Apakah ateisme memang bukan punya tempat di Indonesia?

  • Nuraki Aziz
  • BBC Indonesia

ateis, indonesia, inggris
Proklamasi tulangtulangan,

Berbeda dengan iklan di bus di Inggris, syariat Indonesia melarang penyebaran ateisme.

Beberapa pihak menolak pandangan bahwa perlindungan terhadap hak asasi manusia, khususnya terkait dengan ateisme, semakin memburuk di Indonesia, takdirnya dibandingkan dengan hari Orde Mentah misalnya.

Tetapi memang kejayaan teknologi membuat orang semakin terpapar pada berbagai macam bentuk undang-undang seperti ITE (Pemberitahuan dan Transaksi Elektronik) sehingga kian mudah orang terdorong hukum, kata pengamat hukum penyelenggaraan negara Perhimpunan Tarumanegara, Dr Refly Harun.

“Yang membuat peristiwa boleh jadi sedikit lebih buruk itu karena kemajuan teknologi. Kalau sangat kan namanya ujaran kebencian, UU ITE itu centung tidak ada karena memang enggak ada teknologi nan mendukungnya. Pernyataan-pernyataan itu hanya bisa disampaikan melalui seminar, melalui sarana agregat nan protokoler Tapi sekarang orang dapat berkomentar dan kemudian terjerat pasal-pasal penodaan, ujaran kebencian,” kata Refly.

  • Kasus Kufur di Sumbar divonis
  • AS nur kekerasan atas minoritas di Indonesia
  • Sekiranya orang Indonesia menjadi ateis

LSM International Humanist and Ethical Union (IHEU) semula ahad ini mengeluarkan wara-wara yang menggarisbawahi genosida para ateis dan pejuang kemanusiaan dalam 12 bulan terakhir, termasuk di Indonesia.

Bob Churchill, direktur komunikasi dan kampanye IHEU mengatakan keadaan di Indonesia memburuk.

“Kami memperingkat negara-negara berdasarkan catur kategori, jadi terdapat respon yang berlainan. Tetapi (Indonesia) nyaris berlimpah di peringkat terala negara-negara terburuk dari 196 negara karena pembatasan terhadap penistaan dan terutama karena pembatasan terhadap pernyataan jati diri tidak beragama dan pengendalian terhadap agama pada lazimnya,” katanya.

Di bawah tadbir Presiden Joko Widodo, memang terjadi bilang harapan yunior bagi reformasi, sekadar para ateis dan tidak beragama taat disudutkan masyarakat dan bukan diakui syariat, lapor LSM yang bermarkas di London, Inggris ini.

Indonesia mendapatkan nilai 4,5 secara mahajana, menurut laporan IHEU. Angka lima bikin ki kesulitan konstitusi dan pemerintah, tiga untuk urusan pendidikan dan hak momongan, nilai lima untuk kelompok tanggungan, komunitas dan masyarakat, dan lima untuk kategori kemerdekaan berpendapat dan nilai kemanusiaan.

Sumber gambar,

Reuters

Keterangan gambar,

Alexander Aan dihukum penjara 2,5 musim karena terbukti camur kebencian sangat akun Facebook.

Lewati Podcast dan lanjutkan mengaji

Podcast

Penutup terbit Podcast

Belum

perkariban terserah hukuman

Berdasarkan pengamatan sejumlah pihak, Indonesia belum pernah menghukum seseorang karena mengaku bukan berkeyakinan agama di depan umum dan menyebarkan keyakinannya.

Keseleo satu kasus yang sebagian pihak pandang tercalit dengan ateisme, adalah hukuman 2,5 musim kamp kepada Alexander Aan di Sumatra Barat. Sekadar vonis yang dijatuhkan kepada PNS ini puas periode 2012 sebenarnya terkait dengan kehasadan habis Facebook, kata Era Purnamasari, Direktur Bagan Bantuan Hukum (LBH) Padang.

“Alexander Aan dia sebetulnya dipenjara tak soal kufur yah, saja pertanyaan penyerantaan kebencian. Ia pakai pasal 27, pasal Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik ) akan halnya penyerantaan kebencian. Kenapa kemudian di Indonesia menjadi makin ramai, itu kan karena ada kata keterangan tentang agama. Habis keluar terserah undang-undang tentang PNPS (Acara Kebangsaan Pengembangan Patokan) periode 1965 yang mengakui semata-mata ada lima agama,” alas kata Era.

  • Mengapa suku bangsa ateis secara naluriah dipandang ‘kurang bermoral’?
  • Mengejar dengan waktu mengungkap G30S
  • Anak asuh ateis dikeluarga Muslim dan kisah keluarga bimbing bukan

Hanya IHEU memandang dasar keputusan pengadilan tersebut sebenarnya hanyalah ki kesulitan peristilahan, karena pembatasan setia berlanjut di Indonesia.

“Kita sepertinya memililiki batasan yang minus momen menilai sesuatu seumpama suatu kebencian, saat koteng yang tidak beragama mengatakan, saya lain setuju dengan agama, sebagian dari ini salah, sebagian dari ini kebodohan. Kalimat dan penggambaran yang nisbi tidak menyakitkan, yang kemudian meningkat menjadi pemikiran bahwa Dia mencecerkan kecemburuan,” kata Bob Churchill.

Perigi gambar,

AFP

Keterangan gambar,

Mayapada lain cukup bereaksi saat Perppu Ormas 2022 diterapkan, yang dipandang rawan pelanggaran hukum.

Islamisasi
?

Beralaskan penilaian saat ini, seperti apakah tren Indonesia di futur?

IHEU memandang Indonesia mengambil alih mode regional, tetapi Islamisasi yang terjadi penutup-penghabisan ini tetap menimbulkan kebingungan.

“Indonesia tekun bernas di tengah kecenderungan di distrik, kemungkinan mode marcapada, yakni sejenis Islamisasi lapisan politik tertentu dimana terdapat banyak partai dan rukyat kebijakan yang menerapkan kebijakan sangat keras, seringkali militan, cenderung ke strategi Islam radikal,” kata Bob Churchill dari IHEU.

  • Mereka menyingkir Islam dan berkeliling AS cak bagi membahasnya
  • Cerita kaum ateis nan terancam di Pakistan
  • Bahas sensualitas di luar nikah di programa TV, pengusung acara di Mesir dipenjara

Pihak-pihak lain justru mempertanyakan usaha membandingkan keadaan di Indonesia dengan bagian tak mayapada.

Refly Harun malah mempertanyakan mengapa dunia kurang mempertanyakan diterapkannya Peraturan Pemerintah Perombak Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas) No. 2 tahun 2022 nan telah melarang keberadaaan lembaga seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tanpa proses hukum yang seharusnya.

“Kondisi di Indonesia enggak sama persis dengan kondisi di negara-negara bertamadun. Hal-hal seperti ini dahulu peka. Yang saya kira heran kembali itu ialah saat misalnya tak ada reaksi yang luar sahih berpunca marcapada alam semesta terhadap hadirnya Perppu Ormas, yang menurut saya justru potensial melanggar HAM karena boleh membubarkan ormas minus
due process of law.”