Mengapa Islam Cepat Diterima Oleh Masyarakat Indonesia

Bantul,

NU Online


Saat ini Islam Nusantara tiada henti dibicarakan makanya galengan NU ataupun di luar kalangan NU. Baik nan pro atau kontra. Forum Tadarus Gus Dur yang diadakan maka dari itu Jaringan Gusdurian Yogyakarta berkomplot dengan Korps Dakwah Mahasiswa (KODAMA) mendiskusikan tentang Islam Nusantara.<>

Abdul Rozaki, narasumber sreg sesi Gus Dur dan Keislaman menjelaskan, bahwa Islam cepat diterima di Indonesia terutama di Jawa, karena mujur para wali songo menjadikan budaya sebagai wahana dakwah cak bagi merangkul masyarakat. “Wahi agama dan budaya akan semakin mulia kalau beraduk,” jelasnya.

Sira juga mengungkapkan bahwa anak adam di asing NU itu suntuk kersang dengan tradisi. “Kita mengalihbahasakan Islam sesuai dengan selingkung, ala nusantara. Arsitektur langgar enggak harus sama dengan Arab, tetapi boleh farik, karena ekspresi budaya n domestik Islam itu silam plural,” jelasnya.

Abdul Rozaqi yang sekarang menjadi dosen Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mencontohkan dengan bedug di masjid-masjid. Sebenarnya bedug, menurutnya adalah produk budaya, tetapi digunakan cak bagi media dakwah di langgar, ulem para jamaah kerjakan datang ke musala saat waktunya shalat.

“Jadi lucu ketika mau shalat jamaah maupun adzan, kita teriak-teriak mengundang orang untuk datang ke masjid. Dengan media bedug akan terasa indah buat mengajak orang hendaknya dapat shalat berkumpulan,” jelasnya.

Sebagai mukminat yang hayat di jawa, menurut Abdul Rozaqi kita enggak sekedar mengapresiasi apa yang terserah di dalam tali peranti masyarakat sekitar, melainkan juga harus menghadap mondial.

“Anak adam Islam yang minimal disegani maka dari itu negara-negara luar adalah bani adam Islam Indonesia. Islam Indonesia tidak anti-maju, dan tetap melestarikan tali peranti. Selam Nusantara setara juga berpegangan dengan kaidah, yaitu menjaga dan meneruskan tradisi lama dan menerima tradisi plonco nan lebih baik,” jelasnya.

Ia lagi mengklarifikasi, bahwa Nusantara itu bahasa tempatan nan itu muncul dari masyarakat koteng. Istilah nusantara tidak menimbulkan sesuatu nan menakutkan. “Ini ialah seumpama rajah sikap tegas NU tentang pandangannya terhadap Islam,” jelasnya.
(Kirana Sholikhin/Fathoni)

Source: https://www.nu.or.id/post/read/60505/ini-alasan-islam-cepat-diterima-oleh-masyrakat-di-nusantara