Makalah Zakat Tanaman Dan Buah Buahan



Sekapur sirih

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala, puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Halikuljabbar SWT yang sudah melimpahkan anugerah dan karunianya, sehingga carik dapat menuntaskan penulisan makalah ini. Shalawat dan salam notulis do’akan kepada Allah kiranya dilimpahkan kepada nabi Muhammad SAW yang mutakadim mengangkat derajat insan bermula zaman yang gelap nan tak berilmu pengetahuan sampai kepada zaman nan semarak benderang nan penuh dengan hobatan pengetahuan yang sekelas-sama kita rasakan sampai saat sekarang ini.

Dalam proses penyelesaian makalah ini penulis banyak mengalami kesulitan dan berbagai obstruksi, namun berkat dorongan dan bimbingan mulai sejak berjenis-jenis pihak, jadinya makalah ini boleh penulis selesaikan. Oleh sebab itu penulis memimpikan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini sreg musim nan akan menclok dan selanjutnya harapan penulis sebaiknya makalah ini bermakna kerjakan penulis pada khususnya dan sidang pembaca pada lazimnya.

Gawang Jati, 16 Januari 2022

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR———————————————————————–
i

DAFTAR ISI———————————————————————————-
ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Maksud Penulisan———————————————————-
    1
  2. Rumusan Masalah———————————————————
    1
  3. Metode Penulisan———————————————————
    2
  4. Pamrih Penulisan———————————————————-
    2

BAB II ZAKAT TANAM-TANAMAN DAN BUAH-BUAHAN

  1. Konotasi Zakat———————————————————-
    3
  2. Anjuran Dalam Menunaikan Zakat—————————————-
    4
  3. Jenis Tanaman Dan Buah-Buahan Yang Wajib Dizakati——————–
    6
  4. Nisab Zakat Tanam-Tanaman Dan Buah-Buahan————————–
    7
  5. Kadar Zakat Tanam-Pokok kayu Dan Biji pelir-Buahan————————-
    7
  6. Waktu Penyerahan Zakat Tanam-Pokok kayu Dan Biji zakar-Buahan————
    8
  7. Cara Pemungutan Zakat Tanam-Tanaman Dan Biji kemaluan-Buahan————–
    8

Ki III PENUTUP

  1. Deduksi—————————————————————
    9
  2. Rekomendasi————————————————————-
    9

DAFTAR USTAKA———————————————————————–
10




BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Pantat Masalah

Selam umpama agama nan luhur yang menjungjung strata skor keadilan, kebersamaan, dan
kekeluargaan telah mengangkat milik setiap umat cucu adam baik ia miskin atau gemuk, baik lembam atau kuat.

Hal ini dapat kita lihat dengan diaturnya berbagai mekanisme hidup manusia, misalnya perkawinan, muamalah, dan yang paling urgen kita lihat kini merupakan masalah kepemilikan harta nan bila telah memenuhi syarat maka dia teradat dikeluarkan zakatnya.

Perintah menggaji zakat intern Al-Qur’an terdapat privat tindasan an nisa’ ayat77:



[1]


Tidakkah beliau perhatikan anak adam-cucu adam yang dikatakan kepada mereka “Tahanlah tanganmu (dari berperang),

dirikanlah beribadat dan tunaikanlah zakat
!” Setelah diwajibkan kepada mereka bertekun, mulai-tiba sebahagian mulai sejak mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Halikuljabbar, lebih lagi kian dulu mulai sejak itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Kamu wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tak Engkau tangguhkan (bagasi berperang) kepada kami sampai kepada bilang hari lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di bumi ini saja selintas dan akhirat itu lebih baik bikin orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.

Bila dilihat terbit jihat keuntungan dalam pengelolaan zakat, terlampau samudra potensinya untuk memsejahterakan publik kita. Namun kejadian ini jauh panggang dari jago merah. Berasal ditepakannya zakat hingga sekarang ini (
di Indonesia
) kita mengaram bahwa zakat hanya hingga untuk konsumsi masyarakat hanya. Artinya tidak berproduksi. dan kalaupun berproduksi bukan maksimal pengelolaannya. sangat banyak sekali jenis barang yang mesti dizakati, internal hal ini kami mencoba memaparkan tentang
Zakat Tanam-Tanaman Dan Buah-Buahan.

