Macam Macam Sujud Dan Pengertiannya

Aneh-aneh Sujud dan Doanya
– Sungkem yaitu riuk satu episode dari gerakan salat. Gerakan sujud ini juga salah satu kampanye yang disukai oleh Rasulullah Saw., oleh karena itu tercantum gerakan yang luhur.

Sujud juga adalah susuk diri nan memasrahkan diri kepada Sang pencipta Swt. karena kita yakni hamba yang mungil yang tidak berdaya tanpa adanya bantuan dari Allah SWT.

Meski sujud merupakan bagian operasi salat, tetapi sujud sekali lagi boleh dilakukan dalam berbagai kondisi tertentu. Doa sujud lagi berbeda-beda tergantung sungkem nan kita lakukan.

Mandu sujud yang baik sesuai dengan aturan salat yaitu dengan menempelkan kening, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, serta ujung jari kaki dengan bandarsah yang digunakan untuk salat. Jangan lupa buat memberi jarak kedua kaki dengan posisi tekor mangap. Usaha tersebut diulang beberapa kali internal salat. Sebagaimana dengan sujud yang lain, namun tidak diulangi terus menerus sebagaimana saat sedang salat.

beli sekarang

Keindahan sebuah doa yaitu saat kita menyadari bahwa diri ini lemah, tidak berdaya dan lain dapat melakukan aapun sonder pemaafan dan kuasa-Nya. Taktik ini merupakan sebuah saran atau pengingat bahwa berdoa di dalam sungkem yakni kejadian nan tepat kiranya segala yang diinginkan dapat terwujud.

Kata sandang ini akan memberikan penjelasan macam-keberagaman sujud beserta tahlil di setiap sujud yang dilakukan. Untuk mencerna bertambah jelasnya, silakan simak ulasan berikut!


Pengertian Sungkem intern Salat

Sungkem merupakan riuk satu kampanye salat. gerakan ini wajib dilakukan detik melaksanakan salat. Dalam Kamus Raksasa Bahasa Indonesia sujud berarti pernyataan hormat dengan berlutut dan menundukkan kepala. Artinya momen bersujud kita menyembah Halikuljabbar Swt. misal bentuk apresiasi karena Sira merupakan Tuhan semesta alam.

Rasulullah Saw. juga bercakap mengenai sujud yang n kepunyaan keistimewaan privat tubuh dan rohani bahwa, “Hendaklah engkau memperbanyak sungkem (perbanyak salat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapus dosamu.


1. Hukum Bacaan Sujud dalam Salat

Dalam pandangan dari Jumhur Ulama merupakan para ulama dari mahzab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, dan Asy-Syafi’iyah, mereka mengatakan bahwa lafaz-lafaz ketika sujud berupa tahlil, rosario, dan wirid sujud menurutnya hukumnya yaitu sunah. Apabila sama sekali tidak dibaca secara sengaja atau lain sengaja salat tetap bepergian dengan baku.

Pada hadis Rasulullah Saw. pula beliau mengajarkan bagaimana kaidah bersujud dengan baik dan ter-hormat, namun beliau tidak mengatakan harus membaca sesuatu ketika bersujud. Sekiranya bacaan sujud adalah satu hal nan wajib, pastinya Rasulullah Saw. mengajarkannya kepada umatnya.

Cuma, dalam pandangan lain bersumber mahzab Al-Hanabilah mengatakan panggul membaca zikir momen sujud merupakan teristiadat hukumnya. Bila seseorang sengaja tidak mengaji wirid saat sujud maka salatnya akan batal. Namun, apabila seseorang lupa mendaras ratib sujud salatnya tetap sah, habis disunahkan untuk melakukan sujud sahwi.



Pada dasarnya mereka berkeyakinan bahwa Rasulullah Saw. mengamalkan amalan tersebut dan telah mewajibkan umatnya untuk mengaji doa pada saat sungkem.


2. Zikir Sungkem intern Salat

Terserah sapta macam doa kapan sujud dalam salat nan telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. Makanya karena itu, agar kita mengamalkannya dengan membacanya seling di masa salat yang berbeda. Berikut yakni doa-doa sujud dalam salat.

  • سُبْحَانَ
    رَبِّيَ
    الْأَعْلَى

Subhaana rabbiyal a’laa
(3x)

Artinya: “Maha Asli Rabb-ku yang Maha Tingkatan.”

  • سُبْحَانَ
    رَبِّيَ
    الْأَعْلَى
    وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdih
(3x)

Artinya: “Maha Kudus Rabb-ku yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”

  • سُبُّوحٌ
    قُدُّوسٌ،
    رَبُّ
    الْمَلَائِكَةِ
    وَالرُّوحِ

Subbuuhun qudduusun rabbul malaa-ikati war ruuh.

