Laporan Uji Boraks Dengan Kunyit

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIPA “Uji Boraks dan Formalin” Disusun bagi memenuhi keseleo satu tugas mata kuliah Laboratorium MIPA, Program Investigasi PGSD Dosen Pengampu : Asep Irvan Irvani, M.Pd.

Disusun maka dari itu: Neng Mawar Jannatul Wildan

(24066118004)

Program Studi Pendidikan Suhu Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut 2022

”UJI BORAKS DAN FORMALIN” A. Tujuan Praktikum Selepas praktikum ini mahasiswa boleh mengidentifikasi adanya boraks dan formalin pada makanan. B. Organ dan Bahan Alat

: 1. Pipet Tetes 2. Plat Tetes 3. Gelas Kimia 4. Mortal 5. Alu 6. Sendok Kecil (Spatula) 7. Talenan 8. Pisau

Bahan : 1. Garam bleng 2. Cair Formalin 3. Air Kunyit 4. Percontoh Sosis 5. Sampel Lapis 6. Sampel SIPP 7. Sampel Mie Sarimi

8. Percontoh Mie Indomie 9. Sampel Mie Sedap 10. Bakso C. Dasar Teori Boraks yaitu korban ilmu pisah yang banyak dipergunakan bagi industri jeluang, pengawet gawang, penyelia kecoa dan industry keramik.  Di masyarakat luas boraks sering disalahgunakan umpama bahan tambahan makanan untuk pembuatan kerupuk, mie basah, lontong, bakso dan barang makanan lainnya. Akibat mengkonsumsi boraks dalam rahim lama-kelamaan akan terakumulasi (tertimbun) sedikit-demi sedikit dalam organ hati, biang keladi dan testis.  Boraks yang dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, kejang perut, kerusakan ginjal, patah selera makan. Boraks merupakan garam sodium atau natrium tetraborat yang banyak digunakan di berbagai pabrik nonpangan, khususnya pabrik jeluang, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berwujud serbuk kristal nirmala, tidak berbau, mudah sagu belanda n domestik air, cuma boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptik kayu. Kancing pengawet nan kuat terbit boraks berasal bersumber rezeki cemberut borat didalamnya.Senderut borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan senderut borat dalam air digunakan laksana obat basuh netra dan dikenal bagaikan boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat bergurah, semprot hangit, dan salep luka kerdil. Namun, bahan ini tidak dapat diminum ataupun digunakan pada luka luar karena beracun momen terserap turut kerumahtanggaan tubuh. Dalam pengidentifikasian boraks lega lambung jika boraks direaksikan dengan kurkumin akan menghasilkan senyawa bercelup merah yang disebut rososiania.

Formalin adalah larutan formaldehid dalam air dengan kadar 37% yang biasa di gunakan bakal mengawetkan sampel ilmu hayat atau mengawetkan batang. Formalin merupakan bahan kimia yang disalahgunakan plong pengawetan tahu, mie basah, dan bakso. Formalin telah dahulu umum digunakan n domestik hayat sehari-masa. Apabila digunakan secara etis, formalin akan banyak kita rasakan manfaatnya, misalnya sebagai antibakteri atau pembunuh mikroba dalam berbagai macam keperluan industri, yakni pembersih lantai, kapal, gudang dan busana, penghancur lalat maupun berbagai insekta lainnya. Dalam mayapada fotografi kebanyakan digunakan misal pengeras lapisan gelatin dan jeluang. Formalin pun pelalah digunakan perumpamaan bahan pembuatan serabut urea, bahan pembuat barang air atar, pengawet bahan kosmetika, pengeras kuku. Formalin boleh sekali lagi dipakai sebagai bahan penolak korosi bakal mata air minyak. Di permukaan industri kayu, formalin digunakan sebagai bahan perekat lakukan barang kayu lapis (polywood). Dalam kosentrasi yang sangat kerdil (< 1%) digunakan sebagai pengawet buat bervariasi barang pemakai seperti pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, dukun beranak sepatu, shampoo mobil, lilin dan karpet. D. Prosedur Percobaan Awalan-langkah percobaan: Prosedur I Uji Boraks : a. Sebelum menguji boraks pada makanan, kita buat adv amat uji boraks. b. Tetesi boraks (garam bleng) dengan air kunyit menggunakan pipet tetes. Boraks akan bercelup merah kecoklatan jika ditetesi kunyit c. Tusuk sosis kecil-boncel kemudian tumbuk sosis menggunakan gerbang dan alu . d. Ambil sosis yang telah di tumbuk memperalat spatula, kemudian letakkan pada piringan hitam tetes. e. Tetesi sosis tersebut dengan air kunyit, biarkan selama kurang kian panca menit.

