Niat Shalat Sunnah Idul Adha

Di hari raya Lebaran haji, umat Islam tentunya melaksanakan salat Iduladha dan lembaga ibadah lain merupakan mendabih binatang kurban.

Marilah, cari adv pernah penjelasan lengkapnya adapun salat Idulkurban berikut ini, tiba dari niat, pengelolaan cara, dan doanya.

Baca Pula:
Ini Resan Puasa Sunnah Idul Adha, Sudah Sempat?

Pelaksanaan Iduladha 2022

Pelaksanaan Idul Adha 2022

Foto: Pelaksanaan Idul Adha 2022 (Orami Photo Stock)

Foto: pelaksanaan Idulkurban (Orami Photo Stocks)

Secara masyarakat dan setiap tahun, Iduladha akan jatuh pada 70 tahun setelah perayaan Ldulfitri alias Idulfitri.

Salat Iduladha koteng memiliki 2 rakaat yang dilakukan pagi musim sama dengan salat Idulfitri lega biasanya.

Selain menaik pahala yang menggelepur, melaksanakan salat dengan khusyuk lagi akan memberikan inspirasi beribadah.

Sebagai halnya yang mutakadim dilakukan maka itu Nabi Ibrahim AS dan juga Rasul Ismail AS momen merayakan Hari Raya Haji.

Menurut pengapit Selam, perayaan ini diawali ketika Utusan tuhan Ibrahim diberikan perintah untuk mendebah putra kesayangannya, Ismail.

Jadi, sreg terlepas 10 Dzulhijjah setiap tahunnya, umat Muslim merayakannya dengan penyembelihan hewan kurban.

Baca Juga:
Bacaan Tahmid Paling kecil Dahsyat, Yuk Amalkan sesudah Sholat!

Hukum Salat Lebaran haji

Hukum Salat Idul Adha

Foto: Hukum Salat Idul Adha

Foto: hukum salat Idulkurban (Orami Photo Stock)

Sebelum mengerti kehendak, manajemen cara, dan bacaan salat Iduladha, ada baiknya untuk mengetahui terlebih lewat adapun variasi hukumnya dalam Islam.

Para ulama menjelaskan bahwa hukum salat Lebaran haji adalah
sunah muakkadah. Artinya, ini adalah sunah yang adv amat dianjurkan dan mengikat.

Hal ini juga didukung oleh jawaban Rasulullah SAW momen ditanya oleh seseorang. Internal sebuah titah, beliau mengomong:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِى الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ . فَقَالَ هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ

Artinya:

“’Salat lima waktu sehari semalam.’ Orang itu bertanya pun, ‘Apakah ada kewajiban (salat) lain?’ Kamu menjawab, ‘Tidak, kecuali engkau mengerjakan salat sunah’,” (HR. Bukhari dan Mukminat).

Baca Juga:
Salat Lailatul Qadar: Tahun, Karsa, Tata Cara, dan Teks Zikirnya

Niat Salat Idulkurban

Niat dan Bacaan Salat Idul Adha

Foto: Karsa dan Bacaan Salat Idul Adha (imb.org)

Foto: niat salat Lebaran haji (Orami Photo Stock)

Selayaknya, tidak ada satupun lafaz niat sebelum salat yang dicontohkan maka itu Rasulullah SAW.

Karena niat berpangkal dari hati, sehingga saat melakukannya sudah searah dengan apa yang disebutkan di lubuk hati.

Jika ada nan ingin membaca kehendak salat Iduladha, ini terbagi menjadi bacaan makmum dan seorang imam.

Dikutip dari Zakat, berikut niat dan bacaan salat Iduladha yang bisa diucapkan.

Niat Makmum:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat laksana makmum karena Tuhan ta’ala.”

Niat Imam:

Sementara bikin kehendak dan referensi salat Iduladha kerjakan rohaniwan adalah ibarat berikut:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunah Lebaran haji dua rakaat cenderung kiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

Baca Juga:
10 Rekomendasi Penjual Kurban Online, Idul Adha Sebentar Lagi

Pengelolaan Mandu Salat Iduladha

Tata Cara Salat Idul Adha

Foto: Manajemen Kaidah Salat Idul Adha (news.nestia.com)

Foto: tata prinsip salat Iduladha (Orami Photo Stock)

Umumnya, salat Idulkurban dikerjakan secara beramai-ramai. Pasca- salat, kemudian khatib mengutarakan khotbah.

Keadaan ini sepadan begitu juga saat akan melaksanakan salat Idulfitri karena sama-selaras disebut dengan salat Id.

Peristiwa yang membedakan adalah jumlah takbir n domestik salatnya.

Selain itu, jika dibandingkan dengan pelaksanaan salat Jumat, kebanyakan khotbahnya disampaikan lebih lagi dulu, setelah itu mentah salat Jumat.

Berikut ini adalah penyelenggaraan cara pelaksanaan salat Iduladha, yaitu sebagai berikut.

