Lagu Hey Yamko Rambe Yamko Berasal Dari

Selama
ini lagu Yamko Rambe Yamko dikenal berasal terbit Papua dan dinyanyikan sejak duduk di bangku sekolah. Namun, belakangan plonco dipertanyakan legalitas Papua melahirkan lagu tersebut.

  Pertanyaan ini lagi muncul ketika media sosial Twitter @PapuaItuKita dengan ribuan pengikut menyanggang tema asal muasal dan makna lagu Yamko Rambe Yamko.

  “Lagu Yamko Rambe Yamko, lagu wilayah Irian Jaya/Papua. Artis besar sampai anak sekolah mendayukan lagu itu. Coba cek tanya ke khalayak Papua itu lagu berpokok Papua mana, bahasa Papua mana? Orang Papua tidak sempat dan tidak mengakui itu laksana lagu daerah. Siapa paksa jadi lagu Papua?” tulis akun @PapuaItuKita, Jumat, 26 Juni 2022 waktu Indonesia babak Barat.



Bagaimana tanggapan dia akan halnya kata sandang ini?

Cuitan dari @PapuaItuKita itu berutas, menampilkan bahasan lagu
Yamko Rambe Yamko.
Menurut situs SuaraPapua.com, Simon Patric Morin, koteng pelopor Papua menyatakan lagu Yamko Rambe Yamko dinyanyikan oleh Pak Kasur saat menjenguk ke Papua sreg Mei 1963.

  Sebuah grup musik semenjak Jakarta cak bertengger pada 1963 mendendangkan Yamko Rambe Yamko di Biak. Saat itu, banyak musisi dan seniman Indonesia datang ke Papua pasca- Papua diserahkan kepada Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Nasion-nasion (UNTEA).

  Kedatangan mereka buat menyabarkan penghuni Papua yang hidup tersiksa oleh Belanda. Morin ketika itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP Belanda. Morin menamakan, belum terserah suku di Papua nan mengklaim Yamko Rambe Yamko yakni bahasa mereka.

  Sawala viral tersebut memantik Papua Language Institute (PLI) menggelar webinar bersama beberapa tokoh yakni Hengky Arisoy (komposer lagu etnik Papua), Paul Yam (antropolog, koreografer), Robby Kbarek (pemerhati budaya, musisi senior Papua), Hosea Mirino (artis senior Papua), Yan Petrus Tegai (seniman Lurah Grime) serta Jimmy Yaung (Ondoafi Sarmay).

  Webinar membahas legalitas
Yamko Rambe Yamko
diunggah pada Sabtu, 18 Juli 2022, digagas oleh Direktur PLI Samuel Tabini. Webinar dipandu Miss Asia Mondial Indonesia 2022 asal Papua, Yunita Alanda Monim.

  Privat pembahasan tersebut, Yan Petrus Tegai mengklaim lagu
Yamko Rambe Yamko

terbit dari tiga kaki di Lembah Grime, Kabupaten Jayapura yaitu Gresi, Namlong, dan Kemtuk. Yan Petrus, pemukim kelahiran 1971 membualkan pengalaman perian katai ketika pindah ke distrik Grime dan bawah mula lagu
Yamko Rambe Yamko.

  “Di situ saat-ketika ’75 sebatas ’78-’77, kelompok permainan Kasep sangat-sangat berwibawa di Lurah Grime. Lagu ini saya bisa klaim bahwa lagu ini radiks berusul daerah Lembah Grime dari suku Gresi, Kemtuk, dan Namlong,” sinar Yan Petrus Tegai.

  “Lagu ini diciptakan oleh kasep, kasep ini suatu kerumunan-kelompok permainan, pembukaan kasarnya ilmu sihir, tapi kepercayaan itu lewat diyakini maka dari itu mahajana di Lembah Grime,” seri Yan Petrus Tegai.

  Lagu
Yamko Rambe Yamko
bukan serta merta diterjemahkan detik itu. Sebab, Yamko Rambe Yamko
dianggap perumpamaan lagu pengiring permainan n domestik budaya Drum Grime dan semacam itu sakral dengan peristiwa mistis.

