Makalah Budidaya Tanaman Buah Naga

1
LAPORAN PENGELOLAHAN Biji kemaluan NAGA Kata pengantar Puji syukur perekam panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menuntaskan Referat ini nan alhamdulillah tepat pada waktunya nan berjudul Budidaya Tanaman Buah Naga Makalah ini berisikan tentang publikasi Budidaya Pohon Buah Ular besar atau yang lebih khususnya membahas tentang segala apa macam perlakuan nan bisa diberikan kepada tumbuhan buah naga. Diharapkan makalah ini dapat mengasihkan mualamat kepada kita semua adapun penggarapan pada tanaman biji kemaluan naga. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari eksemplar, maka dari itu karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun pelahap penulis harapkan demi kesempurnaan kertas kerja ini. Akhirulkalam, perekam sampaikan cak dapat kasih kepada semua pihak yang sudah lalu berperan serta n domestik penyusunan makalah ini terbit awal hingga penghabisan. Moga Allah SWT senantiasa meridhai segala aksi kita. Amin.

2
Penulis I. PENDAHULUAN A. Meres Birit Buah naga maupun formal juga disebut pitaya, ragil ini menjadi salah satu buah yang popular di kalangan awam. Buah yang termasuk kerumunan kaktus atau family cactaceae ini sangat digemari oleh masyarakat untuk konsumsi. Rasa yang manis dan sehat pada buah naga membuat para konsumennya ketagihan, buah hantu bumi juga memiliki beragam kepentingan peminta nan bermanfaatkan bagi kesehatan jasmani. Menurut Mahadianto (2007) buah naga memiliki patut banyak khasiat bakal kesegaran diantaranya sebagai penyeimbang kadar sukrosa darah, menyucikan darah, menguatkan kerinjal, menyehatkan lever, pemeliharaan kemolekan, mengeraskan taktik kerja otak, meningkatkan ketajaman indra penglihatan, mengurangi isi perut panas n domestik dan guam, menstabilkan impitan pembawaan, menguragi curahan hati jirian, mengurangi kolesterol, mencegah kanker usus serta mencegah sembelit dan memperlancar feses. Selain lambung vitamin C yang tinggi, buah naga mengandung 80% air (Simatupang, 2007). Zat nutrisi enggak nan terkandung di internal biji zakar hantu bumi adalah cendawan, kalsium, zat besi, fosfor nan memadai berharga untuk mengatasi penyakit bengkeng. Buah naga yang berdaging merah lagi baik bakal memperbaiki penglihatan mata karena mengandung karotenoidnya nan tinggi. Fitokimia di dalam buahnya juga diketahui boleh menurunkan resiko kanker. Buah naga memilki kredit ekonomi yang cukup jenjang jika dibandingkan dengan buah nan lain. Hal ini menjadi peluang usaha kerjakan investor domestik untuk melakukan pembudidayaan biji kemaluan naga dengan skala yang pas lautan. Buah naga berangkat dikembangkan di tanah air serta punya peluang besar buat disebarluaskan. Beberapa sentra agribisnis buah dragon

3
mulai berkembang antara lain malang, delanggu, kulonprogo, dan DI Yogyakarta (Purba, 2007). Kondisi iklim dan situasi tekstur tanah di Indonesia mendukung buat peluasan agribisnis biji pelir ular besar. Komoditas ini mempunyai prospek nan nur kerjakan peluang komoditas ekspor dan pasarnya masih terbuka lebar serta n kepunyaan potensi yang sangat baik dikembangkan di Indonesia (Deptan, 2005). Terdapat empat jenis buah naga yang dikembangkan yaitu buah ular besar daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah ular besar daging super abang (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicereus megalanthus). Masing-masing biji zakar ular besar n kepunyaan karakteristiknya sendiri. Dari buah naga yang dikembangkan tersebut buah dragon Hylocereus polyrhizus lebih sering dibudidayakan karena memilki maslahat tersendiri yaitu ukuran buah biji zakar bertambah besar dan warna daging lebih menrik. Padahal buah naga yang jarang dibudidayakan adalah bauah hantu bumi Selenicereus megalanthus karena ukuran biji kemaluan yang relatif kecil meskipun rasanya paling manis diantara keberagaman yang lain. Persilangan diantara kedua spesies biji pelir naga tersebut prospek dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan poin ekonomis buah dragon. Persilangan merupakan cara paling populer untuk meningkatkan variasi genetik karena relatif mudah, murah dan efektif bakal dilakukan ( Anonim, 2007). Saat ini persimpangan biji pelir naga jenis Hylocereus polyrhizus dan Selenicereus megalanthus masih jarang dilakukan, sehingga wajib dilakukan penelitian lakukan mengerti adanya kompatibilitas persilangan biji zakar naga tersebut. Dari keempat spesies buah naga tersebut, biji pelir dragon daging jati paling digemari dan diminati. Selain bentuk dan ukurannya yang bertambah osean, buah naga daging jati juga makin segar karena rasa masamnya yang khas. Buah naga nan berasal dari jenis tanaman rumpun kaltes ini berasal dari Israel, dan terus dikembangkan di Australia, Thailand dan Vietnam. Morfologi tumbuhan biji zakar hantu bumi terdiri bersumber akar susu, mayat, duri dan bunga serta buah. Akar tunjang biji pelir dragon hanyalah akar rabuk yang berkembang di kerumahtanggaan persil di batang atas sebagai akar gantung. Akar merecup di sepanjang batang di

