Nama Nama Tarian Tradisional Indonesia


INDONESIA adalah salah satu negara yang punya banyak sekali pernak-pernik bahasa, suku, dan sifat istiadat. Kini ada 37 provinsi yang masing-masing mempunyai diversitas spesifik.

Pelecok suatu keanekaragaman itu ialah dansa tradisional. Setiap kewedanan mempunyai ajojing tradisionalnya masing-masing. Mau adv pernah seterusnya barang apa saja ajojing tradisional tersebut? Marilah, simak uraian di bawah ini.

Pulau Sumatra

1. Tari Saman (Nanggore Aceh Darussalam)


tari saman berasal dari nanggro aceh

Tari Surat sita berasal dari Suku Gayo. Tarian Saman umumnya ditampilkan bikin memperingati waktu-tahun penting leluri masyarakat Aceh.

Tari Surat sita sekali lagi ditampilkan bikin memperingati kelahiran Nabi Muhamad SAW.

Tari Surat sita adv amat dikenal dunia, lebih-lebih UNESCO sudah menetapkan tari provinsi ini andai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2022.

Tarian ini dibawakan oleh sekelompok penari yang memiliki total ganjil.

Keunikan tarian ini terserah pada kritik yang berpunca berpangkal aksi tangan para penari. Berlainan dengan gerakan tari enggak dengan penarinya yang bergerak netral, tari surat sita dibawakan maka dari itu penarinya dengan duduk.

Tari tradisional tak bermula Aceh yaitu Seudati, Net, Ratoh Duek, dan lainnya.

2. Tari Serampang Dua Belas (Sumatra Paksina)

Tari Serampang Dua Belas berasal dari Sumatera Utara


Tari Serampang Dua Belas berasal terbit Sumatera Utara

Tari Serampang Dua Belas bentuk penyajiannya dengan berpasangan. Bisa disebut tari berhimpit karena penandak tari ini dilakukan oleh dua bedaya yakni lanang dan gadis.

Tema tari Serampang Dua Belas yaitu bertema erotik atau percintaan. Tari ini berkisah mengenai p versus kekasih nan berusaha mendapat restu dari kedua belah pihak orangtua yang puas akhirnya mendapat habuan restu.

Tari tradisional tidak dari Sumatra Utara, yaitu Baluse, Tor-Tor, dan lainnya.

3. Tari Tanggai (Sumatra Selatan)

Tari Tanggai berasal dari Sumatra Selatan


Tari Tanggai berasal dari Sumatra Selatan

Rangka penyajian tari Tanggai yaitu pasuk. Tari ini dibawakan oleh lima penari gadis dengan kostum eksklusif Provinsi Sumatra Daksina.

Tema berasal tari Tanggai ialah erotik alias pergaulan. Tari ini memasrahkan informasi kepada masyarakat asing area Sumatra Selatan bahwa masyarakatnya ramah dan pandai bergaul kepada pendatang. Tari tradisional lain semenjak Sumatra Selatan, yaitu Kuntum Bekhusek, Gending Sriwijaya, dan lainnya.

4. Tari Piring (Sumatra Barat)


Tari Piring berasal dari Sumatra Barat


Tari piring berasal terbit Sumatra Barat

Tarian ini dinamakan tari inai karena penggunaan hak piring plong kampanye tariannya. Adv amat, tari Piring dilakukan para laki-junjungan dan amoi buat membawakan sesembahan bagi para dewa misal wujud rasa syukur terhadap pengetaman yang luber.

Keunikan tarian itu ada puas gerakan penarinya yang cepat, atraktif, dan sangat luhur dengan piring di tangan mereka yang setimbang sekali lain terjatuh. Gerakan tarian ini dimulai dengan koreografi para penarinya dan meletakkan piring di tangan tanpa rontok justru terjatuh.

Para penayub mulai bergerak ketika organ irama talempong dan saloang dibunyikan. Tari tradisional lain berusul Sumatra Barat, yaitu Payung, Lilin, dan lainnya.

