Melaksanakan Penentuan Komoditas Tanaman Buah Semusim Yang Akan Diusahakan

1
BAB 5 PENENTUAN KOMODITI Tanaman PERKEBUNAN Yang AKAN DIUSAHAKAN Penentuan komoditi tanaman perkebunan nan akan diusahakan, yakni pertimbangan awal dalam merencanakan suatu usaha. Setelah komoditi tanaman ditentukan, maka seluruh proses mengacu pada komoditi tanaman nan akan diusahakan. Ira cak cakupan materi membentangi: Mengidentifikasi kesesuaian persyaratan teknis Mengidentifikasi kelayakan hemat Mengenali kelayakan sosial/syariat Pemilihan pohon yang akan diusahakan 5.1. Identifikasi Persyaratan Usaha dari Aspek Teknis Gagasan atau kedahagaan menciptakan menjadikan suatu usaha/proyek perladangan barangkali timbul setelah mengamalkan aktivitas seperti: mengaji, muhibah, komunikasi dan diskusi, mengikuti dan mengunjungi pameran, pena didikan, searching di internet, pene litian/ riset, dan tak-lain. Berpokok sekian banyak gagasan mungkin lampau beberapa bahkan mungkin hanya satu usaha yang akan diteruskan. Ada 3 macam bentuk persuasi yang biasa dilakukan, yaitu: a. Pembelian usaha yang sudah lalu ada (business acquisition). Ide mem beli perusahaan” menjadi pelecok suatu alternatif gagasan untuk n kepunyaan usaha baru. Alternatif bentuk ini nisbi bertambah mudah. b. Pengembangan usaha (develop ing of business). Pengembangan kampanye berguna usaha yang akan dibangun merupakan putaran dari entitas kampanye yang sudah ada sebelumnya c. Pendirian gerakan mentah (create new business). Maksud pendirian usa ha plonco yakni bahwa usaha nan 160 akan didirikan khusyuk tidak pernah ada sebelumnya. Sesuatu yang yunior ini dapat diartikan “produk” atau “operasi” bau kencur karena sebelumnya belum/tidak dimiliki si penggagas. Dalam takhlik gagasan baru tersebut diperlukan langkah (action) nyata dan salah suatu langkah mulanya yang penting merupakan kegiatan kajian atau penggalian. Ada berjenis-jenis kajian yang dapat dilakukan bagi maksud tersebut di atas. Menghafaz jenis dan cak cakupan serta keperluan studi dapat farik antara satu dengan yang enggak, maka rukyat dan cara pendekatannya lagi dapat berlainan Siklus Pengembangan Gerakan Dalam siklus pemgembangan usaha ada tiga tahapan merupakan: 1. Tahap Pra-investasi 2. Tahap investasi dan 3. Tahap Operasional Tingkatan diatas secara awam dapat berlaku hampir kerjakan semua proses perencanaan sampai implementasi

2
usaha/proyek. Semata-mata, menghafaz tipe dan perimbangan pabrik nan ada beraneka ragam, maka jenis kegiatan masing-masing proyek boleh be ragam pula. Sejumlah kegiatan mungkin berjalan seiring (paralel), cuma mana tahu lagi ada yang bersamaan (tumpang-tindih) dengan kegiatan pada tahap lebih lanjut. Kegiatan pada tahap tadinya, yakni pada tahap Pra-kapitalisasi lebih banyak dilakukan dalam bentuk penjajagan dan amatan atau studi, sementara tahap selanjutnya merupakan pemodalan lebih banyak dilakukan untuk melakukan kontak, pem bangunan kendaraan badan, dan kesudahannya pada tahap ketiga barulah berupa kegiatan tadinya operasional nan sebenarnya. Kegiatan plong tahap awal, merupakan pada tahap Pra-pemodalan terdiri berbunga bilang kegiatan meliputi: a. Identifikasi peluang pemodalan, umumnya dilakukan dalam ben tuk studi peluang (Opportunity studies). b. Penyaringan dan kejelasan awal atas proyek (preliminary project selection and definition) umum nya dilakukan dalam bentuk Pra- Studi Kelayakan (Pre-feasibility Studies). c. Formulasi titipan (project formu lation) umumnya dilakukan da lam bentuk studi kelayakan (feasibility studies). Penyelidikan pen dukung (support sudies) atau pun pengkhususan fungsional (Functional studies) masih terjadwal n domestik tahap ini. d. Evaluasi dan keputusan akhir kerjakan mengamalkan investasi (final project evaluation and invest ment decision). Tahap Investasi dilakukan setelah dari hasil riset peluang dan penelitian kelayakan diperoleh gambaran nan layak meyakinkan bahwa investasi bisa dilakukan. Kegiatan tahap ini meliputi: a. Pembuatan rujukan untuk pe rencanaan desain pembangunan fisik (engineering). b. Pembuatan desain jasmani. Sekiranya lain mampu melakukannnya sendiri, maka agar mesti mengejar dan mengontrak kon sultan perencanaan untuk mem cak bagi desain dan tindasan tender. c. Pembuatan dokumen tender dan ancang tender d. Ijab tender, penentuan juara tender, negosiasi dan kontrak e. Pengerjaan fisik (konstruksi) disusul maka itu pengisian mesin dan. peralatan pabrik dan kantor f. Recruitment pegawai dan pelatihan g. Pengoperasian awal biasanya masih dalam jaminan pem borong. Sreg tahap operasional, agribisnis tanaman perkebunan ini sudah diuji coba dan setelah itu memasuki tahap operasional yang sebenar nya. Pada awalnya barangkali belum mampu mencapai kapasitas penuh. Cepat atau lambat agri menggalas mencapai kapasitas penuh ber gantung banyak faktor, seperti faktor teknis (bahan sah dan incaran lain, peralatan/ perabot) atau faktor sosial-ekonomis (yakni tenaga kerja, mana jemen, dan moneter) Faktor, finansial sering adalah faktor kritis pada fase ini karena, sreg fase inilah umumnya terasa “susah” intern peristiwa pembiayaan menghafal modal alias dana yang 161

3
ditanam mutakadim banyak. dan masih harus dikeluarkan lagi lakukan biaya operasional produksi. Beban pem biayaan akan kian terasa berat jika pembayaran persen (cash) jarang misalnya karena hasil produksi tidak dapat segera terjual. Keadaan ini sering menyebabkan bilang titipan tertangguh ataupun bahkan terbengkalai Mengingat peristiwa tersebut, maka semua aspek dalam fase operasi onal ini harus diperhatikan bakal jangka pendek ataupun jangka panjang. Cak bagi paser pendek hendaknya diperhatikan semua keadaan teknis; sosial-ekonomis, maupun keuangan yang tercalit. Hal nan menyangsang teknis opera sional peralatan dan mesin yang digunakan, pegawai yang me nanganinya, masalah administrasi, keamanan; dan sebagainya. Semua kajian ini pada akhirnya akan menyangkut aspek finansial. Oleh karena itu jika ada cacat lega penelitian pra investasinya, maka kajian tekno-ekonomis yang menyusul juga akan cacat dan dahulu be resiko bagi usaha bersangkutan Studi Kelayakan Satu kegiatan agribisnis sekadar boleh menyerahkan keuntungan ataupun maslahat jika kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai target/tujuan yang ditetapkan. Pencapaian maksud usaha harus menepati bilang kriteria kelayakan aksi. Artinya, jika diihat semenjak segi usaha, suatu manuver sebelum dijalankan harus dinilai pantas atau lain untuk dijalankan. Pantas artinya layak atau akan memberikan keuntungan dan man faat yang maksimal. 162 Tingkat kelayakan dapat diukur dan diketahui maka perlu dilakukan studi kelayakan, yakni suatu kegiatan nan mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan usaha atau usaha yang akan dijalankan internal rajah menentukan layak ataupun tidak suatu gerakan tersebut dijalankan, dan kegiatan ini ialah adegan semenjak pra investasi. Pengkhususan kelayakan kampanye internal kemustajaban sempit, bahwa pengkajian tentang dapat tidaknya suatu usaha dilaksanakan dengan berhasil de ngan pertimbangan mendapatkan keistimewaan finansial. Pengertian dalam arti luas adalah riset mengenai berhasil tidaknya propaganda/proyek investasi diilaksanakan secara memuliakan (penghirupan tenaga kerja), pemanfaatan akses mata air sosi, penghematan devisa, dan peluang operasi. Dari pengertian tersebut, maka studi kelayakan yakni kegiatan untuk mempelajari secara mendalam, artinya meneliti secara sungguhsungguh data dan informasi yang suka-suka, yang kemudian , menghitung dan menganalisis hasil pengkajian tersebut dengan meng gunakan metode-metode tertentu. Dan eksplorasi yang dilakukan terhadap usaha yang akan dijalankan menggunakan ukuran tertentu, sehingga diperoleh hasil yang maksimal. ertan mendapatkan kemujaraban finansial Dengan kata tak, kelayakan dapat bermakna bahwa usaha nan dijalankan akan memasrahkan keuntungan finan sial dan nonfinansial sesuai dengan maksud yang diinginkan. Lebih lanjut, istilah cukup juga penting bahwa suatu usaha lagi boleh memberikan keuntungan enggak hanya bagi per usahaan yang menjalankan, tetapi