4
bagian punggung radai di ki perspektif batang. Di penggalan duri muncul ini akan bertunas bunga yang bentuknya mirip rente Wijayakusuma. Bunga nan tidak rontok berkembang menjadi biji pelir. Buah dragon bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna abang berkobar untuk jenis buah dragon kalis dan merah, bercelup bangkang gelap untuk buah hantu bumi hitam dan bercat kuning bakal biji pelir naga asfar. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-gunjai yang dianalogikan dengan mole seekor naga, oleh sebab itu, biji pelir ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga sama kaki, durinya ringkas sekali dan tidak mencolok, hingga mereka dianggap “kaktus tidak berduri”. B. Harapan Tujuan dibuatnya makalah tentang biji zakar naga ini antara lain: 1. Moga para petani biji zakar ular besar bisa memperoleh rendah pengalaman setelah membacanya 2. Menyasarkan penanaman buah naga ke tendensi organik, karena dengan budidaya organik dapat dihasilkan biji kemaluan dengan kualitas nan lebih baik. 3. Memberi adv pernah teknik fiil daya pokok kayu biji kemaluan naga yang baik dan moralistis sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal bagi para petaninya. C. Maslahat Penyusunan kertas kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat bakal para pembaca, serta bisa mengasihkan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan internal budidaya buah naga (dragon fruit). Biji pelir ular besar yang suka-suka waktu ini diharapkan bisa berkembang dan menghasilkan kualitas yang semakin baik, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar akan tingginya permintaan biji pelir ini. Sangat diharapkan kertas kerja ini dapat membagi manfaat yang positif untuk pembacanya.

5
II. PEMBAHASAN A. Mengenal Buah Naga Belum banyak anak adam yang mengenal buah naga, hanya kalangan tertentu yang memanfaatkan buah ini untuk kegiatan keagamaan maupun kerjakan konsumsi. Kini popularitas buah dragon meroket karena, bentuknya nan unik, baik buahnya maupun tanamannya. Buah dragon memang pendatang plonco di dunia buah-buahan kapling air. Tanaman biji kemaluan naga terbit dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Kidul. Ular besar fruitmulai diperkenalkan di Indonesia pada dekade 90-an, lantaran bentuknya nan eksotik, bebauan harum, dan rasa nan manis membuat biji zakar kaktus sembayan tersebut semakin beruntung kancah tersendiri di hati pecinta biji zakar-buahan di Indonesia. Ketersediaan biji kemaluan naga masih elusif di pasaran, dan tiba meluas dikenal di Indonesia awal masa 2000-an yang saat itu didatangkan berpangkal Thailand. Biji zakar naga (Inggris: pitaya) adalah biji kemaluan dari beberapa jenis kaktus berasal margahylocereus dan Selenicereus. Biji pelir ini berpunca dari Meksiko, Amerika Paruh danamerika Daksina, namun masa ini juga dibudidayakan di negara-negara Asia sepertitaiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga bisa ditemui di Okinawa, Israel,Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus sekadar mekar pada malam hari.

6
Pada periode 1870 pokok kayu ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam bagaikan pohon rias. Maka dari itu anak adam Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor reca naga berwarna plonco di atas kenap altar. Warna merah biji pelir bintang sartan mencolok sekali di antara warna naga-ular besar yang mentah. Berpunca aturan inilah biji kemaluan itu di landasan cucu adam Vietnam nan sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (biji kemaluan dragon). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara tak nan berbahasa Inggris perumpamaan dragon fruit (buah naga). Biji pelir naga start ikut pasaran, sehingga gampang dijumpai di swalayan di seluruh nusantara. Selain rasanya yang manis, biji zakar hantu bumi juga memberi manfaat besar untuk tubuh anak adam yaitu banyak mengandung vitamin dan mineral berjasa buat fisik. Tak heran jika aplikasi konsumen untuk biji zakar hantu bumi semakin waktu semakin meningkat. Bagi menepati kebutuhan konsumen, buah ular besar saat ini pijar di kebunkan. Penanaman buah naga tersebar dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, setakat Kalimantan. Selain di persil yang luas, buah naga juga bisa diusahakan di lahan sempit seperti halaman rumah dengan menggunakan botol. Tanaman biji kemaluan naga sreg awalnya dipergunakan sebagai tanaman rias karena sosoknya yang unik, eksotik, serta tampilan bunga dan buah nan meruntun. Bunganya memadai khusus mirip dengan bunga wijayakusuma, berbentuk corong. Bunga buah naga akan berkembang menjadi biji zakar dengan tampilan buahnya berkulit abang serta berjangat. Sejak penduduk asli mencerna bahwa buah naga bisa dimakan dan rasanya enak, mereka pun mengkonsumsi biji zakar hantu bumi umpama buah-buahan afiat di meja saji. Biji kemaluan dragon diperkenalkan di Indonesia pada dekade 90-an. Keberadaan biji zakar naga bila dibandingkan dengan Vietnam dan Thailand masih silam minim, peristiwa ini disebabkan karena buah dragon belum dikenal luas oleh masyarakat dan teknik khuluk dayanya yang baik belum diketahui. Buah naga semakin tenar lantaran dipicu maka dari itu impor buah naga berusul Thailand yang semakin membludak di pasar buah-buahan Indonesia. Semakin banyak yang minat terhadap buah dragon, meluluk kebolehjadian tersebut para orang tani buah tiba mengembangkan fiil pusat biji kemaluan hantu bumi di Indonesia. Penanaman biji zakar naga sudah setakat ke Papua, meluasnya penanaman buah naga ini karena teknik budi dayanya cukup mudah