Artinya: “Maha Masif, Maha Indah, Rabbnya para Malaikat dan Ruh.” (H.R. Mukmin No. 487).

  • سُبْحَانَكَ
    اللَّهُمَّ
    رَبَّنَا
    وَبِحَمْدِكَ
    اللَّهُمَّ
    اغْفِرْ
    لِي

Subhaa-nakallahumma rabbanaa wa bihamdika, allahummaghfir-lii.

Artinya: “Maha Suci Beliau ya Yang mahakuasa, aduhai Rabb kamu, dan dengan memuji-Mu, ya Almalik, berilah ampunan untukku.”

  • اللهُمَّ
    اغْفِرْ
    لِي
    ذَنْبِي
    كُلَّهُ
    دِقَّهُ،
    وَجُلَّهُ،
    وَأَوَّلَهُ
    وَآخِرَهُ
    وَعَلَانِيَتَهُ
    وَسِرَّه

Allahummagh-fir-lii dzan-bii kullahuu, diqqahuu, wa jullahuu, wa awwa-lahuu, wa aa-khirohuu, wa ‘alaa-niya-tahuu wa sirrohuu.

Artinya: “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku, yang serambut dan sebesar-besarnya, nan pertama dan terakhir, yang binar-terangan dan yang terselubung.”

  • اللهُمَّ
    لَكَ
    سَجَدْتُ،
    وَبِكَ
    آمَنْتُ،
    وَلَكَ
    أَسْلَمْتُ،
    سَجَدَ
    وَجْهِي
    لِلَّذِي
    خَلَقَهُ،
    وَصَوَّرَهُ،
    وَشَقَّ
    سَمْعَهُ
    وَبَصَرَهُ،
    تَبَارَكَ
    اللهُ
    أَحْسَنُ
    الْخَالِقِينَ

Allahumma laka sajad-tu, wa bika aamantu, wa laka aslam-tu. Sajada wajhii lilladzii khala-qohuu, wa shawwa-rohuu, wa syaqqo sam’ahuu wa basharahuu, tabaarokallahu ahsanul kholiqiin.

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mulah aku bersujud, kepada-Mu aku beriman dan kepada-Mulah aku menyerahkan diriku. Dan Anda Rabb-ku. Wajahku bersujud kepada Zat yang mutakadim menciptakan dan membentuknya maka baikanlah untukku. Dan yang telah menjadikan diriku mendengar dan melihat maka Maha Suci Almalik, seutuhnya pencipta.”

  • سُبْحَانَ
    ذِي
    الْجَبَرُوتِ
    وَالْمَلَكُوتِ
    وَالْكِبْرِيَاءِ
    وَالْعَظَمَةِ

Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa, wal ‘adzamah.

Artinya: “Maha Zakiah pemilik Keperkasaan, dan Kekuasaan, dan Keangkuhan, dan Jalal.”


Sujud Syukur

Sujud terima kasih kebanyakan dilakukan oleh umat muslim ketika sedang mendapat kenikmatan mulai sejak Allah Swt. Hal ini dilakukan lakukan berterima kasih kepada Allah Swt. atas kenikmatan yang telah diberikan kepada hamba-Nya.

Sujud syukur hukumnya sunah. Jika melakukannya tentu mendapat habuan pahala karena kita senantiasa bersyukur dan akseptabel kasih kepada Almalik Swt. atas limpahan rahmat dan keistimewaan yang diberikan kepada kita. Namun, jika kita tidak melakukannya sekali lagi tidak barang apa-segala, hanya cukup mengucapkan
Alhamdulillah.


1. Tata Kaidah Sungkem Syukur

Dalam melakukannya, sujud syukur juga memiliki pengelolaan caranya sendiri. Tidak hanya dengan mengucap hamdalah cuma detik mendapatkan kenikmatan, beliau juga bisa mengerjakan sujud syukur. Kejadian ini telah disebutkan privat firman Tuhan di Al-Quran Q.S Ibrahim ayat 7, “Jika sira bersyukur, niscaya Aku menambahnya. Sahaja jika anda mengingkarinya sesungguhnya aniaya-Ku terlampau pedih.”

Berikut yakni tata cara sujud syukur.

  • Membersihkan diri dari hadas besar dan hadas kecil serta dari najis;
  • Mengambil wudu;
  • Menutup kemaluan dan menghadap ke arah kiblat;
  • Melakukan takbir dan membaca karsa sujud syukur dalam hati;

Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta’aala

Artinya: “Saya niat melakukan sujud terima kasih sunah karena Sang pencipta ta’aala.”

  • Melakukan sujud syukur dengan mendaras doa sungkem syukur.
  • Duduk di antara dua sungkem tanpa membaca tasyahud
  • Salam


2. Doa Sujud Syukur

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Sajada wajhi lilladzi khalaqahu, wa shawwarahu, wa syaqqa sam’ahu, wa basharahu bi khaulihi wa kuuwatihi fatabarakallahu ahsanul kholiqiin.