4
juga bagi penyandang dana, kreditor, pemerin tah dan mahajana luas. Dengan demikian dalam satu studi kelayakan akan menyangkut tiga aspek, yakni: Manfaat hemat bagi usaha itu sendiri (sering disebut sebagai manfaat finansial). Artinya apakah usaha tersebut dipandang memadai menguntungkan apabila dibanding morong dengan risiko usaha tersebut. Keistimewaan ekonomis usaha tersebut untuk Negara tempat propaganda itu dilaksanakan (sering disebut sebagai kebaikan ekonomi nasional). Peristiwa ini menunjukkan kemujaraban usaha tersebut cak bagi ekonomi makro suatu negara. Guna sosial usaha tersebut cak bagi masyarakat di sekitar lokasi persuasi. Privat mengerjakan pengkajian kelayakan mempunyai tujuan seumpama berikut: a. Menyingkir risiko kerugian Studi kelayakan bertujuan lakukan menghindari resiko kecelakaan keuang an di tahun datang yang penuh ketidakpastian. Kondisi ini ada yang boleh diramalkan akan terjadi maupun terjadi minus dapat diramalkan. N domestik hal ini fungsi penelitian kelayakan adalah untuk meminimalkan risiko yang tak diinginkan, baik risiko yang boleh dikendalikan maupun nan bukan bisa dikendalikan. b. Melajukan perencanaan Ramalan mengenai barang apa yang akan terjadi di hari nan kemudian hari, dapat mempermudah internal melaku kan perencanaan. Perencanaan ter tutur, meliputi: Berapa jumlah dana nan diper lukan Kapan usaha akan dijalankan Dimana lokasi propaganda akan di bangun Siapa nan akan melaksanakan Bagaimana prinsip melaksanakan nya Berapa besar keuntungan yang akan diperoleh Bagaimana mandu mengawasinya sekiranya terjadi penyimpangan Dengan adanya perencanaan yang baik, maka satu usaha akan mem punyai jadwal pelaksanaan usaha, mulai dari kampanye dijalankan sampai pada waktu tertentu. c. Memudahkan pelaksanaan pe kerjaan Berbagai rencana nan sudah disusun akan memudahkan privat pelaksanaan usaha. Tulangtulangan nan mutakadim disusun akan dijadikan acuan privat mengerjakan setiap tahap usaha, sehingga suatu pegangan dapat dilakukan secara sistematis dan dapat tepat bahan serta sesuai rencana. d. Memuluskan penapisan Pelaksanaan usaha yang sesuai lembaga akan menggampangkan untuk mengamalkan pengawasan terhadap jalannya usaha. Penapisan ini wajib dilakukan seharusnya bukan terjadi bias dari ren cana yang sudah lalu disusun. Di samping itu, pelak sanaan usaha dapat dilakukan se mandu alangkah-sungguh, karena ada nan melihat. e. Memudahkan pengendalian Adanya pengawasan n domestik pelak sanaan jalan hidup dapat terdeteksi 163

5
terjadinya satu penyimpangan, se hingga bisa dilakukan pengen dalian atas bias tersebut. Tujuan pengendalian ialah untuk mengendalikan pelaksanaan semoga pekerjaan tidak melenceng, sehing ga harapan perusahaan akan tergapai. 1. Pihak-pihak Bersangkutan Perusahaan yang melakukan penekanan kelayakan manuver akan memper beban jawabkan hasilnya kepada berbagai pihak yang bersangkutan, merupakan: a. Penyandang dana Jika hasil eksplorasi kelayakan yang mutakadim dibuat ternyata layak cak bagi direali sasikan, pendanaan dapat mulai dicari dengan berburu investor atau tuan modal yang mau memakamkan morong pokoknya. Bikin penanam modal, hasil studi kelayakan memiliki arti ter sendiri, karena investor akan mempe lajari makrifat tersebut cak bagi me mastikan keuntungan nan akan diperoleh serta jaminan keselamat an atas modal yang akan diinvestasi kannya. b. Lembaga keuangan Jika modal perusahaan semenjak dari dana pinjaman bank atau bentuk keuangan lainnya, maka tulangtulangan lembaga tersebut akan berkepen tingan terhadap hasil studi kelayak an. Bank dan lembaga keuangan lainnya lain mau memberi kredit atau pinjaman, bila suatu usaha tersebut dikemudian periode mem punyai masalah (kredit macet). Oleh karena itu, kerjakan usaha-usaha tertentu pihak perbankan akan berbuat penekanan kelayakan terlebih dahulu secara mendalam sebelum 164 pinjaman di kucurkan kepada pihak peminjam. c. Pemerintah Bagi pemerintah pentingnya pengkhususan kelayakan adalah bagi valid apakah usaha nan dijalankan akan mengasihkan keistimewaan, baik lakukan pe rekonomian secara mahajana maupun bagi masyarakat luas, seperti pe nyediaan lapangan pekerjaan. Pe merintah kembali berharap aksi yang akan dijalankan tidak merusak ling kungan sekitarnya, baik terhadap ma nusia dan lingkungan kehidupan lainnya d. Masyarakat luas Bagi umum luas, adanya persuasi akan menerimakan manfaat seperti tersuguh lapangan kerja, baik kerjakan pegiat di sekeliling lokasi pesanan atau bakal awam lainnya. Kepentingan lain adalah terbukanya wilayah tersebut dari ketertutupan. Dengan adanya usaha akan me mancing munculnya sarana dan infrastruktur bagi mahajana. e. Manajemen Hasil studi kelayakan usaha merupa centung ukuran prestasi bagi pihak mana jemen firma kerjakan menjalan kan tugasnya. Kinerja tersebut dapat dilihat dari hasil nan telah dicapai, sehingga tampak penampilan kerja pihak pengelolaan nan menjalankan usa ha. 2. Tangga Studi Kelayakan Anju-ancang penyelidikan kelayakan adalah bagaikan berikut: 1. Reka cipta ide atau perumusan gagasan

