Niat Sholat Jamak Qoshor Maghrib Dan Isya

Kehendak Sholat Seremonial Qashar Adalah Ushollii Fardhodl Dhuhri Baju-‘Ataini Majmuu’an Bil Ashri Jam’a Taqdiimi Qoshron Adaa-An (Makmuuman / Imaaman) Lillaahi Ta’aalaa. yang artinya Aku berniat shalat fardhu dhuhur dua raka’at digabungkan dengan ashar di waktu dhuhur diringkas (makmum / imam) karena tuhan ta’ala. Untuk pengelolaan pendirian sholat jamak qashar dan keterangan makin konseptual, silahkan baca artikel ini.

Sholat merupakan ibadah wajib yang diajarkan oleh Allah kepada umatnya menerobos utusannya yakni nabi osean muhammad saw. sehingga dalam syariat Islam ibadah sholat dihukumi misal ibadah yang wajib dilaksanakan maka dari itu setiap suku bangsa muslimin.

Tanggung sholat lain memandang rambut apakah dia orang kaya maupun orang papa dia orang sakit ataupun orang sehat dan tidak sebagainya. Seluruh kalangan harus dan wajib menunaikan ibadah sholat.

Ibadah sholat pun cerbak dikatakan sebagai kusen agama oleh banyak ulama dan habaib. semakin banyak kabilah muslimin yang istiqomah dalam melaksanakan ibadah sholat maka semakin tegak pula agama Islam.

Baca juga
: Wirid sholat tahajud

Kita semua sebagai umat manusia di ciptakan didunia ini semata – netra tetapi untuk menyembah kepada yang mahakuasa. Hal tersebut sesuai dengan firman Halikuljabbar intern Alquran sertifikat adz-dzariyat ayat 56 yang berbunyi :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q.S adz-dzariyat : 56)

Namun perlu diperhatikan, di tak sisi kewajiban ibadah sholat yang harus ditunaikan makanya setiap kaum muslimin, terdapat fasilitas ataupun rukhshoh yang diberikan kepada kaum muslimin apabila menangkap basah adanya dok dalam menjalankan ibadah sholat fardu dengan berbagai macam kondisi.

Kemudahan nan diberikan oleh Allah kepada umat mukminat pron bila dalam kondisi sebagai pelimbang alias sedang n domestik perjalanan jauh yakni diperkenankannya kita bagi sholat jamak qashar.

Baca juga
: Puji-pujian sholat dhuha

Apa yang dimaksud dengan sholat jamak qashar? sholat segala apa saja yang boleh dijamak qashar? Bagaimana kehendak sholat jamak qashar? Apa saja syarat-syarat sholat jamak qashar? Apa saja perenggan-batas umpama petualang?

Sreg kesempatan kali ini kita akan mencoba kerjakan menjawab satu persatu pertanyaan tersebut dengan mengacu pada sumber literatur bacaan favorit saya dan khususnya Quran dan sabda nabi Muhammad SAW.


Bacaan Niat dan Cara Sholat Jamak

Pengertian shalat jamak adalah shalat yang dikumpulkan dan dilaksanakan dalam suatu waktu di antara dua waktu shalat. Intern menjamak shalat ada ketentuannya, bahwa shalat yang boleh dijamak hanya dengan shalat siang merupakan shalat dhuhur dengan shalat ashar dan shalat lilin batik dengan shalat malam yaitu shalat maghrib dengan shalat Isya.  Nan demikian sudah dicontohkan maka itu Rasulullah SAW sebagaimana hadis di radiks ini:

عن انس رضي الله عنه ان النبي ص م كان يجمع بين الظهر و العصر  – رواه البخارى ومسلم

Artinya: Dari Annas r.a. bahwa sungguh Nabi SAW sangkut-paut menjamak antara shalat dhuhur dan shalat ashar (HR Bukhari dan Muslim)

Terwalak hadits lain yang menerangkan:

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال كان رسول الله ص م  اذا جدبه السير جمع بين المغرب و العشاء –  رواه البخاري ومسلم

Artinya: Dari Ibni Umar r.a. Berkata bahwa Rasulullah SAW apabila ia terburu-buru (buru-buru) pergi, dijamaklahh antara shalat maghrib dan isya. (HR Bukhari dan Muslim)

Shalat Lumrah itu ada dua jenis, yaitu Jamak taqdim dan jama ta’khir. Adapun pengertian, kehendak dan tatacara sholat seremonial taqdim dan ta’khir sebagai halnya di bawah ini:

1.  Sholat Absah Taqdim

Pengertian sholat jamak taqdim adalah mengerjakan dua shalat dan dilaksanakan pada waktu yang awal (nan purwa). Misalnya shalat ashar dan dhuhur dilaksanakan di intern waktu shalat dhuhur yang pelaksanaannya mendahulukan shalat dhuhur bau kencur kemudian shalat ashar.