  1. Rumusan Masalah
    1. bagaimanakan zakat biji-bijian dan buah-buahan?
    2. berapa nisab zakat biji-bijian dan buah-buahan?
  2. Metode Penulisan

Referat ini ditulis dengan merujuk kepada referensi/ buku-buku.

  1. Maksud Penulisan

Makalah ini ditulis bakal memenuhi tugas dan sebagai karakteristik penilaian.


BAB II


ZAKAT TANAM-Pohon DAN Biji pelir-BUAHAN

  1. Signifikasi Zakat

Zakat merupakan satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban islam, ia adalah salah satu berpokok rukun-rukunnya, dan termasuk rukun yang terpenting setelah syahadat dan solat, Kitab dan sunnah serta ijma’ telah menunjukan kewajibanya, barang siapa menafsirkan kewajibanya maka beliau adalah kufur dan murtad bermula islam harus diminta mudahmudahan bertaubat, jika lain bertaubat dibunuh, dan siapa saja kikir dengan enggan menyingkirkan zakat atau mengurangi sesuatu darinya maka ia termasuk orang-cucu adam dzolim yang berhak atas sangsi pecah Allah SWT, Almalik SWT bercakap dalam tindasan Ali Imron: 180 ;


[2]





Sekali-siapa janganlah bani adam-makhluk yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka bersumber karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik untuk mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari akhir zaman. Dan peruntungan Allah-lah apa warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah memaklumi apa yang ia kerjakan.

Zakat secara bahsa merupakan keberkahan, pertumbuhan, kesucian dan kebaikan.


[3]



Menurut terminology syari’at zakat adalah babak(harta) yang mutakadim di tentukan pecah harta tertentu, sreg masa tertentu dan dibagikan kepada golongan individu-orang tertentu. maupun dapat dikatakan predestinasi harta yang tertentu yang diberikan kepada nan berhak menerimanya dengan beberapa syarat.


[4]


Bagian harta yang dikeluarkan ini dinamakan”zakat” karena ia membukit dan memperbanyak harta tersebut secara maknawi dan mencegah malaetaka(yang memungkinkan menjangkiti harta tersebut) dan harta zakat itu pula mensucikan jiwa cucu adam yang mengeluarkannya.

Hokum zakat adalah fardu ‘indra penglihatan atas tiap-tiap hamba allah cukup syarat-syaratnya.

  1. Anjuran Intern Menunaikan Zakat

Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : “Cukuplah zakat berpangkal sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membeningkan dan mensucikan mereka” . (At Taubah : 103)

Ayat ini mengajarkan buat mencuil sedekah berpangkal hartanya kaum mu’minin, baik itu shodaqoh yang ditentukan (zakat) ataupun yang tidak ditentukan (tathowa) demi untuk membeningkan mereka dari kotornya kebakhilan dan lahap. Juga mensucikan mereka dari kehinaan dan kehinaan dari mengambil dan makan haknya turunan fakir. Dan juga untuk menumbuh kembangkan harta mereka dan mengangkatnya dengan kebaikan dan keberkahan akhlak dan mu’amalah sebatas mengantarkan mereka menjadi individu yang berhak mendapatkan kebahagiaan di manjapada dan darul baka.

Firman Halikuljabbar Ta’ala:



[5]


Dan puas harta mereka ada hak untuk duafa yang meminta dan turunan miskin yang tidak mendapat adegan.” (Adz-Dzariyat : 19)

Dalam ayat ini Allah Ta’ala telah melepaskan resan-sifat yang mulia dengan berbuat baik. Dan kelebihan mereka nampak jelas dari menegakkan shalat malam, memohon ampun di perian malam dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan sebagaimana keistimewaan mereka yang nampak jelas n domestik memberi dan menunaikan haknya hamba allah-orang duafa demi karunia sayang dan rohmah kerjakan mereka.

