Matahari Terbit Di Sebelah Barat


Syamsu

adalah bola raksasa yang terpelajar berusul gas hidrogen dan helium. Syamsu termasuk bintang berwarna asli nan berlaku sebagai pusat tata surya. Di samping laksana pusat revolusi, rawi juga merupakan perigi energi buat vitalitas nan kontinu. Panas syamsu menghangatkan bumi dan mewujudkan iklim, padahal cahayanya menerangi Bumi serta dipakai oleh tanaman bikin proses fotosintesis. Tanpa matahari, bukan akan cak semau nasib di bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung.

Matahari terbit berusul timur dan tergenang kebarat. akan tetapi menjelang yaumul mentari pula termuat stempel-tanda hari akhir kubra. Tanda-stempel terjadinya hari kiamat sudah lalu banyak dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad saw, diantaranya merupakan rawi akan mulai sejak dari arah barat.

Hadits Bukhari Nomor 4269

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا رَآهَا النَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا فَذَاكَ حِينَ { لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ }

Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma’il] Telah menceritakan kepada kami [‘Abdul Wahid] Telah membualkan kepada kami [Umarah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Zur’ah] Sudah membualkan kepada kami [Abu Hurairah radliallahu ‘anhu] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Lain akan terjadi hari kiamat setakat matahari terbit dari sebelah barat. Apabila matahari itu telah semenjak, dan cucu adam-bani adam melihatnya maka mereka semua segera beriman.
Itulah harapan firman Allah:
Puas tahun datangnya ayat (tanda) dari Tuhanmu, tidaklah berjasa lagi iman seseorang kepada dirinya seorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengasongkan kebaikan dalam masa imannya.
(QS. Al An’am 158).




Hadits Bukhari Nomor 6588.

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ يَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ وَحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ وَحَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ وَحَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ وَحَتَّى يَعْرِضَهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ لَا أَرَبَ لِي بِهِ وَحَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ وَحَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ وَحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ يَعْنِي آمَنُوا أَجْمَعُونَ فَذَلِكَ حِينَ { لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا } وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ نَشَرَ الرَّجُلَانِ ثَوْبَهُمَا بَيْنَهُمَا فَلَا يَتَبَايَعَانِهِ وَلَا يَطْوِيَانِهِ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ انْصَرَفَ الرَّجُلُ بِلَبَنِ لِقْحَتِهِ فَلَا يَطْعَمُهُ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَهُوَ يُلِيطُ حَوْضَهُ فَلَا يَسْقِي فِيهِ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ رَفَعَ أُكْلَتَهُ إِلَى فِيهِ فَلَا يَطْعَمُهَا

Telah membualkan kepada kami [Abul Yaman] Telah mengabarkan kepada kami [Syu’aib] telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zanad] dari [‘Abdurrahman] berpokok [Abu Hurairah], bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertutur:
“Periode yaumul akhir bukan akan terjadi sehingga dua keramaian besar terjadi pembunuhan osean-besaran padahal ajakan keduanya satu, sampai muncul para pendusta yang rendah lebihnya tiga puluh, kesemuanya menyanggupi anda utusan Halikuljabbar, sampai mantra diangkat, banyak keguncangan, zaman terasa singkat, fitnah unjuk dimana-mana, dan banyak alharaj, merupakan pemusnahan, setakat ditengah-perdua kalian harta penuh padat dan jebah, sehingga tuan harta mencari-cari orang yang mau memufakati sedekahnya, sampai engkau menawar-nawarkan sedekahnya, namun anak adam yang ditawari mengelak cak sambil mengatakan ‘ Aku tak kontol sedekahmu’, sehingga individu berlomba-adu meninggikan bangunan, sehingga seseorang melewati makam seseorang dan mengatakan; ‘Aduhai seandainya aku menggantikannya’, hingga matahari terbit dari arah barat, padahal jika mentari telah terbit mulai sejak jihat barat dan individu melihatnya, mereka semua beriman, kapan itulah seperti mana ayat; ‘Ketika itu tidak bermanfaat lagi bagi seseorang keimanannya, nan ia belum beriktikad sebelumnya maupun belum mengerjakan kebaikan dengan keimanannya.”

(QS. Al an’am 158),
dan tahun hari pembalasan terjadi ketika dua orang telah menerimakan kedua bajunya tetapi keduanya enggak jadi melakukan jual beli, keduanya tidak jadi melipatnya, dan hari akhir zaman terjadi sedang seseorang telah pulang membawa susu sapinya tetapi enggak bintang sartan dia meminumnya, dan perian kiamat terjadi ketika seseorang memperbaiki kolam (tempat minum) nya tetai kamu tidak jadi meminumnya, dan hari hari akhir terjadi medium seseorang telah menyanggang suapannya semata-mata dia tidak jadi menyantapnya.”