Niat Sholat Jamak Taqdim Duhur dan Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاةٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ
مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ
اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Niat Latin
USHOLLII FARDHODL DHUHRI ARBA’A RAKAATIN MAJMUU’AN BIL ASHRI JAM’A  TAQDIIMI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Artinya : Aku berniat shalat fardhu dhuhur catur raka’at dikumpulkan dengan ashar dikumpulkan di waktu dhuhur adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Allah Ta’ala

Setelah melaksanakan sholat dhuhur kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat fardhu ashar, dengan karsa seperti di pangkal ini :

  اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاةٍ مَجْمُوْعًا اِلَى الظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Niat Latin
USHOLLII FARDHODL ASHRI ARBA’A RAKAATIN MAJMUU’AN ILADH DHUHRI JAM’A   TAQDIIMI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Artinya:  Aku bertujuan shalat fardhu ashar empat raka’at dikumpulkan ke dhuhur dikumpulkan di musim dhuhur adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Tuhan Ta’ala

Karsa Sholat Protokoler Taqdim Maghrib dan Isya

 اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Niat Latin:
USHOLLII FARDHODL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA’AATIN MAJMUU’AN BIL ISYAA’I JAM’A TAQDIIMI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Aku bertujuan shalat fardhu maghrib tiga raka’at dikumpulkan dengan isyak dikumpulkan di waktu maghrib adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Allah Ta’ala

Sesudah melaksanakan sholat dhuhur empat rakaat kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat fardhu ashar empat rakaat, dengan kehendak sama dengan di asal ini :

 اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاةٍ مَجْمُوْعًا اِلَى الْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Niat Latin:
USHOLLII FARDHODL ISYAA’I ARBA’A RAKAATIN MAJMUU’AN ILAL MAGHRIBI JAM’A   TAQDIIMI QOSHRON ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Aku berujud shalat fardhu isyak dua raka’at dikumpulkan ke maghrib dikumpulkan di waktu maghrib diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Yang mahakuasa Ta’ala

Pendirian Sholat Sahih Taqdim Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya

Cara melaksanakan sholat seremonial taqdim yaitu mengumpulkan dua sholat fardhu lega waktu yang permulaan dengan tampa meringkasnya. Jumlah rokaatnya tetap tidak berubah. sejenis itu juga tata prinsip atau akur sholatnya sama halya dengan akur sholat fardhu seperti mana umumnya.

Yang membedakannya hanyalah syarat dan niatnya yang mutakadim di jelaskan di atas. Buat ketentuan masa dalam sholat jamak taqdim adalah bak berikut :

  • Sholat Jamak Taqdim dhuhur dan Ashar, dikerjakan detik waktu dhuhur. dengan mempersering sholat dhuhur dan mengakhirkan sholat ashar.
  • Sholat Seremonial Taqdim Maghrib dan Isya, dikerjakan momen waktu Maghrib. Dengan mendahulukan sholat Maghrib dan mengakhirkan sholat isya.

2. Sholat Jamak Ta’khir

Pengertian  jama ta’khir yaitu mengerjakan dua shalat dilaksanakan plong waktu shalat nan akhir (yang kedua). Misalnya shalat maghrib dan Isya dilaksanakan di waktu Isya, shalat dhuhur dan Ashar dilaksanakan di waktu Ashar.

Niat Sholat Jamak Ta’khir Duhur dan Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاةٍ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ  اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Wacana Niat Latin :

USHOLLII FARDHODL ASHRI ARBA’A RAKAATIN  MAJMUU’AN BIDH DHUHRI JAM’A   TA’KHIIRI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Aku berniat shalat fardhu ashar dua raka’at dikumpulkan dengan dhuhur dikumpulkan di periode ashar diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Tuhan Ta’ala

Setelah melaksanakan sholat Ashar catur rakaat kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat fardhu Dhuhur catur rakaat, dengan kehendak seperti di bawah ini :

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاةٍ مَجْمُوْعًا  اِلَى الْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ  اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Pustaka Kehendak Latin :

USHOLLII FARDHODL DHUHRI ARBA’A RAKAATIN MAJMUU’AN ILAL ASHRI JAM’A   TA’KHIRI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Aku berniat shalat fardhu dhuhur dua raka’at dikumpulkan ke ashar dikumpulkan di waktu ashar diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Allah Ta’ala