Firman Allah Ta’ala


[6]



“ (yakni) orang-orang nan jikalau Kami teguhkan geta mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh mengerjakan ma’ruf dan mencegah mulai sejak polah yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
” (Al Hajj:41)

Tuhan telah prospektif dengan menunaikan zakat merupakan tujuan bikin bisa agak gelap dan kokoh di durja marcapada ini. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Tiga perkara nan aku bersumpah atas tiga perkara tersebut dan menceritakan kepada kalian maka jagalah : Bukan akan berkurang harta yang dishodaqohkan dan tidak seorang hamba dianiaya dengan satu kedholiman kemudian dia mengelus dada (atas kedholiman) kecuali Allah akan menambahkan baginya dengan kemuliaan. Dan tidaklah koteng hamba mengungkapkan pintu meminang-mohon kecuali Tuhan akan membaginya ki kefakiran.” (Turmudzi Kitab Az-Zuhd 4:487(2325) dari hadits Abi Habsyah).

  1. Varietas Tanaman Dan Buah-Buahan Nan Terlazim Dizakati



    [7]


Diriwayatkan terbit Amru polong Syu’aib, dari bapaknya, berpokok Abdullah kedelai Amru yang berkata: “Bahwa Rasulullah SAW menetapkan zakat hanya terhadap jewawut (asy-sya’ir), sorgum (al-qamhu), kurma (at-tamru) dan kismis (az-kismis).”

Dari Musa kedelai Thalhah berkata:

“Rasulullah SAW telah mensyariatkan Mu’adz bin Jabal kapan itu anda diutus ke Yaman, (yaitu) agar anda mengambil zakat terbit jewawut, sorgum, kurma, dan berpangku tangan.”

Hadits-hadits di atas mengklarifikasi bahwa zakat tanaman dan biji pelir-buahan diambil semenjak 4 macam yaitu: . Jewawut, Gandum, Tamar, Berpangku tangan.

Keadaan ini dikuatkan oleh hadits yang dikeluarkan al-Juri, al-Baihaqi, dan Thabrani dari Abu Musa dan Mu’adz ketika Nabi SAW mengutus keduanya ke Yaman bikin mengajarkan kepada umum perkara agama mereka, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian berdua menjumut zakat kecuali berpunca empat jenis, (yaitu) gandum, jewawut, zabib, dan kurma.

  1. Nisab Zakat Tanam-Tanaman Dan Buah-Buahan

Nishab atau tenggat minimal harta pertanian sehingga menyebabkan wajib di campakkan zakatnya adalah 5 wasaq maupun setara dengan 652 kilogram.

Dari Abu Sa’id al-Khudriy yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada zakat dalam kuantitas yang tekor dari 5 wasaq.” (H.R. Bukhari dan Muslim) Serbuk Sa’id dan berkelepai meriwayatkan dari Rasul SAW bahwa Rasul bersuara: “Satu wasaq begitu juga 60 sha’.”1 sha’ = 4 mud, dan 1 mud = 1/3 rithl Baghdad. 1 Sha’ = 2,75 kg, dan 1 wasaq = 130,56 kg jewawut. Maka 5 wasaq = 652 kg. Hal ini farik dengan timbangan sorgum, kismis, dan kurma, tetapi memperalat takaran yang suatu.

  1. Kadar Zakat Pokok kayu dan Biji zakar-buahan



    [8]


Jika hasil pertanaman tersebut disirami dengan air hujan, sungai, atau ain air, maka raksasa zakatnya adalah 10%. Sedangkan untuk hasil perkebunan yang diairi maka dari itu irigasi, bantuan binatang, timba, perangkat penyiram (ada biaya pelengkap), maka besar zakatnya merupakan 5%.

Apa-segala yang disirami oleh hujan dan mata air maka zakatnya sepersepuluh, dan yang disirami tenaga manusia maka zakatnya seperduapuluh.” (HR. Bukhari)

Atau dalam permakluman lain dari Ali berkata: “Segala yang disirami air hujan abu zakatnya sepersepuluh, dan nan disirami dengan kincir atau alat penyiram zakatnya seperduapuluh( 5%).”

hadist enggak, dari ibnu umar “
sesungguhnya Rasulullah SWA berucap, mutakadim berujar, ‘ puas ponten nan diairi dengan hujan dan mata air ataupun yang mengisap dengan akarnya, zakatnya
sepersepuluh, dan yang diari dengan jentera zakatnya seperduapuluh,”
(
riwayat jama’ah kecuali orang islam ).

