Macam Macam Waqaf Dan Artinya

Liputan6.com, Jakarta
Macam-jenis waqaf dalam Al-Qur’an mesti dipahami maka itu sendiri orang islam. Pasalnya, membaca Al-Qur’an memang memiliki beraneka macam sifat yang perlu diikuti. Menggunakan hukum tajwid yang benar, membacanya dengan tartil, hingga waqaf pada kalimat nan tepat adalah beberapa di antaranya.

Ditinjau mulai sejak segi bahasa, waqaf (وقف) signifikan menahan atau berhenti. Padahal berusul segi istilah, waqaf adalah menghentikan sekejap bacaan Al-Qur’an dengan maksud bakal bernapas disertai niat untuk kembali melanjutkan bacaan.

Selain waqaf, terdapat pula wasal. Wasal berarti terus dibaca atau bersambung. Mendaras Al-Qur’an dengan wasal artinya takdirnya ada stempel baca wasal, mandu membacanya diteruskan maupun disambung dengan kalimat berikutnya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (25/6/2021) tentang aneh-aneh waqaf.

Macam-Keberagaman Waqaf dalam Al-Qur’an

ilustrasi al-quran/pexels

ilustrasi al-quran/pexels

1.
Waqaf Taamm (ﺗﺂﻡّ)
yaitu macam-tipe waqaf yang pola, ialah menghentikan suatu referensi secara sempurna, tidak berhenti pada tengah-tengah ayat ataupun bacaan. Waqaf ini lain mempengaruhi makna dari ayat yang dibaca. Hal ini karena ayat tersebut tidak memiliki hubungan dengan ayat sebelumnya ataupun ayat setelahnya.

2.
Waqaf kaaf (ﻛﺎﻒ)
adalah neko-neko waqaf nan patut yaitu memangkal plong sebuah pustaka dengan contoh, tidak berhenti pada tengah-perdua kata atau teks. Akan tetapi pustaka tersebut masih mempunyai hubungan makna dengan alas kata setelahnya.

3.
Waqaf Hasan (ﺣﺴﻦ )
adalah aneh-aneh waqaf yang baik yaitu berhenti pada sebuah bacaan doang tidak mempengaruhi arti atau makna. Akan hanya bacaan tersebut masih memiliki hubungan makna dengan kata setelahnya.

4.
Waqaf Qabiih( ﻗﺒﻴﺢ)
adalah aneh-aneh waqaf buruk merupakan berhenti lega teks nan bukan pola, atau memangkal pada tengah-perdua pengenalan ataupun ayat. Neko-neko waqaf ini harus dijauhi karena bacaan tersebut masih bersambung dengan wacana sebelumnya baik maknanya maupun lafazdnya. Sehingga kurnia dari pembukaan tersebut bisa rusak.

Macam-macam Tanda Waqaf

Ilustrasi Al-qur'an (sumber: Pixabay)

Ilustrasi Al-qur’an (sumber: Pixabay)

Setelah mengetahui aneh-aneh waqaf, engkau pula terbiasa mengenali tanda-tandanya di dalam Al-Qur’an. Berikut tanda waqaf yang perlu ia pahami:

1.
Waqaf La Washal.
Tanda waqaf (لا) artinya “lain dapat berhenti”. Kalau terdapat tanda waqaf ini di paruh ayat, maka tidak diperbolehkan memangkal. Tetapi jika tanda waqaf ini berada di akhir ayat maka diperbolehkan berhenti eksemplar Waqaf La Washal terdapat dalam piagam An-Nahl ayat 32.

2.
Tanda mim ( مـ )
disebut pun dengan Waqaf Sah. adalah cak jongkok di intiha kalimat paradigma. Waqaf Seremonial disebut juga Waqaf Taamm (konseptual) karena waqaf terjadi sehabis kalimat model dan tidak cak semau kaitan pun dengan kalimat sesudahnya. Segel mim ( م ) mempunyai kemiripan dengan tera tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya. Contohnya waqaf lazim terdapat dalam dokumen Al-An’aam ayat 20.

3.
Stempel sad ( ﺹ )
disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa kian baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti momen darurat tanpa menafsirkan makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah plong fungsinya, dalam kata tak lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad.

4.
Keunggulan sad-lam-ya’ (صلى )
yakni abreviasi dari “Al-wasl Awlaa” nan bermakna “wasal atau meneruskan wacana adalah kian baik”, maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik.

5.
Segel qaf ( ﻕ )
yaitu singkatan dari “Qeela alayhil waqf” yang penting “telah dinyatakan boleh berhenti pada waqaf sebelumnya”, maka berbunga itu makin baik meneruskan pustaka walaupun dapat diwaqafkan.

6.
Tanda sad-lam ( ﺼﻞ )
merupakan akronim semenjak “Qad yoosalu” yang berharga “kadang kala bisa diwasalkan”, maka dari itu makin baik berhenti walau kadang rekata bisa diwasalkan.

7.
Tanda Qif ( ﻗﻴﻒ )
bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan buat mengetem. Jenama tersebut lazimnya muncul lega kalimat nan biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa cak jongkok.

Aneh-aneh Etiket Waqaf

Ilustrasi Al-Qur’an Credit: freepik.com

Ilustrasi Al-Qur’an Credit: freepik.com

8.
Etiket sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ )
melambangkan nangkring seketika tanpa mengambil napas. Dengan perkenalan awal lain, pembaca haruslah nongkrong seketika minus mengambil napas baru untuk menyinambungkan referensi.

9.
Tanda kaf ( ﻙ )
merupakan singkatan pecah “Kathaalik” yang bermakna “serupa”. Dengan kata enggak, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya unjuk.

10.
Tanda recik tiga ( … …)
yang disebut seumpama Waqaf Muraqabah maupun Waqaf Ta’anuq (terikut). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua boleh jadi di mana-mana hanya dan kaidah membacanya adalah harus nongkrong di salah satu etiket tersebut. Sekiranya sudah berhenti pada tanda mula-mula, tak terbiasa cak jongkok sreg merek kedua dan sebaliknya.

11.
Tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ )
berniat sama begitu juga waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), sekadar harus berhenti lebih lama minus mengambil napas.

12.
Tanda tho ( ﻁ )
adalah cap Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.

13.
Keunggulan jim ( ﺝ )
adalah Waqaf Jaiz. Boleh berhenti dan boleh cak bagi dilanjutkan.

14.
Tanda zha ( ﻇ )
berujud makin baik tidak berhenti.

Source: https://id.berita.yahoo.com/macam-macam-waqaf-dan-artinya-054519097.html

Posted by: gamadelic.com