Hadits Bukhari Nomor 2960.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي ذَرٍّ حِينَ غَرَبَتْ الشَّمْسُ أَتَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهَا تَذْهَبُ حَتَّى تَسْجُدَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَسْتَأْذِنَ فَيُؤْذَنُ لَهَا وَيُوشِكُ أَنْ تَسْجُدَ فَلَا يُقْبَلَ مِنْهَا وَتَسْتَأْذِنَ فَلَا يُؤْذَنَ لَهَا يُقَالُ لَهَا ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى { وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ }

Telah mendongeng kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah berkisah kepada kami [Sufyan] bersumber [Al A’masy] dari [Ibrahim at-Taymiy] dari [bapaknya] mulai sejak [Abu Dzar radliallahu ‘anhu] berkata; Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mengomong kepada Abu Dzar momen matahari semenjana tergenang:
“Tahukah sira kemana surya itu pergi?”. Aku jawab;
“Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”.
Beliau mengomong:
“Sepatutnya ada anda akan terus pergi hingga bersujud di dasar al-‘Arsy adv amat dia minta pembebasan kemudian diizinkan dan dia minta agar terus saja bersujud namun tidak diperkenankan dan minta izin semata-mata bukan diizinkan dan dikatakan kepadanya: “Kembalilah ke tempat asal kamu datang”.
Maka mentari itu terbit (keluar) bersumber tempat terbenamnya tadi”.
Begitulah sebagaimana firman Allah QS Yasin ayat 38 nan artinya:
(Dan matahari berjalan puas medan peredarannya (orbitnya). Demikianlah itu ketetapan Almalik Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) “.

Hadits Bukhari Nomor 6874.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ فَلَمَّا غَرَبَتْ الشَّمْسُ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ هَلْ تَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهَا تَذْهَبُ تَسْتَأْذِنُ فِي السُّجُودِ فَيُؤْذَنُ لَهَا وَكَأَنَّهَا قَدْ قِيلَ لَهَا ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا ثُمَّ قَرَأَ ذَلِكَ مُسْتَقَرٌّ لَهَا فِي قِرَاءَةِ عَبْدِ اللَّهِ

Telah mengobrolkan kepada kami [Yahya kacang Ja’far] telah menceritakan kepada kami [Duli Mu’awiyah] dari [Al A’masy] bersumber [Ibrahim] -yaitu At Taimi- dari [Ayahnya] dari [Abu Dzar] merenjeng lidah, “Aku turut masjid madya Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam duduk. Detik rawi terbenam, ia bertanya: ‘Wahai Abuk Dzar, tahukah engkau ke manakah matahari ini menghindari?” Aku menjawab, ‘Allah dan utusan tuhan-Nya lah yang lebih tahu! ‘ Utusan tuhan menjawab: “Sepatutnya ada mentari ini pergi meminta ijin untuk sungkem sehingga diijinkan, seolah-olah dikatakan kepada ‘Kembalilah engkau dari tempat sira datang’, maka sira muncul di sebelah baratnya, “
kemudian kamu membaca: ‘(Itulah tempat tinggalnya) ‘, menurut wacana Abdullah.”

Hadits Muslim Nomor 228.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عُلَيَّةَ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ يَزِيدَ التَّيْمِيِّ سَمِعَهُ فِيمَا أَعْلَمُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمًا أَتَدْرُونَ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ الشَّمْسُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ إِنَّ هَذِهِ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَخِرُّ سَاجِدَةً فَلَا تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا ارْتَفِعِي ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَرْجِعُ فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا ثُمَّ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَخِرُّ سَاجِدَةً وَلَا تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا ارْتَفِعِي ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَرْجِعُ فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا ثُمَّ تَجْرِي لَا يَسْتَنْكِرُ النَّاسَ مِنْهَا شَيْئًا حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا ذَاكَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَيُقَالُ لَهَا ارْتَفِعِي أَصْبِحِي طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِكِ فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرُونَ مَتَى ذَاكُمْ ذَاكَ حِينَ { لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا } و حَدَّثَنِي عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَيَانٍ الْوَاسِطِيُّ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ يُونُسَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمًا أَتَدْرُونَ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ الشَّمْسُ بِمِثْلِ مَعْنَى حَدِيثِ ابْنِ عُلَيَّةَ

Telah membualkan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dan [Ishaq bin Ibrahim] semuanya dari [Anak lelaki Ulayyah], [Ibni Ayyub] berkata, mutakadim mengobrolkan kepada kami [Ibnu Ulayyah] telah menceritakan kepada kami [Yunus] berasal [Ibrahim kacang Yazid at-Tamimi] dia mendengarnya pada sesuatu yang paling diketahui bermula [bapaknya] dari [Debu Dzar] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda satu periode:
“Apakah kalian senggang, ke mana matahari ini pergi?”
Mereka menjawab,
“Allah dan Rasul-Nya kian senggang.”
Dia bersabda:
“Selayaknya ini lari beredar hingga berhenti pada tempatnya di bawah Arsy lalu menyungkur sujud, beliau tetap demikian setakat dikatakan kepadanya, ‘Kamu naiklah dan kembalilah puas arena dari mana ia datang.’ Dahulu ia kembali sehingga menjadi bermula dari tempat terbitnya, kemudian lari beredar di mana beliau mewujudkan manusia tidak mengingkarinya sedikit lagi hingga anda berhenti puas tempat beredarnya yakni di bawah Arsy, sangat dikatakan kepadanya, ‘Naiklah dan terbitlah pagi hari pecah barat’. Habis kamu terbit bermula barat.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda:
“Apakah kalian senggang, kapankah itu terjadi, itu terjadi momen iman seseorang tidak berguna bagi dirinya sejauh dia bukan beriman sebelumnya, atau mengamalkan baik n domestik imannya’.”
Dan telah menceritakan kepada kami [Abd al-Hamid kedelai Bayan al-Wasithi] telah memberitakan kepada kami [Khalid] -yaitu Ibnu Abdullah- bersumber [Yunus] dari [Ibrahim at-Taimi] dari [bapaknya] dari [Bubuk Dzar] bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apakah kalian tahu ke mana matahari ini pergi’….sebagaimana makna hadits Anak laki-laki Ulayyah.”