  1. Hari Pembayaran Zakat Tanaman dan Biji kemaluan-buahan

Zakat tanaman dan buah-buahan dikeluarkan setelah dipanen, dibersihkan, dan mencapai 652 kg ( sampai nisab ). Sedangkan lega biji zakar-buahan zakatnya diambil setelah dipanen dan dikeringkan, tamar menjadi ruthab, berpangku tangan menjadi kismis. Zakat tanaman dan buah-buahan tidak mempersyaratkan adanya haul. Firman Allah SWT:

Dan keluarkanlah zakatnya pada perian dipetik hasilnya”. (Q.S. Al-An’am: 141).

  1. Cara Pemungutan Zakat Tanaman dan Buah-buahan

Zakat tanaman dan biji kemaluan-buahan diambil dari yang kwalitasnya medio, tidak terlalu buruk dan tidak bersisa bagus.

Pemungut zakat tidak boleh dengan sengaja memilih tanaman yang paling kecil bagus cak bagi diambil zakatnya. Sabda Rasulullah SAW: “Engkau harus menghindari berpokok harta mereka yang paling kecil baik. Begitu lagi pemilik tanaman tidak boleh memilih yang buruk-buruk untuk dikeluarkan zakatnya. Firman Allah SWT: “Janganlah kalian memilih nan buruk dari harta kalian untuk dizakatkan.” (Q.S. al-Baqarah: 267).

Jadi kita tidak boleh memungut yang paling bagus atau yang paling buruk kualitasnya, bila tidak ada yang pertengahan, bisa dicampur keduanya.

BAB III

P E Ufuk U T U P

A. Inferensi

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Sholat dan Zakat adalah seiring yang artinya bahwa bani adam dikatakan Islam ataupun Muslim jika melaksanakan sholat dan juga zakat, maka pada perian kekhalifahan Abu Bakar Ash-shidiq, RA orang-orang nan tidak mau membayar zakat diperangi, justru ada yang dibunuh maka itu panglima Khalid bin Walid. Namun demikian karena meraka yang dibunuh Khalid tersebut sudah lalu Islam, maka perbuatan khalid tersebut dimaafkan oleh khalifah Abuk Bakar Ash-shidiq.

Menginjak muzaki tumbuhan dan buah-buahan ialah bila sudah dimiliki, ialah dari sesudah masak zakat itu terlazim dikeluarkan tunai apabila sudah terkumpul, dan ada yang menerimanya.

Biaya mengurus poin dan biji kemaluan-buahan misalnya biaya mengetam, mengeringkan, menyucikan, membawanya, dan sebagainya, semua itu ditanggung oleh yang punya, berarti tidak mengurangi hitungan zakatnya.

B. Rekomendasi

Umpama umat selam, yuk kita membayar zakat bila sudah lalu memenuhi nisab dan haulnya. tegaknya selam adalah dengan melaksanakan perintahnya. harta yang kita miliki tersebut terdapat nasib baik sosok tidak.

DAFTAR Bacaan

HA, Sunarjo. 1971.
Al-Qur’an dan Terjemah. Jakarta: DEPAG

Sulaiman Rasyid, 1994 ,
Fiqh Selam,
Bandung: Kirana Baru Algesindo,

Imam Syafi’i, 2005.
Al ‘Umm, Terjemah Muhammad bin Idris, Jakarta: Pustaka Azzam






[1]



al-Qur’an. surat An Nisa’ : 77




[2]



Al-qur’an, Ali Imron: 180




[3]



sulaiman rasyid,
Fiqh Islam,
( bandung: kurat hijau algesindo, 1994), hal. 192




[4]



Sulaiman Ar Rasyid,
Loc.Cit, 192




[5]



Al-Qur’an, Adz-Dzariyat : 19




[6]



Al-Qur’an, Al Hajj:41




[8]



imam syafi’I, al umm ( terjemah Muhammad bin idris ), ( Jakarta: Bacaan Azzam), 2005. hal. 445

Source: http://jureid27.blogspot.com/2012/02/zakat-tanam-tanaman-dan-buah-buahan.html