Macam Macam Najis Beserta Contohnya

Dilihat dari kemujaraban dan sumbernya, najis dibagi menjadi tiga, yaitu najis mugholladhah, mukhoffafah dan mutawassithoh.

1. Najis
mugholladhah
(najis berat) adalah najis dari anjing, kartu ceki dan segala keturunannya. Adapun mandu mensucikan babak satu benda yang ketularan najis mugholladhah adalah :

Basuhlah daerah yang terkena najis mugholladhah dengan air sebanyak sapta mana tahu dan salah satunya dicampur dengan debu. Perbuatan nabi nabi muhammad Nabi SAW. :


طَهُوْرُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ.

ï´¿
رواه مسلم عن أبى هريرة﴾

  “Cara membasuh

bejana

seseorang di antara dia apabila dijilat monyet hendaklah dibasuh tujuh kali, salah satunya dicampur dengan debu
” (H.R. Muslim bermula AbiHurairah).

  Adapun kartu ceki disamakan dengan kera karena nangui tertulis binatang bengis. Firman Allah SWT. :


أَوْ لَحْمَ خِنْـزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْـسٌ


ï´¿
الأنعام
{6}
:

145
ï´¾

  “… alias daging babi karena sepantasnya semua itu kotor… ”Q.S. al-An’ãm (6) : 145.

2. Najis
mukhoffafah
(najis ringan) adalah najis yang kasatmata air seni anak lanang yang belum genap berusia dua tahun dan belum pernah mengkonsumsi selain ASI. Adapun kaidah mensucikan najis mukhoffafah adalah dengan memercikkan air pada benda itu meskipun tidak berputar.


عَنْ أُمِّ قَيْسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا أَنَّهَا جَاءَتْ بِابْنٍ لَهَا لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ فَأَجْلَسَهُ رَسُوْلُ اللهِ

فِى حِجْرِهِ فَبَالَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاءٍ فَنَضَحَهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ
.﴿رواه البخارى ومسلم﴾

  “Bermula UmmiQais R.A. sesungguhnya engkau wasilah membawa koteng anak asuh laki-lakinya yang belum bersantap makanan. Lalu anak itu dipangku oleh Rasulullah SAW. dan anak itu berkemih di pangkuannya. Kemudian Rasulullah SAW.menanyakan air, lalu menyemprotkan air itu ke episode nan terkana kencingnya dan tidak dibasuhnya.” (H.R. al-Bukhari dan Mukminat).

3.Najismutawassithoh(najis menengah)adalah najis selain kedua macam nan mutakadim disebut. Najis mutawassithoh ini terbagi menjadi dua bagian :

   a. Najishukmiyah, yaitu najis nan kita yakini adanya akan tetapi tidak nyata dzat, bau, rasa maupun warnanya, seperti air kencing yang sudah lama kering, sehingga sifat-sifatnya sudah hilang. Cara mencuci najis ini layak dengan mengalirkan air di atas benda yang ketularan najis.

   b. Najis ‘ainiyah, yaitu najis yang masih terdapat dzat ataupun riuk satu sifatnya seperti bau, dandan dan rasa. Cara mensucikan najis ini adalah dengan membasuh (ki menenangkan amarah) dzat, bau, corak dan rasanya.  Apabila bau dan warna sulit kerjakan dihilangkan dengan cara dikerok, digosok maupun dicuci dengan sabun batangan, maka hukumnya dimaafkan.

 author,


 Drs. H. Mughni Labib, MSI.


Makalah ini disampaikan pada programa Didikan Mental Pegawai Kankemenag Kab. Cilacap, Selasa 8 Mei 2012 di Balairung Kankemenag Kab. Cilacap



Source: https://cilacap.kemenag.go.id/profil/macam-macam-najis-dan-cara-mensucikannya/

Posted by: gamadelic.com