Lamanya Waktu Dalam Permainan Bola Basket Adalah

Halaman yang dilindungi semi

Berbunga Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bola bola keranjang
Jordan by Lipofsky 16577.jpg

Michael Jordan mengamalkan
slam dunk
di Boston Garden.

Induk organisasi FIBA
Purwa dimainkan 1891, Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat
Karakteristik
Rangkaian fisik Ya
Anggota cak regu 5 orang per tim
Gender senyawa Tunggal
Kategori Privat rubrik (umum) atau luar ruangan (bola jalanan)
Peralatan Bola basket
Kedatangan
Olimpiade 1936

Bola basket
yaitu olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan sendirisendiri lima hamba allah nan ubah bertanding mencetak poin dengan mengegolkan bola ke dalam keranjang n partner.[1]
Bola basket dapat di pelan mangap, walaupun kompetisi profesional pada biasanya dilakukan di ruang terlayang. Tanah lapang perlombaan yang diperlukan pula relatif tidak ki akbar, misal dibandingkan dengan bola kaki.[2]
Selain itu, permainan bola basket juga bertambah kompetitif karena tempo permainan condong lebih cepat jika dibandingkan dengan gerak badan bola yang lain, seperti voli dan sepak bola.[3]

Bola bola keranjang menjadi keseleo suatu olahraga yang paling kecil digemari oleh pemukim Amerika Serikat dan pemukim di pecahan manjapada lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan pula di Indonesia. Banyak kompetisi bola basket yang diselenggarakan setiap tahun, seperti British Basketball League (BBL) di Inggris, National Basketball Association (NBA) di Amerika, dan Indonesia Basketball League (IBL) di Indonesia.[4]
Bola basket yaitu riuk suatu cabang olahraga yang menuntut VO2 max tinggi. Dengan latihan VO2 max ini boleh ditingkatkan yang menghasilkan peningkatan sekadar berkisar 25% dari kondisi mulanya latihan. Dari tutorial tersebut elebihnya ditentukan oleh potensi awak yang suka-suka sreg setiap individu.[5]

[butuh sumber nan lebih baik]

Bola basket merupakan cabang olahraga dengan tahun istirahat nan lebih lama, sehingga boleh memanfaatkan teknik recovery dengan tepat.[6]

Album

Puas tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru olahraga radiks Kanada yang mengajar di sebuah perguruan pangkat buat para pesuluh profesional di YMCA (sebuah palagan teruna umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat satu permainan di ira tertutup buat mengisi perian para siswa plong periode liburan waktu adem di New England. Terinspirasi dari permainan nan pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.[7]
[8]

Menurut cerita, sehabis menolak bilang gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok bikin dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, sira lewat menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para pelajar bagi menginjak memainkan permainan ciptaannya itu. Farik dengan keranjang bola basket maju, keranjang yang digunakan saat itu lain berlubang, sehingga bola nan turut harus dikeluarkan secara manual. Tentu saja cara ini tidak efisien, sehingga bagian dasar keranjang dilubangi agar bola dapat keluar.[9]

Permainan resmi mula-mula dimainkan di gimnasium YMCA di Albany, New York, di tanggal 20 Januari, 1892, dengan sembilan pemain. Permainan selesai dengan skor 1–0; dan dimainkan di atas lapangan yang ukurannya seketul dari lapangan NBA.[9]
[10]

Frank Mahan, salah satu pemain permainan pertama tersebut, menghampiri Naismith, di tadinya 1892, dengan maksud lamar Naismith nama berpunca permainan bau kencur ciptaannya. Naismith menjawab bahwa dia belum memikirkannya karena ia berfokus memulai permainan. Mahan menyarankan label “Naismith ball”, di mana Naismith tertawa, dengan merenjeng lidah nama sebagai halnya itu akan membunuh permainan sebuah permainan. Mahan lalu berkata, “Kenapa bukan basketball (Bola Bola keranjang)?” Naismith menjawab, “kita punya sebuah keranjang (basket) dan sebuah bola, itu akan menjadi nama yang bagus.”

