Lagu Daerah Adat Jawa Tengah

Lagu Provinsi Jawa Tengah
– Jika ceratai masalah karya seni dan kebudayaan Jawa (dalam peristiwa ini Jawa Tengah) maka enggak akan suka-suka habisnya karena saking kaya dan beragamnya kebudayaan Jawa. Bisa dibilang, Sira kepingin cari karya budaya apapun tentu ada, tiba dari :

  • Rumah adat khas Jawa Tengah.
  • Tarian partikular Jawa Paruh.
  • Upacara & pagar adat adat Jawa Tengah.
  • Lagu distrik Jawa Tengah.
  • Pusaka bersejarah
    & sebagainya.

Lagu daerah Jawa Perdua sendiri merupakan bukti nyata bagaimana tingginya budaya nusantara kala itu.

Beberapa lagu di tiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing baik Nada, lirik lagu serta yang pasti terkandung wanti-wanti moral di dalamnya.

Ada beberapa lagu nan cukup menarik dengan judul-kepala karangan andalan sehingga walau tergolong lagu-lagu klasik, cuma kepopulerannya di tengah masyarakat setakat saat ini bukan pernah awawarna.

Penasaran?

Silakan simak lagu daerah Jawa Paruh yang populer beserta lirik dan maknanya berikut ini!

Contents

  • 1
    Himpunan Nama Lagu daerah Jawa Perdua Berikut Lirik dan Maknanya

    • 1.1
      Lirik lagu Tradisional “Lir Ilir” Asal Jawa Timur

      • 1.1.1
        Sekilas renungan dan makna internal lagu Lir Ilir Eksklusif Jawa
    • 1.2
      Lagu Daerah Jawa Tengah “Gundul Pacul”

      • 1.2.1
        Lirik Sulah Botak Pacul
    • 1.3
      Lagu Daerah Jawa Tengah Cublak Cublak Suweng

      • 1.3.1
        Lirik Cublak Cublak Suweng :
    • 1.4
      Lagu Daerah Jawa Tengah Suwe Ora Jamu

      • 1.4.1
        Lirik Suwe Ora Jamu :
      • 1.4.2
        Terjemahan :
      • 1.4.3
        Berikut Refrensi Vidio Cak bagi Lagu Suwe Ora Jamu Jawa Perdua
    • 1.5
      Gambang Suling

      • 1.5.1
        Lirik lagu Gambang Bangsi :
      • 1.5.2
        Terjemahan:
      • 1.5.3
        Berikut ini refrensi vidio lagu Gambang Suling :
    • 1.6
      Dondong Opo Salak
    • 1.7
      Lagu Jamuran
    • 1.8
      Lagu Provinsi Jawa Tengah “Padhang Wulan”

      • 1.8.1
        Berikut ini liriknya :
    • 1.9
      Turi-Turi Putih
    • 1.10
      Jangkrik Genggong
    • 1.11
      Lirik Lagu Tradisional “Warung Pojok” Jawa Tengah
    • 1.12
      Sluku-Sluku Bathok
    • 1.13
      Lirik Lagu Bapak Pucung Sumber akar Jawa Tengah
  • 2
    Penghabisan Kesimpulan



Kumpulan Keunggulan Lagu daerah Jawa Tengah Berikut Lirik dan Maknanya


Kumpulan daftar Lagu daerah Jawa Tengah
toriqa.com



Lirik lagu Tradisional “Lir Ilir” Asal Jawa Timur


Lir-ilir…, lir-ilir…, tandure wus sumilir….

Bukan ijo… royo-royo….

bukan sengguh temanten anyar….

Cah cak menggembala,… cah angon,… penekno blimbing kuwi….

lunyu-lunyu… penekno kanggo mbasuh dodotiro.

Dodotiro-dodotiro, kumitir bedah ing pinggir….

Dondomono…. jlumatono, kanggo sebo mengko sore,

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane.

Yo surako surak Iyo.



Sekilas renungan dan makna dalam lagu Lir Ilir Khas Jawa


Ilir-Ilir
merupakan tembang khas Jawa atau lagu permainan, yang mana n domestik Lagu ini memperalat lirik ataupun kata-kata sebagai.

