Lapisan Batuan Disebut Juga Dengan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Posisi litosfer (nomor 4) pada lapisan Bumi

Litosfer
ialah kerak bumi terluar yang tersusun atas lempeng-lempeng tektonik yang sangat pelik berputar. Posisi litosfer congah di atas batuan terapung yang relatif mudah bergerak satu proporsional tak.[1]
Ketebalan rata-rata litosfer adalah 100 km dengan susunan kerak manjapada dan mantel. Possi litosfer berdekatan dengan astenosfer.[2]
Litosfer termasuk lapisan kuat yang terletak di atas astenosfer yang gontai. Posisi litosfer membuat litosfer mudah drop ke astenosfer. Penjatuhan posisi litosfer ke astenosfer dipengaruhi oleh gaya regang dan kecenderungan tekan bebatuan.[3]
Litosfer berusul berpangkal kata lithos yang artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Secara lurus litosfer adalah lapisan Manjapada nan paling luar maupun normal disebut dengan kulit bumi. Plong sepuhan ini pada galibnya terjadi dari fusi ilmu pisah yang produktif akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer cak acap dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan biasanya 30 km yang terdiri atas dua putaran, yaitu Litosfer atas (ialah daratan dengan agak-sangka 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 penggalan).

Litosfer Bumi menutupi kerak dan bagian teratas dari mantel Manjapada yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar bermula planet Bumi. Litosfer ditopang oleh astenosfer, nan yakni bagian yang makin letoi, lebih panas, dan kian dalam dari baju hujan. Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan: litosfer tetap padat dalam jangka musim geologis yang relatif lama dan berubah secara plastis karena bongkahan-retakan, sedangkan astenosfer berubah seperti cairan kental.

Litosfer terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya gerak kontinen akibat konveksi nan terjadi dalam astenosfer.

Konsep litosfer umpama lapisan terkuat dari lapisan terluar Mayapada dikembangkan makanya Barrel pada tahun 1914, nan menulis serangkaian paper cak bagi mendukung konsep itu. konsep nan beralaskan pada kehadiran anomali gravitasi nan berfaedah di atas kerak benua, nan tinggal ia memperkirakan eksistensi lapisan abadi (yang ia tutur litosfer) di atas lapisan lembam nan dapat berputar secara konveksi (yang engkau ujar astenosfer). Ide ini adv amat dikembangkan maka itu Daly pada musim 1940, dan telah dipedulikan secara luas oleh ahli geologi dan geofisika. Meski teori mengenai litosfer dan astenosfer berkembang sebelum teori lempeng tektonik dikembangkan pada tahun 1960, konsep mengenai keberadaan salutan awet (litosfer) dan salutan lemas (astenosfer) tetap menjadi bagian terdepan berpunca teori tersebut.

Terdapat dua macam litosfer

  • Litosfer ki akbar, yang berhubungan dengan kerak segara dan subur di bawah raksasa. Merupakan benda padat yang terdiri dari deposit di laut puas putaran atas, di bawahnya batuan vulkanik dan nan terbawah tersusun bersumber batuan beku Gabro dan peridotit.
  • Litosfer benua, nan berhubungan dengan kerak benua. Merupakan benda padat yang terdiri bermula batuan beku granit pada penggalan atas dan batuan beku basalt pada bagian bawah.

Litosfer samudra memiliki ketebalan 50–100 km, sementara litosfer kontinen mempunyai kedalaman 40–200 km. Kerak tanah raya dibedakan dengan lapisan mantel atas karena kesediaan lapisan Mohorovicic.

Posisi

[sunting
|
sunting sumber]

Litosfer berada di adegan atas berusul lapisan astenosfer. Ketebalan litosfer sekurangnya 60 km padahal ketebalan astenosfer sekurangnya 650 km. Keberadaan litosfer di atas astenosfer merupakan akibat dari perbedaan temperatur nan mengontrol kelebihan batuan. Lapisan astenosfer memiliki temperatur 750 °C yang merupakan master detik batuan pada mantel yang awalnya kuat menjadi lemah. Temperatur rata‐rata yang menjadi pewatas antara litosfer dan atmosfer yaitu 1.300 °C.[4]

Sangkutan

[sunting
|
sunting sumber]

Pemetaan lempeng-lempeng tektonik

Kerumahtanggaan teori tektonika lempeng, litosfer tersusun berpunca bebatuan enceran dan plastis. Bebatuan ini dapat mengalir seandainya dipengaruhi makanya satu tegangan. Secara empiris, litosfer mengambang di atas mantel mayapada. Litosfer terpecah belah menjadi sejumlah lempeng tektonik.[5]
Di bumi, litosfer terbagi menjadi 13 lempeng tektonik dalam skala osean maupun katai. Lempeng tektonik ini meliputi lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, lempeng Indo‐Australia, lempeng Afrika, lempeng Amerika Utara, lempeng Amerika Selatan, lempeng Antartika, lempeng Nazca, lempeng Arab, lempeng Karibia, lempeng Filipina, lempeng Scotia, dan lempeng Cocos. Bilang sempadan pertemuan antar lempeng yaitu jalur terdahulu gempa bumi yakni telapak tengah Atlantik, Sirkum Pasifik, dan Mediterania.[6]

Material Pembentuk Litosfer

[sunting
|
sunting sumber]

Litosfer tersusun atas tiga spesies material utama dengan mangsa sumber akar pembentukannya adalah ladu dengan berbagai proses yang berlainan-beda. Berikut yaitu material batuan penyusun litosfer.

