Otot Polos Dan Otot Rangka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia objektif

Foto otot zakiah dilihat melampaui lup kirana dengan perbesaran 400x

Otot murni
dikenal sebagai otot nan bekerja dibawah kognisi saraf, berkontraksi secara perlahan dan otomatis dalam paser musim lama yang disebabkan banyaknya area filamen aktin dan miosin yang tukar melekat.[1]
Jaringan otot bersih pada hewan vertebrata dan manusia tersusun atas kumpulan sel otot polos nan mekanisme kerjanya terlibat dalam kontraksi otot di gawai internal, seperti mana rahim, organ sistem pencernaan, organ sistem reproduksi, serta kembali ditemukan pada sistem kardiovaskular termasuk saluran arteri dan vena.

Karakteristik

[sunting
|
sunting mata air]

Otot kudus pada umumnya memiliki bentuk menyerupai puntalan dengan bentuk runcing pada kedua ujung dan disetiap sel mengandung inti nan terletak di tengah.[2]
Pada irisan melintang, akan tampak ukuran kaliber yang beraneka ragam dan saja garis berukuran kian besar nan memiliki inti. Inti tersebut akan terlipat dan batas kurungan terbantah bergelombang ketika otot zakiah berkontraksi.[3]

Urat polos puas setiap radas punya perbedaan  dari aspek faedah, dimensi fisik, respon terhadap stimulus, dan karakteristik persarafan. Otot salih tidak mempunyai garis silang sama dengan sreg urat doreng yang terbit berusul sarkomer yang lalu terorganisir di n domestik sel.[4]
Ciri mahajana yang membedakan rumah tahanan-sel otot polos dengan sel lain adalah sebagian besar sitoplasma pada otot polos ditempati maka itu aktin dan miosin nan dikhususkan kerjakan berbuat fungsi kontraksi. Secara dimensi, bagian tengah lokap berdiameter antara 2 hingga 10 μm (mikrometer) serta panjang kurungan antara 100-200 μm, dengan ukuran paling panjang mencapai 600 μm.[5]

Organ-peranti internal nan dilapisi urat lugu banyak ditemukan di bagian kontraktil saluran pencernaan berasal medio esofagus sampai ke anus dan terusan keluar perangkat sreg sistem reproduksi, pernapasan, sistem urinalis, pembuluh talenta (arteri dan vena), pembuluh limfe nan osean, lapisan dermis, sayat dan korpus siliaris pada mata.[6]

Struktur

[sunting
|
sunting sumur]

Tangsi otot polos tersusun atas miosin sebagai pembuat filamen tebal dengan diameter 15-20 nm (nanometer) dan aktin andai pembentuk filamen tipis berdiameter 6-7 nm, yang terdapat di sekeliling inti atom dan sebagian besar sitoplasma. Otot kudus terbagi menjadi dua jenis bersendikan persarafan dan fungsinya yaitu;[7]
multi unit dan unit tungal atau disebut bak otot polos viseral atau singsitium. Setiap serat otot polos pada multi unit bekerja secara terpisah seperti pada putaran iris alat penglihatan, berbeda dengan unit spesial yang serat ototnya menyatu dan berkontraksi bersamaan, seperti pada tali perut, susukan empedu, susukan ureter, dan beberapa pembuluh bakat.[8]
Urat polos viseral maupun unit tunggal ditandai oleh silir bawang lokap yang menyambung membran sel yang berdekatan. Sel ini dikelilingi maka itu matriks ekstraseluler yang saling berkumpul membentuk bundel sel. Hotel prodeo-sel tersebut memiliki organel seperti nukleus, mitokondria, retikulum endoplasma subtil dan kasar serta badan golgi.

Fungsi

[sunting
|
sunting sendang]

Sepuhan rumah pasung otot polos pada dinding organ berongga berfungsi ibarat tenaga dedengkot buat mengubah volume peranti dan fleksibilitas dinding yang secara langsung berpengaruh terhadap kelebihan fisiologis instrumen. Beberapa fungsi otot polos sreg organ berongga diantaranya adalah ki memengaruhi muatan di sepanjang terusan pencernaan melewati gerak peristaltik untuk mendukung pencernaan dan pengumpulan zat makanan, membersihkan tubuh dari venom dengan mengosongkan dan mengurangi volume kandung kemih pada sistem terusan urine maupun pembuangan, serta mengendalikan respons sepuhan kulit terhadap perubahan suhu.[9]
Tangsi-sel otot murni lagi membentuk lapisan media pada dinding arteri pembuluh darah bersama kolagen dan elastin,[10]
yang berfungsi misal penegangan dan elastisitas kerongkongan talenta.[11]

