Niat Mandi Wajib Setelah Keluar Air Mani

Liputan6.com, Jakarta –
Demi menghilangkan hadas besar, seorang mukmin yang sudah lalu dewasa diwajibkan mandi besar alias bersiram terlazim. Bersuci menjadi syarat yang harus dipenuhi saat hendak menjalankan ibadah tertentu.

Dilansir dariNU Online, Jumat (1/4/2022), pamrih berasal mandi mesti adalah cak bagi menghilangkan hadas samudra setelah bersetubuh alias keluar jauhar.

Mandi junub setelah terjangkit hadas lautan hukumnya yaitu wajib. Karena jika seorang muslim bukan melakukan mandi hadas, maka dapat menghalangi dirinya mengerjakan sejumlah ibadah seperti mana salat, membaca Al-Qur’an, hingga tawaf.

Melaksanakan mandi junub tak sekedar mandi biasa, doang punya penyelenggaraan prinsip dan amalan yang harus dilakukan. Karsa dan tata cara mandi wajib ini harus diketahui makanya seorang muslim.


* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, marilah WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 sekadar dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Simak juga video seleksian berikut ini:


* Fakta maupun Hoaks? Kerjakan memahami validitas warta yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata trik yang diinginkan.

Tahmid Bersiram Wajib

Berikut niat mandi wajib beserta artinya.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Bismillahirahmanirahim nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta’ala.

Artinya,

“Aku karsa mandi untuk menghilangkan hadats besar terbit janabah, fardhu karena Sang pencipta ta’ala.”

Dalam madzhab Syafi’i, niat harus dilakukan bersamaan dengan momen air permulaan kali disiramkan ke raga.

Beda Pria dan Wanita

Adapun hadits dan sejumlah anjuran yang berlainan adapun tata kaidah mandi terlazim bakal maskulin. Menurut HR At-Tirmidzi, menyela pangkal surai hanya dikhususkan buat adam. Para wanita tidak wajib melakukan hal ini.

Untuk wanita, pengelolaan cara bersiram wajib sebenarnya sebanding saja. Tetapi wanita tidak teradat menyela pangkal surai. Bahkan tak mesti membuka pergaulan rambutnya. Hal ini sesuai dengan rujukan HR At-Tirmidzi.

Internal riwayat tersebut, Ummu Salamah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Aku menyoal, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang tinggal kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya detik bersiram junub? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya sepan bagimu mengguyurkan air sreg kepalamu 3 mungkin guyuran.”

Tata Cara

Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan tata prinsip bersiram wajib atau junub yang sudah dijabarkan diatas baik maskulin maupun perempuan. Berikut tata cara mandi wajib lengkap untuk pria dan wanita sesuai hadis Rasulullah SAW:

1. Diawali mengaji doa niat bersiram teristiadat. Membaca ratib niat di awal-mulanya hukumnya wajib. Puji-pujian niat inilah yang membebaskan mandi wajib dan bersiram biasa. Pendirian membaca puji-pujian niat mandi wajib ini bisa dalam hati maupun bersuara.

2. Agar sesuai sunnah Rasulullah, kumbah tangan ini boleh dilakukan sebatas 3 kali. Hal ini bertujuan agar tangan tulus dan terhindar dari najis.

3. Membeningkan putaran tubuh yang dianggap cemar dan tersembunyi memperalat tangan kiri. Babak bodi yang biasanya kotor dan terselubung tersebut adalah episode alat vital, dubur, asal ketiak, pusar dan bukan–tak.

4. Mengulangi mencuci kedua tangan. Setelah membersihkan adegan tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Caranya mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air langsung alias dicuci dengan sabun cuci baru dibilas.

5. Berwudhu. Setelah itu berwudhu begitu juga manajemen cara wudhu detik akan melakukan salat.

6. Menyela pangkal surai dengan jari-jari nan sudah dicelup ke air sebatas mencapai bagian kulit kepala.

7. Membasahi kepala dengan mengguyurnya tiga mungkin sebatas seluruh parasan sreg kulit dan bulu basah oleh air.

8. Setelah itu membasahi tubuh secara merata dengan mengguyurnya berbunga ujung rambut sebatas ujung kaki, dimulai dari bagian kanan terlebih dahulu kemudian babak kiri.

Detik mengerjakan koneksi penyelenggaraan cara mandi wajib, pastikan sekali lagi lipatan kulit atau area mana saja dari badan yang siluman ikut dibersihkan. Tata cara mandi wajib bagi wanita setelah haid dan nifas, serta lelaki yang bersyahwat itu sebenarnya sama doang.

Perbedaannya hanya sreg puji-pujian niat nan harus dibaca sebelum melakukan mandi terlazim. Selain itu, wanita tidak perlu menyela bawah rambut. Wanita bahkan tidak perlu membuka kombinasi atau perantaraan rambutnya.

Source: https://www.liputan6.com/regional/read/4927133/doa-mandi-wajib-pria-dan-tata-cara-pelaksanaannya