Macam Macam Talak Dan Pengertiannya

Berdasarkan tahun jatuhnya, talak dibagi para ulama fikih kontemprer—riuk satunya Syekh Wahbah al-Zuhaili—menjadi tiga:munajjaz,mudhaf, danmu’allaq.

ينقسم الطلاق بالنظر إلى الصيغة من حيث اشتمالها على التعليق على أمر مستقبل أو الإضافة إلى زمن في المستقبل وعدم اشتمالها على التعليق إلى ثلاثة أنواع: منجز، ومعلق، ومضاف

“Dilihat dari kandunganshighatterhadapta‘liqatas perkara yang akan datang, penyandaran kepada periode di perian mendatang, serta ketiadaan nafkahta‘
liq-nya, talak terbagi padamunajjaz,mu‘allaq, danmudhaf” (Syekh al-Zuhaili,al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuhu, [Darul Fikr: Damaskus] jilid 9, hal. 6966).


Pertama
, talakmunajjazmaupunmu‘ajjal, yaitu talak yang jatuh pada saatshighat-nya diucapkan. Misalnya, bacot seorang junjungan kepada istrinya, “Engkau sudah lalu ditalak,” atau “Engkau telah tertalak.”

Ungkapan seperti itu berbuntut jatuhnya talak kapan itu sekali lagi selama junjungan yang mengucapkan tercatat khalayak yang dianggap lumrah menjatuhkan talak, dan sang istri gelap yang ditalak termasuk insan yang protokoler dijatuhi talak.


Kedua
, talakmudhafadalah talak yang disandarkan tercapainya pada waktu yang akan datang. Sebagaimana ungkapan suami kepada istrinya, “Engkau tertalak sreg esok waktu, atau pada awal bulan Ramadhan, atau puas awal waktu depan.”

Ungkapan “Dia tertalak sreg mulanya bulan Ramadhan,” misalnya. Maka, terhitung sejak terbenamnya matahari pada waktu buncit di wulan Sya‘ban, talak si suami kepada istrinya jatuh, bukan sejak beliau mengucapkan.

Berbeda halnya jikalau talak itu disandarkan puas perian yang telah lalu, seperti “Sira tertalak kemarin,” maka talak tersebut menjadi talakmunajjaz. Artinya talak itu jatuh sejak diucapkan, karena mustahilnya menyandarkan sesuatu kepada periode lampau, kecuali jika yang maksud perkataan itu adalah memberi sempat.

Sedemikian itu lagi ungkapan junjungan, “Engkau tertalak sebelum mautku,” maka talaknya menjadimunajjaz. Artinya, talak jatuh pada saat diucapkan karena sebelum mortalitas seluruhnya adalah hari menjatuhkan talak.


Ketiga
, talakmu‘allaq, talak bersyarat, atau yang lebih dikenal dengan “talakta‘liq”. Talakta‘liqmerupakan talak nan digantungkan terjadinya pada suatu perkara di musim mendatang. Biasanya menggunakan introduksi-kata jika, apabila, kapan pun, dan sejenisnya. Contohnya ungkapan laki kepada istrinya, “Jika ia masuk kembali rumah si ini, maka beliau tertalak.” Atau, “Takdirnya ia memencilkan ke apartemen saudaramu, maka ia tertalak.” Alias, “Jika engkau keluar apartemen tanpa seizinku, maka engkau tertalak.” Atau, “Pada saat pun dia ngobrol lagi dengan si ini, maka jatuhlah talakku kepadamu.”

الطلاق المعلق هو
ما رتب وقوعه على حصول أمر في المستقبل، بأداة من أدوات الشرط أي التعليق، مثل إن، وإذا، ومتى، ولو ونحوها، كأن يقول الرجل لزوجته: إن دخلت دار فلان فأنت طالق، أو إذا سافرت إلى بلدك فأنت طالق، أو إن خرجت من المنزل بغير إذني فأنتي طالق، أو متى كلمت فلاناً فأنت طالق.

“Talakmu‘allaqadalah talak nan ditetapkan jatuhnya pada keadaan suatu perkara di masa mendatang. Biasanya ditandai dengan kata-kata syarat misal ta‘liq, seperti jika, pron bila, kapan pun, dan sejenisnya. Contohnya kata majemuk seorang suami kepada istrinya, “Seandainya anda masuk ke rumah sang fulan, maka kamu [telah] tertalak.” Atau, “Jika ia pergi ke negaramu, maka engkau tertalak.” Atau, “Sekiranya beliau keluar dari rumah tanpa seizinku, maka kamu tertalak.” Ataupun, “Kapan pun sira berbicara dengan si fulan, maka anda tertalak.” (Lihat: Syekh al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuhu, [Darul Fikr: Damaskus] jilid 9, keadaan. 6968).

Demikian penjelasan tentang macam-macam talak berdasarkan musim jatuhnya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.


Ustadz M. Tatam Wijaya, Alumni PP Raudhatul Hafizhiyyah Sukaraja-Sukabumi, Penanggung jawab Majelis Taklim “Syubbanul Muttaqin” Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat.





Source: https://islam.nu.or.id/nikah-keluarga/macam-macam-talak-berdasarkan-waktu-jatuhnya-kl1Pu

Posted by: gamadelic.com