Campakkan Sampah Membabi buta, Siap Dipenjara 3 rembulan ataupun Denda 15 Miliun

  • oleh admindlh

  • 00 0000 00:00:00

  • 59005 views


WATES,
dlh.kulonprogokab.go.id– Menjadi sebuah keprihatinan bersama manakala melintas di sebuah kawasan tampak sampah berserakan, terlebih akibat ulah dari orang per orang nan sengaja membuang sampah tidak pada tempatnya. Perbuatan nan adv minim terpuji tersebut memicu mileu terjerumus cemar dan cemar. Bayangkan, jika di kewedanan tersebut tidak cak semau petugas kebersihan. Terserah petugas kebersihan kembali, barang bawaan kerja mereka kian susah akibat ulah orang seorang pembuang sampah serabutan.


Sejurus kita renungkan beberapa tanya berikut. Bagaimana dampak sampah terhadap kesehatan lingkungan baik sinkron maupun tidak serempak?. Penyakit segala saja nan dapat ditimbulkan dari sampah?. Membuang sampah sembarangan, berbuah dosa ataupun pahala?. Bagaimana perasaan kita jikalau posisi kita adalah petugas kebersihan di kawasan tersebut?.


Selayaknya, di Kabupaten Kulon Progo telah ditetapkan Regulasi Daerah yang dapat menjadi payung hukum menjerat pelakunya. Yakni Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah Flat Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.


Maksud disusunnya Peraturan Wilayah ini adalah untuk memberikan pedoman untuk Pemerintah Kewedanan dan awam dalam penyelenggaraan penyelenggaraan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dan meningkatkan upaya penyelenggaraan sampah rumah tangga dan sampah sekaum sampah rumah tangga agar tercipta lingkungan hayat yang bersih dan segak.


Dalam Pasal 31 aksara e dinyatakan bahwa setiap hamba allah dilarang membuang sampah tidak pada arena yang telah ditentukan dan disediakan. Barang apa konsekuensinya jika dilanggar?. Pasal 50 ayat 3 menyatakan setiap orang nan melanggar takdir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf e diancam pidana kerangkeng paling lama 3 (tiga) bulan maupun denda minimum banyak Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).


Pemerintah daerah pun bisa mengasihkan insentif kepada gerombolan pengelola sampah swadaya umum, rang, awak usaha, alias perorangan yang melakukan pelaporan atas pelanggaran terhadap pantangan sebagaimana tercantum internal pasal 32, termaktub di dalamnya pelanggaran terhadap pasal 31. Dijelaskan privat pasal 34, insentif yang diberikan boleh nyata pemberian penghargaan atau subsidi.


Aturan sudah jelas disusun. Ketegasan n domestik menjalankan peraturan harus ditegakkan. Jangan ragu lakukan melapor kepada instansi berkuasa jika menjumpai delik pelanggaran begitu juga disebutkan dalam Regulasi Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2022. Bukan semata untuk meraih segel baik dan apresiasi, namun atas kesadaran bahwa kebersihan dan kesegaran lingkungan ialah pikulan jawab bersama. Tunggu kapan lagi? Laporkan sekarang.
(prd)


Peraturan Area Kabupaten Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2022:
DOWNLOAD