Manfaat Makanan Halal Dan Baik

Mengonsumsi makanan yang terjamin halal adalah perintah Syariat Islam. N domestik Islam setidaknya terdapat 5 kemujaraban megosumsi makana halal. Secara tegas perintah mengonsumsi makaa protokoler tertuang dalam firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala:



يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ


Artinya, “Hai sekalian manusia, makanlah yang konvensional lagi baik terbit apa yang terdapat di dunia, dan janganlah kalian mengikuti persiapan-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu ialah antiwirawan yang berwujud bagimu” (QS Al-Baqarah: 163).


Mengonsumsi lambung halal memiliki 5 kekuatan bagi orang yang menjalankannya. Tembolok halal yang dimaksud harus mencaplok kerumahtanggaan dua kategori. Pertama, formal secara dzatiyah atau mulai sejak aspek wujud fisiknya. Kedua, halal dari aspek asal muasalnya. Makanan nan secara dzatiyah legal, doang didapatkan dengan mandu yang haram, begitu juga dengan mandu maling misalnya,  maka lain akan memperoleh 5 kurnia yang sebagaimana berikut.


Pertama, Menjadikan Lebih Bersemangat dalam Ibadah

Alat pencernaan sangat mempengaruhi naik-turunnya usia orang dalam menjalankan ibadah. Jika engkau terbiasa mengonsumsi makanan yang haram, maka jiwa dan raganya secara faali akan celih beribadah, bahkan aka berani meninggalkan muatan. Sebaliknya, jika terbiasa mengonsumsi lambung biasa, maka sira akan merasa ringan dan penuh spirit melaksanakan ibadah dan segala barang bawaan syariat. Rumus ini sesuai yang diungkapkan oleh seorang sufi terkemuka, Sahl At-Tustari:



مَنْ أَكَلَ الْحَرَامَ عَصَتْ جَوَارِحُهُ، شَاءَ أَمْ أَبَى، عَلِمَ أَوْ لَمْ يَعْلَمْ. وَمَنْ كَانَتْ طَعْمَتُهُ حَلَالًا أَطَاعَتْهُ جَوَارِحُهُ وَوُفِّقَتْ لِلْخَيْرَاتِ


Artinya, “Barangsiapa yang mengonsumsi ki gua garba ilegal, maka anggota tubuhnya akan tergerak melaksanakan kemaksiatan, baik beliau berkenan atau lain, baik sira mengerti ataupun enggak; dan barangsiapa yang makanannya seremonial, maka anggota tubuhnya akan teruit untuk melaksanakan loyalitas, dan akan diberi bantuan buat melakukan kebaikan.” (Al-Ghazali, Ihy
â’ Ulûmiddîn, [Beirut, Dârul Fikr], jerambah 104).


Lebih lagi menurut Imam Abdullah bin Husain bin Thahir, ibadah enggak akan kudus dan tidak terasa atsar-nya pada seseorang kecuali bila peranakan yang masuk ke dalam perutnya adalah tembolok lazim tanpa disertai kesyubhatan. Sebab mengonsumsi makanan halal yakni hal pokok dalam ibadah, dan sesuatu apapun lain akan tegak kecuali hal terpangkal mutakadim terlaksana. (Habib Zain kedelai Smith,
al-Manhajus Sâwî, [Hadramaut, Dârul ‘Ilmi wad Da’wah: 2008], halaman 559).


Kedua, Menjadi Pendorong Terkabulnya Doa

Kalau cak hendak takbir-doa nan kita panjatkan terkabul, kunci utamanya yaitu hanya mengisi perut dengan kas dapur dan minuman nan jelas kehalalannya. Ini berdasarkan salah satu hadits dimana Sahabat Sa’d bin Abi Waqash menunangi kepada Rasulullah saw kiranya wirid-doa yang dipanjatkannya boleh terkabul. Lalu Rasulullah saw menjawabnya:



يَا سَعْدُ، أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ مُسْتَجَابَ الدَّعْوَةِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ الْعَبْدَ لَيَقْذِفُ اللُّقْمَةَ الْحَرَامَ فِي جَوْفِهِ مَا يُتَقَبَّلُ مِنْهُ عَمَلَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا


Artinya, “Wahai Sa‘d, perbaikilah makananmu, niscaya doamu mustajab (dituruti). Demi Dzat yang menggenggam jiwa Muhammad, sesungguhnya koteng hamba nan menenggelamkan suatu suap kandungan bawah tangan ke dalam perutnya, maka bukan diterima amalnya selama 40 periode.” (HR At-Thabrani).


Ketiga, Mejadi Sebab Diberi Zuriat Saleh Salehah

Berkaitan situasi ini Penanggung jawab
Qutbul Ghauts, Syekh Abdul Qadir al-Jilani, n domestik kitabnya
al-Ghunyah
menjelaskan:



إذَا ظَهَرَتْ أَمَارَاتُ حَبْلِ الْمَرْأَةِ فَلْيُصَفِّ غِذَاءَهَا مِنَ الْحَرَامِ وَالشُّبُهَاتِ لِيُخْلَقَ الوَلَدُ عَلَى أَسَاسٍ لَا يَكُوْنُ لِلشَّيْطَانِ عَلَيْهِ سَبِيْلٌ. وَالْأَوْلَى: أَنْ يَكُوْنَ مِنْ حِيْنِ الزِّفَافِ وَيَدُوْمُ عَلَى ذَلِكَ لِيَخْلُصَ هُوَ وَأَهْلُهُ وَوَلَدُهُ مِنَ الشَّيْطَانِ فِى الدُّنْيَا وَمِنَ النَّارِ فِى الْعُقْبَى، وَمَعَ ذَلِكَ يَخْرُجُ الوَلَدُ صَالِحًا بَارًّا بِأَبَوَيْهِ طَائِعًا لِرَبِّهِ. كُلُّ ذَلِكَ بِبَرَكَةِ تَصْفِيَةِ الْغِذَاءِ