  “Maka itu sebab itu, untuk menerjemahkannya awam di Lembah Grime merasa runyam karena ada beberapa prolog nan lewat sakral dan perkenalan awal-alas kata itu dipakai oleh Hidup Kasep ini cak bagi menyampiakan maksudnya dan engkau bisa dibawakan puas saat mereka sedang internal keramaian permainan kasep ini,” cahaya Yan Petrus Tegai.

  “Lagu ini sebagai halnya satu lagu penyembahan dalam keramaian permainan itu, contohnya untuk mengundang roh daripada mereka bisa wicara dengan turunan mati, ada hayat-roh lain yang boleh merasuk masuk kepada diri mereka yang menjadi atasan kasep ini langsung start bersabda-kata lewat segala yang dinyatakan ataupun yang diberitahukan oleh kasep itu kepada mereka,” pengenalan Yan Petrus Tegai.

  Pernyataan Yan Petrus Tegai berbeda dari pemaparan situs Wikipedia, merujuk sreg publikasi 21st century innovation in music education : proceedings of the 1st International Conference of the Music Education Community (INTERCOME 2022) pada 25-26 Oktober 2022 di Yogyakarta, Indonesia. Disebutkan, lagu
Yamko Rambe Yamko

memiliki kesan putih belaka bercerita tentang perang antarsuku.

  Yan Petrus Tegai dalam webinar mencoba menerjemahkan lagu
Yamko Rambe Yamko
satu sendirisendiri satu. Sesudah dipetakan, lagu ini tak n kepunyaan makna persabungan.

  “Kenapa saya sampaikan bahwa saya bisa menyatakan lagu ini dan saya mengklaimnya secara langsung mewakili semua seniman di Lembah Grime bahwa lagu
Yamko Rambe Yamko
pangkal daerah Lembah Grime hoki tiga suku, kaki Gresi, Namlong, dan Kemtuk,” pengenalan Yan Petrus Tegai.

  Berikut penjelasan Yan Petrus Tegai tentang lagu
Yamko Rambe Yamko:

  Hey Yamko Rambe Yamko
– Momen dalam kejadian mereka semenjana dolan kasep ini, lagu ini menjadi lagu penghantar permainan itu buat ulem umur kasep itu.

  – “Hey” itu sapaan awam, di Gresi, Kemtuk, dan Namlong, hey itu seperti mana kita menyapa seseorang untuk meminang perhatiannya.

  – “Rambe Yamko” cukup telah, berhenti sudah, sedangkan ramko mereka katakan ini adalah permainan. Bintang sartan yamko rambe, cukup sudah pemrainan ini, cukup mutakadim.

  Menurut Yan Petrus Tegai, kalimat ini diucapkan kepada para pirsawan yang menyaksikan ritual maupun permaian kasep tersebut. Mereka meminta orang yang hadir menghargai intensitas yang dilakukan kasep.

  “Karena ketika-saat keseriusan mereka di internal suka-suka yang mungkin cak bertengger hanya untuk mendengarkan, hanya cak bagi mendengarkan, terus coba melihat keadaan permainan kasep itu seperti apa nanti mereka nan menjadi kelompok ini lega tokoh-biang kerok pemeran terdahulu itu mereka melarang, Hey
Yamko, Rambe Yamko,” kata Tegai.

  “Mereka suruh mati, cukup sudah, karena memang mereka terasa bahwa ada nan sedang melihat mereka, mengimak mereka n domestik memainkan pertautan ulem kasep ini,” semarak Tegai.

  Aronawa Kombe
– “Aronawa Kombe” itu disampaikan oleh kasep dan plong saat atasan kasep ini mulai majenun kehidupan kasep ini, kamu pasti mulai berujar-kata tapi tidak keluar vokalnya secara gamblang, loss, doang kelihatannya internal dengungan dan abnormal kalimat keluar.

