Manfaat Sistem Informasi Geografis Adalah

Sistem Embaran Geografis merupakan sebuah sistem butir-butir yang berbasis komputer, dirancang cak bagi bekerja dengan menunggangi data yang mempunyai deklarasi spasial (bereferensi keruangan). Dalam Bahasa Inggris, Sistem Informasi Geografis disebut dengan Geographic Information System.

Sistem ini mendokumentasikan, melibas, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan memajukan data yang secara spasial nan mereferensikan kondisi manjapada. Teknologi ini mengintegrasikan database dengan kemampuan pelukisan dan analisis yang solo bakal tujuan pemetaan.

Dengan kemampuan tersebut, SIG berfungsi cak bagi menguraikan situasi, merencanakan garis haluan, dan memprediksi apa yang terjadi di parasan manjapada.

Menurut studi dari Allied Market Research, pasar global SIG diperkirakan mengaras $7,6 miliar puas masa 2025 dari $3,24 miliar sreg tahun 2022. Diikuti dengan pertumbuhan CAGR sebesar 11,8% bermula tahun 2022 ke 2025.

Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sistem Pengetahuan Geografis pecah dari perikatan tiga kata, yaitu Sistem, Pemberitaan, dan Geografis. Dari ketiganya, boleh dipahami bahwa Sistem Laporan Geografis adalah penggunaan sistem berisi mualamat mengenai kondisi manjapada dalam sudut pandang keruangan.

Contoh Sistem Informasi Geografis
Contoh Sistem Pengetahuan Geografis. Sumur: muniSERV

Apakah Dia pernah mendengar istilah penginderaan jauh? Penginderaan jauh dan Sistem Pengumuman Geografis (SIG) merupakan dua hal yang berkaitan akrab. SIG merupakan sistem tersendiri kerjakan mendidik database nan berilmu data wacana geografis dan memiliki makrifat spasial. Data nan tersimpan di SIG banyak diperoleh mulai sejak citra penginderaan jauh yang terjamah dengan menjadi informasi yang diinginkan.

Kemustajaban Sistem Informasi Geografis

SIG memiliki bilang manfaat, di antaranya.

1. SIG buat Inventarisasi Sumber Sendi Alam

  • Untuk mengarifi perputaran berbagai SDA, misalnya minyak manjapada, batubara, emas, besi, dan barang tambang lainnya.
  • Bakal mencerna kawasan lahan potensial dan lahan kritis.
  • Untuk mengetahui wilayah lahan pertanian dan perkebunan.
  • Kerjakan mengetahui perlintasan pendayagunaan lahan.
  • Untuk memantau daerah timbul tenggelam fungsi mengembangkan lokasi pertanaman alias kepentingan lain.
  • Untuk memetakan kesuburan lahan yang diperlukan dalam usaha pertanian.

2. SIG untuk Perencanaan Pembangunan

Perencanaan pembangunan dengan memanfaatkan SIG boleh dilakukan melalui amatan kar tematik. Dengan analisis ini, kita bisa memaklumi kemampuan lahan. Sebagai contoh, perencanaan pembangunan perhentian bus dapat memanfaatkan peta jaringan jalan, peta tata arti petak, peta kepadatan penduduk, peta trayek angkutan, maupun peta harga tanah.

3. SIG untuk Perencanaan Urat kayu

SIG berjasa sekali lakukan perencanaan suatu daerah. Sebagai halnya pembukuan dan ekspansi ki akal-sentral pertumbuhan dan pembangunan. SIG pula digunakan kerjakan memahami persebaran penduduk, perputaran pendayagunaan lahan, baik cak bagi pengembangan permukiman penduduk, negeri industri, sekolah, atau rumah sakit. Seluruhnya dapat dilakukan menggunakan SIG.

4. SIG untuk Perencanaan Transportasi

Internal parasan transportasi, pemetaan SIG digunakan buat menginventarisasi jaringan transportasi umum, kesesuaian rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan kronologi, serta analisis kawasan rawan kemacetan dan kecelakaan.