Karsa Sholat Lumrah Ta’khir Maghrib dan Isya

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاةٍ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ  اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Teks Niat Latin:
USHOLLII FARDHODL ISYAA’I ARBA’A RAKAATIN  MAJMUU’AN BIL MAGHRIBI JAM’A   TA’KHIRI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Aku bermaksud shalat fardhu isyak dua raka’at dikumpulkan dengan maghrib dikumpulkan di periode isyak diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Sang pencipta Ta’ala

Setelah melaksanakan sholat fadhu isya empat rakaat kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat fardhu maghrib tiga rakaat, dengan karsa seperti di bawah ini :

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا اِلَى الْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Wacana Kehendak Latin :
USHOLLII FARDHODL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA’AATIN MAJMUU’AN ILAL ISYAA’I JAM’A TA’KHIRI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Aku berujud shalat fardhu maghrib tiga raka’at dikumpulkan ke isyak dikumpulkan di tahun isyak adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Allah Ta’ala

Cara Sholat Seremonial Ta’khir Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya

Kaidah melaksanakan sholat seremonial ta’khir yaitu dengan mengumpulkan dua sholat fardhu pada waktu yang terakhir dengan tampa meringkasnya. Kuantitas rokaatnya tunak tidak berubah. seperti mana tata cara atau berdamai sholatnya sama halya dengan rukun sholat fardhu seperti galibnya. Nan membedakannya hanyalah syarat dan niatnya nan sudah di jelaskan di atas. Untuk ketentuan hari dalam sholat sah ta’khir adalah sebagai berikut :

  • Sholat Halal Ta’khir dhuhur dan Ashar, diolah saat waktu Ashar. dengan mengerapkan sholat Ashar dan mengakhirkan sholat dhuhur. (Besaran rokaat loyal)
  • Sholat Legal Ta’khir Maghrib dan Isya, dikerjakan saat periode Isya. Dengan menyegerakan sholat Isya dan memutuskan sholat Maghrib. (Total rokaat tetap)

Wacana Niat dan Pendirian Sholat Qashar

Pengertian shalat qhasar ialah shalat nan diperpendek atau diringkas. meng-qhasar shalat semata-mata diperbolehkan bagi anak adam yang berpergian jauh  dan menunaikan janji musafad (jarak) untuk meng-qashar shalat.

Melanglang jauh yang menyempurnakan musafat qashar tidak terpacu pada jalan darat tetapi, melainkan tertera perjalanan laut dan mega. bintang sartan lain cuma perjalanan kaki, hanya yang mengenakan kendaraan, baik di laut maupun udara, baik berjalan itu sebentar atau lama, asal sudah memenuhi musafat qhasar dan masih dalam melanglang diperbolehkan meng-qhasar shalat.

Di atas telah dikatakan bahwa shalat yang bisa diqhasar hanyalah shalat shalat yang empat rokaat, yaitu shalat dhuhur, shalat ashar, dan shalat Isya. Imam nawawi menjelaskan:

و لا يجوز  القصر الا في الظهر و العصر و العشاء لاء جمع الامة

Artinya: tidak boleh qhasar kecuali shalat dhuhur, shalat asar, shalat Isya, karena ijmak (kesepakatan ulama)

Maka shalat Maghrib dan shalat subuh bukan bisa diqashar. Warta lain menyatakan:

عن انس رضي الله عنه قال خرجنا مع النبي ص م.  من المدينة الى مكة فصلى ركعتيني ركعتيني حتى رجعنا الى المدينه – رواه البخاري ومسلم

Artinya : Adari Annas r.a. berujar: Pernah kami keluar bersama Nabi saw dari madinah ke makah, kemudian anda mengerjakan dua-dua rokaat sehingga kami kembali ke-madinah (HR. Bukhori).