7
dilakukan simultan didukung oleh iklim tropis Indonesia yang sangat baik bikin pertumbuhan dan perkembangan buah naga. Budi sosi biji kemaluan hantu bumi di Indonesia pada umumnya masih memperalat sasaran ilmu pisah, artinya proses budi daya masih menggunakan rabuk kimia (anorganik), seperti urea, fosfor (P), kalium (K), atau NPK, zat pengatur tumbuh, pestisida, dan bahan kimia tidak yang mendukung pertumbuhan dan urut-urutan tanaman buah ular besar. Sayangnya, budi resep pokok kayu menggunakan bahan kimiawi tersebut membawa dampak negatif, baik dari segi kebugaran, kelestarian lingkungan, atau segi ekonomi. Pemakaian bahan ilmu pisah yang berlebihan dapat negatif tingkat kesuburan tanah. Tekstur tanah akan menjadi keras dan invalid berbenda. Eksploitasi pestisida boleh berakibat puas kematian serangga-insek penyerbuk, selain itu hama akan menjadi resisten terhadap pestisida tertentu. Pengusahaan pestisida dosis tinggi atau berlebihan mengakibatkan timbulnya geladir incaran kimia n domestik biji zakar. B. Kegunaan Buah Naga Biji zakar naga mempunyai aneka manfaat dan kegunaan, baik dari aspek gizi dan kesehatan, religi, estetika, dan ekonomi. Buah naga mengandung banyak zat gizi terutama vitamin dan mineral esensial. Beberapa keberagaman biji pelir naga (daging merah) juga banyak mengandung antioksidan yang baik lakukan mencegah penyakit kanker. Beberapa lambung buah ular besar yang utama bagi kebugaran antara lain nutrisi C, kalsium, fosfor, serta serat. Vitamin C paling tinggi terwalak puas buah ular besar putih jenishylocereus undatus. Tembolok fosfor dan serat yang paling tinggi terdapat padahylocereus polyrhizus, atau lebih dikenal sebagai buah naga merah, sedangkan kandungan kalsium palinf tinggi terdapat pada

8
biji kemaluan hantu bumi kuning (Selenicereus megalanthus), jenis ini elusif ditanam di Indonesia. Buah naga dapat digunakan kerjakan mengatasi atau mencegah penyakit kanker kolon, diabetes, hipertensi, osteoporosis, ginjal, menurunkan kolesterol, dan sebagainya. Mengkonsumsi biji kemaluan dragon secara rutin dapat menghindarkan kita mulai sejak serangan penyakit-penyakit tersebut. Buah hantu bumi juga banyak yang dimanfaatkan bagi kegiatan religi. Biji zakar naga sekali lagi bermain internal berbagai kegiatan keagamaan terutama yang dilakukan etnis Tionghoa. Menjelang berbagai acara keimanan terutama menjelang musim yunior, lazimnya masyarakat Tionghoa memerlukan biji kemaluan naga, selain itu biji zakar ular besar banyak dihidangkan intern programa-acara lain sama dengan peringatan Natal dan masa baru masehi. Kurnia estetika dapat dilihat dari bentuk pokok kayu dan bentuk buah. Pokok kayu buah dragon pada dasarnya merupakan pokok kayu solek yang sangat baik di tanam di halaman apartemen andai penambah keindahan rumah. C. Botani Biji zakar Dragon Buah naga merupakan kelompok tanaman kaktus atau family Cactaceae (subfamily Hylocereanea), dan termasuk genus Hylocereus nan terdiri berpangkal beberapa spesies di antaranya dalah buah naga yang seremonial dibudidayakan dan bernilai komersial tangga. Secara lengkap, klasifikasi biji pelir dragon disajikan andai berikut: Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Pokok kayu berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan angka) Divisi: Magnoliophyta (Tanaman berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Kelas: Hamamelidae Ordo: Caryophyllales Famili: Cactaceae (suku kaktus-kaktusan) Genus: Hylocereus Diversifikasi: – Hylocereus undatus (Haw.)Britt.Et R (daging putih)