5. SIG untuk Mitigasi Bencana

SIG dalam mitigasi bisikan bisa digunakan untuk menentukan wilayah yang menjadi hak istimewa utama penanggulangan bencana. SIG juga digunakan bagi mengidentifikasi sendang bencana, menentukan lokasi sebagai tempat evakuasi, mengenali luas negeri yang dihinggapi bencana, dan lain sebagainya.

Komponen Sistem Informasi Geografis

Komponen Sistem Informasi Geografis.
Onderdil Sistem Pengetahuan Geografis. Sendang: Almerja

Terdapat tiga onderdil bermanfaat dalam SIG, ialah:

1. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat ini riil radas simpatisan kerja SIG, sebagai halnya CPU, monitor, printer, digitizer, scanner, plotter, CD rom, VDU, dan flashdisk. Bagian-adegan organ keras beserta fungsinya yaitu.

CPU (Central Processing Unit)
– Perangkat penting komputer untuk pemrosesan semua instruksi dan program.

VDU (Okuler Display Unit)
– Komponen nan digunakan sebagai layar monitor untuk menampilkan hasil pemrosesan CPU.

Disk Drive
– Bagian CPU untuk memarakkan satu programa.

Tape Drive
– Bagian dari CPU yang menyimpan data hasil pemrosesan.

Digitizer
– Alat bagi mengubah data teristris menjadi data digital (digitasi).

Printer
– Alat bagi mencetak data ataupun peta dalam ukuran relatif kecil.

Plotter
– Berfungsi seperti printer, digunakan bagi mencetak peta tetapi keluarannya makin lebar.

2. Perangkat Lunak (Software)

Komponen SIG nan aktual program-program suporter kerja SIG seperti input data, proses data, dan output data.

3. Manusia (User / Brainware)

Pelaksana yang bertanggung jawab n domestik penimbunan, proses, amatan, dan proklamasi data geografis. Komponen brainware-lah yang mematangkan data hasil alun-alun untuk selanjutnya diproses atau di-digitasi menjadi sebuah atlas yang dapat digunakan cak bagi keperluan tertentu sesuai dengan fungsinya.

Tangga Kerja Sistem Pengumuman Geografis

Tahapan Sistem Informasi Geografis.
Tahapan Sistem Makrifat Geografis. Perigi: Esri Insider

Berikut tahapan kerja SIG sampai dengan menjadi peta digital, antara lain:

1. Tahap Akuisisi (Input)

Tahap pertama dalam tahapan kerja SIG yaitu tahap perolehan (input). Tahapan input ini terdiri dari sumber data dan proses memasukkan data. Sumber data meliputi.

  • Data Penginderaan Jauh
    seperti mana citra, baik citra foto maupun citra non-foto, data foto peledak, dan citra satelit.
  • Data Teristris
    atau data dari lapangan seperti data pH persil, salinitas air, curah hujan, peredaran warga, data pasien aktual Covid, dan lain sebagainya. Data teristris ini dapat disajikan dalam bentuk atlas, tabel, diagram, alias hasil perhitungan semata-mata.
  • Data Peta
    biasanya telah internal bentuk peta digital. Ada data spasial sungai, jalan, penyelenggaraan kurnia lahan, dan lain sebagainya. Kita dahulu input saja sesuai dengan keperluan pembuatan.

2. Proses Pemasukan Data

Ada dua jenis data nan boleh di-input dalam SIG yaitu:

Data Spasial
– Data spasial adalah data atau pemberitahuan yang memiliki teks atau koordinat geografis. Cara memasukkan data spasial ke dalam sistem SIG boleh dilakukan dengan dua mandu, merupakan digitasi dan penyiaman (scanning).

Data Atribut
– Data atribut ialah data yang memberikan penjelasan adapun setiap bahan, fenomena, atau kabar yang cak semau di bidang mayapada. Data atribut suatu bahan dapat berupa data kualitatif dan kuantitatif.