Artinya, “Tatkala tampak cap-segel kehamilan wanita, hendaknya suami menjaga makanannya bersumber yang haram dan yang syubhat agar anaknnya dapat terbentuk atas fondasi dimana setan tidak bisa menjangkaunya. Betapa baiknya sekiranya adat menghindar dari makanan haram dan syubhat dimulai saat prosesi ijab kabul dan terus berlangsung sampai kelahiran anak, agar suami itu, istri dan anak asuh-anaknya lusa selamat dari godaan setan di dunia dan selamat dari neraka di akhirat akan datang. Dengan melakukan hal tersebut, anak akan lahir sebagai anak nan tulus, berbakti puas kedua ibu bapak dan konsisten kepada Tuhannya. Semua itu karena barokah menjaga tembolok (berbunga nan haram dan syubhat).” (Abdul Qadir al-Jilani,
al-Ghunyah, [Beirut, Dârul Kutubil ‘Ilmiyyah: 1997], juz I, halaman 103-104) .


Keempat, Membeningkan Hati

Mengonsumsi kas dapur halal juga bermakna menjernihkan hati. Kejernihan lever dapat melebur segala apa penyakit hati serta dapat memunculkan berbagai jawaban atas segala kegundahan yang gegares dialami. Dalam hadits dijelaskan:



مَنْ أَكَلَ الْحَلَالَ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً، نَوَّرَ اللهُ قَلْبَهُ وَأَجْرَى يَنَابِيْعَ الْحِكْمَةِ مِنْ قَلْبِهِ عَلَى لِسَانِهِ


Artinya, “Barangsiapa yang memakan makanan halal selama 40  tahun, maka Allah akan menerangkan hatinya dan akan mengalirkan sendang-sumber ilmu hikmah dari hatinya lega lisannya.” (HR Debu Nu’aim)


Menurut Syekh Abdullah polong ‘Alawi al-Haddad, untuk orang yang sudah layak tasawufnya, menyucikan hati membutuhkan tiga kebiasaan penting, yaitu (1) menyedikitkan makanan serta menjaga kehalalannya, (2) tidak berinteraksi dengan individu yang berambisi mengejar nafsu kebendaan, dan (3) selalu pulang ingatan kematian hendaknya tidak sesak banyak berandai-bak. (Zain kedelai Smith,
al-Manhajus Sâwî, halaman 561).


Kelima, Perumpamaan Obat dari Bermacam rupa Problem

Selain khasiat yang bersifat bathiniyah, mengonsumsi makanan halal juga mengangkut faedah nan bertabiat jasmaniah dan dapat dirasakan oleh tubuh secara langsung, yakni perumpamaan obat dari beraneka rupa masalah. Mengenai hal ini, salah satu sufi golongan tabi’in, Yunus bin Ubaid berkata:



لَوْ أَنَّا نَجِدُ دِرْهَمًا مِنْ حَلَالٍ لَكُنَّا نَشْتَرِيْ بِهِ قُمْحًا وَنَطْحَنُهُ وَنَحُوْزُهُ عِنْدَنَا. فَكُلُّ مَنْ عَجِزَ الأَطِبَاءُ عَنْ مُدَاوَاتِهِ دَاوَيْنَاهُ بِهِ فَخَلَصَ مِنْ مَرَضِهِ لِوَقْتِهِ


Artinya, “Sekiranya saja kami memiliki uang satu dirham dari yang halal, pasti akan kami belikan sorgum yang akan kami tumbuk dan kami sajikan untuk kami. Setiap turunan gempa bumi yang dukun bukan kaya mengobatinya, maka kami obati dengan gandum yang kami dapatkan dari uang halal, lalu ia pula sembuh dari penyakitnya detik itu juga.” (Abdul Wahab as-Sya’berkecukupan,
Tanbîhul Mughtarrîn, [Beirut, Darul Kutub al-‘Ilmiyyah: 2002], halaman 240).


Perkataan Yunus bin Ubaid di atas oleh Habib Zain kacang Smith dikategorikan sebagai pelecok satu model nyata mengobati kebobrokan dengan mengonsumsi tembolok halal. Keistimewaan mengobati berbagai tipe penyakit pun tidak terbatas sreg gandum saja sama dengan dalam contoh, tapi sekali lagi berlaku buat semua ki gua garba halal secara umum. Khususnya momen diniati buat berobat atas penyakit yang dialami oleh seseorang. (Zain polong Smith,
al-Manhajus Sâwî, halama 561).


Demikianlah 5 faedah mengonsumsi perut jamak. Dengan ini bisa kita pahami bahwa di pesong perintah hukum mengonsumsi makanan legal, rupanya ada 5 faedah yang sangat sangat bermanfaat bagi jiwa dan raga. Sudah sebaiknya kita kecam makanan dan minuman yang kita konsumsi sekiranya betul-betul absah semenjak aspek dzatiyah maupu dari aspek mandu mendapatkannya. Jika menjadi kebiasaan dan dilakukan secara terus-menerus, insyaallah akan mednatangkan beragam hikmah dan kekuatan yang boleh kita rasakan langsung n domestik roh kita.
Wallahu a’lam.



Ustadz M. Ali Zainal Abidin, anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Timur.




Source: https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/5-faedah-mengonsumsi-makanan-halal-GWJ63

Posted by: gamadelic.com