1. Tidak Ada Salat Qobliyah dan Ba’diyah

Tata cara salat Lebaran haji yang pertama yakni tidak didahului dengan salat
sunah qobliyah.

Ini pun tidak pula diakhiri dengan salat
sunah ba’diyah. Keadaan ini sebagaimana butir-butir hadis dari Ibnu Abbas RA:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

Artinya: “Rasulullah SAW keluar pada masa Iduladha ataupun Idulfitri, lalu anda mengamalkan salat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan salat
qobliyah
maupun
ba’diyah,” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Tak Terserah Adzan dan Lain Ada Iqomah

Selanjutnya, salat Iduladha enggak didahului dengan azan, tidak pula dengan
iqomah
seperti plong salat terlazim.

Hal ini sebagaimana informasi dari perbuatan nabi nabi muhammad dari Jabir bin Samurah RA:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ

Artinya: “Aku beberapa kali melaksanakan salat Id bersama Rasulullah SAW, bukan saja sekali atau dua mungkin, ketika itu lain suka-suka azan alias
iqomah,”
(HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:
Tabu Penggal Cakar sebelum Kurban, Simak Berbagai Rukyat Terkait Hukumnya di sini

3. Berbaik Salat Lebaran haji

Secara praktis, mengutip Bersama Dakwah, suka-suka penyelenggaraan cara dan rukun salat Lebaran haji yang bisa bintang sartan panduan.

Berikut cara salat Iduladha sesuai rukunnya, adalah ibarat berikut:

  • Niat salat (imam dan makmum).
  • Takbiratul ihram.
  • Tahlil lagi (zikir zawa-id) sebanyak 7 bisa jadi. Di antara ratib disunahkan membaca zikir memuji Almalik.
  • Membaca surah Al Fatihah dilanjutkan surah lainnya.
  • Rukuk dengan
    tuma’ninah.
  • Iktidal dengan
    tuma’ninah
    .
  • Sujud dengan
    tuma’ninah
    .
  • Duduk di antara dua sujud dengan
    kutu’ninah
    .
  • Sujud kedua dengan
    tuma’ninah
    .
  • Bangkit berasal sujud dan bertakbir.
  • Takbir zawa-id sebanyak 5 mana tahu. Di antara takbir disunahkan membaca takbir memuji Halikuljabbar.
  • Rukuk dengan
    tuma’ninah.
  • Iktidal dengan
    kutu’ninah
    .
  • Sujud dengan
    tungau’ninah
    .
  • Duduk di antara dua sujud dengan
    tuma’ninah
    .
  • Sungkem kedua dengan
    tuma’ninah.
  • Duduk tasyahud dengan
    tuma’ninah.
  • Salam.
  • Tertib mengerjakan rukun secara bersambungan.

Setelah selesai berbuat seluruh tata cara salat, kebanyakan akan ada khotbah dan membahas tentang syariat-hukum kurban dan Iduladha.

4. Membaca Zikir

Singkatnya yang berbeda berbunga salat lainnya adalah niat dan takbir zawa-id.

Di antara setiap ratib zawa-id, dianjurkan mendaras zikir dengan memuji Halikuljabbar SWT. Di antaranya dengan bacaan:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar

Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian buat-Nya, tidak terserah ilah kecuali Tuhan, Yang mahakuasa Maha Besar.”

Baca Juga:
5 Takbir Diberi Kesehatan, Amalkan Setiap Hari, Silakan!

Waktu Salat Lebaran haji

Waktu Salat Idul Adha

Foto: Waktu Salat Idul Adha (reuters.com)

Foto: tahun salat Idhul Adha (Orami Photo Stock)

Untuk dapat melakukan salat ini, setiap umat beragama Selam wajib mengetahui jadwal yang tepat kerjakan melakukannya.

Hukum salat Idulkurban menurut jamhur adalah sunah muakkad maupun sunah yang dianjurkan.

Dilansir dari Islam Nu, pada dasarnya waktu salat Iduladha mau pun Idulfitri dapat dilakukan setelah syamsu terbit hingga masuk periode Zuhur.

Semata-mata untuk salat Iduladha, dipetuakan mengawalkan waktu demi memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban selepas gabungan salat Id.

Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi bertutur:

“Musim salat Idulfitri dan Idulkurban adalah dimulai dari naiknya matahari setinggi satu tombak sampai tercekluk.

Yang paling terdepan, salat Iduladha dilakukan di awal waktu seharusnya sosok dapat menyembelih hewan-sato kurban mereka, padahal salat Idulfitri diakhirkan moga manusia dapat mengeluarkan zakat Fitri mereka” [Minhajul Orang islam 278].

Baca Juga:
Resan dan Pengelolaan Prinsip Salat Jamak, Menggabungkan Dua Salat dalam Satu Waktu

Zikir Selepas Salat Iduladha

Doa Setelah Salat Idul Adha

Foto: Doa Setelah Salat Idul Adha

Foto: tahmid setelah salat Iduladha (Orami Photo Stock)

Setelah mengetahui cara salat Iduladha, akhiri dengan membaca kumpulan zikir nan perlu diamalkan.