Shalat qhasar atau seorang musafir dapat meng-qashar shalat adalah merupakan karunia / dispensasi pemberian terbit Allah SWT kepada mereka (musafir), maka dari itu karena itulah seharusnya bisa dikabulkan dengan rasa terima kasih. dan Nabi SAW bersabda:

عن يعلى بن امية انه قال قلت لعمر رضي الله عنه فليس عليكم جناح ان تقصر من الصلوات ان خفتم ان يفتنكم الذين كفروا فقد امن الناس قال عمر عجبت مما عجبت منه فساءلت رسول الله ص م. فقال صدقت تصدق الله بها عليكم فاقبلوا صدقته  – رواه مسلم

Artinya: Pecah ya’la bin Umayyah berkata: Aku bertanya kepada Umar r.a. Lain ada dosa bagimu Jika sira meringkas shalat. Seandainya kamu takut bahwa kamu akan dibinasakan oleh orang-orang kufur padahal senyatanya orang-orang telah tenang dan tenteram. Umar menjawab :aku tekun tercengang (heran) adapun itu, Kemudian aku bertanya kepada Rasulullah SAW, maka Rasulullah SAW menjawab: Itu (shalat qashar) yaitu dispensasi (karunia) pemberian yang dikaruniakan Halikuljabbar kepadamu, maka Terimalah olehmu pemberiannya (HR Muslim)

Baca pun :
Rukun – akur sholat

1.  Niat Sholat Qashar Dzhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ
رَكْعَتَيْنِ

مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ
قَصْرًا
اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Latin
Usholli Fadhodh Dhzuhri Baju’ataini Mustakbilal Qiblati Qashran Ada’an Ma’muman / Imaman Lillahita’ala

Artinya : Saya niat shalat fardhu dhuhur dua rakaat cenderung kiblat dengan qashar tepat pada waktunya (sebagai makmum / Pendeta) karena Allah Ta’ala

2. Niat Shalat Qashar Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ
الْعَصْرِ
 رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Artinya : saya kehendak shalat fadhu ashar dua rakaat dengan qashar tepat pada waktunya karena Allah Ta’ala

3. Kehendak Shalat Qashar Isya

اُصَلِّى فَرْضَ
الْعِشَاءِ
 رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Artinya : saya karsa shalat fadhu isya dua rakaat dengan qashar tepat puas waktunya karena Allah Ta’ala

Pendirian Sholat Qashar Dhuhur, Ashar, dan Isya

Farik dengan sholat lumrah yang mengumpulkan dua waktu sholat menjadi satu waktu, adalah di awal alias di akhir dari kedua waktu sholat nan dikumpulkan tersebut. Sholat ini hanyalah meringkas sholat lega suatu waktu yang jumlahnya ada empat rakaat tetapi. Sholat yang di perkenankan merupakan sholat dzhuhur, sholat ashar, dan sholat isya. Kejadian tersebut dikarnakan jumlah rokaatnya cak semau catur dan sesuai dengan standar sholat qashar.

Pada sholat qashar, sholat fardhu yang jumlahnya ada empat rokaat, di gantikan atau diringkas dengan menjalankan sholat doang dua rakaat hanya sesuai dengan musim sholat fardhu tersebut.

Misalnya sholat qashar dzhuru harus di lakukan pada waktu dzhuru, sholat qashar ashar harus di lakukan pada waktu ashar, dan sholat qashar isya harus dilakukan pada waktu isyar. Adapun damai – rukun sholat qashar dua rakaat tatacaranya ataupun rukun- rukunnya adalah seperti pada umumnya misal berikut :

  1. Mengaji Niat sholat
  2. Takbirotul Ihram (اللَّهُ أَكْبَرُ  dengan menggotong kedua tangan habis bersendakap)
  3. Sunah Membaca Doa Iftitah (كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا . . . setakat akhir)
  4. Wajib Mengaji Surah Al-Fatihah (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . . . . setakat penghabisan)
  5. Membaca Surah Ad-Dhuha (وَالضُّحَىٰ وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ….. samapi akhir)
  6. Ruku’ dengan tungau’ninah dan membaca doa سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ sebanyak 3x
  7. I’tidal dengan tuma’ninah dengan membaca doa i’tidalرَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ
  8. Sujud dengan tuma’ninah dengan membaca tahlilسُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
  9. Duduk di antara dua sungkem dengan tuma’ninah dengan membaca wirid duduk di antara 2 sujudرَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah dan membaca tahlil sujud seperti pada nilai 8.
  11. Kabur sekali lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  12. Mendaras Surah Al-Fatihah  (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . . . . hingga akhir)
  13. Mengaji Surah As-Syams (وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَاhingga akhir)
  14. Ruku’ dengan tungau’ninah  membaca doa سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ sebanyak 3x
  15. I’tidal dengan tuma’ninah dan  mendaras wirid i’tidal sama dengan ponten 7.
  16. Sungkem dengan tuma’ninah dengan mengaji doaسُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِsebanyak 3 x
  17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah  dengan mendaras doa seperti pada skor 9.
  18. Sujud kedua dengan tuma’ninah membaca doaسُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِsebanyak 3 x
  19. Tasyahud Intiha dengan tuma’ninahالتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ sampai akhir
  20. Salam ( السلام عليكم ورحمة اللهdengan menoleh kanan dan kekiri)

Bacaan Niat dan Pendirian Sholat Jamak Qashar

Denotasi shalat jamak qashar merupakan mengumpulkan dua shalat dan dilaksanakan di dalam pelecok suatu waktu shalat, baik waktu shalat yang awal (jamak taqdim) atau di hari shalat yang akhir (jamak ta’khir) serentak di pendek (di qashar).