9
– Hylocereus polyrhizus (daging merah) – Hylocereus costaricensis (daging super merah) – Selenicereus megalanthus (kulit kuning, daging salih, tanpa mole) Di antara keempat jenis buah naga di atas, hanya tiga jenis pertama yang banyak dibudidayakan di Indonesia merupakan H. undatus, H. polyrhizus,dan H. costaricensis.hylocereus undatus paling banyak ditanam lantaran jenis ini yang purwa kali turut ke Indonesia. Secara morfologis, tanaman buah hantu bumi tertera pokok kayu tidak lengkap karena tidak memiliki daun. Untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan gurun tumbuhan biji kemaluan dragon memiliki duri di sepanjang kunarpa dan cabangnya keistimewaan mengurangi evaporasi. Tanaman buah ular besar merupakan tanaman memanjat dan bersifat epifit, di habitat aslinya tanaman ini memanjat pokok kayu lain untuk tumbuh. Walaupun akar nya di dalam tanah dicabut, tanaman biji kemaluan ular besar masih bisa bertahan hidup karena terdapat akar tunggang yang bertaruk di mayat. Morfologi tanaman buah dragon bersumber akar tunjang, kunarpa dan cagak, anakan, buah, serta biji: 1. Akar Pada umumya perakaran buah naga dangkar, yaitu berkisar cm, namum menjelang produksi biji kemaluan rata-rata perakaran bisa menyentuh kedalaman cm mengikuti perpanjangan kunarpa berwarna cokelat yang tertanam di dalam tanah. Biji zakar naga bernas berdeging di provinsi tandus karena kemampuan akar beradaptasi dengan baik pada kondisi kehilangan, namun akar tanaman buah naga umumya tidak tahan terhadap genangan air dalam jangka waktu yang lama. Buah naga juga memiliki akar tunjang yang tumbuh di batang, akar tunjang tersebut biasanya disebut akar aerial (akar susu udara), yang berfungsi buat menempel dan merambatnya pada tanaman lain. Kebanyakan, tanaman biji zakar naga menghendaki ph tanah yang normal (ph 6-7). Pada ph tersebut pokok kayu akan tumbuh bakir dan subur berproduksi dengan baik. Sejumlah literature menyebutkan bahwa akar susu tanaman buah naga responsif terhadap kemasaman tanah. 2. Batang dan silang Tanaman biji zakar naga merupakan tanaman perennial, tumbuh cepat, menjangkit, dan lain berdaun. Batang buah naga berwarna yunior tua dan

10
besegmen- segmen, batang buah naga lazimnya triangular (bersudut tiga) namun terkadang ditemukan bersudut catur atau lima. Batang biji kemaluan naga enggak berkayu dan kebanyakan berduri. Tanaman buah naga dapat bertunas menjejak 6 meter jikalau dibiarkan, semata-mata pada umumnya hanya hingga ke 2-3 meter saja karena batang pokok dipangkas bagi pembentukan cabang produksi. 3. Biji zakar Biji zakar ular besar berbentuk lonjong asa menguncup (oblong) atau secara umum disebut rencana berry. Biji pelir tanaman ini mempunyai variasi rona, mulai berpunca kuning, pink, sampai merah. Selain warna kulit buah, warna daging buahnya pula heterogen, cak semau nan berwarna putih, kuning, dan bangkang/ merah muda. Sesuai dengan warna daging biji kemaluan tersebut, biji zakar ular besar dibedakan menjadi buah naga murni (white pitaya), buah naga kuning (yellow pitaya), dan biji kemaluan naga merah (red pitaya). 4. Biji Poin biji pelir naga berwarna hitam dengan bagan bulat, pipih, dan sangat gigih. Setiap buah mengandung lebih dari 1000 biji, berbeda dengan buah berbiji lainnya biji biji kemaluan naga nan kecil dapat dimakan bersama dengan daging buahnya. D. Syarat Tumbuh dan Perkalian Bibit Pesyaratan bagi penanaman buah dragon menghampari partikel-unsur iklim, yaitu ketinggian ajang, temperatur, curah hujan abu, keseriusan cahaya, kelembapan udara, dan kelajuan angina. Sifat tanah yang perlu diperhatikan antara lain: struktur tanah, tekstur petak, kemasaman petak (ph), salinitas, dan bahan organik. – Tumbuhan buah naga dapat bertaruk pada ketinggian meter dpl. Ketinggian optimum adalah meter dpl. – Mampu hidup pada master 0-40 C, master udara terbaik C. – Mampu hidup sreg provinsi kering setakat basah dengan CH mm/th. Optimum mm/th. – Intensitas di atas 90%

