tongkat dibagi menjadi dua ialah teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat dan penelaahan tongkat dengan pendirian tidak melihat.[7]

Resan permainan

[sunting
|
sunting sumur]

Adat permainan estafet setiap regu berlari pada penyeberangan masing-masing yang telah ditentukan. Ketika melakukan awalan, tongkat yang dipegang pelari purwa lain boleh mencapai tanah. Hidayah tongkat kepada pelari selanjutnya tidak boleh dilempar. Pengoperan tongkat dilakukan pada jarak 20 meter di
wissel zone. Jika pengoperan dilakukan di asing zona tersebut akan didiskualifikasi. Penerima tongkat dibolehkan menunggu pada jarak 10 meter sebelum zona tersebut. Kalau tongkat jebluk maka tongkat harus diambil maka itu pelari yang menjatuhkannya. Pelari pertama mengirimkan tongkat degan menunggangi langkah jongkok. Tongkat diberikan kepada pelari seterusnya, yaitu pelari kedua. Pelari kedua, ketiga, dan keempat menerima tongkat dengan menggunakan start melayang. Pelari kedua menerimakan tongkat ke pelari ketiga, dan pelari ketiga memasrahkan tongkat ke pelari keempat. Lebih jauh, pelari keempat berlari mengirimkan tongkat mencapai garis akhir.[8]

Kaidah permainan

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam lari beranting ada prinsip permainan nan harus dipatuhi maka dari itu olahragawan seperti pengoperan atau karunia tongkat kian baik dilakukan secara bersilang, yaitu pelari satu dan tiga menyambut tongkat dengan asisten. Darurat, pelari dua dan empat menahan tongkat dengan tangan adegan kiri. Penempatan posisi pelari kiranya sesuai dengan kelebihan yang dimiliki oleh setiap pelari. Pelari yang memiliki kemampuan baik n domestik kolek tikung, sebaiknya ditempatkan di nomor satu dan tiga. Sedangkan, pelari yang n kepunyaan kemampuan daya tahan harus diposisikan plong nomor dua dan empat. Jarak penungguan para pelari dengan nomor dua, tiga, dan empat harus tepat sesuai dengan kebiasaan musim tuntunan. Setelah pelari nomor satu, dua, dan tiga menyerahkan tongkat, jangan keluar berusul lintasannya sendirisendiri sebelum pelari nomor empat sampai pada garis akhir.
[9]

Kesalahan internal permainan

[sunting
|
sunting sumber]

Biasanya para olahragawan estafet melakukan bilang kesalahan permainan yang boleh merugikan tim adalah, penerima tongkat belum siap menerima tongkat dan memulai terlalu dini atau primitif. Hal ini disebabkan karena penerima tongkat tidak mencerna tugasnya dengan karuan dan keliru memperkirakan kecepatan pemberi tongkat. Penerima tongkat berlari dengan tangan ke belakang, sepanjang bilang langkah sebelum mengamini tongkat. Alasannya pemeroleh tongkat tak merasa tentu apakah akan menerima tongkat dan mengalir perlahan-lahan bukan menerima tongkat. Pelari mengecoh tongkat momen dioperkan. Alasannya pemberi tongkat boleh jadi enggak memegang 1/3 pangkal tongkat. Pemeroleh tongkat bukan menelanjangi telapak tangan dengan ter-hormat atau membiarkan tangan bergoyang sehingga menjadi objek yang tidak kukuh. Tangan yang menerima mungkin diulurkan plus tinggi atau terlalu kurang. Pemberi tongkat terlalu cepat menjulurkan tangan bakal mengoperkan tongkat dan subversif ritme lari. Karen pemberi tongkat merasa gelisah dan tidak pasti dimana tongkat akan dioperkan. Pemberi tongkat memperlambat langkahnya sebelum mengoperkan tongkat. Alasannya pemberi tongkat menghawatirkan pengoperan tongkat dan tidak karuan dimana tongkat yang akan dioperkan. Pelari boleh jadi memiliki ketahanan lari nan tidak memadai. Pelari menendang tumit penerima. Kejadian ini disebabkan karena pelari melupakan bagian litasan yang hams ditempuh. Penerima terlambat memulai lari. Pemberi meninggalkan lintasan segera setelah mengoperkan tongkat ke pemeroleh tongkat. Peristiwa ini disebabkan pengetahuan pelari tentang peraturan yang mengontrol lomba estafet sedikit. Anggota tim yang terakhir, saat mengakui tongkat, menularkan tongkat ke tangan nan lain. Alasannya pelari bukan memahami tugas-tugas anggota keladak dalam cak regu. Atau pelari sesak kehidupan atau gelisah.[10]

Rujukan

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^


    Putri, Nina Hertiwi (2021-03-11). “Lari Estafet: Pengertian, Sejarah, Teknik Asal”.
    SehatQ
    . Diakses tanggal
    2022-02-22
    .





  2. ^


    Laudia, Tysara (2022-01-17). “Pengertian Lari Estafet adalah Olahraga Membawa Tongkat Bersambung, Simak Peraturannya”.
    liputan6.com
    . Diakses tanggal
    2022-02-22
    .





  3. ^


    Dwiningsih, Rurin; Aisyah, Aisyah; Ibrahim, Husain (2019-10-28). “Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Lari Lari estafet”.
    Jurnal Studi Golden Age PAUD UHO
    (dalam bahasa Inggris).
    2
    (3): 226. doi:10.36709/jrga.v2i3.9193. ISSN 2615-5664.





  4. ^


    Suratmin (2021).
    Kepelatihan Atletik Jalan dan Lari – Rajawali Pers. Depok: PT. Raja Grafindo Persada. hlm. 47. ISBN 978-602-425-348-6.





  5. ^


    Nopiyanto, Yahya Eko; Raibowo, Septian (2020).
    Dasar-dasar Atletik. Bengkulu: El Markazi. hlm. 54. ISBN 978-623-6584-44-6.





  6. ^


    Konsentrat, Konsentrat Retno; Sinaga, Santa Idayana (2020). “PENGARUH BERMAIN LARI Lari beranting TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK Gerombolan B Kehidupan 5-6 TAHUN TK YASPA PALEMBANG”.
    PERNIK Jurnal PAUD.
    3
    (2): 182. doi:10.31851/pernik.v4i1.6796. ISSN 2622-5174.





  7. ^


    Lengkana, Anggi Setia (2015).
    Berlatih & Belajar Atletik. Bandung: CV Salam Insan Indah. hlm. 43. ISBN 978-602-74162-5-3.





  8. ^


    Nelistya, Anne (2019).
    MENJADI PEMAIN ATLETIK Yang TANGGUH. Bandung: Be Champion. hlm. 29. ISBN 978-602-8884-07-5.





  9. ^


    Maarif, Syamsul Dwi (2021-11-01). “Apa Itu Lari Lari beranting? Berapa Ukuran Tongkat Lari Sambung?”.
    tirto.id
    . Diakses tanggal
    2022-02-22
    .





  10. ^


    Muhtar, Tatang; Irawati, Riana (2020).
    Atletik. Sumedang: UPI Sumedang Press. hlm. 42. ISBN 978-602-6438-91-1.






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Estafet