5. Tari Andun (Bengkulu)


Tari Andun berasal dari Bengkulu


Tari Andun berpokok dari Bengkulu

Rang penyajian tari Andun yaitu berpasangan karena penarinya terdiri dari sepasang muda mudi dengan memakai pakaian adat negeri Bengkulu.

Tema tari Andun semenjak area Bengkulu merupakan erotik maupun percintaan.

Tari Andun menceritakan sejodoh adam dan wanita nan sedang mencari tandingan hidupnya.

Tari tradisional lain berusul Bengkulu, adalah Dewi Teminang Anak, Pukek, dan lainnya.

6. Tari Ajojing Lambak (Riau)


Tari Joget Lambak  berasal dari Riau


Tari Disko Lambak  berasal dari Riau

Kerangka penguraian tari Ajojing Lambak yaitu kelompok. Tari ini dipentaskan maka dari itu keropok laki-laki dan perawan sekali lalu berbalas pantun.

Tari Ajojing Lambak bertemakan pergaulan/erotik. Tari ini disebut tari pergaulan karena tari ini bertema pemuda dan pemudi yang berburu ceria dirinya.

Perjaka dan pemudi tersebut mencari pertemanan ataupun persahabatan. Tari tradisional lain berasal Riau, yaitu Bersantap Sirih, Boria, dan lainnya.

7. Tari Tandak (Gugusan pulau Riau)


Tari Tandak berasal dari Kepulauan Riau

Susuk penyajian dari tari Tandak yaitu bergerombol. Disebut tari kelompok karena dilakukan oleh dua kelompok pria dan wanita yang berbalas puisi lama lalu mewujudkan limbung.

Tari Tandak bertemakan pergaulan atau erotik. Tari Tandak menceritakan tentang penyakit dalam kehidupan sehari-hari publik Riau.

8. Jambi

Tari Rantak Kudo berasal dari Jambi


Tari Rantak Kudo berpunca dari Jambi

Bentuk penguraian dari tari Rantak Kudo adalah berkawanan. Tari ini dibawakan makanya kelompok penari yang terdiri terbit lelaki dan perempuan dengan mengaryakan pakaian aturan khas Distrik Jambi.

Tema berpunca tari Rantak Kudo ialah pantomim. Disebut pantomim karena manuver n domestik tari Rantak Kudo menghentak-hentakan kaki seperti aswa/kudo privat bahasa Kerinci. Tari tradisional enggak berpunca Jambi, yaitu Sekapur sirih, Selampir Delapan, dan lainnya.

9. Tari Melinting (Lampung)


Tari Melinting adalah tarian tradisional dari daerah Lampung


Tari Melinting merupakan ajojing tradisional berpangkal daerah Lampung

Tulangtulangan penguraian dari tari Melinting dilakukan makanya sekitar 5-8 penari suami-laki ataupun perempuan yang memakai kostum adat berasal Provinsi Lampung.

Tema berpangkal tari Melinting ialah erotik ataupun pernah karena tari ini kebal masalah yang majuh ditemui di dalam sukma sehari-waktu. Tari tradisional lain dari Lampung, yakni Jangget, Bedana, dan lainnya.

10.Tari Campak (Bangka Belitung)


Tari Campak adalah tarian dari daerah Bangka Belitung


Tari Campak yaitu ajojing berpunca daerah Bangka Belitung

Bentuk penyajian tari Rubela yaitu berapit. Tari Campak dibawakan maka itu dua tukang tari laki-laki dan perempuan dibarengi dengan berbalas pantun.

Tema dari tari Campak ialah erotik/percintaan. Jika adam kalah berbalas puisi lama, wanita itu menjadi pasangannya.

Tari ini kembali ialah alternatif buat mencari jodoh kerjakan yang belum memiliki kekasih. Tari tradisional tidak berpokok Bangka Belitung, yaitu Sepen, Beripat, dan lainnya.

Pulau Kalimantan

1. Tari Monong (Kalimantan Barat)

Tari Monong adalah tarian yang berasal dari daerah Kalimantan Barat


Tari Monong ialah joget yang berasal mulai sejak distrik Kalimantan Barat

Bentuk tari pengutaraan dari tari Monong yaitu berkelompok. Tari ini sering dilakukan mahajana di Kalimantan Barat.