6
Wirausahawan memiliki ide buat merintis usaha barunya. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidenti fikasi dalam bentuk pemikiran dan kemungkinan-kemungkinan usaha segala sahaja yang paling memberikan peluang meng untungkan privat jangka waktu tingkatan. b. Memformulasikan harapan Dalam tahap ini adalah merumuskan visi dan misi. Perumusan visi dan misi, sebelumnya diawali perumusan nilai-poin yang disepakati bersama. Sistim ponten yang sudah lalu disepakati dan diyakini bersama akan menuju ke arah lebih baik/ keberhasilan organi sasi/perusahaan. Kemudian skor nilai tersebut dijadikan inspirasi dalam perumusan visi dan misi organisasi/perusahaan. c. Kajian Merupakan tahap riset, yaitu proses sistematis nan dilakukan buat takhlik suatu keputusan apakah aksi tersebut layak di laksanakan atau tidak. Adapun aspek-aspek yang diamati dan dicermati antara lain adalah: Aspek teknis Aspek ekonomi Aspek syariat dan sosial d. Pengambilan Keputusan Merupakan tahap akhir yang me rupakan pembuatan keputusan kerjakan melaksanakan atau tidak satu usaha Aspek Teknis Aspek-aspek teknis yang harus diperhatikan dan dikaji dalam ke giatan agribisnis pertanaman antara lain: Lokasi Aksi Lokasi usaha yakni salah satu faktor terpenting n domestik setiap usaha, terutama takdirnya menyangkut aksi di bidang perladangan. Oleh karena itu faktor lokasi harus dipertimbangkan dan dilakukan eksplorasi agar boleh ditentukan apakah suatu lokasi yang akan dijadikan tempat usaha tersebut dapat dikatakan layak digunakan. Dalam banyak hal bahkan faktor ini (terutama jika menyangsang petak yang luas misalnya untuk perkebun an maupun industri) sering mungkin meng hambat karena menyangkut berbagai aspek persoalan. Ketersediaan lahan lakukan di Jawa dan di distrik perkotaan relatif kian jarang di bandingkan di luar Jawa sehingga propaganda perkebunan yang membutuhkan lokasi yang relatif luas berkiblat dilakukan di luar Jawa. Lokasi merupakan wadah meladeni pelanggan. Dengan demikian, maka terbiasa dicari lokasi yang tepat laksana tempat propaganda, karena akan mem berikan keuntungan sebagai berikut: a. Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dapat lebih memuas kan b. Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja nan diinginkan, baik besaran dan kualitasnya c. Kemudahan privat memperoleh target baku ataupun alamat penolong dalam total nan diinginkan secara terus-menerus d. Kemudahan untuk memperluas lokasi manuver karena kebanyakan sudah diperhitungkan untuk aksi perpanjangan lokasi sewaktu-waktu 165

7
e. N kepunyaan nilai ataupun harga ekonomi yang lebih jenjang di masa yang akan datang f. Meminimalkan terjadinya konflik, terutama dengan awam dan pemerintah setempat N domestik memintal dan menetukan lokasi teristiadat dilakukan penilaian dengan tujuan bakal memaksimalkan keun tungan pemilihan lokasi. Lokasi dulu mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi berpengaruh lautan lega laba keseluruhan perusahaan. Misalnya, biaya transportasi seorang hampir berkiblat 25% dari harga jual produk (mengelepai pada komoditas dan jenis produksi atau jasa yang diberikan). Angka 25% ini mengan dung arti bahwa seperempat pen dapatan total firma di butuh kan untuk menutup biaya pe ngang kutan bahan-bahan stereotip yang masuk dan barang jadi nan keluar. Biaya lain yang dipengaruhi faktor lokasi di antaranya adalah pajak, upah, biaya bahan baku, dan sewa. Pilihan lokasi mencengap a. Tidak mengimbit, tetapi memperluas akomodasi yang ada; b. Menentukan lokasi baru; c. Mempertahankan lokasi seka rang, tetapi menambahkan fasili tas bukan di lokasi nan berbeda; ataupun d. Menutup fasilitas nan sekarang dan pindah ke lokasi tidak. Memilih lokasi menjadi semakin rumit dengan adanya globalisasi tempat kerja. Globalisasi terjadi karena: a. Perkembangan ekonomi pasar b. Komunikasi dunia semesta nan lebih baik, 166 c. Pertualangan (gegana, laut, darat) dan pengangkutan dagangan yang lebih cepat serta lebih dapat diandalkan, d. Semakin mudahnya revolusi kas an tar negara, dan e. Perbedaan biaya pegawai nan tinggi. Selain globalisasi, sejumlah faktor lainnya yang mempengaruhi ke putusan penyortiran lokasi di antara nya yakni: a. Personel Keburukan ketenagakerjaan membubuhi cap makara perhatian utama penanam modal karena kalau terjadi kesalahan internal menilai faktor ini, akibatnya akan fatal. Berbagai kasus pindahnya investor asing diduga akibat tidak kondusifnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. Kondisi ketenaga kerjaan yang teradat dipertimbang kan antara enggak (1) tata krama dan etika kerja, (2) etos kerja, (3) kedisi plinan, (4) loyalitas dan darmabakti terhadap pekerjaan, (5) tingkat pendidikan, dan (6) tingkat biasanya upah di daerah tersebut (UMR). Ke lima faktor tersebut akan menimbul kan perbedaan daya produksi sreg tiap-tiap daerah. b. Tingkat suku bunga Tingkat kaki bunga turut menentu kan gairah investasi di daerah. Ke beradaan lembaga keuangan di suatu daerah ikut mempengaruhi keadaan perekonomian negeri ter ujar. Kewedanan nan tidak mempu nyai kerangka moneter mikro, biasanya investor domestik, akan me ngalami kesulitan dalam mengakses modal pinjaman. Pengusaha mikro dan mungil dengan keterbatasan aset dan pengetahuan yang dimiliki sering

8
kali kesulitan kerumahtanggaan men dapatkan pinjaman modal usaha dari bank umum, karena persyaratan dan cak membela sedurnya terlalu sulit. Kecenderung an tingkat suku bunga berkarisma terhadap pendanaan nasional. Tingkat suku anakan yang tidak stabil dalam masa tertentu akan berbuah buruk pada iklim penanaman modal kebangsaan. Namun, lakukan seorang analis pengkhususan kelayakan yang mengambil objek di daerah, kondisi kedaerahanlah yang menjadi perhatian utamanya. Kecuali proyek/ bisnis yang akan dijalankan berkepribadian Nasional, misalnya raih an sasaran pasarnya Nasional, ba han konvensional dan tenaga kerjanya di pasok dari daerah/ pulau lain. c. Pendapatan Sendirisendiri Kapita langsung dapat diidentifikasi dan se cara tepat ditentukan jumlahnya. Biaya-biaya ini mencengam biaya tenaga kerja, biaya utilitas, bahan halal, pajak, dan penyusutan nan boleh diidentifikasi maka itu manajemen dan bagian akuntansi. Selain itu, ada biaya-biaya bukan, sama dengan transportasi korban resmi, transportasi bulan-bulanan jadi, dan sebagainya. Biaya tidak kelihatan adalah biayabiaya yang bukan mudah ditentu kan angkanya. Biaya-biaya ini mencakup kualitas pendidikan, fasilitas angkut an umum, sikap awam ter hadap industri dan terhadap pe rusahaan itu sendiri, serta mutu dan sikap karyawan yang akan dipekerja cerek. Pendapatan masing-masing kapita antara daerah satu dan daerah nan tidak nisbi berbeda. Tingkat pendapatan sendirisendiri kapita negeri maju nisbi lebih tinggi dibandingkan dengan kewedanan terting gal. Jika lokasi usaha yang akan didirikan di daerah modern, sebagai halnya Se marang, pasti UMRnya akan lebih strata dibandingkan dengan Amba rawa. Namun, takdirnya persuasi/ proyek tersebut merentang pada market/ pasar, tentu bisnis tersebut akan mencari lokasi yang mempunyai pendapatan per kapita tinggi. Kore lasinya suka-suka lega daya beli masya rakat yang memusat tahapan (konsu mtif). Sebaliknya kegiatan abribisnis berorientasi pada skala usaha yang luas sehingga pemilihan lokasi di provinsi-kawasan dengan tingkat pen dapatan tiap-tiap kapita nisbi adv minim. d. Biaya Biaya lokasi dapat dibagi ke internal dua kategori, yaitu biaya yang tertentang dan biaya nan tidak terlihat. Biaya yang terlihat adalah biaya-biaya yang e. Sikap Pemerintah Sikap pemerintah trik ataupun daerah dapat tercermin dari pe raturan internal bidang kapitalisasi yang terindikasi dari peraturan perizinan, nan menghampari: Persetujuan/ belas kasihan penanaman modal non kemudahan PMDN/PMA (bikin operasi tertentu) Absolusi lokasi, pengeringan, membubuhi cap dirikan bangunan (IMB), manuver jasa konstruksi, usaha industri. Tanda daftar perusahaan. Tanda daftar pakus. Sikap pemerintah bilamana mem buat keputusan lokasi boleh jadi tidak berdeging lama. Pemilihan lokasi dan site perlu juga diinventarisasi dan dikaji sebagai per timbangan dalam penentuan tingkat kelayakan di antaranya seperti: Gambar peta dengan skala ukur an yang tepat dengan keterangan menyangkut; keadaan lingkungan, batas-batasnya dan jiran nan ada, topografi, garis garis bentuk (contour lines), elevasi/tinggi berasal 167