Misalnya shalat jamak qashar dhuhur dan ashar dengan jama taqdim. mestinya shalat dhuhur dikerjakan dengan jumlah empat rokaat begitu juga shalat asharnya. Namun karena stereotip qashar di untuk di sediakala waktu shalat (jamak taqdim) maka shalat dhuhur dan shalat ashar, masing-masing dilakukan dengan jumlah rokaatnya sebanyak dua rakaat, tidak empat rokaat.

Berbeda dengan shalat maghrib dan Isya, apabila keduanya dijamak qashar secara taqdim, karena shalat Maghrib tidak dapat diqashar, maka shalat maghribnya dilaksanakan tiga rakaat dan shalat Isyanya nan dua rakaat.

Cucu adam yang dapat melaksanakan shalat lazim qashar (mengumpulkan dua shalat dan refleks diringkas) ialah orang yang n domestik bepergian jauh musafir. Sedangkan orang yang nyeri langka, karena ada hujan, atau karena yang lain selain petualang, maka bukan diperbolehkan meng-qashar (memendekkan) shalat. Orang nan lindu jarang atau karena cak semau hujan lebat hanya boleh menjamak, itu pun harus memperhatikan syarat-syarat yang ada.

1.  Sholat Jamak Qashar Taqdim

Sholat normal Qashar taqdim adalah mengerjakan dua shalat sekaligus meringkasnya dan dilaksanakan pada perian nan awal (nan purwa) . Misalnya shalat ashar dan dhuhur dilaksanakan di dalam waktu shalat dhuhur nan pelaksanaannya mendahulukan shalat dhuhur hijau kemudian shalat ashar.

Dan yang sediakala sholat dhuhur dan ashar yang masih – masing merupakan empat rokaat, kemud dalam biasa qashar, rokaatnya diringkas menjadi sholat dhuhur dan ashar masing masing dua rokaat. Jadi total rokaat dalam melaksanakan sholat baku qashar yakni empat rakaat.

Kehendak Sholat Protokoler Qashar Taqdim Dhuhur dan Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Pustaka Niat Latin
USHOLLII FARDHODL DHUHRI Rok-‘ATAINI MAJMUU’AN BIL ASHRI JAM’A   TAQDIIMI QOSHRON ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Aku bertujuan shalat fardhu dhuhur dua raka’at dikumpulkan dengan ashar dikumpulkan di periode dhuhur diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Almalik Ta’ala

Setelah melaksanakan sholat dhuhur dua rakaat kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat fardhu ashar dua rakaat, dengan niat seperti di bawah ini :

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا اِلَى الظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Niat Latin:
USHOLLII FARDHODL ASHRI ROK-‘ATAINI MAJMUU’AN ILADH DHUHRI JAM’A   TAQDIIMI QOSHRON ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Aku bermaksud shalat fardhu ashar dua raka’at dikumpulkan ke dhuhur dikumpulkan di waktu dhuhur diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Almalik Ta’ala

Niat Sholat Jamak Qashar Taqdim Maghrib dan Isya

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Teks Niat Latin
USHOLLII FARDHODL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA’AATIN MAJMUU’AN BIL ISYAA’I JAM’A TAQDIIMI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Artinya : Aku berniat shalat fardhu maghrib tiga raka’at dikumpulkan dengan isyak dikumpulkan di waktu maghrib adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Allah Ta’ala

Setelah melaksanakan sholat maghrib tiga rakaat kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat fardhu isya dua rakaat, dengan kehendak sebagai halnya di bawah ini :

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا اِلَى الْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Niat Latin

USHOLLII FARDHODL ISYAA’I Busana-‘ATAINI MAJMUU’AN ILAL MAGHRIBI JAM’A  TAQDIIMI QOSHRON ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Artinya: Aku berniat shalat fardhu isyak dua raka’at dikumpulkan ke maghrib dikumpulkan di musim maghrib diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Halikuljabbar Ta’ala

Cara Sholat Seremonial Qashar Taqdim Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya

Cara melaksanakan Jamak Qashar Taqdim yaitu dengan mengumpulkan dua sholat fardhu pada waktu sholat yang semula dan meringkasnya (yang mula 4 rokaat menjadi 2 rokaat) .