Penarinya campuran berasal suami-junjungan dan amoi. Tema tari monong adalah heroik.

Dapat disebut heroik karena tari ini menggambarkan seseorang yang mengobati salah seorang kaki nan sedang anjlok sakit.

Tari tradisional lain dari Kalimantan Barat, yaitu Pingan, Jonggan, dan lainnya.

2. Tari Gong (Kalimantan Timur)


Tari Gong adalah tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Timur


Tari Canang merupakan tarian nan berasal dari wilayah Distrik Kalimantan Timur

Bentuk penyajian tari ini yaitu tunggal. Tari ini ditarikan maka dari itu kaum wanita.

Tema tari ini ialah pantomim. Tari ini menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh kilangangin kincir.

Tari tradisional lain dari Kalimantan Timur, yaitu Perang, Sekat, dan lainnya.

3. Tari Baksa Kembang (Kalimantan Selatan)

Tari Baksa Kembang adalah tarian tadisional yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Selatan


Tari Baksa Kembang adalah dansa tadisional yang berasal dari daerah Wilayah Kalimantan Selatan

Bagan penyajian berbunga tari ini yakni kerubungan. Tari ini demap dibawakan oleh kaum wanita di Kalimantan Selatan.

Tema berpokok tarian ini erotik. Tarian ini disebabkan ada sekar kedaton yang menyerahkan setangkai bunga untuk koteng pangeran.

Tari tradisional lain berasal Kalimantan Selatan, yaitu Radab Rahayu, Kuda Gepang, dan lainnya.

4. Tari Gembuk dan Bungai (Kalimantan Paruh)

Tari Tambun dan Bungai berasal dari daerah Kalimantan Tengah

        
          Tari Tambun dan Bungai adalah dansa tradisional bermula kewedanan Provinsi Kalimantan Tengah
        
      

Tulangtulangan penguraian tari ini yaitu berkelompok. Tari ini dilakukan oleh sekelompok amoi.

Tema tari ini adalah kialan. Tari ini mengisahkan Gembrot dan Bungai perumpamaan saudara bermula ayah mereka yang merupakan adik-mbak. Tari tradisional enggak dari Kalimantan Tengah, yaitu Manasai, Balian Dadas, dan lainnya.

5. Tari Magunatip (Kalimantan Utara)


Tari Magunatip adalah tarian yang berasal dari daerah Kalimantan Utara

        
          Tari Magunatip adalah joget yang berusul dari daerah Kalimantan Utara
        
      

Joget adat ini khususnya berpunca wilayah Tarakan dan Malinau. Pada zaman lalu, tari Magunatip diselenggarakan bagi latihan kesigapan kaki ketika melompat dan menghindari obstruksi.

Itu karena pada hari tersebut masih ada perang antarsuku.

Kerumahtanggaan tarian resan yang satu ini, ada tiga kerubungan anak ningrat. Mula-mula, kelompok penjepit suku mempekerjakan kunarpa gawang. Kedua, kerubungan penari yang menghindari penjepit kayu.

Ketiga, kelompok musikus nan menunggangi perabot musik tradisional aktual kendang dan gelegah. Tari tradisional enggak berusul Kalimantan Utara, adalah Blunde, Siuman, dan lainnya.

Pulau Jawa

1. Tari Rampak Bedug (Banten)


Tari Rampak Bedug adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Banten

        
          Tari Rampak Bedug merupakan tarian tradisional yang pecah dari daerah Banten
        
      

Bentuk penyajian tari Rampak Bedug yakni berkelompok. Pembawa tari ini terdiri dari 5 penayub junjungan-laki dan 5 penandak pemudi nan menyarungkan gaun pendekar khas Banten.

Tari ini diiringi oleh bilang alt musik, salah satunya bedug. Tema bersumber tari Rampak Bedug ialah erotik alias pergaulan.

Tari ini bertema pergaulan karena mengobrolkan kekompakan awam Banten intern melaksanakan ibadah maupun menyambut datangnya rembulan suci. Tari tradisional lain dari Banten, adalah Grebeg Terbang Gede, Dzikir Saman, dan lainnya.

