Orang Yang Mengeluarkan Atau Membayar Zakat Disebut

Tentang Zakat

Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang teradat dikeluarkan makanya setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan. Sebagai salah satu akur Islam, Zakat ditunaikan kerjakan diberikan kepada golongan yang berwajib menerimanya (asnaf).

Zakat berasal mulai sejak bagan kata
“zaka”
yang berarti suci, baik, berkah, bertaruk, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan cak bagi memperoleh berkah, membersihkan umur dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5)

Makna tumbuh dalam manfaat zakat menunjukkan bahwa mengkhususkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan jalan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna salih menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci berpangkal dosa-dosa.

Dalam Al-Alquran disebutkan,
“Ambillah zakat berpangkal sebagian harta mereka, dengan zakat itu sira membersihkan dan menyucikan mereka”
(QS. at-Taubah [9]: 103).

Menurut istilah intern kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Pezakat. Sedangkan cucu adam yang menerima zakat disebut Mustahik.

Sementara menurut Statuta Nayaka Agama No 52 Tahun 2022, Zakat adalah harta yang teristiadat dikeluarkan oleh koteng mukminat atau jasmani manuver yang dimiliki maka dari itu orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Zakat dikeluarkan pecah harta yang dimiliki. Akan tetapi, bukan semua harta rantus barang bawaan zakat. Syarat dikenakannya zakat atas harta di antaranya:

  • 1) harta tersebut yaitu barang jamak dan diperoleh dengan cara yang halal;
  • 2) harta tersebut dimiliki penuh maka dari itu pemiliknya;
  • 3) harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang;
  • 4) harta tersebut mencapai nishab sesuai jenis hartanya;
  • 5) harta tersebut melewati haul; dan
  • 6) pemilik harta tidak memiliki hutang jangka pendek yang harus dilunasi.

Asnaf (8 Golongan) Penerima Zakat

Sebagai radas nan turut dalam salah satu Rukun Islam, zakat karuan cuma mempunyai rasam mengikat dari segi ilmu fiqihnya, salah satu diantaranya adalah kepada kelihatannya zakat diberikan.

Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Tuhan memberikan ketentuan ada okta- golongan orang nan menerima zakat merupakan ibarat berikut:

1.
Fakir, mereka yang hampir lain memiliki apa-apa sehingga lain fertil menunaikan janji kebutuhan sentral spirit.
2.
Miskin, mereka yang memiliki harta saja lain cukup untuk menyempurnakan kebutuhan sumber akar kehidupan.
3.
Amil, mereka yang mengumpulkan dan mengimpor zakat.
4.
Mualaf, mereka yang plonco masuk Islam dan membutuhkan uluran tangan lakukan menguatkan dalam tauhid dan syariah.
5.
Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.
6.
Gharimin, mereka yang berhutang bakal kebutuhan spirit dalam mempertahankan hidup dan izzahnya.
7.
Fisabilillah, mereka yang berjuang di perkembangan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
8.
Ibnu Sabil, mereka yang kehilangan biaya di perjalanan kerumahtanggaan kepatuhan kepada Allah.

Jenis Zakat

Secara umum zakat terbagi menjadi dua macam, yakni
zakat fitrah
dan
zakat kekayaan. Zakat Fitrah
(zakat al-fitr)
adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan nona muslim nan dilakukan pada bulan Ramadhan.

Zakat mal merupakan zakat nan dikenakan atas barang apa macam harta, nan secara zat maupun khazanah perolehannya, bukan berlawanan dengan ketentuan agama. Sebagai model, zakat mal terdiri atas uang jasa, emas, efek, penghasilan profesi, dan tidak-lain, sebagaimana nan terdapat dalam UU No 23/2011 adapun Pengelolaan Zakat, Qanun Menteri Agama No 52 Tahun 2022 yang telah diubah dua bisa jadi dengan perubahan kedua adalah Peraturan Menteri Agama No 31/2019, dan pendapat Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi serta para cerdik pandai lainnya.

Zakat aset
begitu juga dimaksud pada gugus kalimat di atas membentangi:

1. Zakat emas, perak, dan ferum mulia lainnya
Merupakan zakat yang dikenakan atas emas, perak, dan ferum lainnya nan telah mencapai nisab dan haul.
2. Zakat atas uang dan surat berfaedah lainnya
Yakni zakat yang dikenakan atas uang, harta yang disetarakan dengan uang, dan sekuritas lainnya nan sudah lalu mencapai nisab dan haul.
3. Zakat bursa
Adalah zakat yang dikenakan atas usaha bazar nan telah mencapai nisab dan haul.
4. Zakat perladangan, pertanaman, dan kehutanan
Adalah zakat yang dikenakan atas hasil pertanaman, persawahan dan hasil hutan pada ketika pengetaman.
5. Zakat peternakan dan perikanan
Adalah zakat nan dikenakan atas binatang peliharaan dan hasil perikanan yang telah mengaras nisab dan haul.
6. Zakat pertambangan
Adalah zakat yang dikenakan atas hasil usaha pertambangan yang mutakadim menjejak nisab dan haul.
7. Zakat perindustrian
Adalah zakat atas kampanye nan bergerak privat rataan produksi komoditas dan jasa.
8. Zakat pendapatan dan jasa
Adalah zakat nan dikeluarkan pecah penghasilan nan diperoleh dari hasil profesi plong detik menerima penyetoran, zakat ini dikenal sekali lagi sebagai zakat profesi atau zakat penghasilan.
9. Zakat rikaz
Adalah zakat yang dikenakan atas harta temuan, dimana kadar zakatnya yakni 20%.

Syarat
Zakat Mal
dan Zakat Fitrah:

1. Harta yang dikenai zakat harus memenuhi syarat sesuai dengan qada dan qadar syariat Islam.
2. Syarat harta nan dikenakan zakat khazanah sebagai berikut:
a. milik penuh
b. sah
c. cukup nisab
d. haul
3. Hanya saja, syarat haul lain berlaku lakukan zakat perkebunan, perladangan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz.
Padahal buat syarat zakat fitrah sebagai berikut:
a. beragama Islam
b. umur pada saat rembulan ramadhan;
c. memiliki khasiat kebutuhan pokok bikin malam dan hari raya idul fitri;

(Sumber: Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 267, Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2022, Fatwa MUI Nomor 3 Musim 2003, dan pendapat Shaikh Yusuf Qardawi).

Untuk mengetahui keterangan lainnya tercalit zakat, simak video berikut.

Source: https://baznas.go.id/zakat