Padi Palawija Sayuran Dan Buah Buahan Merupakan Contoh Tanaman

Berpangkal Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penghijauan lobak di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Kondisi geografis dan hawa udara yang dingin tidak memungkinkan provinsi ini menanam padi

Palawija
(Sanskerta:
phaladwija) secara harfiah berarti tanaman kedua. Berdasarkan makna bermula bahasa Sanskerta, palawija bermakna hasil kedua, dan merupakan tanaman hasil panen kedua di samping pari. Istilah palawija berkembang di antara para pekebun di Pulau Jawa bagi memanggil variasi tanaman perkebunan selain padi.[1]

Jenis pohon palawija

[sunting
|
sunting sendang]

Tumbuhan perladangan yang dapat disebut sebagai palawija merupakan:[1]
[2]
[3]

  • Sorghum
  • Bin hijau
  • Polong tunggak
  • Kacang
  • Singkong
  • Kentang
  • Ubi
  • Gembili
  • Wortel
  • Mentimun
  • Oyong
  • Kacang janjang
  • Birah
  • Milu

Beberapa buku menyebutkan buah yang tumbuh berdempetan di atas kapling juga disebut palawija, seperti labu, blewah, dan semangka,[1]
meski dalam definisi pertanaman modern mereka disebut dengan hortikultura.

Pertanaman berkesinambungan

[sunting
|
sunting mata air]

Internal sistem yang menonjolkan pertanaman berkelanjutan, palawija merupakan salah satu komponen lakukan melakukan distribusi tanaman. Palawija makmur menghemat air di tuarang sehingga tak memberikan beban untuk irigasi, terutama ketika tali air tidak rani memberikan cukup air bagi padi sawah.[4]
[3]
Palawija pula mampu menjadi mata air penghidupan di n baruh tinggi di mana padi tidak dapat tumbuh.[5]
Di lereng Giri Merapi, pekebun melakukan sirkulasi pokok kayu dengan memakamkan antah yang diselingi palawija untuk memutus siklus hidup hama tikus. Revolusi tanaman ini terbukti meningkatkan produktivitas hasil perladangan setempat.[6]

Di sisi enggak, palawija merupakan tanaman nan cukup rentan terhadap serangan hama sehingga membutuhkan lebih banyak pestisida.[5]
Palawija lagi rentan dengan serbuan “hama besar” seperti babi rimba[7]

Ketahanan pangan

[sunting
|
sunting perigi]

Palawija merupakan salah satu kunci dalam membangkitkan diversifikasi pangan di Indonesia demi mempertahankan ketahanan hutan.[8]
Lahan tidur yang tidak tergarap, misal lahan ajang kehutanan, dapat ditanam palawija karena reboisasi palawija tidak membutuhkan banyak air. Jika tercurahkan, keadaan ini dapat meningkatkan produksi pangan.[9]
Berbagai peladang juga memilih bakal beralih ke palawija ketika komoditas utama mereka mengalami penurunan harga, seperti yang dialami petani tebu di Jawa Tengah.[10]

Kerangka pengkajian

[sunting
|
sunting sumber]

Di Indonesia terwalak tiga lembaga pengkajian pertanian yang mengkhususkan diri sreg penelitian palawija:

  • Aula Penggalian Jagung dan Serealia Lain (BALITJAS) yang berpusat di Maros, Sulawesi Selatan
  • Auditorium Penggalian Kacang-pasaran dan Pangkal pohon-umbian (BALITKABI) yang berpusat di Karangploso, Malang, Jawa Timur.
  • Auditorium Penelitian Tanaman Rimba di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat

Lihat pun

[sunting
|
sunting mata air]

  • One Day No Rice

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    Suparman.
    Bercocok Tanam Ubi jalar. Ganeca Exact. ISBN 979121154X.





  2. ^


    “Mengenal Jenis-Keberagaman Tumbuhan Palawija”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-12-20. Diakses rontok
    20 Desember
    2022
    .




  3. ^


    a




    b




    “Hadapi Periode Kemarau, Petani Dihimbau Tanam Palawija”. Tempo. 30 April 2022.




  4. ^


    R. F. Ellen, ed. (2007).
    Modern Crises and Traditional Strategies: Local Ecological Knowledge in Island Southeast Asia, Volume 6 of Studies in environmental anthropology and ethnobiology. Berghahn Books. ISBN 1845453123.




  5. ^


    a




    b




    Opender Koul, Gerrit W. Cuperus, Norman Elliott, ed. (2008).
    Areawide Pest Management: Theory and Implementation. CABI. ISBN 1845933737.





  6. ^


    “Pemukim Lereng Merapi Adakan Tradisi Wiwit”. Suara minor Merdeka. 11 Desember 2022. Diarsipkan dari versi tahir tanggal 2022-12-20. Diakses tanggal
    2013-12-19
    .





  7. ^


    “Warga Bunuh Babi Perusak Lahan Palawija”. Perasaan Rakyat. 20 November 2022. Diarsipkan semenjak versi asli copot 2022-12-20. Diakses copot
    2013-12-19
    .





  8. ^


    “Pemkab Terus Tolak Ketahanan Pangan”. Pontianak Post. 12 Desember 2022. Diarsipkan dari versi jati tanggal 2022-12-20. Diakses rontok
    2013-12-19
    .





  9. ^


    “Perkuat Ketahanan Alas”. Kaltim Post. 24 November 2022.




  10. ^


    “Swasembada Sakarosa di Jateng Enggak Hal Mustahil”. Suara Merdeka. 24 November 2022. Diarsipkan mulai sejak versi masif tanggal 2022-12-20. Diakses tanggal
    2013-12-19
    .




Alamat teks terkait

[sunting
|
sunting sumber]

  • Mashudi.
    Bercocok Tanam Palawija. Ganeca Exact. ISBN 979121140X.





Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Palawija