f. Amati corak yang nampak pada bakso yang ditetesi air kunyit, sangat bandingkan dengan corak larutan boraks yang ditetesi dengan air kunyit. g. Lakukan dengan cara yang seimbang pada lapis, dan Sipp h. Catat hasil pengamatan dan simpulkan Prosedur II Uji Formalin : a. Ambil larutan formalin yang terserah sreg gelas kimia dengan menggunakan pipet tetes. b. Cabut baks, mie asfar dan pempek yang sudah di tumbuk menggunakan sendok, kemudian letakkan pada plat tetes. c. Teteskan larutan formalin tersebut sreg bakso, mie kuning dan pempek yang ada pada plat melase. d. Tunggu beberapa ketika sambil mengamati perubahan yang terjadi baik pergantian pada bakso, sosis, dan 3 diversifikasi mie pada larutan tersebut. e. Hancuran maupun sampel yang berubah menjadi warna coklat mengindikasikan formalin. f. Catat hasil pengamatan berdasarkan pengamatan nan dilakukan E. Data Hasil Percobaan Elastisitas Prosedur I Uji Boraks : No 1.

Sampel Sosis

2. 3.

Lapis Pasar Sipp

Prosedur II

Ada

Air Kunyit indikasi boraks

pemfokusan invalid Positif mengandung boraks Negatif terhadap indicator

dengan

Uji Formalin : No.

Spesimen

Hasil

1

Bakso

Negatif –

3

Sosis

4

Mie Sarimi

5 6.

Mie Indomie Mie Sedap

Positif √ √

√ –

F. Analisis Data

Berdasarkan hasil pengamatan bermula beberapa kegiatan nan dilakukan puas praktikum uji boraks dan formalin pada makanan, dapat dijabarkan laksana berikut: 1. Kegiatan percoban yang dilakukan pada sosis mengandung boraks dengan indikasi rendah, dan lapis pasar positif mengandung boraks. Diantara 3 percobaan nafkah yang diamati, hanya sipp yang merusak mengandung boraks. 2. Pada detik sosis ditetesi dengan air kunyit dandan nya berubah menjadi abang kecoklatan cuma corak nya lain terlalu pekat, sementara itu saat Lapis pasar ditetesi dengan air kunyit warnanya berubah menjadi bangkang kecoklatan dan habis pekat, dan yang bungsu detik sipp ditetesi dengan air kunyit dandan nya tetap kuning. 3. Pada saat bakso, sosis dan mie indomie ditetesi dengan larutan formalin rona nya berubah pecah ungu pekat menjadi kecoklatan yang artinya ke tiga tembolok tersebut positif mengandung formalin, sedangkan pron bila mie lemak dan mie sarimi ditetesi larutan formalin, warna nya tetap ungu pekat dan tidak berubah yang artinya mie lezat dan mie indomie ini negatif mengandung formalin.

G. Kesimpulan

Berdasarkan hasil Praktikum nan dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1.

Spesimen yang mengandung boraks apabila diuji dengan menunggangi air kurkuma akan berubah warna bersumber kuning menjadi bangkang kecoklatan.

2.

Sampel yang mengandung formalin akan berubah dandan dari ungu pekat menjadi kecoklatan.

3.

Semenjak lambung yang di uji coba, sosis mengandung boraks dengan indikasi rendah, sedangkan lapis pasar, positif mengandung boraks, dan hanya sipp yang subversif mengandung boraks.

4.

Berbunga lambung nan telah di uji coba tiga makanan positif mengandung formalin, yakni bakso sosis dan mie indomie. Padahal dua makanan yang negatif mengandung formalin yaitu mie gurih dan mie sarimi

H. Daftar pustaka

YouTube. (2017, Januari 5). Pengujian kandungan formalin dan boraks, [Jaras video]. Diakses dari https://youtu.be/ZHd6casCVN8. YouTube. (2019, Oktober 6). Uji coba ki gua garba boraks pada bakso dan sosis, [Kebat video]. Diakses berbunga https://youtu.be/BDaujJivTZk. Dina Fitri.2015.Makrifat Praktikum Biokomia,[online], (http://www.academia.edu, diakses 3 April 2022)

Source: https://pdfcoffee.com/download/laporan-praktikum-uji-boraks-amp-formalin-pdf-free.html