Berikut yaitu kumpulan zikir yang bisa dibaca sehabis melaksanakan salat sunah Iduladha, di antaranya:

1. Istigfar 3 Kali

Sebagian cucu adam membaca istighfar sebanyak 3 kali sebagai doa setelah Iduladha nan berbunyi:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.

Artinya: “Aku harap ampun kepada Sang pencipta yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Merembas Seorang, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

2. Doa Keselamatan

Akhiri salat Iduladha dengan mendaras doa keselamatan dalam hidup nan berbunyi:

اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

Allahumma antassalam waminkassalam tabarakta Ya Dzaljalali wal ikram.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kehilangan-kesuntukan dan fasad-kebinasaan) dan berpokok-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Dia Wahai Dzat Nan Maha Agung dan Maha Baik,” (HR. Muslim).

Baca Juga:
Takbir Naik Pesawat, Lengkap dengan Bacaan dan Artinya

3. Kalimat Tauhid

Kalimat tauhid boleh dilafalkan sebagai doa lain setelah berbuat salat Waktu Raya Haji, ini berbunyi:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah, Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:

“Tidak ada Rabb yang berkuasa disembah kecuali Allah Nan Maha Esa, tidak terserah serikat dagang bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bakal-Nya tagut. Dia-lah Nan Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Sunah Rasulullah di Tahun Raya Iduladha

Sunah Rasulullah di Hari Raya Idul Adha

Foto: Sunah Rasulullah di Hari Raya Idul Adha (Shutterstock.com)

Foto: sunah Iduladha (Orami Photo Stock)

Selain mendaras karsa dan bacaan salat Iduladha dan melaksanakan ibadahnya, cak semau sunah lain yang bisa dilakukan.

Ini baik sebelum maupun sesudah salat Iduladha. Mengutip Bersama Dakwah, berikut ini daftarnya:

1. Mandi Sebelum Salat Lebaran haji

Rasulullah SAW sah mandi malah dahulu sebelum berangkat melaksanakan salat Iduladha. Ini sebagai halnya hadis berikut ini:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى

Artinya: “Rasulullah SAW normal mandi puas masa raya Idufitri dan Lebaran haji.” (HR Ibnu Majah)

2. Mempekerjakan Gaun Terbaik

Setelah mandi, Rasulullah SAW lagi mengenakan pakaian terbaik detik salat Id.

Dia kembali mewajibkan sahabat mengenakan pakaian terbaik mereka. Seperti dijelaskan dalam perkataan nabi berikut:

أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في العيدين أن نلبس أجود ما نجد ، وأن نتطيب بأجود ما نجد

Artinya: “Sreg dua hari raya, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk memakai yang terbaik dari segala yang kita miliki.” (HR Hakim)

Baca Juga:
Protokol Kesehatan Ibadah Kurban di Idul Adha, Wajib Tahu!

3. Memakai Wewangian

Tak hanya mengaryakan busana terbaik, disunnhkan juga cak bagi memakai wangi-wangian dan memotong bulu.

Ini pula baik menyela kuku, menghilangkan bau-bau yang tak enak, cak bagi memperoleh keutamaan waktu Idulkurban.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab, terdapat keterangan mengenai amalan sunah ini sama dengan:

والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب

Artinya: “Disunahkan plong perian raya Id membersihkan anggota badan dengan memotong rambut, mencelah kakas, ki menenangkan amarah bau fisik yang bukan enak.

Karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada musim Jumat, dan disunahkan juga memakai bebauan.”

4. Takbiran Momen Menuju Tempat Salat

Bagi Moms dan Dads yang ingin melaksanakan ibadah salat Id, dapat mengerjakan sunah ratib saat berangkat menuju kancah salat.

Malah dinasihatkan sejak rontok 9 Dzulhijjah pasca- subuh.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Osean, lain ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Samudra, Sang pencipta Maha Besar, barang apa apresiasi saja bikin-Nya)”.

Baca Juga:
10 Inspirasi Bacot Selamat Idul Adha yang Mengaras

5. Berjalan Suku ke Lokasi Salat Id

Selain itu, disunahkan untuk berjalan kaki baik saat menghindari maupun pulang salat Id.

Bukan naik media kecuali ada hajat, misalnya lokasi yang sangat jauh. Seperti dijelaskan intern titah dari Ibnu Umar RA:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

Artinya: “Rasulullah SAW biasa berangkat salat Id dengan berjalan suku, begitu pula detik pulang.” (HR Ibnu Majah)

Itu kamu Moms, sejumlah kejadian mengenai salat Iduladha beserta sunah lain yang boleh dilakukan sebelum dan sehabis melaksanakan salat Id. Mudah-mudahan ibadah kita dipedulikan Yang mahakuasa SWT!

Source: https://www.orami.co.id/magazine/salat-idul-adha

Posted by: gamadelic.com