2. Tari Kedok Betawi (DKI Jakarta)

Tari Topeng Betawi adalah tarian yang berasal dari daerah DKI Jakarta

        
          Tari Topeng Betawi adalah ajojing yang berasal bermula daerah DKI Jakarta
        
      

Tari Masker Betawi umumnya dibawakan saat atraksi teater rakyat bersamaan dengan musik, nyanyian, bebodoran (lawak), dan lakon (drama).

Karena dipentaskan dalam teater, usaha dalam tarian bersifat teatrikal. Tari tradisional lain dari DKI Jakarta, yakni Yapong, Sirih Kuning, dan lainnya.

Baca juga:
Mengenal Gambuh sebagai Sumber Tari Bali

3. Tari Jaipong (Jawa Barat)


Tari Jaipong berasal dari daerah Jawa Barat

        
          Tari Jaipong berasal dari daerah Jawa Barat
        
      

Tari Jaipong ialah salah satu tarian provinsi nan berbunga dari Jawa Barat. Joget Jaipong yaitu peleburan dari beberapa tradisional seperti pencak silat, ketuk tilu, wayang golek, dan lain sebagainya.

Tarian ini mutakadim menjadi ikon kesenian kawasan Jawa Barat.

Jaipong lahir dari sosok seniman kreatif dan bertangan dingin H Suanda pada 1976 di Karawang, Jawa Barat. Tarian ini dipertontonkan bakal menyambut tamu mancanegera yang menjenguk ke area Jawa Barat.

Gerakannya yang menggiurkan dan cak kampungan mewujudkan dansa ini menjadi perbincangan suam di awal kemunculannnya.

4. Tari Gambyong (Jawa Perdua)

Tari Gambyong adalah tarian tradisional dari daerah Jawa Tengah

        
          Tari Gambyong ialah disko tradisional semenjak daerah Jawa Tengah
        
      

Tari Gambyong merupakan perkembangan Tari Tayub. Gambyong berasal dari logo penari Tari Tayub yang diundang Sri Emir Pakubuwana untuk menciptakan tari penyambut tamu.

Tari Gambyong sering digunakan sebagai penyambut tamu dan andai hiburan. Joget ini menyantirkan kegembiraan.

Tarian tradisional ini juga digunakan sebagai sarana formalitas upacara pertanian untuk kesuburan antah. Tari tradisional enggak dari Jawa Tengah, ialah Beksan Wireng, Gambir Anom, dan lainnya.

5. Tari Serimpi (DI Yogyakarta)

Tari Serimpi adalah tarian tradisional dari daerah DI Yogyakarta

        
          Tari Serimpi adalah tarian tradisional berpunca provinsi DI Yogyakarta
        
      

Konon, lega zaman dahulu tari Serimpi dipercaya membentuk para penontonnya seolah sedang bernas di liwa damba.

Selain itu, suasana tari Serimpi sepan misterius karena suka-suka anak uang yang sengaja ditaburkan di lantai sebagai suplemen penampilan penari.

Tari Serimpi umumnya diperagakan empatf penari untuk mengaplus mimpi. Tari tradisional lain dari DI Yogyakarta, yaitu Kumbang, Srikandi Suradewati, dan lainnya.

6. Tari Reog Ponorogo (Jawa Timur)


Tari Reog adalah tarian tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.

        
          Tari Reog adalah tarian tradisional yang berasal berpokok Ponorogo, Jawa Timur.
        
      

Inti dari cerita tari Reog Ponorogo merupakan perang antara imperium Kediri dan kekaisaran Ponorogo serta tanding ilmu hitam antara keduanya.

Kejadian ini ditunjukkan dengan para penarinya yang ‘kesampukan’ saat mementaskan tarian.

Hingga kini, pementasan Reog umumnya dipentaskan di acara ijab kabul, khitanan, dan masa besar nasional. Biasanya, pertunjukan Reog terdiri atas rangkaian 2 sampai 3 ajojing pembukaan.

Tarian mula-mula lazimnya diwakili maka itu 6 setakat 8 lelaki berpakaian hitam yang melambangkan pasukan singa yang bagak dan pemberani.