11
– Kelembapan udara relative antara 70 95%. – Tidak banyak dipengaruhi kilangangin kincir, relative tahan terhadap kelajuan angin. – Menghendaki struktur cebis-cebisan, porositas tinggi – Tekstur nan setimpal, tekstur lempung berpasir maupun ramal berlempung. – Resistan terhadap salinitas tinggi, cocok di daerah pantai. – Memiliki korban organik sepan, BO sebesar 5% Perbanyakan ekstrak buah hantu bumi dapat diperoleh dengan cara perbanyakan secara biji (generatif) dan setek jenazah (vegetatif), cara perbanyakan buah dragon sebagai berikut: 1. Perbanyakan Generative (Biji) Cara pergandaan memperalat biji buah ular besar dilakukan karena dapat diperoleh bibit dalam total osean (1 biji kemaluan pintar minimum 1000 kredit), namun kaidah ini tekor popular dan selit belit digunakan karena membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan bibit siap tanam di lapang. Kredit juga harus berasal berpunca buah nan sehat dan matang di pokok kayu. Seleksi skor yang berkualitas pula sulit dilakukan lantaran ukuran angka yang kecil dan penampakannya mirip. 2. Perkalian Vegetatif (Setek Bangkai) Pergandaan vegetatif yang berhasil pada tumbuhan buah naga adalah setek batang atau cabang. Multiplikasi setek n kepunyaan tingkat keberhasilan bibit bertahan hidup lebih tingkatan, pertumbuhannya lebih cepat, dan bibit nan dihasilkan berkualitas jenjang karena serupa dengan induknya. Kemenangan setek ditentukan makanya primadona batang, calon batang yang digunakan harus dalam kondisi nan fit, renta, dan mutakadim pertalian berdampak paling 3-4 kali. Hindari menggunakan batang yang muda, selain pertumbuhannya yang lambat, bangkai muda juga masih banyak mengandung air sehingga mudah busuk dan dihinggapi ki kesulitan.

12
Prinsip: – Setek dibuat dengan menyusup buntang tanaman selama cm. – Potongan babak atas diolesi dengan fungisida, sedangkan potongan bagian bawah diolesi dengan perangsang tumbuh, misalnya Rootone F. air kencing sapi, ataupun bawang ahmar. – Sebelum ditanam setek sebaiknya diletakkan di tempat nan lembap dan teduh selama bilang musim. Setek agar ditanam langsung puas polybag seyogiannya melajukan penjagaan dan evakuasi. Kendaraan tanam nan digunakan berupa senyawa persil atas, pasir, dan cendawan kandang dengan perbandingan 2: 1: 1, dapat pula ditambahkan pupuk NPK. Tanah dan pasir nan akan digunakan untuk campuran media seyogiannya dijemur kering sejauh beberapa tahun untuk mematikan hama dan masalah. Penanaman stek sepatutnya sekitar seperempat tataran stek alias sekitar 4-5 cm terbenam tanah. Pasca- ditanam, polybag ditempatkan di wadah nan teduh untuk memudahkan adaptasi bibit. Pemeliharaan stek sesudah ditanam harus dilakukan, antara lain: – Mengerjakan penyiraman atau pemberian air secukupnya, terutama masa kemarau. Sangat butuh air untuk menumbuhkan semi. – Tunas tumbuh 1-2 cm, lakukan perabukan dengan NPK sebanyak 5-10 gram. – Menjaga pati dari serbuan wereng dan penyakit, terutama dengan menjaga sanitasi dan drainase lahan karena esensi rentan terhadap masalah layu atau keburukan busuk batang. Bibit stek dipelihara hingga semi cukup panjang, yaitu sekitar cm, setelah itu sari start diaklimatisasi dengan menempatkannya di tempat longo moga bibit siap berkembang di persil sejauh 1-2 ahad maka ekstrak sudah siap tanam. N domestik pelestarian bibit perlu memperhatikan keadaan-kejadian sebagai berikut: – Bibit terbit dari tanaman induk nan terpercaya.

13
– Bibit yang digunakan adalah bibit yang pertumbuhannya baik, bertunas tunggal, dan memiliki tunas dengan jenjang minimal 15 cm. – Bibit tidak mengalami kebinasaan akibat hama dan penyakit. – Ekstrak enggak mengalami stress selama internal proses pemindahan. E. Bertanam Biji kemaluan Naga di Kebun 1. Pengolahan Petak Persil yang terjamah akan kondusif pertumbuhan tumbuhan buah hantu bumi hendaknya dapat merecup dan berkembang optimal serta berproduksi maksimal. Pengolahan lahan memiliki kemujaraban antara bukan: membentuk lahan menjadi berkemut-kemut, membantai hama dan penyakit, membuang gas-gas intern tanah yang berbahaya bakal tanaman. Hal- hal nan perlu diperhatikan dalam pengolahan tanah: – Lahan dibersihkan berpokok semak semak, cebis-cebisan pohon, bebatuan dan heterogen pengganggu lainnya. – Persil kemudian dicangkul dan dibalik untuk meningkatkan aerasi petak serta membuang gas-gas berbahaya bagi pohon – Persil dihaluskan, bongkahan-bongkahan tanah dihancurkan sampai menjadi struktur nan lebih kecil. – Buat bedengan dengan sisi barat-timur. Gempal bedengan dapat 1 m atau 4 meter. Strata bedengan seputar cm. – Jarak antar bedengan cm dibuat parit untuk pengairan – Persil yang sudah siap dibiarkan sejumlah hari terkena cahaya rawi sebelum ditanami. 2. Penentuan Jarak Tanam Kaidah dalam jarak tanam adalah: (a) tak boleh terlalu bersampingan, karena akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta rentan terhadap hama dan penyakit, (b) tidak boleh terlalu berat karena akan merugikan secara cermat, (c) perhatikan kesuburan kapling.