Hadits Muslim Nomor 229.

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَاللَّفْظُ لَأَبِي كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ فَلَمَّا غَابَتْ الشَّمْسُ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ هَلْ تَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهَا تَذْهَبُ فَتَسْتَأْذِنُ فِي السُّجُودِ فَيُؤْذَنُ لَهَا وَكَأَنَّهَا قَدْ قِيلَ لَهَا ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا قَالَ ثُمَّ قَرَأَ فِي قِرَاءَةِ عَبْدِ اللَّهِ وَذَلِكَ مُسْتَقَرٌّ لَهَا

Dan telah mengobrolkan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Abu Kuraib] dan lafazh tersebut hak Debu Kuraib, keduanya berfirman, telah menceritakan kepada kami [Bubuk Muawiyah] sudah membualkan kepada kami [al-A’masy] semenjak [Ibrahim at-Taimi] semenjak [bapaknya] berusul [Abu Dzar] dia berkata, “Saat aku masuk masjid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk-duduk, maka tatkala syamsu terbenam, beliau berucap:
“Aduhai Serbuk Dzar, apakah beliau tahu kemana matahari ini pergi? ‘
Abu Dzar menjawab,
‘Almalik dan Rasul-Nya bertambah tahu.’
Beliau berfirman:
“Beliau pergi, lalu meminta pembebasan untuk sujud, maka anda diberi abolisi kerjakan sujud, seakan-akan telah dikatakan kepadanya, ‘Pulanglah semenjak jihat anda datang’. Lalu ia berusul dari barat.’
Perawi berkata, ‘Kemudian sira membaca sama dengan bacaan Abdullah,
‘Dan itulah tempat untuk matahari’.”

Hadits Tirmidzi Nomor 3151.

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ حِينَ غَابَتْ الشَّمْسُ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرِي يَا أَبَا ذَرٍّ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهَا تَذْهَبُ فَتَسْتَأْذِنُ فِي السُّجُودِ فَيُؤْذَنُ لَهَا وَكَأَنَّهَا قَدْ قِيلَ لَهَا اطْلُعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا قَالَ ثُمَّ قَرَأَ وَذَلِكَ مُسْتَقَرٌّ لَهَا قَالَ وَذَلِكَ فِي قِرَاءَةِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Sudah menceritakan kepada kami [Hannad] sudah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] dari [Al A’masy] berusul [Ibrahim At Taimi] dari [ayahnya] pecah [Abu Dzarr] berkata: Aku masuk masjid saat surya terbenam sementara utusan tuhan Shallallahu ‘alaihi wa Salam tengah duduk lalu beliau bertanya:
“Tahukah engkau duhai Abu Dzarr, kemana syamsu menghindari?”
ia berbicara: Aku menjawab:
Allah dan rasulNya kian sempat.
Beliau berujar:
“Sesungguhnya sira menjauhi lalu meminta ijin untuk sujud, ia diijinkan dan seolah-olah dikatakan padanya: Terbitlah dari ajang kau datang. Adv amat beliau berpunca dari bekas terbenamnya.”
Beliau mengaji:
“Dan itulah kancah menetapnya.”
Itu terdapat dalam bacaan Abdullah. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.

Hadits Duli Daud Nomor 3758.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي شُعَيْبٍ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا فَذَاكَ حِينَ { لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا } الْآيَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Tepung Syu’aib Al Harrani] bersabda, telah menceritakan kepada kami [Muhammad Fudhail] berasal [Umarah] bersumber [Abu Zur’ah] dari [Abu Hurairah] engkau bersuara, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan berdiri hari kiamat hingga syamsu berusul bermula arah terbenamnya, jika cucu adam melihat hal itu maka mereka akan beriman semuanya. Dan perian itu yakni detik ‘Tidak bermanfaat kembali iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau kamu (belum) melelangkan kebaikan intern hari imannya) ‘

(QS.
Al An’am 158)

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan akan halnya hadits Rasulullah Saw akan halnya matahari terbit dari arah barat. Kunjungilah camarwww.bacaanmadani.com hendaknya berharga. Aamiin.

Source: https://www.bacaanmadani.com/2018/11/hadits-rasulullah-saw-tentang-matahari.html

Posted by: gamadelic.com