9
per mukaan laut, kronologi yang cak semau, sarana selingkung, bangunan dan hambatan yang ada, dan kondisi sumber akar lahan) Letak lokasi ditinjau bersumber segi adminstrasi geografi begitu juga: Jalan nomor desa, kecamatan, dan seterusnya Harga kapling Penentuan pengelolaan letak/ layout perlu dilakukan secara hemat, dengan merenungkan faktor keamanan, kenyamanan, kegagahan, efisiensi, biaya, fleksibilitas. Dengan pertim bangan di atas, maka akan di peroleh keuntungan umpama berikut: Ruang gerak kerjakan beraktivitas dan pemeliharaan memadai. Artinya suatu ruangan didesain sedemikian rupa, sehingga lain terkesan sempit. Kemudian layout sekali lagi harus memudahkan untuk melakukan pemeliharaan pangsa an atau bangunan. Pengusahaan kolom menjadi efi sien. Artinya pemakaian ruang an harus dilakukan secara optimal, jangan sampai ada ruangan nan menganggur atau tak terpakai karena situasi ini akan menimbulkan biaya cak bagi perusahaan. Aliran material menjadi lancar. Artinya jika layout dibuat secara bermartabat, maka produksi menjadi tepat waktu dan tepat sasaran. Layout yang tepat memberikan keindahan, kenyamanan, kesehat an dan keselamatan kerja nan makin baik, sehingga menerimakan motivasi yang hierarki kepada karyawan. Di samping itu, pe langganpun betah untuk ber transaksi maupun berurusan dengan perusahaan Kondisi Domestik Salah suatu faktor penting yang tidak boleh dilupakan karena demap menjadi sekatan adalah kondisi setempat di antaranya seperti: 1. Iklim Agribisnis tanaman perkebunan, iklim ialah unsur nan tidak dapat dipengaruhi artinya dengan jalan ba gaimanapun bukan dapat diubah seke hendak anak adam. Karena adanya ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam mengenai hal iklim, maka pengusaha perkebunan harus dapat mempergunakan sumberdaya lokal sebaik kali. Karena iklim silam berkarisma puas penyaringan tamadun, produktivitas hasil tumbuhan, dan pelaksanaan panen hasil perladangan/ perkebunan. Situasi-hal yang perlu diinventarisasi dan dikaji antara tak: a. Suhu udara (khususnya master maksimum, minimal, rata-rata saban hari, bulan, perian dan 10 tahun). Contoh: Persyaratan master mega rata-rata o C, kerjakan kopi arabika, dan Suhu gegana rata rata o C, lakukan robusta. Suhu optimal bikin persayaratan tanaman karet berkisar antara 25 0 C sampai 35 0 C, buat per kebunan tanaman kerambil sawit dagang dapat tumbuh dengan baik lega kisaran suhu o C, padahal guru paradigma kerjakan pertumbuhan kakao adalah C (maksimum) dan (minimum). Suhu lebih abnormal dari 10 0 C akan mengakibatkan gugur daun dan mengeringnya bunga. 168

10
b. Kelembaban (khususnya ke lembaban maksimum, minimum, rata-rata perhari, bulan, tahun dan 10 hari). Ideal persyaratan kelembapan udara pokok kayu kerambil sawit berkisar 80%. Penyorotan mata musim (khususnya penyinaran rata rata setahun, 10 tahun). Contoh kerjakan kelapa sawit, pan jang penyinaran yang diperlukan 5-12 jam/hari. Untuk asimilasi pohon kakao maksimum di peroleh pada ketika penerimaan binar pada kepala karangan sebesar 20% dari pencahayaan penuh. c. Curah hujan (khususnya curah hujan bulanan, tahunan, kondisi ekstrim). Contoh untuk tanaman karet memerlukan guyur hujan optimal antara mm sampai mm/tahun, dengan hari hujan berkisar antara 100 sd. 150 HH/hari. Semata-mata demikian, jika rajin hujan abu puas pagi hari, produksi akan memendek. Bakal kebutuhan tumbuhan kerambil sawit guyur hujannya sekeliling 2000 mm per masa yang merata sepanjang periode minus adanya bulan kering nan kasatmata. Buat tanaman piagam curah hujan abu nan dipersyaratkan s/d mm/th, bulan gersang (siram hujan < 60 mm/wulan) 1-3 bulan. mem tolong dalam penyerbukaan berkisar 5-6 km/jam. Pokok kayu tanaman kopi tidak tahan terhadap goncangan angin ken cang, tambahan pula dimusim ke marau. Karena angin itu mem pertinggi evaporasi air pada latar tanah perkebunan. Selain mempertinggi penguapan, angin dapat juga mematahkan dan merebahkan pohon pelin dung yang strata, sehingga meru sak tanaman di bawahnya. e. Debu dan asap (khususnya arah, frekuensi, peristiwa/ kotoran) f. Air ampuh (khususnya tahapan, waktu/ musim, lama) dan catatan gempa setempat (khususnya frekuensi dan kegentaran/skala Richter) 2. Kondisi tanah Tanah ialah lapisan atas bumi yang dapat tergarap menurut kepenting annya, karena tanah dipandang sebagai ki alat produksi pohon yang mewah menghasilkan berbagai tanaman. Setiap komoditi tanaman membutuhkan persyaratan tanah buat hidup secara optimal. Lakukan itu kondisi tanah yang ada agar sesuai dengan peruntukan jenis tanaman situasi ini tidak dapat dianggap ringan maka teristiadat dibutuhkan data yang berupa seperti: a. Kandungan hara (makro dan mikro). d. Angin (khususnya arah, kekuat an/ kelancaran, durasi, kilangangin kincir perusak). Sempurna: angin yang sangat baik untuk kelapa sawit khususnya Contoh pada tanaman kopi meng hendaki tanah yang dalam, gem bur dan banyak mengandung tanah daun berarti banyak mengan dung zat-gizi yang di butuhkan oleh tanaman bagi pertumbuhan dan produksi. 169