Begitu juga manajemen kaidah maupun rukun sholatnya setimpal halya dengan rukun sholat fardhu  2 rokaat seperti lazimnya. Nan membedakannya hanyalah syarat dan niatnya yang sudah di jelaskan di atas. Kerjakan ganjaran musim dalam sholat legal qashar taqdim adalah sebagai berikut :

  • Sholat Biasa Qashar Taqdim dhuhur dan Ashar, tergarap saat waktu dhuhur. dengan mendahulukan sholat dhuhur dan mengakhirkan sholat ashar. dan memendekkan jumlah rokaat nan 4 menjad 2 rokaat.
  • Sholat Jamak Qashar Taqdim Maghrib dan Isya, dikerjakan momen waktu maghrib. Dengan mendahulukan sholat maghrib dan membelakangkan sholat isya. dan menyingkat jumlah rokaat yang 4 menjad 2 rokaat. Saja tidak bikin sholat Maghrib yang kuantitas rokaatnya sahaja tiga.

2. Sholat Konvensional Qashar Ta’khir

Sholat jamak Qashar ta’khir adalah mengerjakan dua shalat sedarun meringkasnya dan dilaksanakan pada waktu yang penutup (yang kedua) . Misalnya shalat dhuhur dan ashar dilaksanakan di n domestik tahun shalat ashar yang pelaksanaannya mendahulukan shalat ashar baru kemudian shalat dhuhur.

Dan nan mulanya sholat dhuhur dan ashar masing – masing adalah empat rokaat, kemudian privat jamak qashar, rokaatnya diringkas menjadi masing masing dua rokaat. Makara jumlah rokaat n domestik melaksanakan sholat jamak qashar adalah empat rakaat.

Niat Sholat Jamak Qashar Ta’khir dhuhur dan Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Niat Latin
USHOLLII FARDHODL ASHRI Gaun-‘ATAINI MAJMUU’AN BIDH DHUHRI JAM’A   TA’KHIIRI QOSHRON ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Artinya :Aku bertujuan shalat fardhu ashar dua raka’at dikumpulkan dengan dhuhur dikumpulkan di waktu ashar diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Halikuljabbar Ta’ala

Setelah melaksanakan sholat ashar dua rakaat kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat fardhu dhuhur dua rakaat, dengan niat seperti mana di bawah ini :

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا  اِلَى الْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Teks Niat Latin :

USHOLLII FARDHODL DHUHRI ROK-‘ATAINI MAJMUU’AN ILAL ASHRI JAM’A   TA’KHIRI QOSHRON ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Artinya :Aku berniat shalat fardhu dhuhur dua raka’at dikumpulkan ke ashar dikumpulkan di waktu ashar diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Allah Ta’ala

Niat Sholat Jamak Qashar Ta’khir Margib dan Isya

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ قَصْرًا اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Niat Latin :

USHOLLII FARDHODL ISYAA’I Baju-‘ATAINI MAJMUU’AN BIL MAGHRIBI JAM’A  TA’KHIRI QOSHRON ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Artinya : Aku berniat shalat fardhu isyak dua raka’at dikumpulkan dengan maghrib dikumpulkan di waktu isyak diringkas adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Sang pencipta Ta’ala

Setelah melaksanakan sholat isya dua rakaat kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat fardhu maghrib tiga rakaat, dengan niat seperti di dasar ini :

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا اِلَى الْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ اَدَاءً (مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا) لِلهِ تَعَالٰى

Bacaan Karsa Latin:

USHOLLII FARDHODL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA’AATIN MAJMUU’AN ILAL ISYAA’I JAM’A TA’KHIRI ADAA-AN (MAKMUUMAN / IMAAMAN) LILLAAHI TA’AALAA

Artinya :Aku bertujuan shalat fardhu maghrib tiga raka’at dikumpulkan ke isyak dikumpulkan di musim isyak adaa-an (makmuuman / imaaman) karena Halikuljabbar Ta’ala

Kaidah Sholat Absah Qashar Ta’khir Dhuhur Ashar, Maghrib Isya

Kaidah melaksanakan Biasa Qashar Ta’khir yaitu dengan mengumpulkan dua sholat fardhu puas musim sholat nan akhir dan meringkasnya (nan mula 4 rokaat menjadi 2 rokaat)  Sebagaimana tata cara alias berdamai sholatnya sekelas halya dengan damai sholat 2 rokaat seperti umumnya. Yang membedakannya hanyalah syarat dan niatnya yang sudah di jelaskan di atas. Bakal predestinasi waktu dalam sholat protokoler qashar taqdim ialah sebagai berikut :