  “Saya seorang mulai mengajuk dan saya martir spirit intern permainan itu hari masih kecil, lain ada paparan tapi masa ini saya dapat mengerti bahwa lagu ini aronawa, itu atau ini ibuku, dan kembali ibumu, aronawa itu dalma bahasa Kemtuk, kami semenjak bahasa Kemtuk mengatakan itu ibuku dan dalam bahasa Namlong ditujukan bahwa kombe, ibuku dan juga ibumu,” jelas Yan Petrus Tegai.

  “Ini saya minta maaf menjelaskan  secara garis besar tapi nanti suka-suka pengkajian juga dan saya pasti yakin sekali bahwa ini yang sopan,” kata Tegai di sadel menjelaskan terjemahan
Yamko Rambe Yamko.

  Teemi Nokibe Kubano Ko Bombe Ko
– (diberatkan pasca- aronawa kombe) Artinya bawa momongan kerdil itu, si kecil, gendong sang perempuan kerdil ini karena bulan dempet terbenam, permainan ini biasa dimainkan pada malam hari dan bukan siang.

  Yuma No Bungo Awe Ade
– Di sana saat mereka melihat waktu semakin sagu betawi, spirit itu sudah menginjak datang, mereka nanti sampaikan karena semua yang diperintahkan oleh kelompok atau yang diminta oleh kelompok permainan kasep ini pasti diberikan.

  – Disampaikan di sana “Yuma No Bungo Awe Ade”. Jikalau di sini, “yuma”, yuk, itu satu perkataan undangan. Yuma No Bungo, “no” ini suatu tempat bersejarah pun di daerah Namlong, di area Namlong ini cap tempat, bintang sartan jika bahasa, Yuma No Bungo Awe Ade, di sini “awe ade”, “yuma no” mari ayo kita menyingkir.

  – “No”, dia semenjana menunggu, “awe” dan saya, kaprikornus di dalam kepercayaan mereka hampir semua bahasa nan disampaikan itu bahasa tergantung nama tempat-palagan sakral, tempat-tempat pujaan mereka, bekas-arena umumnya mereka mengambil harta, persen, ataupun apapun yang diminta oleh kelompok ini mereka akan mengambilnya berusul sana termuat “No”, kampung tua yang ada di Namlong.

  Hongke Hongke Hongke Riro, Hongke Jombe Jombe Riro
– Di situ bahasa kami dia katakan bahwa “hongke hongke” itu di dalam kasep sendiri memajukan dan pemimpin itu menyampaikan hongke hongke, hongke jombe, hongke jombe jombe riro ini disampaikan artinya camar-sayang-sayang datanglah, atau turunlah, camar hoki kita, jombe itu milik kita, hongke, bosor makan, jombe, milik kita.

  – Riro aslinya di sana dikatakan, tapi pengertian oleh kasep dikatakan riro nan menerjemahkan ini yang perumpamaan pemimpin kasep itu, katakan riro yang engkau maksud datangkanlah, lido, itu kudrati bahasa di sana, lido.

  Hongke Hongke Hongke Riro, Hongke Jombe Jombe Riro
– Di sana dinyatakan sayang-sayang turunlah, sayang kepunyaan kita, sayang punya kita turunlah. Maksudnya di sini semua permohonan yang disampaikan, disampaikan kepada tuan sumur mendapat habuan menurut versi mereka untuk menanyakan turunkan semua itu, kontan kasep dia bawa dan semua langsung diberikan.

  Terjemahan lagu
Yamko Rambe Yamko

varian Yang Petrus Tegai berasal berpunca pengalaman personal ketika menetap di Lembah Grime. Menurutnya, momen itu ada generasi yang tak diajari bahasa Yamko Rambe Yamko karena n kepunyaan tangan kanan mistis.

  “Pengapit ini sangat-dulu berpengaruh di waktu 70-an sampai dengan tiba lagu ini disakralkan n domestik permainan kasep ini, generasi kami lain diajari secara baik prolog-kata ini karena kalau kami mengetahuinya kami pula akan timbrung bermain kasep itu kekuatan yang dahulu luar biasa,” kata Yan Petrus Tegai.