Artinya: “Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan memberi pendengaran dan rukyah, Maha Berkah Allah seutuhnya pencipta.”

Selain doa sujud syukur, kalian juga bisa mengaji doa bukan sebagai halnya rosario, ratib, dan tahlil, serta membaca episode Q.S. An-Naml ayat 19.

  • Mengaji tasbih, tahmid, dan tahlil.

S
ubhaanall
a
hi walhamdulillaahi walaa ilaaha illall
aa
hu wall
aa
huakbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil aliyyil azhiim
.

Artinya : “Maha ceria Halikuljabbar, segala puji untuk Sang pencipta, tiada Halikuljabbar selain Sang pencipta, Sang pencipta Maha Osean, tiada resep dan kekuatan kecuali atas bantuan Almalik Nan Maha Pangkat, Maha Agung.”

  • S An-Naml ayat 19.

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Fa tabassama ???ikam ming qaulih? wa q?la rabbi auzi’ufuk? an asykura ni’matakallat? an’amta ‘alayya wa ‘al? w?lidayya wa an a’mala ??li?an tar??hu wa adkhiln? bira?matika f? ‘ib?dika?-??li??n
.

Artinya: Maka engkau tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Illah berilah aku ajaran lakukan tetap mensyukuri enak Mu nan telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua turunan ibu bapakku dan untuk berbuat amal saleh yang Kamu ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”


beli sekarang

Ebook ini menjadi do’a buat penyalin buat menundukkan sewu keangkuhan yang menempel pada diri sebagai seorang hamba allah biasa, semoga ebook ini menjadi goresan nan bakir membawah kita semua menyelami makna sebuah hidup.


Sujud Tilawah

Sujud tilawah merupakan gayutan bermula dua kata bahasa Arab yaitu sungkem dan tilawah. Sujud berarti menundukkan atasan atau menghinakan diri dan tilawah artinya mengaji Al-Quran. Lebih lengkapnya sujud tilawah merupakan sujud yang dilakukan ketika setelah membaca atau mendengar bacaan semenjak ayat sadjah Al-Alquran saat salat maupun bukan. Sujud tilawah dapat disebut juga ibarat sujud bacaan.

Ayat sadjah terdapat dalam beberapa kopi yang ada di Al-Alquran. Manuskrip-piagam tersebut antara lain, Tindasan Al-A’raf, Ar-Ra’d, An-Nahl, Al-Isra’, Maryam, Al-Furqan, An-Naml, As-Sadjah, Fussilat, An-Najm, Al-Insyiqaq, Al-Alaq, dan Al-Hajj.

Selain itu, ada kembali beberapa ayat di dalam Al-Quran dan juga hadis nan membersihkan mengenai sujud tilawah. Nan pertama terbit adegan Q.S. Al-Isra’ ayat 107-109.

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلأذْقَانِ سُجَّدًا (107) وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولا (108) وَيَخِرُّونَ لِلأذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا (109)

Artinya: Katakanlah, “Berimanlah kalian kepadanya maupun tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sebenarnya khalayak-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka serampak bersujud, dan mereka berkata, ‘Mahasuci Tuhan kami; sesungguhnya janji Allah kami karuan dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas cahaya muka mereka refleks menangis dan mereka lebih benar-benar’.” (Q.S. Al-Isra’: 107-109).

Dulu, kerumahtanggaan suatu riwayat hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW berbicara:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ – وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

Artinya: “Jika basyar membaca ayat sajdah lantas sujud, maka menyingkirlah setan sambil menangis dan berfirman, “Celakalah diriku, kamu (Anak asuh Laki-laki) diperintahkan sungkem dan ia patuh dahulu sungkem, maka baginyalah surga. Semenjana aku sendiri diperintahkan lakukan bersujud namun aku menjorokkan, maka untukku neraka.” (HR. Muslim, dan Ibnu Majah dalam Nashbur Roayah Piutang 2 halaman 178).


1. Takbir Sujud Tilawah

Ketika kalian telah membaca dan mendengar ayat sadjah maka kalian harus sujud dan mengaji doa sujud tilawah. Berikut yaitu doa sujud tilawah nan harus dibaca.

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu bi khaulihi wa kuuwatihi fatabarakallahu ahsanul kholiqiin.

Artinya: “Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan, Maha berkah Yang mahakuasa sepenuhnya pembuat,” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Hakim, Tirmidzi, dan Nsa’i)


2. Manajemen Kaidah Sujud Tilawah

Dalam melakukan sungkem tilawah suka-suka dua cara, yaitu sujud di privat salat, dan juga di asing salat.