14
Jarak tanam sangat mempengaruhi besaran tanaman, jarak tanam system tunggal yang minimum berdempetan kiranya tidak invalid berpokok 2×2 meter, sedangkan jarak tanam paling longgar seyogiannya tidak lebih dari 4×4 meter. Jarak tanam system kelompok dianjurkan dalam armada berjauhan meter dan antar barisan 2-4 meter. Jumlah tanaman tiap-tiap tiang kembali menentukan besaran tanaman lega system tunggal. Setiap tiang panjatan lain hanya diisi satu tanaman saja, sahaja 2-4 tumbuhan. 3. Pembuatan Lubang Tanam dan Tiang Panjatan Tiang panjatan yang baik harus awet, karena jiwa produksi tanaman mencapai 15 tahun, tiang panjatan nan minimum baik terbuat dari beton cor yang dilengkapi denga besi dan reben bekas. Lubang tanam dibuat dengan ukuran cm x cm dengan kedalaman cm. Buat lubang kecil pada bagian perdua lubang tanam, sebesar 10×10 cm dengan kedalaman 15 cm, liang ini berfungsi cak bagi menanam gawang panjatan. Penggalan bawah tiang panjatan moga dilapisi dengan plastic mudah-mudahan tidak kena kelekati. F. Pemeliharaan Pohon Sari yang telah berhasil ditanam maka tetap harus mendapatkna pemeliharaan secara teratur. Pemeliharaan membentangi pengairan, penulaman tumbuhan, otoritas letak dan penyimpulan batang/ cabang, pemupukan susulan, pemangkasan cabang, serta seleksi anak uang dan buah. Proses pelestarian dilakukan sebatas memasuki hari panen tanaman buah dragon. 1. Irigasi Rata-rata pengairan dilakuka dengan system tadah hujan angin, doang tanaman buah naga taat memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya. Kekurangan air pada musim vegetatif dapat menyebabkan tanaman layu dan susah bertunas. Sepanjang masa vegetatif tanaman disiram 1 minggu sekali sampai umur tanaman 6 bulan. Masa generatif telah muncul bunga dan buah maka penyiraman dilakukan hari sekali. Kekurangan air pada masa generative boleh menimbulkan kerontokan bunga dan buah yang terasuh bukan sempurna, cuma maslahat air pada sekarang akan menyebabkan biji zakar kurang manis dan mudah bermula. Penyiraman dilakukan puas pagi hari dan petang hari plong pukul dan tagihan pemberian antara 3-5 liter per lubang tanam,

15
pendirusan dilakukan dengan membasahi sekeliling tanaman setakat kondisi tanah lain bersisa becek dan tidak bersisa kering. 2. Penyulaman Penyulaman penting mengganti tanaman yang telah mati akibat serangan hama, penyakit, maupun penyebab yang lain. Tanaman yang disulam biasanya busuk pangkal batang, enggak tumbuh, kebinasaan tubuh, dan gejala kerusakan tidak yang menyebabkan tumbuhan tidak berproduksi dengan baik. Penyulaman bermaksud agar jumlah tanaman yang dapat berproduksi optimal dan efisiensi lahan kukuh janjang. Penyulaman galibnya dilakukan seminggu sehabis bibit dipindah ke lapang. 3. Pengikatan Batang maupun Silang Kontrol letak batang atau cabang turut berwibawa terhadap kecepatan pertumbuhan pohon. Supremsi dilakukan dengan pengikatan batang/ cabang, pengikatan batang yang terlambat mengakibatkan petumbuhan buntang membusur dan enggak teratur. Pengikatan dilakukan setiap cm puas mayit atau cagak agar batang konstan mengarah ke sebelah atas. Proses pengikatan moga jangan terlalu kencang moga bukan menyebabkan batang terjepit maupun patah, dengan demikian diharapkan akar peledak bertambah mudah menempel plong tiang rambatan sehingga memperkokoh pohon sebaik-baiknya. Pengikatan kebanyakan dilakukan pron bila tingkatan tumbuhan cm. 4. Fertilisasi Susulan Pupuk ibarat makanan atau nutrisi tambahan buat tumbuhan, walaupun tanah telah menyediakan hara tetapi ketersediaan hara biasanya bukan mencukupi kerjakan menabrak perkembangan tanaman selanjutnya. Untuk memenuhinya maka perlu adanya pupuk susulan (komplemen), bikin reboisasi system organik perabukan karuan berdeda dengan system penanaman anorganik. Penanaman organik haya menggunakan bahan-bahan organik sahaja seperti mana pupuk kandang dari kotoran sapi, kambing atau soren tanpa menggunakan kawul berbahan ilmu pisah tiruan seperti NPK, dan urea. Kawul kandang diberikan sebangnyak 2-5 kg pertanaman dengan jeda pemberian 2-3 bulan sekali. 5. Pemangkasan