Padahal, tarian kedua dimainkan oleh 6 sebatas 8 gadis yang menaiki aswa.

Pulau Nusa Tenggara & Bali

1. Tari Kecak (Bali)

Tari Kecak adalah tarian yang berasal dari daerah Bali

        
          Tari Kecak adalah tarian yang berpokok bersumber area Bali
        
      

Tari Kecak menggambarkan cerita tentang tokoh pewayangan bernama Ramayana. Tarian wilayah nan berasal bermula Bali ini umumnya disebut umpama tari Sanghyang yang dipertunjukkan ketika ritual keimanan.

Tarian ini dimainkan sekawanan penari nan berjumlah 70 anak adam yang berlarik melingkar. Keunikan tarian ini terbantah dari para penarinya nan mampu dibakar api, tetapi masih kebal dan tak terbakar.

Para penari laki-junjungan melaungkan kata, “Cak, cak, cak.” Berbunga situlah label tari Kecak diambil. Dansa tradisional lain berusul Bali yaitu Pendet dan Barong.

2. Tari Cerana (Nusa Tenggara Timur)

Tari Cerana adalah tarian yang berasal dari daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur

        
          Tari Cerana merupakan ajojing yang berasal mulai sejak daerah Ketepeng, Nusa Tenggara Timur
        
      

Tarian ini merupakan susuk perkataan selamat datang ataupun joget penyambutan dari Ketepeng, NTT.

Gerakan tari rasam Nusa Tenggara Timur ini dilakukan oleh beberapa penari wanita dengan membawa kancah berbentuk peti kebal sirih dan pinang.

Tari Cerana merupakan salah suatu yang sangat terkenal di Pulau Timor sisi barat (negeri Nusa Tenggara Timur) dan Pulau Rote.

Tarian ini cangap ditampilkan di berbagai acara penungguan pelawat penting maupun kafilah wisatawan yang datang ke sana. Tari tradisional lain dari NTT, yaitu Caci dan Hopong.

3. Tari Buja Kadanda (Nusa Tenggara Barat)

Tari Buja Kadanda adalah tarian tradisional dari daerah Bima, Nusa Tenggara Barat

        
          Tari Buja Kadanda adalah tarian tradisional berpokok kawasan Bima, Nusa Tenggara Barat
        
      

Tari Buja Kadanda tepatnya berpangkal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Tari ini termasuk tari perang.

Disko perang ini menggambarkan dua prajurit yang sedang berperang sebagaimana gerakan bedaya. Tari pangkal Nusa Tenggara Barat ini biasanya dibawakan oleh dua penandak adam.

Tari tradisional lain berpunca NTB, yaitu Kompulsif dan Lenggo.

Baca lagi:
Tarian Aceh Dinikmati Warga Dunia

Pulau Sulawesi

1. Tari Dana-Dana (Gorontalo)

Tari Dana-Dana adalah tarian khas daerah Gorontalo

        
          Tari Dana-Dana adalah tarian khusus daerah Gorontalo
        
      

Salah satu ciri khas tari Dana-Dana yakni ditampilkan meliputi seluruh anggota badan dan menggambarkan kawin keakraban remaja mudah-mudahan solid.

Biasanya kesenian ini ditarikan pada saat hajatan berupa acara perkawinan atau pesta rakyat dan pergelaran seni budaya.

Keunikan lain merupakan gerakan-gerakan yang dinamis mengikuti irama musik gambus dan rebana serta lagu berisi pantun bertemakan percintaan atau nasihat nan berhubungan dengan pergaulan taruna.

Tari tradisional tidak dari Gorontalo, adalah Saronde dan Langga.

2. Tari Patuddu (Sulawesi Barat)


Tari Patuddu adalah tarian dari daerah Sulawesi Barat

        
          Tari Patuddu adalah tarian terbit wilayah Sulawesi Barat
        
      

Tarian adat tradisional Sulawesi Barat ini biasanya dibawakan oleh para penandak wanita dengan gerakannya yang teklok gemulai dan menggunakan kipas kembali rok khas kewedanan yang dikenakan para penandak tersebut.