11
170 Bikin tanaman karet persil harus berkemut-kemut, kedalaman antara 1-2 meter, enggak bercadas. Untuk tanaman kakao dapat tumbuh plong beraneka macam keberagaman tanah, pangkal persyaratan fisik dan ilmu pisah petak nan berperan terhadap per pokok kayu dan produksi kakao terlampiaskan. b. Sifat fisik (khususnya tekstur dan struktur) Contoh pada tanaman kopi umumnya menghendaki tanah salutan atas (top soil) dalam, bergerak-gerak, subur, banyak mengan dung soren, dan permeabel, atau dengan kata lain tekstur tanah harus baik. Tanaman karet umumnya lebih mempersyaratkan sifat fisik ta nah dibandingkan dengan sifat kimianya, tekstur tanah remah, porus dan bisa menyergap air. Struktur terdiri dari 35% liat dan 30% pasir. Tanaman kakao, tekstur tanah nan baik adalah lempung liat berpasir dengan atak % fraksi liat, 50% pasir, dan persen abuk. Tanaman kelambir sawit, dapat tumbuh sreg jenis kapling Podzo lik, Latosol, Hidromorfik Kelabu, Alluvial atau Regosol. c. Derajat keasaman (ph) tanah nya (khususnya asam, adil, dan basa). Contoh pada tanaman kopi menghendaki reaksi yang agak asam dengan PH 5,5-6,5. Tanaman kain reaksi tanahnya dengan ph 4,5 – ph 6,5. Tanaman kakao dapat tumbuh dengan ph 6-7,5; tidak lebih tinggi dari 8 serta tidak lebih invalid dari 4; minimal bukan pada kedalaman 1 meter. Hal ini dise babkan terbatasnya ketersedia an hara puas ph hierarki dan efek racun bermula Al, Mn, dan Fe puas ph rendah. Nyiur sawit, nilai ph yang op timum adalah 5,0 5,5. 3. Fasilitas Transportasi Selain itu terserah faktor yang secara masyarakat harus dipertimbangkan kerjakan setiap persuasi, adalah sarana jalan dan transportasi dari dan ke tempat usaha tersebut. Faktor transportasi inilah nan lazimnya merupakan pokok kemenangan ataupun penyebab kegagalan satu propaganda karena me nyangkut biaya transportasi dan kerjakan gerakan jasa akan mencantol ke datangan pelanggan. Kondisi trans portasi yang meliputi: a. Jalan darat (papan bawah kronologi, rata gigi, kondisi dan kekuatan, jaringan perkembangan dan jarak ke daerah tingkat) b. Sepur (jaringan, kekuatan dan kondisi, lokasi/ kondisi fasili tas muat dan bongkar, pergu dangan, kanun berlaku dan tarif, dan sebagainya) c. Angkutan air (jaringan jalan air, lebar, internal dan kondisi kisa an, fasilitas muat dan bongkar, pergudangan, kapasitas dan kon disi pelabuhan, peraturan berlaku dari tarif) d. Angkutan mega (variasi dan panjang tanah lapang terbang, masing-masing gudangan dan ongkos-ongkos)

12
e. Angkutan mahajana penumpang (bus, angkutan daerah tingkat/ pedesaan, taksi, dan lain-lain) Banyak gerakan pertanian yang gagal hanya karena hasil yang berlimpah tidak dapat diangkut buat dipasar kan karena jarak yang jauh ataupun karena kondisi urut-urutan tidak baik. Hasilnya barang nan dihasilkan tidak terjual atau kalau laris harganya sangat rendah. Manuver jasa sangat tersampir atas besaran dan varietas pelanggan. Pelanggan karuan akan berat siku datang ke tempat yang jauh, sulit di datangi atau gelanggang yang “tak enak”. 4. Cadangan Air Karakteristik (kesadahan, sifat koro sif, kandungan gas dan unsur kimia bertindak, rata-rata guru minimal dan maksimal harian, bulanan dan tahunan, tekanan minimum dan maksimum Proses Produksi Di dunia persuasi dikenal beberapa tipe proses produksi. Proses produksi berdasarkan kontinuitasnya dibagi menjadi 3 macam, yaitu proses produksi putus-putus (batch process), pro ses produksi terus-menerus (continu ous process), dan wasilah kedua nya. 1. Proses Produksi Terpotong-Kudung Suatu usaha menggunakan sistem produksi yang lain kon tinu maupun terputus-putus karena sejumlah kondisi antara lain: g. Tuntutan pengguna bersifat musiman. h. Karakteristik alami perabot menyebelahi duksi. i. Karakteristik alat produksi yang dipengaruhi iklim. j. Bulan-bulanan resmi tersuguh secara musiman. 2. Proses Produksi Terus Menerus Sumber semenjak fasilitas umum (kuantitas maksimum, tempat yang mungkin untuk penyam bungan, jenis dan tipe saluran yang ada, tekanan, dan biaya). Pengadaan sendiri dari sumber, air parasan (bengawan, danau), air tanah (sumur) maupun berbunga hasil penumpukan. Kegiatan terkait antara tak studi sumber air dan pendirian memperoleh nya, ijin pemompaan, ijin pengguna an sumber air, izin atau ganti rugi pendayagunaan lahan untuk penyaluran air, usaha pengamanan dan perlakuan seperti pengumbahan (sisa organik, non organik) dan penjernihan, pengurangan malah penghilangan bau dan kesadahan, serta penyucihamaan jika diperlukan. Proses ini merupakan kegiatan memihak ses produksi yang dilaksanakan suatu usaha yang berjalan secara per-sisten dengan interval pro duksi yang relatif pendek dan jumlah produksi yang relatif tetap. Pada umumnya, produknya bersifat massal dan sekaum. Usaha yang mengguna teko proses ini galibnya karena be berapa faktor, antara lain: Jumlah permintaan relatif sama sepanjang tahun. Bahan stereotip dan sarana produksi tersedia setiap waktu. Ciri-ciri proses produksi secara kontinyu bisa diketahui dari jenis dan ragam mesin yang digunakan serta susunan penempatan setiap mesin (layout). Di samping itu, galibnya mesin yang digunakan me 171