16
Pemangkasan bertujuan bakal memperoleh bentuk tumbuhan yang baik sehingga akan memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik pula, selain itu pemangkasan dilakukan buat membuang putaran yang sudah enggak makmur pun, seperti cabang katai alatu literal. Bagian yang tidak produktif akan menghambat pembentukan tunas baru dan buah karena berkompetensi dengan batang makmur dalam memperoleh hara. Pemangkasan vegetatif dilakukan kerjakan mewujudkan mayat dan percabangan yang baik, provisional pemangkasan generatif dilakukan cak bagi membentuk cabang berharta. 6. Seleksi Anak uang dan Buah Pohon biji kemaluan naga mulai belajar mulai sejak pada akhir bulan k3-7 dan ke-8 selepas tanam di lahan pada cabang produktif akan muncul upik bunga seukuran kelingking. Pada fase ini diperlukan fertilisasi adendum dengan kadar P dan K yang tinggi seminggu sekali selama 8 minggu, pengairanpun perlu diatur sekurang-kurangnya 2 minggu sekali kerjakan mencegah kedogolan bunga. Rente akan unjuk lebih pecah 1 pada setiap silang produktif, akibatnya perlu dilakukan seleksi bunga pawa masa masih kerdil. Pertahankan 2-3 bunga saja per cagak dengan jarak antar kuntum bunga 30 cm, bunga yang dipertahankan adalah anak uang yang lautan, afiat, rona cerah, dan segar serta usahakan yang menghadap ke surya. 7. Sanitasi Tegal Salah satu perlindungan kebun yang burung laut terabai adalah sanitasi atau kebersihan kebun. Sanitasi bertujuan bakal mencegah penyerantaan wereng dan masalah, kebun yang cemar akan memudahkan kelainan mudah menyerang pokok kayu seperti rusak batang, hama lalat buah dengan mudah bisa menuding saat munculnya biji kemaluan. Kebersihan kebun bisa dilakukan dengan mencangkul rumput secara teratur di sekitar penghutanan biji pelir naga dan tidak mengikhlaskan sampah menumpuk di areal penanaman. Penumpukan eks pangkasan dapat menjadi sarang lalat dan bekicot.

17
G. Wereng dan Penyakit 1. Hama Hama yang cangap menyerang tanaman buah hantu bumi antara bukan bak berikut: a. Tungau (Tetranychus sp) Tungau (Tetranychus sp), berukuran sangat mungil tetapi berperangai pemakan segala jenis tanaman (polybag). Serangga dewasa panjangnya selingkung 1 mm dengan bentuk yang mirip laba-laba dan aktif di siang hari dan siklus hidup tungau berkisar tahun. Pengendalian tungau bisa dilakukan dengan cara disemprot dengan pestisida nabati seperti, nimba, eceng gondong, maupun rumput laut lakukan menguasai kutu. b. Kutu kebul Serangga dewasa berdimensi 1-1,5 mm berwarna murni dan sayapnya jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung, biasanya berkawanan pada bagian bidang bawah silang. Gejala kerusakan biasanya positif bercak nekrotik pada cabang akibat rusaknya sel-interniran dan jaringan layon.

18
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan teknis seperti menanami tepian tanah dengan tanaman jagung atau bunga matahari sebagai pewatas dan menggandakan populasi perwakilan hayati, pergiliran tumbuhan dengan tanaman tidak inang terutama tidak family Solanaceae, seperti tomat, cabai, ubi benggala dan mentimun. c. Kutu sisik Wereng kutu sisik (Pseudococcus sp.) umumnya subur lega putaran cabang yang tidak terkena sinar mentari bertepatan, silang yang terserang akan kelihatan kusam dan kebanyakan menyerang lega sela-sela tanaman yang ternaungi. d. Kutu batok Wereng kutu batok (Aspidiotus sp.) menyerang tanaman dengan menghisap enceran pada layon maupun simpang yang menyebabkan cagak berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya dapat dilakukan menggunakan prinsip yang sebanding dengan tungau kebul dan kutu sisik, ataupun dengan mencipratkan larutan welirang puas layon yang rantus kutu. e. Bekicot Hama bekicot sangat merugikan tanaman biji pelir naga karena merusak batang maupun silang, terutama bilamana hari kemarau. Bekicot menggerogoti sehingga bangkai menjadi layu, penyebab hama ini karena sanitasi lingkungan yang kuran bersih. Pengendaliannya dapat dilakukan secara manual, yaitu mengambil suatu persatu bekicot nan suka-suka. f. Semut Lega biasanya, semut akan unjuk pron bila tanaman buah naga menginjak semenjak, karena aroma tunggal nan dikeluarkan bunga akan mengundang semut berdatangan. Bunga juga menghasilkan zat yang berasa manis, semut mulai mengerubungi bunga nan baru kuncup dan menyebabkan kulit buah berbintik biktik cokelat. Pencegahan biji kemaluan naga dari semut adalah dengan menaburkan seram mengelilingi batang utama biji kemaluan ular besar. g. Burung Batu kontol pada biji pelir naga kebanyakan jarang terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan, umumnya kalam menyerang biji kemaluan yang sudah lalu masak pata bagian atas, jika memungkinkan pembungkusan buah dengan plastik alias kain kasa transparan boleh mencegah serangan kalam tersebut.