Makna terkandung dalam tarian itu adalah menggambarkan idiom rasa terima kasih dan gembira atas keberadaan para tamu.

Sesuai peruntukan dalam pementasannya ajojing ini ditampilkan sebagai penyambutan atau hiburan sehingga ditampilkan bikin programa penyambutan tamu terhormat maupun peziarah kenegaraan.

Tari tradisional enggak dari Sulawesi Barat, yaitu Mappande Banua dan Bulu Londong.

3. Tari Pamonte (Sulawesi Tengah)


Tari Pamonte adalah tarian tadisional dari daerah Sulawesi Tengah

        
          Tari Pamonte merupakan tarian tadisional berasal daerah Sulawesi Paruh
        
      

Tari Pamonte memvisualkan sifat para perawan suku Kaili saat menyambut musim penuaian tiba.

Tarian ini akan ditampilkan oleh penari wanita dengan melingkarkan gaun petani pada umumnya. Sejarah mengatakan bahwa publik setempat menginjak mengenal tarian tersebut sejak 1957.

Tari tradisional ini terinspirasi berasal aktivitas gadis-perawan tungkai Kaili saat menyambut masa pengetaman.

Tari tradisional tidak berasal Sulawesi Perdua, ialah Dero dan Dopalak.

4. Tari Kabasaran (Sulawesi Utara)

Tari Kabasaran adalah tari yang berasal dari daerah Sulawesi Utara

        
          Tari Kabasaran adalah tari yang mulai sejak dari daerah Sulawesi Lor
        
      

Joget tradisional nan khusus dan berkarakter ini bisa ditemui di Minahasa, Sulawesi Lor.

Penayub dengan kostum khas sedemikian itu lagi gerakan berpadu senjata perang memberikan daya tarik khas bagi yang melihat pertunjukannya.

Dahulunya tarian ini ditampilkan atau diperankan makanya pria Minahasa kerumahtanggaan menjaga keamanan. Artinya, apabila ada ancaman para pria desa akan berubah menjadi prajurit.

Baca juga: Jalan Mudah bikin Perkuat Memori Bersendikan Sains

Di kontemporer dalam pementasannya gerakan tari oleh penari kabasaran terbantah energik yang merepresentasi atma seorang prajurit perang, tetapi lagi dinamis mengikuti irama organ musik khas wilayah.

Tari tradisional lain berpokok Sulawesi Utara, yaitu Maengket dan Tumatenden.

5. Tari Malulo (Sulawesi Tenggara)

Tari Malulo adalah tarian tadisional dari daerah Provinsi Sulawesi Tenggara

        
          Tari Malulo adalah tarian tadisional dari daerah Provinsi Sulawesi Tenggara
        
      

Budaya tari Malulo atau Lulo merupakan salah satu jenis kesenian nan dari bersumber bahasa Tolaki. Tarian ini melukiskan pertemanan.

Mengutip laman wikipedia dijelaskan filosofi dansa lulo yaitu ajojing persahabatan yang resmi ditujukan kepada akil balig-mudi tungkai Tolaki andai ajang perkenalan, mengejar jodoh, dan mempererat tali persaudaraan.

Joget ini dilakukan dengan posisi ubah bergandengan tangan dan membentuk kalangan. Tari tradisional lain dari Sulawesi Tenggara, yaitu Dinggu dan Mangaru.

6. Tari Kipas Pakarena (Sulawesi Daksina)


Tari Kipas adalah tarian tradisional dari daerah Pakarena Sulawesi Selatan

        
          Tari Kipas Pakarena merupakan tarian tradisional dari kawasan Sulawesi Selatan
        
      

Tari Kipas Pakarena ialah keseleo satu ikon kebudayaan Sulawesi Daksina. Melansir laman disbudpar.sulselprov.go.id, tari tersebut mutakadim dikenal oleh masyarakat Gowa Sulawesi Selatan plong tahun kerajaan Gantarang.

Tari Kipas Pakarena dimainkan makanya catur penari wanita memperalat iringan perangkat musik berupa gandrang dan puik-puik.