Batuan Beku

[sunting
|
sunting perigi]

Batuan beku adalah batuan yang terdidik melewati proses pendinginan dan pembekuan oleh material-material bumi. Batuan beku terbimbing berbunga lava yang keluar dari tenggarang magma privat bagan lava.[7]
Bersendikan tempat terbentuknya magma beku. batuan beku dibagi menjadi tiga keberagaman.


– Batuan Beku Privat (Plutonik/Abisik)

[sunting
|
sunting sumur]

Batuan beku dalam terjadi dari pengentalan magma yang berlangsung bertahap detik masih ki berjebah jauh di intern kulit Mayapada. Contoh batuan beku internal adalah
granit,
diorit, dan
gabro.


– Batuan Beku Gang/Liang (hypabisal)

[sunting
|
sunting sumber]

Batuan beku gaung terjadi dari magma nan membeku di lorong antara dapur magma dan permukaan Bumi. Lahar nan kuap di antara sepuhan-sepuhan litosfer mengalami proses pembekuan yang berlangsung lebih cepat, sehingga intan buatan mineral nan terlatih tidak semua besar. Campuran kristal mineral nan besarnya bukan sama merupakan ciri batuan beku korok.


– Batuan Beku Luar (vulkanik)

[sunting
|
sunting mata air]

Batuan beku asing terjadi berpunca magma nan keluar dari jingkir ladu membeku di permukaan Bumi (seperti magma hasil ledakan ancala berapi). Kamil batuan beku asing ialah :
basalt,
diorit,
andesit
,obsidian,
skoria, batu apung.

Batuan endapan

[sunting
|
sunting sumber]

Batuan sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan Bumi yang mengalami pelapukan.[8]
Bagian – babak nan lepas bersumber hasil pelapukan tersebut tanggal dan ditansportasikan oleh distribusi air, angin, ataupun makanya gletser yang kemudian terendapkan atau tersedimentasi dan terjadilah proses
diagenesis
yang menyebabkan sedimen tersebut mengkristal dan menjadi batuan sedimen. Batuan deposit berpedoman proses pembentukannya terdiri atas:

  1. Batuan Sedimen Klastik
  2. Batuan Sedimen Kimiawi
  3. Batuan Sedimen Organik

Berdasar tenaga nan mengangkutnya Batuan Sedimen terdiri atas,

  1. Batuan Sedimen
    Aeris
    alias
    Aeolis
  2. Batuan Deposit
    Glasial
  3. Batuan Sedimen
    Aquatis
  4. Batuan Sedimen
    Marine


Batuan Malihan (Metamorf)

[sunting
|
sunting mata air]

Batuan Malihan adalah diversifikasi batuan yang terbentuk dari hasil ubahan dari mineral dan batuan lain karena pengaruh impitan dan temperatur. Tekanan dan hawa nan mempengaruhi pembentukan batuan ini sangat tinggi dibandingkan pada pembentukan batuan beku dan sedimen sehingga mengubah mineral asal menjadi mineral tak.[9]

Struktur Sepuhan Kerak bumi

[sunting
|
sunting sumber]

Di dalam litosfer terdapat lebih bermula 2000 mineral dan sekadar 20 mineral yang terdapat dalam batuan. Mineral pelaksana batuan yang berarti, yaitu Kuarsa (Si02), Feldspar, Piroksen, Mika Safi (K-Al-Silikat), Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit (CaC03), Dolomit (CaMgCOT3), Olivin (Mg, Fe), Bijih besi Hematit (Fe2Udara murni3), Magnetik (Fe3O2), dan Limonit (Fe3OH2O). Selain itu, litosfer juga terdiri atas dua babak, yaitu lapisan Sial dan salutan Sima. Lapisan Sial yaitu lapisan indra peraba Bumi yang tersusun atas besi silisium dan alumunium, senyawanya internal bentuk SiO2
dan Al2O3. Pada saduran sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit, tipe-jenis batuan metamorf, dan batuan lain yang terwalak di daratan benua. Salutan Sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kerak bumi yang tersusun oleh metal silisium dan magnesium dalam bentuk campuran SiO2
dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat jenis nan lebih ki akbar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium merupakan mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Batuan pencipta kulit Bumi selalu mengalami siklus atau daur, yaitu batuan mengalami perubahan wujud dari magma, batuan beku, batuan endapan, batuan malihan, dan kembali lagi menjadi lava.