  • Sungkem di dalam salat

Saat sedang posisi salat dan kita mendaras ayat sadjah, hendaknya kita kontan mengerjakan sujud tilawah tanpa harus melakukan rukuk dan i’tidal terlebih lewat. Sehabis radu mengerjakan sungkem tilawah lagi ke posisi sebelum sujud dan meneruskan salat.

Sedangkan ketika salat berombongan dan pendeta membaca ayat sadjah, makmum tidak boleh melakukan sujud sadjah seorang jika imam enggak melakukannya. Hanya, jika imam berbuat sujud sadjah maka makmum lagi harus mengikutinya.

  • Sujud di asing salat

Ketika kalian mendengar atau membaca ayat sadjah, kalian boleh langsung bertakbir lalu mengerjakan sungkem tilawah sebanyak satu mungkin, kemudian bertakbir lagi setelah pulang ingatan berbunga sujud tilawah. Selain itu, kalian bisa saja langsung sungkem tanpa didahului takbir seperti mana dalam salat.


Sujud Syahwi

Syahwi berasal dari bahasa Arab nan artinya tengung-tenging atau lupa. Sujud syahwi dilakukan ketika lalai dalam gerakan atau bacaan salat ketika kita melaksanakannya. Ketika kita merasa ragu dengan rakaat yang mutakadim kita jalankan saat salat, kita dapat mengamalkan sujud syahwi agar salat tetap formal.

Privat melakukannya sujud syahwi sekali lagi ada tata caranya. Berikut yaitu beberapa penyelenggaraan cara privat mengamalkan sujud syahwi.


1. Manajemen Mandu Sungkem Syahwi

Intern melakukannya, tata mandu sungkem syahwi juga terbagi menjadi dua, yaitu  sebelum salam dan setelah salam.

Sujud syahwi sebelum salam dilakukan ketika:

  • Meninggalkan beberapa persuasi salat karena tengung-tenging;
  • Ragu dengan kuantitas rakaat salat yang telah dijalankan.

Sujud syahwi sehabis salam dapat dilakukan ketika:

  • Menambah rakaat karena lupa rakaat yang telah dijalankan ketika salat;
  • Meninggi operasi salat karena lupa.

Dengan hal ini, para ulama telah semupakat bahwa melakukan sujud syahwi setelah maupun sebelum salam sifatnya adalah sebuah anjuran karena lalai dalam gerakan maupun rakaat salat. Jika terjadi sujud syahwi di dalam salat maka salat tetaplah sah. Peristiwa ini juga sesuai dengan manifesto dari Al-Khithabi.

  • Sujud syahwi dilakukan setimpal seperti sungkem kerumahtanggaan salat;
  • Sujud syahwi dilakukan dua siapa, dengan duduk di antara dua sungkem;
  • Disyariatkan seyogiannya mendaras takbir saat mengamalkan sujud dan setelah sujud seperti mana saat melaksanakan salat.


2. Doa Sujud Syahwi

Sujud syahwi tidak mempunyai puji-pujian khusus momen kita melakukannya. Oleh karena itu, para cerdik pandai seia bahwa detik melakukan sujud syahwi membaca puji-pujian sujud seperti momen salat. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Ibnu Qudamah Rahimahullah.

“Hendaklah dia membaca di dalam sujud sahwi-nya, bacaan yang diucapkan di dalam sujud ketika shalat, karena sujud sahwi yaitu sujud yang serupa dengan sujud shalat.” (Al-Mughni, 2:432–433).

Rekomendasi Gerendel & Artikel Tercalit

Grameds, demikianlah penjelasan mengenai macam-macam sungkem dan doanya. Semoga kalian dapat mengingat dan berbuat ilmu yang mentah kalian boleh. Jika kalian mutakadim mengetahuinya, mungkin kalian dapat mengamalkannya kepada orang lain nan belum mengetahuinya.

Jika kalian ingin banyak belajar hal-hal mengenai agama Islam, kalian dapat membaca dan membeli anak kunci yang tersaji di Gramedia. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas menyisihkan persendian berkualitas yang dapat kalian dapatkan. Yuk Grameds, beli bukunya sekarang lagi!

beli sekarang

Anak kunci ini mengingatkan kita sepatutnya selalu bersujud kepada Allah Swt. bagi mendapat ampunan berasal dosa yang selama ini kita lakukan. Sujud juga berjasa agar tahmid-doa yang kita panjatkan kepada Allah Swt. bisa masin lidah dan dikabulkan.

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital mutakhir yang memandu konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan n domestik menggapil perpustakaan digital Sira. Klien B2B Taman bacaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, hingga medan ibadah.”

logo eperpus

  • Custom batang kayu
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Engkau
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk menyibuk pesiaran analisis
  • Laporan statistik abstrak
  • Permohonan aman, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/macam-macam-sujud-dan-doanya/

Posted by: gamadelic.com