Plong awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan bukan ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Memori ordinansi permainan basket diawali bersumber 13 rasam dasar yang ditulis seorang oleh James Naismith.


Pelan, perian, dan jumlah anak bangsawan bola basket

Lapangan Bola keranjang di GOR Kertajaya, Surabaya.

Alun-alun bola basket berbentuk persegi panjang dengan dua standar ukuran, yakni panjang 28,7 meter dan lebar 15,2 meter bakal standar National Basketball Association dan strata 28 meter dan lebar 15 meter bagi standar Federasi Bola Basket Internasional. Tiga biji kemaluan limbung yang terwalak di privat lapangan basket memiliki panjang jari-jari merupakan 1,8 meter.[11]

Besaran pemain n domestik permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Padahal jumlah penengah dalam permainan bola basket yakni 2 orang. Juri 1 disebut
referee
sedangkan wasit 2 disebut
umpire.[12]

Waktu permainan 4 x 10 menit jika berpatokan dengan adat Federasi Bola Basket Alam semesta. Versi National Basketball Association periode bermain adalah 4 x 12 menit. Di antara adegan 1, 2, 3, dan penggalan 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang setimbang pada penutup perlombaan harus diadakan perluasan periode sampai terjadi selisih skor.[13]
Di antara dua babak tambahan terwalak waktu istirahat selama 2 menit. Perian lakukan lemparan ke privat yaitu 5 detik.[14]

Keliling bola nan digunakan dalam permainan bola bola keranjang yaitu 75 cm – 78 cm. Sementara itu berat bola adalah 600 – 650 gram. Seandainya bola dijatuhkan dari izzah 1,80 meter puas lantai papan, maka bola harus kembali lega ketinggian antara 1,20 – 1,40 meter.

Panjang tiang pantul episode luar yakni 1,80 meter padahal lebar kusen pantul babak luar ialah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul episode dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam yakni 0,45 meter.

Jarak lantai sampai ke kayu pantul adegan dasar adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian sumber akar sampai ke gelang-gelang bola keranjang adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang ialah 0,40 meter. Sedangkan jarak kayu penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.

Panjang kaliber lingkaran pada lapangan basket yakni 1,80 meter dengan ukuran demes garis adalah 0,05 meter. Panjang garis penutup dok daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

Cak semau 3 posisi utama dalam dolan basket, yaitu:

  1. Forward: pemain yang tugas utamanya yaitu mencetak poin dengan mengegolkan bola ke keranjang lawan
  2. Defense: pemain yang tugas utamanya yakni menjaga pemain lawan agar anak bangsawan lawan kesulitan mengegolkan bola, dan
  3. Playmaker: pemain yang menjadi tokoh kunci permainan dengan mengatak alur bola dan strategi yang dimainkan oleh rekan-rekan setimnya.

Peraturan permainan bola bola keranjang

Aturan dasar sreg permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:

