Mengatasi Lalat Buah Pada Tanaman Cabe

Tanaman cabai, baik cabai merah keriting, cabai baru, embalau rawit, cabai besar maupun paprika adalah komoditas primadona buat para petambak. Harga cabai yang sering membumbung tinggi serta mudah dalam menjualnya menjadi ki akal tarik tersendiri sehingga banyak petani yang berlomba-tanding memiara tanaman hortikultura ini. Sampai-sampai lain sedikit peladang sahang yang sukses memperoleh keuntungan nan raksasa karena keberhasilannya n domestik menanam cabai. Hal ini menjadi pemicu dan pengungkit peladang buat mencoba dan terus mencoba meskipun majuh gagal.

Para petani cabai, seringkali tak ki berjebah menyelesaikan siklus jiwa pohon cabai dengan mulus tanpa hambatan. Banyak rintangan dan hambatan serta masalah yang harus dihadapi dalam merawat tanaman cabai. Kelainan yang paling sulit yang harus dihadapi pekebun cabai adalah mengawal serangan berbagai jenis hama dan ki aib. Hama dan ki aib lada seperti itu kegandrungan dan membutuhkan keuletan serta pengalaman yang cukup, buat mengatasinya. Ki kesulitan penyakit busuk buah dan alopesia biji zakar ialah salah satu kebobrokan utama tanaman cabai. Busuk buah dan alopesia buah lada dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah terjangan hama Lalat Buah. Lalat biji kemaluan adalah serangga kerdil yang bentuknya mirip dengan kumbang nan seringkali menjadi penyebab gagalnya pengetaman.

Laler biji zakar yang n kepunyaan label latin Drosophila melanogaster yang sering menyerang pohon lombok ini memang menjadi hama yang gegares kita temui dan sangat meresahkan karena efek nan disebabkan, tumbuhan cabai menjadi tembelang dan mempunyai kualitas yang buruk karena puas dasarnya buah ini menjadi inang bagi telur-telur laler buah nan diletakkan didalam buah sehingga buah menjadi busuk dan tidak boleh dipetik.

Cara pengendalian hama laler buah yang ramah mileu tidak dapat ditawar pula, artinya produk biji zakar tidak tercemar maka dari itu incaran kimia yang berbahaya bagi konsumen, terutama pestisida. Ketagihan peladang terhadap penggunaan insektisida sintetik bagi mengendalikan hama pas tahapan, sehingga terlazim lekas diatasi dengan mencari alternatif pengendalian tidak yang ramah lingkungan. Kebutuhan terhadap teknik pengendalian wereng nan baik hati terhadap lingkungan sangat diharapkan, terutama yang efektif, efisien, dan mudah diterapkan maka itu petambak di lapangan.

Teknologi pengendalian wereng laler buah pokok kayu cabai yang ramah lingkungan yaitu dengan cara: kultur teknis, fisik/mekanik, biologi, dan kimiawi.

Pengendalian secara kultur teknis

a. Sanitasi lahan.

Sanitasi petak berniat untuk membelakangkan daur vitalitas lalat buah, sehingga perkembangan lalat buah pada tanaman cabai boleh ditekan. Sanitasi dilakukan dengan prinsip mengumpulkan buah yang ambruk atau rusak kemudian dimusnahkan dan dibakar maupun dibenamkan di dalam petak dengan cara takhlik lobang berformat 1 x 0,5 m ataupun 1 x 1 m sampah/cegar di sekitar tanaman juga harus dikumpulkan dan dibakar maupun dipendam dalam tanah. Pastikan ke dalam lahan tidak memungkinkan larva bisa berkembang menjadi kepompong. Kepompong nan ada dalam tanah dapat dimusnahkan dengan pendirian membalikkan tanah di sekitar tanaman.

b. Memperalat perangkap lem asfar maupun lem tikus bening yang dicampur dengan adv minim metyl eugenol kerjakan menangkap lalat buah dewasa.

c. Pengasapan dengan membakar sampah kering, dan dibagian atasnya ditutupi sampah basah, hendaknya boleh dihasilkan gas dan enggak sampai terbakar. Kepulan gas yang menyerak ke seluruh bagian tanaman akan menakutnakuti kesediaan hama laler buah.
d. Pemasangan mulsa plastik dapat menekan larva berubah menjadi kepompong dan risikonya mengurangi populasi serangga dewasa.

Pengendalian secara fisik/mekanis

Menggunakan jerat atraktan metyl eugenol/cue lure yang dipasang alias digantung di dalam haring yang terbuat berusul gelanggang air mineral untuk menangkap lalat jantan. Bagian bawah botol diberi sedikit air, laler buah hening terendam air. Sebaiknya haring dipasang dibagian luar lahan atau di bagian pinggir persawahan, hal ini bertujuan agar lalat tidak terkumpul di tengah pertanaman

Pengendalian secara ilmu hayat

a. Pengendalian lalat buah secara biologi dapat dilakukan dengan cara menghasilkan lalat buah nyali mandul. Teknik pengendalian jantan mandul bertelur memecahkan hama laler buah di Jepang. Dengan mengecualikan insekta jantan yang sudah mandul, maka telur yang dihasilkan bersumber perkawinan dengan lalat lebah ratulebah menjadi putih atau tidak bisa menghasilkan zuriat, dan akhirnya populasi akan turun dan musnah.
b. Memanfaatkan n antipoda alami baik parasitoid, predator alias patogen saja di

Pengendalian Secara Kimiawi (menggunakan insektisida ilmu pisah)

Beberapa jenis racun serangga kimia yang beredar di pasar dapat digunakan kerjakan membasmi laler biji kemaluan. Dilakukan penyemburan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpinfos, metomil, kartophidroklorida, maupun dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan insektisida.

Sumur : http://pertanian.magelangkota.go.id/embaran/teknologi-pertanian/353-teknik-pengendalian-hama-laler-buah-pada-tumbuhan-cabai

Source: https://keslingkit.id/teknik-pengendalian-hama-lalat-buah-pada-tanaman-cabai/