Nama Rumah Adat Kalimantan Selatan

Moms ikatan melihat rumah adat Kalimantan Kidul?

Distrik Kalimantan Selatan yang beremak kota di Banjarmasin ini n kepunyaan luas wilayah 38.744 km dengan populasi 4,3 juta warga.

Kalimantan Selatan dikenal dengan wisata alamnya nan sani dan asri.

Sejumlah di antaranya adalah Pasar Terapung Lok Baintan, Pantai Angsana, dan lainnya.

Kuliner khasnya juga tak kalah menggugah selera, seperti soto Larik setakat nasi kunyit ayam biram.

Namun, bukan itu cuma, di Kalimantan Kidul juga punya apartemen adat yang wajib dikenal.

Terlebih jika Moms menyukai pelancongan memori dan penasaran dengan budaya unik Kalimantan Kidul.

Tapi, Kalimantan Selatan lain hanya memiliki satu kondominium adat saja.

Nah, dalam artikel ini, akan dibahas lebih lanjur tentang beberapa jenis rumah adat Kalimantan Selatan dan keunikannya. Silakan, simak penjelasannya!

Baca Lagi:
3 Jenama Rumah Sifat Riau nan Bentuknya Sangat Kental dengan Budaya Jawi

Ulah dan Keunikan Apartemen Adat Kalimantan Selatan

rumah-adat-kalimantan-selatan

Foto: rumah-sifat-kalimantan-selatan

Foto: Orami Photo Stock

Keberagaman adat dan suku di Kalimantan Selatan menjadikan jenis apartemen adat Kalimantan Selatan menjadi beraneka ragam.

Lamun bentuknya mirip, tapi rumah-rumah adat ini memiliki filosofi dan sejarah nan berbeda-cedera.

Sekadar, saat ini, beberapa spesies rumah adatnya sudah rumpil dan jarang ditemui.

Oleh sebab itu, mempelajari keunikannya bintang sartan salah satu prinsip melestarikan keberadaannya.

Berikut ini jenis dan keunikan rumah aturan Kalimantan Selatan.

Baca Kembali:
Penuh Akan Makna, Begini Kekeluargaan Prosesi Pernikahan Kebiasaan Bugis

1. Flat Bubungan Tahapan

Rumah-Bubungan-Tinggi

Foto: Rumah-Bubung-Tinggi (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Foto: peradaban.kemdikbud.go.id

Sebagaimana namanya, Rumah Bubungan Tinggi ini mempunyai wuwungan maupun puncak rumah nan pangkat.

Menurut buku berjudul
Iklim Tropis dan Uniknya Rencana Rumah Tradisional Nusantara
(2019) karya Terang Inayah Syara, rumah resan Kalimantan Selatan tersebut adalah diversifikasi rumah adat tertua.

Bentuknya juga paling tinggi berbunga 11 jenis kelompok rumah tradisional suku Jajar lainnya.

Di periode Sultanat Banjar, Kondominium Bubungan Tinggi digunakan oleh para keturunan bangsawan atau saudagar.

Rumah Bubungan Tangga berbentuk flat medan dengan pondasi berbentuk tutul dan atap miring nan besar.

Lantaran Kalimantan Daksina beriklim tropis dengan kelembapan serta curah hujan nan jenjang, maka kayu yang digunakan bagi membangun Flat Bubungan Tinggi n kepunyaan ketegaran air dan cuaca yang baik

Kayu tersebut antara bukan sebagai halnya kusen galam, kayu ferum dan kayu kayu ulin.

Baca Juga:
10 Fakta Midodareni, Rangkaian Upacara Rasam Jawa sebelum Pernikahan

2. Rumah Gajah Baliku

Setelah Flat Bubungan Tangga dibangun, munculah macam flat rasam Kalimantan Selatan lainnya yakni Apartemen Gajah Baliku.

Rumah adat ini diperuntukkan lakukan anak dari H.Arif yakni pendiri Flat Bubungan Janjang.

Meski begitu, tahun didirikannya Rumah Gajah Baliku belum dapat dipastikan.

Melansir dari Peradaban.kemdikbud.go.id, diperkirakan Rumah Gajah Baliku dibangun 20 tahun kemudian setelah Rumah Bubungan Tinggi didirikan.

Lewat, Rumah Gajah Baliku ini digunakan oleh para pejuang kedaulatan atau sebagai markas dan tempat latihan.

Hanya, pasca- masa perjuangan berjauhan, flat tersebut mulai ditinggalkan penghuninya.

Plong bagian atap Rumah Gajah Baliku, bentuknya tidak terlalu strata dengan tingkat kemiringan sekitar 60 derajat.

Selain itu, atapnya berbentuk kelasak dan terdiri berpangkal tiga bagian adalah fragmen kaki, badan, dan atap.

Baca Lagi:
8 Prosesi Ijab kabul Adat Aceh yang Sakral

3. Rumah Balai Laki

Apartemen rasam Kalimantan Selatan berikutnya ialah Kondominium Balai Suami alias Apartemen Baanjung.

Rumah adat ini dikenal sebagai hunian para punggawa mantri dan tamtama juru foto keamanan Kesultanan Lajur.

Rumah Aula Junjungan tak dibangun dengan arah panjang sejajar jalan, melainkan tegak harfiah berhadapan dengan jalan.

Bentuk sengkuap bangunan Flat Balai Laki menggunakan atap pelana teknik model sengkuap gudang nan babak atapnya dapat digunakan bagi menyimpan berbagai barang.

Atap sayap bangunan (anjung) memperalat atap tarup yang dikenal dengan sebutan sengkuap pisang sasikat.

Sekeceng Apartemen Balai Laki mirip dengan Palimbangan, tapi ukurannya lebih kecil.

Supaya seperti itu, bentuk dan bahan baku atapnya masih sejajar yaitu menggunakan atap pelana dan diberi Sungkul Atap bertatah.

Baca Juga:
10 Pergaulan Akad nikah Adat Bali yang Seperti itu Syahdu

4. Apartemen Balai Bini

Apartemen Aula Bini merupakan salah satu jenis rumah Baanjung (rumah tradisional suku Lajur) yang dihuni oleh para putri Sultan atau batih Kesultanan pecah pihak perempuan.

Pada Rumah Balairung Bini, penggalan gedung induknya memperalat atap kelasak yang disebut atap gajah.

Pada bagian sayap bangunan (anjung) menggunakan atap sengkuap yakni atap mengalem pisang sasikat.

Mulainya, konstruksi induk Rumah Aula Bini ini berkonstruksi segi empat mengaret dari depan ke pantat menghampari episode depan menggunakan sengkuap kelasak.

Atap tersebut membentangi pangsa Surambi Pemandangan setakat ulas nan ada di belakangnya.

Bentuk bangunan pokok ini dinamai Rumah Gajah.

Baca Kembali:
10 Fakta Midodareni, Pertautan Upacara Adat Jawa sebelum Akad nikah

Perkembangan Flat Balai Bini lebih lanjur terletak pada tarup atap Sindang Langit (atap emper depan) yang ditambahi Jurai Luar nan melayang ke atap emper samping kanan maupun kidal gedung.

Atap ini menyatu dengan atap menongkat kanan dan atap anjung kiwa disertai penambahan tiang-tiang emper.

Itulah 4 jenis dan keunikan rumah adat Kalimantan Kidul.

Jika menjenguk ke Kalimantan Kidul, jangan lupa untuk mengawasi kondominium adatnya ya, Moms.

Source: https://www.orami.co.id/magazine/rumah-adat-kalimantan-selatan

Posted by: gamadelic.com