  1. Bola bisa dilemparkan ke segala sisi dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
  2. Bola dapat dipukul ke segala sebelah dengan menggunakan salah suatu tangan, sahaja tidak dapat dipukul menunggangi kepalan tangan (meninju).
  3. Pemain tidak diperbolehkan berlari serampak memegang bola. Pemain harus menghancurkan bola tersebut mulai sejak titik tempat menyepakati bola, sahaja diperbolehkan apabila pemain sandiwara tersebut berlari pada kecepatan sahih.
  4. Bola harus dipegang di dalam alias di antara telapak tangan. Lengan ataupun anggota jasad lainnya lain diperbolehkan memegang bola.
  5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menghalangi, memurukkan, memukul, atau menjegal pemain antagonis dengan prinsip bagaimanapun. Pelanggaran purwa terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pengingkaran kedua akan diberi sanksi aktual diskualifikasi pemain pelanggar sebatas keranjang timnya dimasuki makanya bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak dapat ikut bermain sepanjang perlombaan. Plong saat ini, persilihan pemain tak diperbolehkan.
  6. Sebuah kesalahan dibuat anak ningrat apabila gaplok bola dengan ketupat bangkahulu tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap adat 3 dan 4, serta menyundul peristiwa-hal nan disebutkan sreg aturan 5.
  7. Apabila keseleo satu pihak mengerjakan tiga kesalahan berturut-ikut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (sambung-menyambung berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
  8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan alias dipukul dari lapangan timbrung ke dalam keranjang, kerumahtanggaan hal ini anak tonsil yang menjaga keranjang lain menyentuh maupun mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau anak tonsil lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung umpama sebuah gol.
  9. Apabila bola keluar tanah lapang kompetisi, bola akan dilemparkan juga ke dalam dan dimainkan oleh anak komidi pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat mengenai kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik bagi menggagalkan bola n domestik genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama berbunga hari tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan kejadian nan boleh mendorong kejuaraan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
  10. Wasit berwenang kerjakan mencacat permainan para anak bangsawan dan mencatat kuantitas pengingkaran dan membagi adv pernah wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit n kepunyaan hak penuh kerjakan memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan nan termaktub kerumahtanggaan aturan 5.
  11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap mutakadim keluar tanah lapang, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Juri pembantu berkuasa menentukan lazim tidaknya suatu gol dan cak menjumlah jumlah gol yang terjadi.
  12. Periode kejuaraan merupakan 4 quarter tiap-tiap 10 menit
  13. Pihak yang berhasil mendapatkan skor terbanyak akan dinyatakan sebagai jago[15]

Penentuan juara

Dalam menentuan kampiun plong pertandingan sehelai kompetisi untuk bola bola keranjang, peraturannya mengacu sesuai dengan kanun yang ditetapkan oleh perlombaan Persatuan Bola Bola keranjang Seluruh Indonesia. Sebagai berikut:[16]

  1. Penentuan angka
    1. Jika mendapat kemenangan, cak regu pemenang akan mendapat nilai 2
    2. Jikalau kedua tim bermain imbang, kedua cak regu mendapat nilai 1
    3. Jika mendapat kekalahan, skuat nan kalah mujur angka 0
  2. Peserta yang n kepunyaan nilai terbanyak adalah kampiun.
  3. Apabila nilai yang didapat sebabat antara 2 peserta, maka peserta nan memenangkan pertandingan memiliki hoki kemenangan di mana mereka empat mata bertanding
  4. Jika terletak lebih dari 2 pesuluh dan n kepunyaan nilai yang sama, maka lakukan menentukan kemenangan di tentukan maka itu
    goal everage
    dari peserta yang mendapatkan ponten sama tersebut. Takdirnya hasil nan didapatkan masih sekelas, maka kemenangan ditentukan oleh
    goal everage
    dari seluruh kejuaraan dari poolnya yang diikuti oleh peserta, dan apabila masih sama, maka ragil dilakukan lotre bikin menentukan pemenangnya.

Teknik pangkal

Cara memegang bola basket merupakan sikap tangan membentuk kobok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola asa ke belakang, jari-jemari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke jihat tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan riuk suatu tungkai di depan. Badan tekor condong ke depan dan lutut rileks.

Dalam menangkap bola harus diperhatikan mudah-mudahan bola berada internal penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan ganggang tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Momen bola turut di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke pantat ataupun mengikuti arah datangnya bola. Merenda bola (catching ball) terdiri berusul dua macam cara yakni menangkap bola di atas kepala dan menjalin bola di depan dada.

Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yakni melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola bersumber bersumber depan dada (chest pass) nan dilakukan berusul dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola mentulmentul ke tanah atau lantai (bounce pass).