19
2. Masalah a. Kemungkus dasar batang Menyerang plong semula penghutanan dengan gejala berupa pembusukan pada asal batang sehingga mengakibatkan batang berair dan berwarna kecoklatan dan biasanya diikuti adanya rambut putih di seputar provinsi yang terserang. Rusak disebabkan karena keadaan yang terlalu lembab sehingga muncul rabuk yang menyebabkan kebusukan yaitusclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini pelahap terjadi sreg bibit stek nan belum tumbuh akar dalam bentuk racikan. b. Busuk bakteri Pokok kayu tampak layu, kusam, terdapat lender kudus kekuningan pada tumbuhan nan mengalami pembusukan. Disebabkan oleh Pseudomonas sp., pengendaliaannya dengan kaidah mencabut tanaman yang ngilu. c. Fusarium Komplikasi nan disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl, gejalanya antara lain silang tanaman berkerut, layu dan busuk berwarna cokelat. Pencegahan dengan menjaga lahan agar tidak tergenang oleh air, takdirnya sudah terlanjur terserang maka pangkaslah bagian pokok kayu dan buang. H. Memanen Buah Naga Beberapa hal nan harus diperhatikan saat melakukan panen, misalnya perian yang tepat untuk panen, dan prinsip panen yang benar. 1. Pemanenan buah naga Masa penuaian buah naga biasnya diatur lega rembulan September hingga Maret, hal ini berhubungan dengan meningkatnya permintaan kebutuhan saat Natal, hari aru Cina, dan hari besar lainnya. Ciri-ciri biji zakar siap penuaian:

20
a. Roh pohon sejak cewek anakan hingga berbuah telah mencapai perian b. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan plong biji pelir nan memiliki ciri-ciri rona jangat biji zakar abang mengkilap dengan sisik berubah warna dari hijau menjadi kemerahan. c. Mahkota buah telah mengecil d. Kedua radiks buah keriput (kering) e. Rancangan buah bulat contoh dan besar, bobot buah diperkirakan g. 2. Hari panen Cak bagi pemanenan buah naga lega pagi periode (pukul ) atau sore hari ( ), semoga dilakukan pada cuaca yang cerah. 3. Cara pemanenan Tahap-tahap pemanenan buah naga yaitu: a. Kenakan sarung tangan saat akan memetik biji pelir agar tak merungkah selerang biji pelir. b. Siapkan gunting pangkas ranting yang pelecok suatu sisinya mencolok kerjakan menuai biji kemaluan. c. Runjam buah lega tangkainya tanpa subversif percabangan nan adalah letak buah tersebut. d. Untuk buah yang memiliki tangkai panjang maka pemetikannya lebih mudah, sembelih nanyan biji kemaluan antara biji kemaluan dan simpang kemudian keluarkan tangkainya. e. Usahakan biji pelir yang sudah lalu dipanen tidak terjatuh, bila pokok kayu mulai menggunung maka pemanenan boleh dibantu dengan menggunakan strata. f. Bungkus buah yang sudah dipanen dengan koran maupun sedarun dimasukkan ke dalam kotak. Tujuannya untuk mencegah sentuhan atau benturan antar biji pelir yang bisa menyebabkan buah memar. g. Letakkan biji zakar pada posisi takut dengan tangkai biji pelir menghadap bawah.

21
h. Lapisi setiap lapisan biji zakar dengan bantalan nan sama, jenjang tumpukan biji zakar sebaiknya tidak terlalu tinggi yakni cukup 2-3 susun namun. Inferior sortasi: – Super, bobot buah > 500 g – Kelas bawah A, bobot buah g – Kelas bawah B, bobot buah g – Kelas C, bobot buah <300 g Bikin memudahkan pemilahan selain timbangan pun bisa dengan memperalat bilang-bilang yang dibuat seorang dari kawat atau plastik yang disesuaikan dengan format masing-masing kelas. III. KESIMPULAN Sejak timbrung ke Indonesia pada tahun 2000-an pamor buah ular besar kian memuncak, pada awalnya biji kemaluan naga berdaging steril yang banyak ditemukan dipasaran saja seiring dengan waktu pamor buah naga

22
berdaging tulus mulai tegak, dan buah naga warna merah nan semakin banyak diminati. System proteksi lega tanaman biji kemaluan ular besar harus habis diperhatikan, apalagi bagi tanaman bibit, pengairan nan kurang sesuai dengan prosedur maka akan merusak tumbuhan. Pengairan tanaman yang berlebihan dapat menyebabkan keadaan persil menjadi lembab dan akan bertunas kawul perusak batang pangkal nan menyebabkan batang tersebut menjadi busuk. Sanitasi kebun pula merupakan salah satu unsur pemeliharaan yang penting, karena tujuannya yakni untuk mencegah penyebaran hama dan ki aib.

Source: https://docplayer.info/63590546-Laporan-pengelolahan-buah-naga.html