Museum Seni Rupa Dan Keramik

VIVA Edukasi– Museum Seni Rupa dan Ubin adalah salah suatu museum agunan budaya yang boleh ditemukan di kawasan Kota Tua Jakarta. Menyadur dari laman Maktab Kebudayaan Jakarta, Museum Seni Rupa dan Tegel ini yakni sebuah tempat yang kaya di radiks naungan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dengan koleksi lukisan, patung, sketsa, dan keramik.

Bagi kamu yang mengesir seni, terutama dalam seni lukis harus mengunjungi museum nan satu ini. Museum tersebut menjadi syahid sejarah urut-urutan seni di Persil Air. Ketika hinggap ke museum, spesifik untuk galeri lukisan para pengunjung tidak boleh memotret. Sejumlah lukisan dilengkapi dengan QR Code nan berfungsi cak bagi menjelaskan lukisan.

Wadah yang satu ini sangat cocok terutama kerjakan anak sekolah maupun keluarga yang tengah mengejar hiburan dengan mendatangi tempat bersejarah nan pasti doang menawarkan edukasi menarik. Cukuplah, untuk kamu yang penasaran adapun museum tersebut, simak ulasan berikut ini tentang Museum Seni Rupa dan Tegel yang dirangkum bermula beraneka rupa sumber.

Adapun Museum Seni Rupa dan Tegel

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik

Photo :

  • VIVA.co.id/Dody Handoko

Menyadur berasal laman Mitra Museum Jakarta, museum ini menduduki sebuah bangunan lama nan didirikan sejak tanggal 12 Januari 1870 di kewedanan Ii kabupaten Tua Jakarta. Lebih tepatnya berada di obsesi pelan kota yang masa ini dikenal sebagai Taman Fatahillah. Konstruksi museum ini mula-mula kali diresmikan sebagai Raad van Justitie Binnen Het Casteel Batavia.

Selang beberapa tahun, gedung tersebut beralih manfaat masa 1942-1949 menjadi asmara Nederlandsche Mission Militer sampai waktu aneksasi Jepang. Selepas silam hari kemerdekaan Indonesia periode 1970-1973, bangunan ini menjadi kantor Walikota Jakarta Barat. Satu tahun, bangunan ini direnovasi dan dipakai Kantor Jawatan Museum dan Album DKI.

Sesudah mendapat gagasan berusul Wakil Presiden Ketiga, Adam Malik, konstruksi ini dijadikan sebagai Balai Seni Rupa. Tahun 1977, bagian sayap bangunan dipakai sebagai Museum Keramik nan berisi bervariasi jenis tegel. Sampai akhirnya tahun 1990, Balai Seni Rupa digabung dengan Museum Keramik dan mengubah namanya menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Isi Museum

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik

Photo :

  • VIVA.co.id/Dody Handoko

Museum yang satu ini menyajikan pusparagam berasal hasil karya artis-seniman Indonesia sejak kurun waktu hari 1800-an sampai waktu ini.

1. Koleksi Seni Lukis

  • Kumpulan Seni Lukis Indonesia terbagi ke kerumahtanggaan bilang rubrik menurut periodisasi ialah:
  • Ruang Masa Raden Imani (karya-karya periode 1880-1890)
  • Ruang Musim Hindia Jelita (karya-karya periode 1920-an)
  • Ruang Persagi (karya-karya musim 1930-an)
  • Ruang Musim Aneksasi Jepang (karya-karya periode 1942-1945)
  • Ruang Prinsip Sanggar (karya-karya periode 1945-1950)
  • Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (karya-karya periode 1950-an)
  • Pangsa Seni Rupa Baru Indonesia (karya-karya perian 1960-kini)

2. Kompilasi Seni Rupa

Museum ini mempunyai terbatas lebih 500 karya seni rupa nan terdiri atas beraneka rupa bahan dan teknik berbeda seperti mana arca, totem kusen, ilustratif, sketsa, dan batik lukis. Untuk koleksi yang ada dalam kolom ini yakni Patung-patung seperti Totem Asmat, Patung tradisional dari Bali, Totem dan patung kusen karya para seniman modern.

3. Koleksi Keramik

Darurat untuk pusparagam ubin dalam museum ini adalah ubin yang berasal dari daerah Indonesia dan seni kreatif kontemporer. Selain itu, cak semau pula koleksi keramik semenjak mancanegara seperti berpunca bermula Tiongkok, Thailand, Vietnam, Jepang, dan Eropa nan berasal bermula abad 16 hingga dengan tadinya abad 20.

4. Bibliotek

Museum yang satu ini pula takhlik perpustakaan yang dapat dipakai makanya siapa saja yang ingin mendapatkan informasi sekitar kesenian.

5. Toko Souvenir

Seperti beberapa bekas pariwisata yang enggak, Museum Seni Rupa dan Keramik ini juga menyediakan tempat yang mana pelawat dapat membeli cendera netra. Beberapa varietas cendera alat penglihatan yang dijual adalah kiat seni rupa, kerajinan tangan, lukisan, keramik luc, kartu pos, dan sketsa.

6. Fasilitas Gedung

Fasilitas bangunan ini terdiri atas pangsa persuaan atau auditorium, ruang membengang, serta yojana yang bisa dimanfaatkan untuk acara-program pameran temporer, pernikahan, seminar, lomba, dan bukan sebagainya.

7. Studio Gerabah

Museum Seni Rupa dan Keramik juga mempunyai gelanggang pelatihan, mewujudkan gerabah yang mangap untuk pelajar dan umum. Pelatihan ini mempelajari pembuatan gerabah start dari teknik pinching (pijit), cetak, dan roda benyot. Di sini juga disediakan oven untuk pembakaran gerabah.

Objek Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Keramik 2008

Museum Tegel 2008

Photo :

  • VIVAnews/Tri Saputro

Museum Seni Rupa dan Ubin ini bertempat di Jalan Pos Ii kabupaten No. 2 RT. 9, RW. 7, Pinangsia, Kecamatan Taman Esensi, Ii kabupaten Jakarta Barat, Provinsi Unik Ibukota Jakarta. Museum ini tutup setiap hari Senin dan mulai lagi beroperasi setiap hari Selasa-Minggu start dari pukul 09.00-15.00 WIB.

Sedangkan bagi tiketnya masuk cukup terjangkau, untuk para peziarah dewasa akan dikenakan harga tiket Rp5.000, darurat pelajar dan mahasiswa Rp3.000 dan bakal momongan-anak hanya Rp2.000 saja.

Rute Mengarah Museum Seni Rupa dan Keramik

Bus wisata TransJakarta.

Bus pelancongan TransJakarta.

Rute perjalanan untuk menuju museum ini sekelas sebagai halnya rute perjalanan menuju kawasan Kota Berida Jakarta. Lakukan kamu yang menaiki KRL bersumber stasiun Bogor, Bekasi, Cikarang, Jatinegara, dan Tanjung Priok boleh mencuil sebelah langsung menuju Stasiun Jakarta Kota.

Bila kamu naik Transjakarta bisa langsung memintal jurusan Kota, kemudian terban di terminal Kota. Saat keluar bersumber halte, bisa berjalan langsung berorientasi Kota Tua bangka kemudian dilanjut dengan berjalan kaki langsung mengarah Museum Seni Rupa dan Keramik.

Source: https://www.viva.co.id/edukasi/1502504-mengenal-museum-seni-rupa-dan-keramik-di-jakarta-yang-sangat-unik

Posted by: gamadelic.com