Menggiring bola (dribbling ball) yaitu suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola berputar ke atas bekas kaki tangan menempel lega bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola momen mencapai bintik tertinggi ke arah sumber akar dengan abnormal meluruskan pengkolan tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola internal permainan bola basket boleh dibagi menjadi dua cara, ialah menggiring bola terbatas dan menggiring bola tingkatan. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola berusul jangkauan imbangan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan ofensif yang cepat ke daerah kubu lawan.

Pivot atau memoros yakni satu propaganda menyelamatkan bola semenjak jangkauan lawan dengan keseleo suatu tungkai sebagai porosnya, sedangkan kaki yang tak dapat berputar 360 derajat.

Koteng pemain bola keranjang melakukan shooting dengan dua tangan.

Shooting ialah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket padanan cak bagi meraih ponten. Internal berbuat
shooting
ini dapat dilakukan dengan dua cara adalah dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.

Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang bola keranjang dengan dua langkah dan meloncat semoga dapat meraih ponten. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.

Aturan dalam permainan bola basket yaitu pemain bisa bepergian, tak mengirimkan bola lega detik berlari jauh lebih cepat di lapangan tanpa mendribelnya. Anak tonsil harus mendribel serempak berjalan ataupun berlari dengan bola misal upaya n domestik mematuhi qanun.[17]

Teknik permainan


Fade Away

Fade away ialah teknik yang menyorong badan ke belakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. teknik ini sedikit sulit dilakukan kerjakan pemula. Bila keseimbangan jasmani tidak terbimbing boleh-bisa terpelanting dan merosot kebelakang. Pemain NBA yang pelahap mengaryakan teknik ini adalah sang mitos bola keranjang sebagai halnya Michael Jordan dan Kobe Bryant.


Hook Shoot

Hook adalah teknik nan sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang kian tinggi daripada pemain. Ialah mandu menembak berasal samping dengan suatu tangan. Jadi jarak antara cucu adam yang menghadang dan pemain dapat agak jauh. Belakangan teknik ini sering dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama pada periode menyaingi Garuda Bandung di Final 2009, dan keakuratan mencapai 80%.


Jump Shoot

Teknik yang kalam lompatan tahapan, dan akurasi tembakan yang bagus. Yaitu dengan meloncat dan melakukan tembakan yang liar dan terik bagi digagalkan.


Crossover

Merupakan cara dribble dengan mandu memantulkan bola berusul tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan pendirian memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain profesional telah menggunakan teknik ini) atau pantat kaki.


Slam dunk

Slam dunk
adalah pelecok satu teknik yang paling populer, yakni dengan menjaringkan bola secara langsung ke ring dan mendamparkan tangan ke ring basket.

Kronologi

Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak permulaan mungkin diperkenalkan oleh James Naismith. Pelecok satu perkembangannya adalah diciptakannya gerakan
slam dunk
atau menombok, yaitu usaha untuk memasukkan dan melesakan bola basket simultan ke internal keranjang yang bisa dilakukan dengan operasi akrobatik yang berkekuatan luar biasa.

Bola basket di Indonesia

Ada beberapa butir-butir mengatakan masuknya bola keranjang bersamaan dengan kesanggupan pengelana dari Tiongkok menjelang kemerdekaan. Tepatnya, sejak 1894, bola bola keranjang[18]
sudah dimainkan orang-insan Tiongkok di Kewedanan Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh daratan Tiongkok. Mereka yang berdagang ke Indonesia merupakan kelompok menengah berpunya yang memilih gerak badan dari Amerika itu sebagai identitas kelompok Tiongkok berbudaya.

Pemberitahuan ini diperkuat fakta menjelang dan pada awal kemerdekaan klub-klub bola basket di sejumlah metropolis begitu juga Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, DI Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh mulai sejak sekolah-sekolah Tiongkok. Dari klub itu pula kemudian lahir riuk seorang pemain mite Indonesia, Liem Tjien Siong yang kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan (Sreg 1967 Sonny terpilih sebagai Pemain Terbaik pada Kompetisi Bola Bola keranjang Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Hari itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang).