  Kini banyak terjemahan
Yamko Rambe Yamko
yang beredar secara daring merujuk pada sumber yang menyebutkan
Yamko Rambe Yamko
yakni lagu bertema perang. Seniman senior Papua, Robby Kbarek mengatakan hingga ketika ini yang mesti dilakukan kajian lebih lanjur.

  “Pada akhirnya setelah webinar ini kami akan bentuk skuat untuk kami pula keruk lebih dalam, teladan dijelaskan maka dari itu Bapak Yan Tegai, perubahan obstulen jemah akan kita diskusi dengan Bapak Hengky dengan Bapak Paul Yam secara teoritis itu bagaimana dapat masin lidah alias lain,” perkenalan awal Robby.

  “Setelah ini kalau kita bisa kita akan bikin klaim secara adat untuk kita mengikat kita akan mohon dukungan dari juga MRP (Majelis Rakyat Papua) dan lain sebagainya bagi kita punya harkat perlindungan kepada budaya Papua yang
dicablok (diambil) turunan lain, mengklaim dirinya nan mencipta, nanti kita akan kerjakan,” kata Robby Kbarek.

  Setelah
Yamko Rambe Yamko
viral pada akhir Juni 2022, beberapa penduduk Papua banyak yang rupanya lain mencerna kekuatan lagu tersebut. Menurut pemaparan Robby Kbarek, cak semau yang mengistilahkan lagu tersebut diciptakan oleh Dokter Kahar pada 1932. Yamko Rambe Yamko pula diingat sebagai momentum menyakitkan bakal umum Papua.

  “Kemudian jika tidak keseleo kejadian hari ’77 ketika lagu
Yamko Rambe Yamko
ini dilombakan dan dibawakan maka dari itu paduan celaan Irian Jaya ketika itu salah satunya Bapak Hengky Arisoy, mereka didiskualifikasi karena mereka tidak mampu menerjemahkan lagu ini,” cerita Robby.

  “Ini yang saya pikir pada kondisi masa ini kita tidak dapat tuding ini barangkali ini siapa, entah kelihatannya dari mana yang bawa musti ada kajian ilmiahnya juga,” lanjutnya.

  Adv amat disayangkan detik lagu
Yamko Rambe Yamko

justru tidak dikenali oleh pemukim Papua itu sendiri. Darurat itu, banyak cerita menyebutkan lagu Yamko Rambe Yamko berbunga dari asing tanah Papua.

  “Di sini saya memonten bahwa kitong cucu adam Papua banyak juga pangling untuk leger kita sendiri mereservasi punya budaya, makara dalam kesempatan ini saya himbau supaya kitong adv pernah kitong punya prestise, harga diri sebuah bangsa Papua ini nan semakin lama semakin  menuju kepada kepunahan, hanya (perlu) kepedulian saja,” perkenalan awal Robby Kbarek.

  Apolos Marisan, Mantan Komandan Balairung Preservasi Nilai Budaya (BPNB) Area Papua dan Papua Barat nan menyandang selama 17 tahun menilai kepemilikan budaya Papua termasuk
Yamko Rambe Yamko
merupakan pergumulan lama. Menurutnya, viralnya
Yamko Rambe Yamko
menjadi ketika tepat kerjakan mengklaim budaya Papua.

  “Saya pelalah berbicara kepada kepala-penasihat kantor jangan tiba-tiba kita sekali lagi turut mengklaim situasi yang selama ini terjadi, klaim-mengklaim hasil karya,” alas kata Apolos yang kini menyandang Pemimpin BPNB Sulawesi Paksina.

  “Ini camar duka saya saja, saya lulusan Majikan Balai Pelestarian sejauh 17 tahun dan bergulat selama mengamalkan inventarisasi terhadap kekayaan-kekayaan budaya di Papua tetapi enggak suka-suka suatu dinaspun yang mendukung kami, nanti telah begini baru seua rasa kegatalan, jadi minta ini ktia belum terlambat,” prolog Apolos.

Source: https://www.medcom.id/hiburan/indis/Dkq7dgWN-menelusuri-asal-yamko-rambe-yamko-lagu-yang-disebut-berkekuatan-magis