Data kualitatif yaitu data hasil pengamatan yang dinyatakan n domestik rangka deskriptif yang diperoleh mulai sejak pengisian angket, dengar pendapat, dan wawancara. Data kualitatif contohnya peta penyelenggaraan guna tanah, seperti data pemukiman, sawah, kawasan industri, tegalan, dan lain sebagainya.

Sedangkan data kuantitatif merupakan data hasil pengamatan yang dinyatakan dalam bilangan. Data kuantitatif berfungsi untuk menunjuk-nunjukkan perbedaan ponten korban.

3. Tahap Pengolahan

Setelah mengumpulkan data-data dari berbagai mata air dan data tersebut sudah diinput pada SIG, barulah memulai tahap penggodokan data. Tahap pengolahan data ini menutupi penggelapan dan amatan data seperti takhlik basis data baru, menghapus basis data, mengedit data, mengisi, dan menyelatkan data ke dalam tabulasi.

4. Tahap Keluaran (Output)

Penyajian data SIG dapat dilakukan intern tiga bentuk, yaitu hardcopy, softcopy, dan bentuk elektronik (rang biner).

Analisis Data Sistem Siaran Geografis

Kajian SIG dapat dilakukan dengan bermacam ragam cara sesuai dengan kebutuhan pengguna data seperti mana kajian klasifikasi, overlay, networking, buffering, dan tiga ukuran.

1. Analisis Klasifikasi

Analisis klasifikasi adalah satu proses mengelompokkan data keruangan (spasial). Contohnya, klasifikasi model tata kurnia lahan bikin permukiman, perladangan, perkebunan, atau rimba berdasarkan analisis data.

2. Analisis Overlay

Analisis overlay ialah proses untuk menganalisis dan mengintegrasikan (tumpang tindih) dua ataupun bertambah data keruangan yang berbeda. Contohnya, analisis daerah rawan erosi dengan menggabungkan data kebesaran, jenis tanah, dan kodrat air.

3. Amatan Networking

Analisis ini bertitik tolak pada jaringan yang terdiri berusul garis-garis dan titik-bintik yang saling terhubung. Amatan networking seringkali dipakai dalam sistem jaringan telepon, benang kuningan listrik, pipa minyak ataupun asap, maupun pipa air menenggak atau terusan pembuangan.

4. Analisis Buffering

Analisis ini menghasilkan penyangga berbentuk lingkaran alias segi banyak yang meliputi suatu mangsa misal pusatnya. Dengan menggunakan analisis buffering, kita bisa mengetahui berapa indeks incaran dan luas wilayahnya.

5. Kajian Tiga Dimensi

Analisis ini digunakan untuk memudahkan pemahaman karena data divisualisasikan intern rencana tiga ukuran. Penerapannya bisa digunakan buat menganalisis daerah yang rawan terkena bencana.

Penerapan dan Penggunaan Sistem Informasi Geografis

Sistem Kenyataan Geografis boleh dimanfaatkan bikin mempermudah dalam mendapatkan data yang sudah dikerjakan dan tersimpan bagaikan atribut suatu lokasi atau obyek. Data yang dikerjakan internal SIG pada dasarnya terdiri berusul data spasial dan data atribut dalam kerangka digital.

Penerapan Sistem Informasi Geografis di bidang konstruksi.
Penerapan SIG di meres bangunan. Perigi: Esri

Sistem ini merelasikan data spasial (lokasi geografis) dengan data non-spasial, sehingga para penggunanya bisa membuat peta dan menganalisis informasinya dengan berbagai cara. Ada beberapa alasan nan melandasi mengapa perlu menunggangi SIG, ialah:

  1. SIG menggunakan data spasial alias atribut secara terintegrasi.
  2. SIG dapat memisahkan antara lembaga presentasi dan basis data.
  3. SIG punya kemampuan menguraikan unsur-unsur yang ada dipermukaan bumi ke kerumahtanggaan bilang layer atau coverage data spasial.
  4. SIG memiliki kemampuan nan sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial berikut atributnya.
  5. Semua aksi SIG boleh dilakukan secara interaktif.
  6. SIG dengan mudah menghasilkan peta tematik.
  7. SIG lalu membantu pekerjaan yang karib kaitannya dengan rataan spasial dan geoinformatika.
  8. Posisi GIS dengan segala kelebihannya, semakin lama semakin berkembang, lebih, dan bervariasi. Pemanfaatan GIS semakin meluas meliputi berbagai rupa kesetiaan ilmu, seperti jiwa psikiatri, ilmu dagang, ilmu lingkungan, ilmu pertanian, militer, dan enggak sebagainya.

Berikut ini adalah sejumlah penerapan Sistem Informasi Geografis.

1. Tata Fasilitas

Peta rasio besar, network analysis, biasanya digunakan lakukan pengelolaan fasilitas kota. Contoh penerapannya adalah penaruhan pipa dan kabel bawah tanah, perencanaan fasilitas perawatan, dan pelayanan jaringan telekomunikasi.

2. Penyelenggaraan Sumber Muslihat Kalimantang dan Lingkungan

Untuk maksud ini pada umumnya digunakan citra satelit, citra Landsat yang digabungkan dengan foto udara, dengan teknik overlay. Abstrak penerapannya yakni studi kelayakan untuk tumbuhan pertanian, pengelolaan hutan, dan kajian dampak lingkungan.

3. Rataan Transportasi

Bikin khasiat ini, digunakanlah peta skala besar dan menengah, serta analisis keruangan. Terutama untuk pengelolaan transit perencanaan rute, pengiriman teknisi, kajian pelayanan, penanganan pemasaran, dan sebagainya.

4. Jaringan Telekomunikasi

SIG digunakan kerjakan memetakan Gerendel MDF (Main Distribution Poin), kabel primer, rumah dawai, telegram sekunder, daerah catu langsung, dan lebih lanjut setakat ke pelanggan. Dengan SIG kerusakan nan terjadi dapat segera diketahui.

5. Sistem Pesiaran Lahan

Untuk keperluan ini nan digunakan adalah peta kadaster perimbangan besar atau atlas tanah tanah, dan amatan keruangan untuk informasi kadastral fiskal.


Majemuk fungsi dan manfaat bersumber Sistem Informasi Geografis, kelengkapan komponen, analisis yang tepat, serta penerapannya akan terlampau berarti bagi atma.

DAFTAR ISI :

  • Signifikansi Sistem Embaran Geografis (SIG)
  • Fungsi Sistem Publikasi Geografis
    • 1. SIG buat Pembukuan Sumber Siasat Alam
    • 2. SIG untuk Perencanaan Pembangunan
    • 3. SIG untuk Perencanaan Ruang
    • 4. SIG bakal Perencanaan Transportasi
    • 5. SIG untuk Mitigasi Rayuan
  • Komponen Sistem Butir-butir Geografis
    • 1. Perangkat Keras (Hardware)
    • 2. Perangkat Panjang hati (Software)
    • 3. Manusia (User / Brainware)
  • Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografis
    • 1. Tahap Masukan (Input)
    • 2. Proses Pemasukan Data
    • 3. Tahap Penggarapan
    • 4. Tahap Keluaran (Output)
  • Kajian Data Sistem Informasi Geografis
    • 1. Analisis Klasifikasi
    • 2. Amatan Overlay
    • 3. Amatan Networking
    • 4. Amatan Buffering
    • 5. Analisis Tiga Matra
  • Penerapan dan Eksploitasi Sistem Informasi Geografis
    • 1. Pengelolaan Fasilitas
    • 2. Pengelolaan Sumber Kunci Alam dan Lingkungan
    • 3. Satah Transportasi
    • 4. Jaringan Telekomunikasi
    • 5. Sistem Warta Lahan

Source: https://www.teknovidia.com/sistem-informasi-geografis-adalah/

Posted by: gamadelic.com