Keterkaitan dengan bidang ilmu tak

[sunting
|
sunting sumber]

Litosfer merupakan salah satu objek material dalam ilmu geografi.[10]
Dalam geografi fisik, litosfer merupakan salah satu rataan kajian penting. Geografi awak adalah fragmen dari ilmu geografi yang mempelajari semua kondisi awak pada peristiwa alias fenomena yang terjadi di muka dunia. Dalam geografi jasmani, litosfer dipelajari dengan pertolongan ilmu penunjang merupakan geologi.[11]
Litosfer pun menjadi salah satu kajian utama kerumahtanggaan oseanografi. Di dalam oseanografi, litosfer termuat skop kajian geologi oseanografi yang mempelajari tentang tegel besar atau lapisan batuan bawah laut.[12]

Litosfer lagi berkaitan dengan teori tektonika lempeng yang berkembang puas awal tahun 1960 M. Teori tektonika lempeng merupakan teori nan menjelaskan bahwa benua-benua nan ada di bumi boleh berbuat rayapan dan pengungsian posisi. Teori tektonika lempeng mengacu lega keberadaan lempeng litosfer nan bersifat kaku dan padat serta berada di atas astenosfer yang mudah melumer.[13]

Pustaka

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Sunarjo, dkk. 2012, hlm. 28.

  2. ^

    Sunarjo, dkk. 2012, hlm. 43.

  3. ^

    Sunarjo, dkk. 2012, hlm. 52.

  4. ^

    Sunarjo, dkk. 2012, hlm. 52-53.

  5. ^


    Diposaptono, Subandono (2011).
    Mitigasi Bujukan dan Habituasi Transisi Iklim: Nyeri, Tsunami, Banjir, Abrasi, Pemanasan Universal, dan Sumpah serapah Luluk Sidoarjo
    (PDF). Jakarta: Direktorat Pesisir dan Besar. hlm. 29. ISBN 978-979-1291-03-3.





  6. ^

    Sunarjo, dkk. 2012, hlm. 54.

  7. ^


    Nizamullah, Akmam, Syafriani (2018). “Struktur Batuan Pascalongsor Memperalat Metoda Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Wenner”.
    Pillar of Physics.
    11
    (1): 26. ISSN 2337-9030.





  8. ^


    Pratama, Cahya Dicky (19 November 2022). Gischa, Serafica, ed. “Batuan Sedimen: Definisi, Klasifikasi, dan Karakteristiknya”.
    Kompas.com
    . Diakses sungkap
    22 Desember
    2022
    .





  9. ^


    Muhammad Zuhdi (2019).
    Buku Bimbing Pengantar Ilmu bumi
    (PDF). Duta Pustaka Mantra. hlm. 9. ISBN 978-623-7004-21-9.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  10. ^

    Sumantri, dkk. 2022, hlm. 61.

  11. ^

    Sumantri, dkk. 2022, hlm. 21.

  12. ^

    Sumantri, dkk. 2022, hlm. 31.

  13. ^


    Nurdiana (2016).
    Ilmu Alamiah Asal. Lombok: Pustaka Merica. hlm. 178. ISBN 978-602-70165-5-2.
    Baru pada semula 1960, terkumpul beraneka ragam variasi data yang memperlihatkan bahwa tanah raya-benua tersebut benar berpindah. Sejak itu berkembanglah teori tektonik lempeng (Plate Tectnics). Muslihat utama tektonik lempeng adalah adanya lempeng litosfer yang pada dan kaku “terapung di atas selubung bagian atas (astesnosfer) yang bersifat variabel.




Daftar pustaka

[sunting
|
sunting perigi]

  1. Sumantri, dkk. (2019).
    Sistem Makrifat Geografis (Geographic Information System) Kerentanan Bisikan
    (PDF). Jakarta: CV. Makmur Cahaya Ilmu. ISBN 978-602-53845-8-5. Diarsipkan mulai sejak versi tahir
    (PDF)
    terlepas 2022-03-03. Diakses terlepas
    2021-01-02
    .



  2. Sunarjo, dkk. (2012).
    Gempabumi Edisi Populer
    (PDF)
    (edisi ke-2). Jakarta: Bodi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. ISBN 978-979-1241-24-3. Diarsipkan bermula versi asli
    (PDF)
    copot 2022-06-03. Diakses tanggal
    2020-12-20
    .



Bacaan terkait

[sunting
|
sunting sumber]

  • Ilmu bumi
    (J.A. Katili). Bandung: Pertjetakan Kilatmadju, 1979
  • Barrel J. 1914.
    The Strength of the Earth’s Crust. Journal of Geology
  • Daly R. 1940.
    Strength and Structure of the Earth. New York: Prentice Hall
  • Uli H., Marah (2007).
    Geografi 1 Untuk SMA dan MA Kelas bawah X. Jakarta: Esis/Erlangga. ISBN 979-734-572-6.



    (Indonesia)

Pranala luar

[sunting
|
sunting perigi]

  • Kerak Bumi, Litosfer, dan Astenosfer Diarsipkan 2006-11-02 di Wayback Machine.
  • Ensiklopedia Online BelajarGeografi Diarsipkan 2009-11-20 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Litosfer

Posted by: gamadelic.com