  • Sholat Jamak Qashar Ta’khir dhuhur dan Ashar, dikerjakan saat periode Ashar. dengan mengerapkan sholat Ashar dan mengakhirkan sholat dhuhur. dan meringkas jumlah rokaat nan 4 menjad 2 rokaat.
  • Sholat Jamak Qashar Ta’khir Maghrib dan Isya, dikerjakan saat waktu isya. Dengan mempersering sholat isya dan mengakhirkan sholat maghrib. dan mengikhtisarkan jumlah rokaat yang 4 menjad 2 rokaat. Hanya tidak untuk sholat Maghrib yang jumlah rokaatnya cuma tiga.

Hal yang Membolehkan Sholat Jamak Qashar

Unsur alias pematang yang bisa dijadikan alasan dibolehkan nya seseorang menjamah shalat antara lain yakni sebagai berikut:


Berjalan Jauh


Bepergian jauh seperti yang sudah lalu ditentukan diperbolehkan melaksanakan shalat dengan cara diqashar, yaitu melanglang nan jauh tidak kurang dari 16 farsakh maupun sebagai halnya 81 km. Jelasnya, sendiri musafir yang pergi tersebut diperbolehkan melaksanakan shalat dengan cara sahih hadits nabi saw menjelaskan:

عن انس رضي الله عنه عن النبي ص م  اذا عجل عليه السفر يؤخر الظهر الى اول وقت العصر فيجمع بينهما ويؤخر المغرب حتى يجمع بينهما و بين العشائر حين يغيب الشفق –  رواه مسلم

Artinya: Mulai sejak Anas Ra dari Nabi SAW: apabila beliau terbesar untuk segera pergi maka diakhirkan nya shalat dhuhur hingga awal waktu sshar, kemudian dikumpulkan (dijamak) antara keduanya dan mengakhirkan masa maghrib sehingga mengumpulkan antara shalat Maghrib dengan isya sebatas hilang kirana merah – (HR Mukminat)


Apabila ada hujan deras


Cak bagi orang yang konvensional shalat beramai-ramai di masjid, apabila periode itu sebelum waktu shalat tiba terjadi hujan rimbun dan plong ketika waktu shalat yang sediakala (pertama) diperkirakan hujannya tidak segera reda, tambahan pula sebatas pada akhir shalat yang pertama ternyata hujan angin belum reda, serta rumahnya layak jauh berasal masjid sehingga merasa kesulitan privat perjalanannya kali karena lumpur, karena amat dingin, atau karena hujannya tidak reda-reda, maka basyar nan masih berlambak di kerumahtanggaan masjid boleh menjamak shalatnya baik antara dhuhur dengan Ashar maupun antara maghrib dengan Isya dengan jamak taqdim.

Semata-mata buat orang nan rumahnya dekat dari masjid, atau ia boleh melindungi dirinya sehingga enggak mengalami kesulitan, atau shalat berjamaah di rumah, maka tidak diperbolehkan menjamak shalat karena ada hujan. yang demikian karena esensi tuntunan shalat berkumpulan adalah masjid bukan di rumah.

Tentang diperbolehkannya shalat jamak karena hujan ada deklarasi misal berikut:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قول: صلى على رسول الله ص م الظهر و العصر و المغرب والعشاء جمعا من غير خوف ولا سفر  (رواه مسلم). و في رواية البخاري:  جمع بين المغرب و العشاء في ليلة مطيرة

Artinya: Berasal Ibnu Abbas r.a: Berujar Rasulullah SAW: Shalat dhuhur dan ashar, shalat maghrib dan Isya, dengan cara jamak yang bukan karena bersimbah dan tidak karena bepergian. – (HR Muslim). dan n domestik riwayat Bukhari : menjamak shalat maghrib dan Isya di suatu malam yang hujan lebat.

Bagaimana apabila hujan menclok setelah waktu shalat mulai? imam nawawi menjawab: apabila telah ikut waktu shalat dhuhur belum terjadi hujan maupun setelah masuk shalat dhuhur plonco kemudian hujan, maka tidak kembali diperbolehkan menjamak shalat. Karena sebab rukhshah (memperoleh keringanan), yaitu hujan abu hinggap pasca- turut waktu, maka lain terserah hubungannya dengan keburukan menjamak shalat.