Makna dalam lagu ini kembali sangat mendalam dan n kepunyaan multi tafsir, peristiwa ini selaras dengan ilmu Syah Kalijaga dalam berdakwah bagi agama Selam kala itu.

Sunan Kalijaga koteng dengan menciptakan sajak Ilir-Ilir ini hendak mengajak awam Jawa supaya memercayai, memeluk serta mengamalkan agama Islam, dengan perlahan.

Ini merupakan bagian dari garis haluan dalam berdakwah secara halus, yaitu mengajak keajaran yang plonco minus menjadikannya bertentangan dengan tradisi nan telah lama mereka buat.

Berikut ini tembang/lagu Lir Ilir khas daerah Jawa Tengah
:

https://youtu.be/gC2-U68GTrE



Lagu Distrik Jawa Tengah “Gundul Pangkur”


Lagu Gundul Sulah Cangkul adalah salah satu tembang klasik daerah Jawa Tengah yang sangat naik daun justru sampai kini.

Lagu ini pun merupakan salah satu karya sejarah ciptaan Yang dipertuan Kalijaga di hari 1400-an.

Dalam lagu berisi nasihat terhadap para pemimpin agar senantiasa amanah internal menjalankan jabatannya dan menyejahterakan rakyatnya.

Sebagaimana tersirat intern salah satu rajangan liriknya yang jika diterjemahkan, berbunyi “membawa bakul di atas kepala dengan sembrono, bakulnya terpeleset, nasinya tumpah sehalaman.”



Lirik Gundul Gundul Pacul



Gundul botak cangkul cul.


gembelengan.


Nyunggi nyunggi wakul kul,


gembelengan.


Wakul ngglimpang segane dadi sak latar.


Wakul ngglimpang segane dadi sak latar.

Berikut Vidio lirik lagu provinsi Jawa Tengah
Gundul – Gundul Cangkul Cul :

https://youtu.be/rlX5v1tqayM



Lagu Negeri Jawa Tengah Cublak Cublak Suweng


Tembang yang satu ini jamak dinyanyikan cak bagi permainan tradisional, yang bernama Cublak-Cublak Suweng.

Lagu ini biasanya banyak digemari dan dimainkan oleh anak-momongan katai di perkampungan alias pedesaan bersama-sama asyik dolan, khususnya di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta dan juga Jawa Timur.

Ada cukup banyak pendirian memainkan permainan ini, pelecok satu caranya yaitu dengan memindahkan kerikil maupun biji dari tangan satu ke tangan yang tak.

Anak-anak biasanya akan duduk melingkar merubung sendiri anak nan dolan sebagai
Pak Empo
yang berbaring di tengah.

Nah, permainan ini dilakukan sedarun menyanyikan
lagu Cublak-Cublak Suweng.

Belakang hari, setelah lagunya ingin berakhir, kerikil atau biji-biji tersebut harus disembunyikan di dalam genggaman anak yang menerimanya.

Tugas yang berlaku sebagai Sampul Empo harus menebak bisa jadi yang ondok kerikil tadi, takdirnya tebakannya sampai benar, maka anak nan menggenggam kerikil tadi harus mengaplus kaprikornus Kelongsong Empo.

Namun, sekiranya tebakan itu keseleo, maka anak tersebut kukuh menjadi Selongsong Empo.

Weh… seru banget kan, apakah Ia termaktub yang asosiasi mengalaminya?


Lirik Cublak Cublak Suweng :

Cublak-cublak suweng

Suwenge ting gelenter

Mambu ketundung gudhel

Pak Empong lera lere

Sopo ngguyu ndelekakhe

Sir sir pong dele kopong

Sir sir pong dele kopong



Lagu Daerah Jawa Perdua Suwe Ora Jamu


Suwe Ora Jamu yakni salah suatu lagu Jawa yang diciptakan oleh
R.C. Hardjosubroto, lagu ini bisa dibilang sangat eksklusif karena mengandung arti yang sangat keteter, namun maknanya sangat mendalam.

Lagu ini mengobrolkan adapun seseorang yang medium bertemu sahabatnya yang sudah lama tak berlaga, namun sekalinya bertemu justru mengakibatkan kehampaan.