13
rupakan satu kesatuan/pak yang tidak ter pisahkan. Proses produksi ini me merlukan dana investasi yang relatif ki akbar, sedangkan jumlah fungsionaris yang diperlukan buat meng operasikan nya relatif sedikit/ kecil karena menggunakan faali asi dan komputerisasi. Sebagai, pabrik otomotif, pabrik air mineral, pabrik portland cement, dan sebagainya. Setiap produk dalam suatu usaha yang akan dijalankan harus memiliki pasar yang jelas. Dalam aspek pasar dan pemasaran, situasi-hal yang perlu dijabarkan merupakan; Ada-tidaknya pasar (pemakai) Seberapa osean pasar yang ada Denah kondisi pesaing, terutama kerjakan produk nan seikhwan Perilaku pengguna Garis haluan nan dijalankan bikin memenangkan persaingan dan merebut pasar yang ada. Bagi mengarifi terserah tidaknya pa sar dan seberapa besarnya pasar, serta perilaku konsumen, maka perlu dilakukan pengkajian pasar, dengan cara: Melakukan jajak pendapat dengan terjun langsung ke pasar untuk melihat kondisi pasar yang terserah. Dalam peristiwa ini cak bagi memafhumi jumlah pembeli dan pesaing. Melakukan soal jawab dengan berbagai macam pihak yang dianggap menyambut peranan. Dalam hal ini mengerjakan wawancara kepada pesaing secara sengap sengap. Menyebarkan kuesioner ke ber bagai calon konsumen untuk memaklumi keinginan dan ke butuhan pengguna waktu ini. Dalam hal ini untuk mengetahui total pengguna, kunci beli dan selera. Menawarkan produk dengan pe masangan iklan, seolah-olah memihak duknya sudah ada. Dalam hal ini 172 buat mengintai respon kon sumen, biarpun produknya harus pesan terlebih dahulu Penyusunan Rencana Daya produksi Konsep dan teknik perencanaan ka pasitas harus diketahui oleh calon pengelola perusahaan. Pertama, pe rusahaan dapat mengurus perminta annya jika ada tingkat kapasitas tertentu. Kedua, hasil peramalan di gunakan untuk membantu dalam mengevaluasi kebutuhan kapasitas. Produktivitas ialah hasil produksi (output) maksimal dari sistem plong musim tertentu. Produktivitas dapat diartikan sebagai ukuran kemampuan bakir suatu fasilitas. Kapasitas galibnya dinyatakan privat angka per satuan waktu, misalnya kuantitas buah tandan cegak (TBS) nan boleh diproduksi setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, atau setiap tahun. Untuk beberapa perusahaan, pengukuran kapasitas dapat dilakukan secara sedarun. Matra daya produksi merupa cerek jumlah maksimal unit nan dapat diproduksi pada jangka tertentu. Rata-rata organisasi membedel teko fasilitasnya sreg tingkat yang terbatas semenjak kapasitasnya. Mereka mengerjakan peristiwa tersebut karena sadar bahwa mereka dapat beroperasi se kaidah lebih efisien, bila mata air pokok mereka tidak dimanfaatkan sampai noktah batas penutup. Oleh karena itu, mereka beroperasi pada tingkat mungkin 92% produktivitas. Konsep tersebut disebut kapasitas nan efektif maupun utilisasi efektif. Kapasitas efektif ataupun utilisasi efektif = Kapasitas yang diharapkan Kapasitas total

14
Daya produksi atau pemanfaatan (utili sasi) efektif yaitu kapasitas nan dapat diharapkan perusahaan untuk meng hasilkan berbagai komoditas dengan metode penjadwalan, cara pemelihara an, dan tolok mutu tertentu. Pertimbangan tak adalah efisiensi. Efisiensi bergantung pada bagai mana kemudahan digunakan dan dikelola, namun kemungkinan besar jarang untuk sampai ke tepat guna sebesar 100%. Biasanya, daya guna diwujudkan se bagai persentase kapasitas efektif. Efisiensi ialah ukuran output aktual (nan sebenarnya) dihasilkan dengan daya produksi efektif. Kapasitas yang dijadikan patokan (rated capacity) adalah ukuran ka pasitas dengan akomodasi tertentu yang sudah digunakan secara mak simal. Produktivitas nan dijadikan pa tokan tersebut akan selalu kurang atau sama dengan kapasitas riilnya. Rumus yang diguna kan untuk menotal kapasitas tersebut yakni: Rated capacity = kapasitas x pemanfaatan x efisiensi Aspek teknis produksi menekankan pentingnya dimensi hari kapa sitas. Dari sudut pandang inilah kebanyakan boleh dibedakan antara perencanaan jangka pendek, mene ngah, dan panjang Teknologi Produksi tanian, maupun jasa. Berdasar kan tipe alat, cara proses, dan kualitas bahan baku satu spesies produk baik industri, pertanian, maupun jasa dikenal beberapa tingkat teknologi, adalah: 1. Teknologi Beradab (advanced techno logy) Teknologi bertamadun sering disebut tekno logi mutakhir di bidang industri manufaktur maupun teknologi silam intensif/supra intensif, di parasan per tanian contohnya dalam koordinator an hidroponik, pemberian nutrisinya diatur sedemikian rupa dengan menggunakan komputer. Menghafal perkembangan media produksi nan sangat cepat, teknologi modern bisa menjadi teknologi madya. Misalnya, mesin tik yang tadinya dikatakan teknologi maju menjadi teknologi medium karena digantikan komputer. 2. Teknologi Medium (intermediate technology) Teknologi semenjana merupakan pengem bangan dari teknologi seder hana dengan muatan teknologi yang intensif seperti dalam persiapan lahan sampai terbentuknya bedeng an melakukan penanaman, pemeli haraan menunggangi serba me kanis/mesin traktor dengan peralat an tambahannya. Pemetikan daun teh menunggangi peranti mekanis 3. Teknologi Sederhana (simple technology) Teknologi merupakan prinsip/teknik proses produksi dengan peranti produksi serta alamat jamak dan penolong buat menghasilkan satu produk atau komoditi, baik hasil pabrik, saban Tataran teknologi ini lebih tinggi dari teknologi tradisional karena telah menggunakan cara beradab. Contoh, pemupukan dengan cara menggunakan alat tugal nan sudah dihitung cara pengeluaran 173

15
pupuknya, maupun dalam pemberantas an hama kelainan menunggangi perlengkapan penyemprot. 4. Teknologi Tradisional Teknologi ini telah dilaksanakan berkurun-kurun dulu minus terpenga ruh cara-cara berbudaya. Hipotetis, eksploitasi pangkur, garpu dalam penggarapan petak. Peralatan produksi sendirisendiri diversifikasi produksi akan berbeda-beda karena karakteristik gerakan yang farik. Demikian lagi, sreg varietas usaha yang setinggi, semata-mata pada tingkat teknologi yang berlainan, bisa terjadi perbedaan sebagian atau seluruh alat produksi. Dengan demikian, modal investasi nan diperlukan un tuk instrumen produksi dan nilai penyusut annya akan berbeda Manajemen Lakukan menyusun pengkajian kelayakan dan mengoperasikan membahu diperlukan manajemen. Proses pemanfaatan sendang trik nan mempunyai organi sasi atau perusahaan tidak akan optimal apabila kaidah-prinsip mana jemen bukan diterapkan secara kon sisten. Lega setiap kegiatan, pe rencanaan, pengorganisasian, pe ngarahan, dan pengendalian harus dijalankan secara berkesinambungan. Aspek penyelenggaraan privat pem periksa an ini dibatasi pada dua kegiatan, yaitu: 1. Pengelolaan Studi Kelayakan Manajemen studi kelayakan yaitu proses manajemen yang di lakukan lakukan menyusun studi kelayakan. N domestik mengekspresikan studi kelayakan diperlukan perencanaan yang me liputi pembentukan tim kerja, pem fragmen kerja, pembuatan rencana kerja, penyusunan perhitungan, dan penyusunan jadwal (scheduling) a. Pembentukan tim kerja Sebelum kegiatan pengkajian kelayakan dilakukan, langkah sediakala nan terlebih habis dilakukan adalah membentuk tim manajemen yang solid. Bagi menyusun studi kelayakan nan baik, tim umumnya terdiri atas beberapa orang nan ahli di bidangnya masingmasing. Jumlah tim disesuaikan de ngan kebutuhan dan kemampuan anggota yang suka-suka. Idealnya, masing masing aspek dibahas dan dianalisis makanya orang-orang yang juru. b. Pengalokasian kerja Tim kerja yang sudah terlatih terbagi menjadi dua episode tim, yaitu (1) cak regu komandan dan (2) tim penggarap. Tim pengarah merupa kan empunya ide (gagasan), bisa dalam bentuk perorangan ataupun kelompok (perusahaan). c. Pembuatan gambar kerja Tulangtulangan kerja (action plan) dibuat sekalian antara tim pengarah dan skuat pereka cipta untuk mendapat kan sinergi yang tinggi. Lembaga kerja menutupi: sistematika penyelidikan kelayakan, reklamasi data, pe ngolahan data, dan penyusunan laporan d. Penyusunan anggaran Untuk mengendalikan studi kelayak an diperlukan anggaran kerumahtanggaan jum lah tertentu. Penyusunan anggaran 174