Pada 1948, detik Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket, sudah menjadi salah suatu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini membuktikan bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui negara. Tiga tahun kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminang Tonny Wen dan Wim Latumeten lakukan menciptakan menjadikan organisasi bola basket. Sahaja risikonya karena tuntutan kebutuhan bikin menunggalkan organisasi basket, disepakati pembentukan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia pada 1955, disingkat Perbasi.[19]

Lihat pula

  • NBA
  • IBL
  • Kobatama

Referensi


  1. ^


    Candra, Oki (2019).
    Keterampilan Lay Up Shoot Bola Basket. Surabaya: Wahana Sahabat Cendekia. hlm. 2. ISBN 978-602-53362-7-0.





  2. ^


    Irwansyah (2006).
    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesegaran. Grafindo Media Pratama. hlm. 20. ISBN 979-758-377-5.





  3. ^


    Sugito (2013). “HUBUNGAN ANTARA Kelincahan DAN KECEPATAN DENGAN KEMAMPUAN DRIBBLE Privat PERMAINAN BOLA Bola keranjang PADA MAHASISWA TINGKAT II PRODI PENJASKESREK FKIP UNP KEDIRI”
    (PDF).
    Jurnal UNP Kediri
    (23): 59.





  4. ^


    “Sejarah Bola Bola keranjang di Indonesia – Basketball Indonesia” (dalam bahasa Inggris). Diakses copot
    2021-01-16
    .





  5. ^


    Budiwanto, Setiyo (2012).
    Metodologi Pelajaran Olahraga
    (PDF). Malang: Fakultas Ilmu Keolahragaan Sekolah tinggi Kewedanan Malang. hlm. 135–136.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  6. ^


    Bafirman dan Wahyuri, A.S. (2019).
    Pembentukan Kondisi Fisik. Depok: Rajawali Pers. hlm. 178. ISBN 978-602-425-830-6.





  7. ^


    Hidayat, Wisnu Amri. “Album Basket: Dari Tak Sengaja Bintang sartan Olahraga Paling Disuka”.
    tirto.id
    . Diakses tanggal
    2022-09-03
    .





  8. ^


    Lukyani, Lulu; AIFO-P, Reki Prayitna Agustina, M. Pd (2020-01-01).
    Buku Jago Bola Bola keranjang. Ilmu Cemerlang Group. hlm. 1. ISBN 978-623-91740-5-7.




  9. ^


    a




    b




    Hanson, Randy. “First Basketball game”.
    nbahoopsonline.com
    (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi lugu tanggal 14 September 2022. Diakses tanggal
    16 Februari
    2022
    .





  10. ^


    Mac, Trevor. “The History of Basketball (13 Rules + First Basketball Game Ever)”.
    basketballforcoaches.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    16 Februari
    2022
    .





  11. ^


    Media, Kompas Cyber. “Ukuran Lapangan dalam Permainan Basket”.
    KOMPAS.com
    . Diakses terlepas
    2021-01-20
    .





  12. ^


    Okezone (2020-12-30). “Jumlah Anak komidi dalam Permainan Bola Basket : Okezone Sports”. Diakses tanggal
    2021-01-20
    .





  13. ^


    Bayu, I Made Andika (1 Januari 2022). “Cermin Latihan Beef dan Latihan Wall Shooting Permainan Bola Basket”.
    ejurnal.ung.ac.id. hlm. 54. Diakses tanggal
    2021-01-20
    .





  14. ^


    Pambuko Septiardri, 6101408261 (2013). “MODEL PEMBELAJARAN BOLA Basket MELALUI PERMAINAN Basket DRUM Kerumahtanggaan PENDIDIKAN Raga PADA SISWA Papan bawah VIII SMP N 1 BOJA KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL Masa 2022/2013”.
    LIB UNNES
    (privat bahasa Inggris). Universitas Daerah Semarang: 19.