Apabila Sakit


Apabila seseorang sakit yang cukup merepotkan bikin melaksanakan shalat pada waktunya, seperti pusing-terbang yang berat, muntah-muntah atau yang lain, maka baginya diperbolehkan menjamak shalat baik dengan sah takdim atau jamak ta’khir. hadis riwayat nabi menjelaskan:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: جمع رسول الله ص م. بين الظهر و العصر و المغرب و العشاء بمدينه في غير خوف ولا مطر –  رواه مسلم

Artinya: Dari Ibnu Abbas r.a: Bersabda Rasulullah SAW : menjamak antara shalat dhuhur dan shalat ashar, shalat maghrib dengan shalat Isya di Madinah tak karena takut dan Bukan pula karena hujan. (H.R Mukminat)


Syarat Sholat Jamak, Qashar, dan Jamak Qashar

Seorang musafir bisa dinyatakan sah melaksanakan shalat dengan cara di qhasar apabila berpergian memenuhi syarat-syarat ibarat berikut

  • Jarak yang ditempuh enggak rendah dari 4 atau 6 farsakh 80640 km 81 km
  • Bepergiannya tak bepergian nan terkait dengan kelakuan maksiat .Ketentuan yang demikian, terkait dengan pekerjaan / bepergian mesti seperti mana akan membayar hutang, bepergian sunnah seperti silaturahim, dan bepergian ubah seperti berlepau yang sahih. semenjana bepergian maksiat seperti merampok, membeli minum miras, untuk kolusi peristiwa yang tidak baik menurut syara’, tidak dapat meng-qashar shalat.
  • Shalat yang tergarap merupakan shalat adaan, tak shalat nan diqadha, dan harus shalat nan empat rokaat.
  • Harus niat shalat qashar berbarengan pada momen Takbiratul Ihram
  • Musafir lain makmum kepada turunan yang mukim (orang yang tinggal bertempat di desanya) baik seluruh atau sebagian terbit shalatnya.
  • Shalat dilaksanakan masih tetap n domestik bepergian, enggak dapat dilaksanakan selepas pulang berada di rumah. demikian dalam kitab Fathul Qorib pada bab meringkas dan menjamak shalat.
  • Dan bakal pedagang diperbolehkan meng-qashar (mengikhtisarkan) sekaligus menjamak mengumpulkan shalat.

Had Waktu Seseorang Menjadi Pendatang

Orang nan berpergian jauh (musafir) mempunyai tenggang waktu ia bisa dianggap musafir, adalah hanya selama tiga hari, selain waktu timbrung datang di tempat tujuan dan hari keluar meninggalkan terbit palagan tujuan tersebut.

Dan Apabila lebih berusul tiga periode, tetap sangat di tempat daerah tersebut, maka tidak lagi disebut musafir, akan semata-mata disebut mukim (anak adam yang menetap). Rasul Muhammad SAW bersabda:

عن العلاء بن الحضرمي رضي الله عنه قال: قال النبي يمكث المهاجر بعد قفاء نشكيه ثلاثا رواه البخاري ومسلم

Artinya: Dari Al Ula bin HadromI r,a. Berujar sabda Nabi SAW: kaum Muhajirin sangat di Makkah sehabis membayar maupun melaksanakan berdamai haji nya selama tiga periode. (HR Bukhari dan Mukmin)

Musafir yang mutakadim memenuhi syarat-syarat tertentu boleh melaksanakan shalat dengan cara qashar, bahkan dapat sekaligus menjamak (mengumpulkan) dua shalat menjadi suatu dilaksanakan n domestik satu waktu baik di perian yang awal alias di hari yang penghabisan.

Diperbolehkannya musafir meng-qashar shalat tetapi n domestik perenggan waktu 3 waktu, maka apabila musafir beralamat di arena harapan lebih pecah 3 hari, selebihnya tidak ada lagi keringanan boleh melaksanakan shalat dengan meng-qashar, melainkan harus melaksanakan shalat dengan cara sempurna seperti halnya shalatnya orang yang mukim.

Demikian ulasan artikel kami tercalit dengan sholat lumrah qashar nan kami rangkum berusul berbabagi macam sumber bacaan favorit kami. Kami mengucapkan bermami terima kasih kepada para pencatat yang mutakadim mengizinkan tulisannya untuk di sitasi kedalam blog ini. Hendaknya bermanfaat dalam menynempurnakan ibadah kita semua amin.

Source: https://www.kudupinter.com/2019/09/shalat-jamak-qashar.html