16
disesuaikan dengan samudra kecilnya objek penyelidikan kelayakan. e. Penyusunan jadwal Untuk menjamin tercapainya tujuan pembuatan studi kelayak an awalan keladak yang perlu dilakukan adalah menciptakan menjadikan jad wal. Beberapa episode yang perlu diperhatikan privat pem buatan jadwal adalah sebagai be rikut: Kegiatan yang akan dilaksana kan dengan skala prioritas Pelaksanaan dan wali kegiatan Biaya nan dibutuhkan Sasaran Waktu pelaksanaan Realisasi (ruangan pengendalian) 2. Manajemen Bisnis Manajemen bisnis yaitu proses berpenyakitan ngelola sumber-sumber ekonomi bakal menyediakan komoditas bagi ma syarakat dengan tujuan mem peroleh keuntungan dan memberikan kepuas an. Kerjakan menyiapkan infra struktur bisnis kebanyakan ada kegiatan mana jemen kiriman dalam kejadian ini tidak diuraikan. Manajemen bisnis disusun kerjakan menjadi acuan bagi pelaksanaan operasional firma di waktu nan lusa. Penyusunan manajemen bisnis ini intim sama dengan pembuatan business plan. Akan tetapi, rangkaian studi kelayak an sahaja fokus pada análisis organisasi dan sumber daya manusia. Beberapa aspek yang disusun dalam manajemen bisnis ini, antara lain: struktur organisasi,tim manajemen, dan perencanaan personal. Dalam aspek penyelidikan kelayakan, anális langka membuat manajemen bisnis. Mereka makin memencilkan diri lega penyusunan tim studi kelayakan (penyelenggaraan studi kelayakan) dan penyelenggaraan proyek. Pengelolaan bisnis disusun setelah penyelidikan kalayak an terealisasi sebagai rencana bisnis (business plan). a. Identifikasi SDM Job analysis, yaitu menganalisis jabatan yang diperlukan untuk mengendalikan diversifikasi pegangan tertentu. Untuk mendukung pem buatan job description. Job specification, merupakan menentu ketel persyaratan dan kualifikasi yang diperlukan bakal memuati satu jabatan Mendisain struktur organisasi, yaitu menyusun struktur organi sasi yang mencitrakan jen jang manajemen, kedudukan jabatan dan struktur pertanggung jawaban. Job Description, yaitu jabaran jalan hidup yang menguraikan tentang pekerjaan teknis anggota organisasi yang menjabat pe kerjaan tertentu. Uraian ini meliputi nama jabatan sinkron, dan wewenang. Mendesain sistem kompensasi, yaitu menguraikan struktur peng gajian secara lengkap bagi semua jabatan dalam pekerjaan berdasarkan garis strukturar dan fungsional. Pada kebanyakan, struktur gaji meliputi gaji teguh, tunjangan waktu tua, tunjangan transpor, dll. Untuk jabatan belangkin pasti, begitu juga yang berkaitan berbarengan dengan penjualan, biasanya diterapkan punishment dan reward, ialah mengasihkan insentif berupa bonus, fee, dan insentif lain apabila pemegang 175

17
jabatan tersebut berhasil menandai capai alamat dan memenuhi Key Performance Indicator (KPI) firma tersebut. Sistem ekspansi karya wan, yaitu menyusun bentuk pendidikan dan pelatihan untuk meluaskan kesigapan, embaran, produktivitas, dan manifestasi personel secara ke seluruhan. Bentuk pengembang an dapat bersifat in house training atau diikutsertakan da lam kegiatan ekspansi SDM yang diselenggarakan oleh bentuk-rencana yang bergerak dalam diklat dan sertifikasi. Tugas Permohonan Konsep 1. Mungkinkah karier penggalian ke layakan dilakukan tanpa me lakukan identifikasi prospek in vestasi dan studi kelayakan?. Diskusikan dengan pasangan kamu! 2. Dalam agribisnis perkebunan dihadapkan pilahan komoditi yang akan diusahakan yaitu karet dan kelapa sawit. Diskusi morong mana nan Anda pilih di antara kedua komoditi ter ucap dan jelaskan alasan-alasan anda! 3. Menurut anda struktur lembaga organisasi seperti apa yang paling kamil untuk panjang awal memulai usaha? Berikan alasan nya! 4. Buatlah quisioner bakal pendalaman kelayakan yang mengakaji tentang lokasi usaha dan kondisi lokal! Presentasikan hasil kerja anda didepan kelas, dan buatlah laporan nya Kelayakan Ekonomi Aspek ekonomi dan keuangan merupa morong bagian tahapan analisis privat studi nan perlu diamati dan dicer lengang dalam rangka untuk melihat suatu investasi dalam kampanye dikata ketel cukup maupun tidak. Dalam banyak hal aspek ekonomis dan finansial rnerupakan barometer ukur utama ke berhasilan atau dominan terutama jika gerakan tersebut dijalankan secara komersial, selain itu untuk melihat seberapa samudra pengaruhnya terutama terhadap pertumbuhsn eko nomi mahajana secara keseluruh an, sama dengan pengaruh terhadap jumlah tenaga kerja nan tertampung, baik yang bekerja di wadah usaha atau umum nan di luar, dan peningkatan pen dapatan masya rakat. Analisis finansial dan ekonomi seharusnya mencengap semua beban biaya, baik biaya pendanaan maupun kuantitas biaya produksi nan diper badingkan dengan ancangan hasil revenue yang akan diperoleh. Berdasarkan nisbah biaya dan pe nerimaan tersebut, selanjutnya di analisa berapa lama modal in vestasi akan kembali dan berapa besar poin usaha yang akan di peroleh sreg akhir masa aksi. Kajian finansial tersebut hendak nya digambarkan berdasarkan me tode diskonto (discounting methode) dan analisis sensitivitas untuk menyibuk apakah usaha tersebut layak dan nisbi lebih menguntungkan dibandingkan jika modal disimpan intern bentuk deposito atau surat berharga lainnya (saham di bursa saham). Akhirnya, analisis finansial semoga juga menyerahkan gam

18
baran dampak dan kontribusi persuasi bersangkutan secara langsung maupun pun tidak langsung terhadap per ekonomian regional dan nasional Jenis-jenis Biaya Biaya meratakan, menutup maupun menggali tanah untuk pekerjaan sipil, atau sekali lagi takhlik petak, rorak, guludan, bedengan, saluran air, dan sejenisnya untuk peker jaan pertanian. Semua kegiatan nan dilakukan un tuk kondusif operasional tiap-tiap usahaan sreg hakikatnya tidak bisa belas kasihan dari biaya. Biaya-biaya nan dikeluarkan ini bisa dikelompokkan antara bukan sebagai berikut: 1. Biaya Modal Kapitalisasi Tetap Dana yang dikeluarkan untuk membubuhi cap dapatkan aktiva tetap nan akan digunakan perusahaan kerjakan membubuhi cap jalankan aktivitas bisnisnya. Contoh nya: a. Biaya pembelian tanah Jika tanah harus dibeli, maka biaya pembelian lahan termasuk modal tetap. Biaya pembelian lahan terdiri dari: Biaya pembebasan dan pem belian lahan Pajak nan harus dibayar se perantaraan dengan pembelian tersebut Biaya pengukuran Biaya urusan syariat Biaya bukan yang terkait b. Biaya penyiapan petak Biaya penyediaan petak terdiri dari: Biaya pembukaan tanah jikalau persil ternyata belum terbabang (masih banyak tumbuhan, dan semak). Biaya pengukuran ulang yang rinci, pemberian isyarat dan lain-lain kerjakan tiang penghidupan sipil maupun pun pencahanan terkait dengan pokok kayu c. Biaya bangunan dan pekerjaan Biaya bangunan dan pekerjaan sipil terdiri dari: Biaya komunikasi, konsultasi dan pembuatan perencanaan gambar bangunan atau pun dokumen tender Biaya tender, penentuan peme nang, kontrak dengan pe ulung tender (pemborong) Biaya pembangunan bangunan dan gedung non bangunan, sebagai halnya yojana, perkembangan di dalam, reservoir air, gedung pengendali limbah, saluran air, dan sebagainya. d. Biaya tetap kerjasama N domestik persiapan dan pembangunan usaha sering diperlukan kerjasama dengan perusahaan alias instansi lain. Biaya untuk itu tergolong sebagai biaya kerjasama. e. Biaya industri dan peralatan Biaya bikin pembuatan disain pabrik dan pembangunannya, terdaftar penyediaan daftar, pemesanan dan pengepakan mesin. Peralatan industri merupakan biaya pabrik dan peralat an, termasuk peralatan kerjakan penjagaan rutin dan perlatan pe nunjang yang diperlukan. f. Biaya kantor dan perlengkapan Biaya untuk biro dan perleng kapannya seperti mana meja kursi, lemari, mesin tulis, komputer, perangkat komunikasi (telepon, fax, radio), dan 177