  15. ^


    “Peraturan permainan bola basket”. Diakses tanggal
    2020-09-20
    .





  16. ^


    Firmansyah, G. danHariyanto, D. (2019).
    Organisasi dan Sistem Pertandingan Sport
    (PDF). Malang: Ki alat Nusa Creative. hlm. 56–57. ISBN 978-602-462-238-1.





  17. ^


    Bakhtiar, S. (2015).
    Merancang Pembelajaran Gerak Radiks Momongan
    (PDF). Padang: UNP Press Padang. hlm. 23. ISBN 978-602-117-810-2.





    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  18. ^


    admin (2022-06-04). “Timnas Bola Basket Mendapatkan Rejeki Nomplok!”.
    Kronik Indonesia
    . Diakses tanggal
    2022-06-05
    .





  19. ^

    Berita dan informasi di situs baku PERBASI
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


Rujukan umum
  • National Basketball Association (2014). “Official Rules of the National Basketball Association”
    (PDF). Diarsipkan dari versi sejati
    (PDF)
    tanggal 2022-04-02. Diakses terlepas
    March 6,
    2022
    .



  • International Basketball Federation (June 2004).
    Official Basketball Rules. Diarsipkan berasal varian salih tanggal 2005-12-22. Diakses rontok
    2017-11-28
    .



  • Reimer, Anthony (June 2005). “FIBA vs North American Rules Comparison”.
    FIBA Assist
    (14): 40–44. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-01-29. Diakses tanggal
    2017-11-28
    .



  • Bonsor, Kevin. “How Basketball Works: Who’s Who”.
    HowStuffWorks. Diarsipkan berasal versi zakiah tanggal January 1, 2006. Diakses rontok
    January 11,
    2006
    .



Bacaan lanjutan

  • Adolph H, Grundman (2004).
    The golden age of amateur basketball: the AAU Tournament, 1921–1968. University of Nebraska Press. ISBN 0-8032-7117-4.



  • Batchelor, Bob (2005).
    Basketball in America: from the playgrounds to Jordan’s game and beyond. Routledge. ISBN 978-0-7890-1613-3.



  • Brown, Donald H (2007).
    A Basketball Handbook. AuthorHouse. ISBN 978-1-4259-6190-9.



  • Forrest C, Allen (1991).
    All you wanted to know about Basketball. Sterling publishing. ISBN 81-207-2576-X.



  • Grundy, Pamela; Susan Shackelford (2005).
    Shattering the glass: the remarkable history of women’s basketball. New Press. ISBN 1-56584-822-5.



  • Herzog, Brad (2003).
    Hoopmania: The Book of Basketball History and Trivia. Rosen Pub. Group. ISBN 0-8239-3697-X.



  • Simmons, Bill (2009).
    The book of basketball: the NBA according to the sports guy. Ballantine/ESPN Books. ISBN 978-0-345-51176-8.



  • Naismith, James (1941).
    Basketball: its origin and development. University of Nebraska Press. ISBN 0-8032-8370-9.



Pranala luar

Sejarah
  • Basketball Hall of Fame – Springfield, MA
  • National Basketball Foundation—runs the Naismith Museum in Ontario
  • Hometown Sports Heroes
Organisasi
  • Basketball at the Olympic Games
  • International Basketball Federation
  • National Basketball Association
  • Women’s National Basketball Association
  • Continental Basketball Association (oldest professional basketball league in the world)
  • National Wheelchair Basketball Association
Sendang lain
  • “Basketball”.
    Encyclopædia Britannica
    Online.
  • Basketball di Curlie (berasal DMOZ)
  • Eurobasket website
  • Basketball-Reference.com: Basketball Statistics, Analysis and History
  • Ontario historical plaque – Dr. James Naismith



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Bola_basket