Menilik sejarahnya, tari Kipas Pakarena merupakan riuk satu gambar pemujaan kepada para dewa. Namun karena keunikannya, kepentingan disko ini lama-lama bergeser menjadi joget hiburan.

Tari tradisional lain berpunca Sulawesi Selatan, yaitu Pajoge Maradika dan Pa’bitte Passapu.

Pulau Maluku & Papua

1. Tari Soya-Soya (Maluku Utara)


Tari Soya-Soya adalah tarian dari daerah Maluku Utara

        
          Tari Soya-Soya yakni joget dari daerah Maluku Utara
        
      

Tari Soya-Soya memiliki penari terbanyak di antara tarian-tarian enggak di Maluku Utara. Pasalnya, penandak di intern joget ini bisa mencapai ribuan orang dan semuanya terdiri dari pria dewasa setakat anak-anak asuh.

Tari Soya-Soya merupakan salah satu huruf angka dari perlawanan publik Kayoa di Halmahera Selatan saat berperang mengusir bangsa Portugis dari Bumi Maluku Lor.

Tari Soya-Soya berfungsi sebagai pengobar bala legiun Sultan Babullah privat berperang. Tari tradisional lain dari Maluku Utara, merupakan Tide-Tide dan Dengedenge.

2. Tari Saureka-reka (Maluku)

Tari Saureka-reka adalah tarian daerah dari Maluku

        
          Tari Saureka-reka adalah dansa daerah bermula Maluku
        
      

Dansa Saureka-reka menuntut kesigapan kaki dan fokus berpokok pemainnya. Tarian ini biasanya terdiri dari delapan penayub yakni 4 maskulin yang bertugas menghentakkan gaba-gaba dan 4 perempuan yang menari di antara gaba-gaba mengimak nada tifa (alat musik seperti kendang khas Maluku) dan ukulele.

Joget asli Maluku itu biasanya digunakan ibarat bentuk perkataan terima kasih atas anugerah spirit dan kesuburan dari Tuhan YME.

Selain itu, tarian ini juga ditampilkan puas acara-acara penyongsongan tamu sebagai simbol rasa cak dapat kasih dari penduduk kepada pengunjung tersebut karena telah berkenan berkunjung ke Maluku.

Tari tradisional tidak dari Maluku, ialah Lenso dan Cakalel.

3. Tari Sajojo (Papua Barat)


Tari Sajojo adalah tarian tradisional dari Papua Barat

        
          Tari Sajojo adalah tarian tradisional dari Papua Barat
        
      

Tari Sajojo menjadi kemangkakan Papua Barat. Tari ini punya karakter yang sangat fleksibel. Minus unsur magis dan sakral pada joget ini, membuat tari Sajojo adv amat bebas ditampilkan plong acara manapun.

Berusul semua ajojing tradisional Papua barat yang ada, tari Sajojo inilah yang paling populer di antara tari tradisional lain. Bilang program TV lokal pun pun senggang memajukan tari ini.

Dengan tidak terserah unsur sakral, tarian ini tidak akan menyenggol adat adat yang telah berlaku. Tari tradisional lain bersumber Papua Barat, yaitu Suanggi dan Musyoh.

4. Tari Perang Papua (Papua)


Tari Perang Papua adalah tarian dari daerah Papua

Secara definisi tari Perang Papua adalah jenis tarian yang ditampilkan oleh penari pria secara berkelompok, biasanya dipentaskan oleh minimal 7 makhluk lanang.

Tari Perang Papua umumnya digelar di tanah lapang saat petang menjelang malam hari.

Tari Perang digunakan seumpama keseleo satu disko akseptor wisatawan yang menclok ke Papua. Tarian ini mempunyai makna mendalam bagi awam Papua.

Kejadian itu disebabkan enggak saja dimaknai sebagai gerakan jasmani saja tetapi juga bentuk rasa terima kasih kepada Yang mahakuasa.

Demikianlah pembahasan lengkapnya. Mudahmudahan dengan ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan. (OL-14)


Source: https://mediaindonesia.com/humaniora/504119/daftar-nama-tarian-daerah-asal-dan-gambar

Posted by: gamadelic.com