19
lain-lain ternasuk biaya investasi setia. g. Biaya mobilitas Buat menunjang kepantasan bisnis diperlukan wahana transportasi, teruta ma buat barang dan mungkin juga bikin staf. Biaya bagi itu tersurat biaya mobilitas. 2. Modal Pemodalan Pra produksi/ Biaya Start-up Biaya ini digunakan untuk: a. Biaya awalan dan eksplorasi prainvestasi b. Biaya ancang awal dan biaya untuk kajian atau penyelidikan awal, baik melalui studi umum maupun lagi pengkhususan semula yang sangkil intensif tergolong sebagai salah satu biaya modal pra-produksi. c. Biaya pengelolaan implementasi Usaha d. Perencanaan tender nan rinci e. Penyeliaan dan koordinasi pe kerjaan sipil f. Biaya pemasangan mesin dau uji olah sediakala (Test Run) g. Recruitment dan pelatihan staf/ karyawan h. Persiapan pemasokan pertama i. Persiapan pemasaran pertama j. Mengadakan poneksi k. Biaya berkaitan pencairan modal Dalam praktik sering sekali lagi para pe ngusaha, terutama pemanufaktur go longan ekonomi rengsa tidak mampu menjalankan usahanya karena tidak punya modal gerakan atau modal kerja. Oleh karena itu selain modal investasi diperlukan juga modal kerja maupun modal persuasi. Besar modal operasi tentu saja ber sampir sreg jenis dan besar usaha yang ditangani serta laju atau cepat tidaknya usaha menghasilkan persen. 3. Biaya Manuver Total biaya produksi dihitung berda sarkan kapasitas baku nan riil dicapai intern kondisi normal dengan ki memenungkan produktivitas belangkin pasang dan kondisi normal pabrik sebagaimana hari dan jam kerja, hari-hari libur dan perawatan, pergantian alat, pola persilihan kerja (shift), dan lain bukan. Berikut yakni komponen penting cak bagi perhitungan biaya produksi: Biaya pabrik ( objek lumrah, pekerja, overhead pabrik), Overhead admi nistrasi, penjualan dan distribusi, ope rasional, finansial, penyusutan, biaya total Biaya operasi atau biaya produksi dapat digolongkan ke n domestik dua golongan, yaitu : a. Biaya kukuh yang bukan gelimbir pada besar kecilnya produksi seperti gaji dan upah konstan, konservasi (gedung, peralatan dan mesin, wahana perusaha an), penyusutan (konstruksi, pe ralatan, kendaraan), asuransi, promosi, bunga modal kapitalisasi, dan biaya umum (keamanan, hadiah lebaran, dan lain-lain). Biaya pemeliharaan, penyusut an, promosi, asuransi, dan bunga modal bisa diperhitungkan de ngan persentase, sebagai pe nyusutan gedung di perhitungkan 5% jika nasib ekonomis konstruksi diperkirakan 20 perian, penyusut an mesin di perhitungkan 20% jika umur ekonomis mesin di perkirakan 5 tahun, dan seterus nya. 178

20
b. Biaya lain loyal yang besarnya mengelepai bermula volume kegiatan, antara tak meliputi tenaga kerja (borongan), bahan absah, bahan mukhalis, kemasan, listrik, trans portasi, biaya distribusi, bonus dan yang sejenis, dan sebagai nya. Intern praktek siapa kembali be sar biaya nan dikeluarkan akan melebihi yang diperkirakan se mula. Beberapa biaya tidak pek nyana kali saja terjadi pada momen pelaksanaannya lusa. Se lain itu para pabrikan juga harus memperhitungkan komplikasi “time lag” antara ketika memulai kegiatan usaha dengan datang nya dana pinjaman, maupun antara kesiapan teknis keuangan ber produksi dengan masalah ad ministrasi perijinan cak memindahtangankan ba rang atau penggunaan etiket bagi dagangan nan sudah lalu siap dijual ke pasar. Kampanye harus segera dilaksanakan seandainya “Tembusan Perintah Kerja” (SPK) mutakadim keluar. Ke terlambatan penyediaan biaya (komisi) bakal melaksanakan kampanye bukan hanya akan mem perlambat penyelesaian gerakan, tetapi juga akan rugi bermula segi waktu dan bunga modal. Ke rugian serupa juga akan dialami jika misalnya suatu pabrik telah siap berproduksi, sekadar ijin peng gunaan merek atau ijin menjual barangnya terhambat. Biaya promosi lewat berjenis-jenis dan gelojoh bergantung plong adat produk yang dijual dan kondisi persaingan yang ada. Untuk komoditas nan bau kencur, bisa jadi diperlukan biaya cukup be sar untuk mengenalkannya kepada masyarakat hendaknya bisa diterima. Pro mosi invalid wajib dilakukan jika produk pas dikenal dan diper kirakan bagi hari waktu ini dan men datang prospeknya tetap kilauan serta diperkirakan kembali masih dapat ber saing dengan komoditas sejenis atau produk penggantinya (substitusi) dari firma bukan. Promosi yaitu terdahulu, sampai-sampai buat beberapa produk yang tergolong kebutuhan sekunder, comar menentukan kelang sungan hidup perusahaan yang berkepentingan Modal dan Poin Privat membahas peranan mo dal internal pertanian/perkebunan insan caruk sampai sreg soal kredit, sehingga denotasi modal dan nilai dapat dikacaukan. Dari uraian tersebut di atas dapat dibedakan dengan jelas kedua pengertian ini. Modal merupakan keseleo satu fak tor produksi dalam perkebunan/ perkebunan disamping persil, te hantu bumi kerja dan pengusaha. Se dangkan kredit, satu peranti kerjakan membantu penciptaan modal. Derita mang ada pengusaha/petani yang dapat memenuhi semua keperluan pokoknya berpokok harta benda nan di milikinya. Justru pengusaha/ pe tani kreatif boleh meminjamkan modal kepada petani lain nan memerlukan. Tetapi secara eko nomi dapatlah dikatakan bahwa modal perladangan/perkebunan bisa berpangkal dari properti seorang maupun pinjaman dari asing. Dan modal yang berpokok dari luar usaha ini biasanya merupakan kredit. Privat kemujaraban aslinya kredit adalah suatu transaksi antara dua fihak di mana yang pertama disebut kre ditor (menyempatkan sumber-sumber ekonomi berupa produk, jasa atau 179

Source: https://docplayer.info/30716195-Bab-5-penentuan-komoditi-tanaman-perkebunan-yang-akan-diusahakan.html