Mekanisme penegangan

[sunting
|
sunting sumber]

penegangan lega hotel prodeo otot asli

Lega detik penegangan interniran-interniran otot ceria bukan cuma memendek tetapi juga seperti mana terpilin, tambahan pula terjadi persilihan tulang beragangan inti atom pada sel urat polos. Filamen aktin pada otot polos bukan memiliki tripolin seperti mana lega otot bentuk maupun jantung, doang kedua aktin dan miosin otot polos berkontraksi menerobos mekanisme pergeseran filamen yang mirip sebagaimana pada urat lurik.[12]

Lega tahap pertama kontraksi, kalsium yang bersumber dari ekstraseluler dan retikulum sarkoplasma akan masuk ke sitosol, kemudian mewujudkan kompleks dengan
calmodulin
(CaM), yaitu protein lega sitosol tangsi otot jati. Reaksi ini lebih jauh akan mengaktifkan enzim bakal fosforilase yang berfungsi untuk meningkatkan laju hidrolisis ATP di kepala miosin. Hidrolisis ATP akan menghasilkan ADP + piruvat dan menghasilkan miosin yang awalnya tidak aktif menjadi aktif. Detik miosin aktif, dia akan mampu bersimpai dengan filamen aktin dan membentuk jembatan cagak (cross-bridge). Sirat silang inilah yang lega prosesnya akan menciptakan menjadikan urat nan berkontraksi. Sebagian besar kalsium yang menyebabkan penegangan otot polos masuk dari larutan ekstraseluler.[13]

Gangguan plong otot asli

[sunting
|
sunting sendang]

Otot suci memiliki prospek tertimpa serangan tumor ganas, salah satunya adalah leimiosarkoma. Leimiosarkoma (LMS) adalah jenis tumor ganas yang bisa menyerang otot polos yang disebabkan karena adanya pertumbuhan bui-sel otot tulus yang tidak normal.[14]
Tumor ganas ini rajin terjadi di bagian lambung (abdomen) doang dapat menyerang bagian jasmani manapun termasuk rahim, pembuluh pembawaan, dan alat peraba. Kemunculan kanker sreg episode perut disertai dengan gejala nyeri, penurunan sulit badan, rasa mual dan muntah.[15]

Pustaka

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Editors, B. D. (2017-12-08). “Smooth Muscle”.
    Biology Dictionary
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2021-01-31
    .





  2. ^


    “Smooth muscle | anatomy”.
    Encyclopedia Britannica
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2021-01-31
    .





  3. ^

    Pratiwi 2022, hlm. 63.

  4. ^


    Maugios, Vassilis (2019).
    Exercise Biochemistry. Human Kinetics. hlm. 144. ISBN 9781492572688.





  5. ^

    Seow 2022, hlm. 3.

  6. ^

    Pratiwi 2022, hlm. 62.

  7. ^

    Pratiwi 2022, hlm. 65.

  8. ^


    Kuriyama, H.; Kitamura, K.; Itoh, Horizon.; Inoue, R. (1998-01-07). “Physiological Features of Visceral Smooth Muscle Cells, With Special Reference to Receptors and Ion Channels”.
    Physiological Reviews.
    78
    (3): 811–920. doi:10.1152/physrev.1998.78.3.811. ISSN 0031-9333.





  9. ^

    Seow 2022, hlm. 2.

  10. ^

    Djanggan 2022, hlm. 39.

  11. ^

    Djanggan 2022, hlm. 58.

  12. ^

    Pratiwi 2022, hlm. 64.

  13. ^


    Webb, R. Clinton (2003-12-01). “Smooth muscle contraction and relaxation”.
    Advances in Physiology Education.
    27
    (4): 201–206. doi:10.1152/advan.00025.2003. ISSN 1043-4046.





  14. ^


    “Gawat, Otot Polos Ternyata Kembali Bisa Kena Kanker”.
    Alodokter. 2022-09-14. Diakses terlepas
    2021-03-27
    .





  15. ^


    “Leiomyosarcoma – Overview – Mayo Clinic”.
    www.mayoclinic.org
    . Diakses tanggal
    2021-03-27
    .




Daftar referensi

[sunting
|
sunting perigi]

  • Seow, Chun. Y (2020).
    An Introduction to Smooth Muscle Mechanics. Cambridge Scholars Publishing. ISBN 9781527562288.



  • Sargowo, Djanggan (2015).
    Disfungsi Endotel. Universitas Brawijaya Press. ISBN 9786022038054.



  • Soesilwati, Pratiwi (2020).
    Histologi Kedokteran Dasar. Airlangga University Press. ISBN 9786024733551.





Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Otot_Polos

Posted by: gamadelic.com