Lirik Suwe Ora Jamu :

Suwe ora jamu

Jamu godong telo

Suwe ora ketemu

Ketemu pisan gawe gelo

Suwe ora jamu

Jamu beras kencur

Suwe ora ketemu

Cak bertemu pisan maju mundur

Suwe ora jamu

Jamu godong kencur

Suwe ora ketemu

Ketemu pisan ojo ngluyur.


Terjemahan :

Lama lain mereguk jamu

Jamu daun ketela

lama tidak berlawan

Sekalinya bersabung membuat kecewaan


Berikut Refrensi Vidio Untuk Lagu

Suwe Ora Jamu Jawa Paruh



Gambang Suling


Lagu daerah Jawa Tengah berjudul Gambang Suling, lagu ini memadai populer dihampir seluruh tanah Jawa dan sekitarnya.

Tembang ini diciptakan maka dari itu
Ki Narto Sabdo.

Konon,beliau menciptakan lagu ini sebagai idiom atas kekaguman beliau terhadap gawai musik suling, yang dapat menghasilkan celaan nan indah.

Ki Narto Sabdo koteng memiliki tera asli yaitu
“Soenarto”. Beliau punya ayah nan berprofesi sebagai pengrajin sarung keris, nan bernama Partinoyo.

Capuk Narto Sabdo yakni koteng seniman musik, langsung motor wayang kulit nan cukup legendaris berasal Jawa Tengah.

Bahkan beliau dijadikan sebagai panutan atau sumber refrensi bikin banyak otak di generasi berikutnya.



Lirik lagu Gambang Seruling :



Gambang suling ngumandang swarane.


Tulat tulit, kepenak unine.


Unine mung nrenyuh ake.


Barengan lan kentrung ketipung seruling.


Sigrak kendangane.



Terjemahan:


Gambang suling bertalun-talun suaranya.

Tulat-tulit, enak bunyinya.

Bunyinya begitu mengharukan.

Bersama kentrung, ketipung, suling.

Mantap bunyi kendangnya.


Berikut ini refrensi vidio lagu Gambang Seruling :


Dondong Opo Salak

Lagu tradisional berikutnya asal Jawa Tengah judulnya yaitu

Dondong Opo Salak

yakni lagu anak-momongan nan dipopulerkan maka itu Krisbiantoro antara perian 1960 hingga 1970-an.

Lagu ini memakai bahasa yang lugas, tidak berbelit-belit, serta mudah kerjakan dipahami secara
tekstual, khas misal lagu anak-anak.

Meski demikian, makna n domestik lagu ini tunak ada sebagai halnya lagu tradisional lainnya nan sarat akan ajaran moral serta penuh makna.

Lirik
lagu Dondong Opo Salak
adalah sebagai berikut :

Dondong opo gonggongan anjing

Duku cilik-cilik

Ngandhong opo mbecak

Mlaku thimik-thimik

Adi ndherek ibu

Tindhak menyang pasar

Ora pareng rewel

Ora pareng nakal

Mengko ibu mesti

Mundhut buah tangan

Kacang karo roti

Adi diparingi

Tafsiran:

Kedondong atau salak

Duku lumat

Naik delman maupun angkung

Perkembangan tanah lapang-pelan

Adi ikut ibu

Pergi ke pasar

Tak boleh mandek

Lain boleh nakal

Tubin ibu pasti

Beli oleh-oleh

Polong dan roti

Adi kembali dikasih


Lagu Jamuran

Lagu tradisonal Jamuran juga merupakan riuk satu lagu yang banyak dinyanyikan dalam sebuah permainan anak-anak, sekufu halnya denganCublak-Cublak Suweng.

Permainan ini dapat dimainkan dengan jumlah 4 hingga 12 anak, nan biasanya dimainkan di pagi, magrib atau malam hari momen rembulan purnama.

Permainan Jamuran dapat dimainkan oleh anak laki-laki ataupun anak perempuan, nan berumur 6 sampai 13 tahun (sekolah SD).

Permainan ini sangat tertinggal tampa membutuhkan alat apapun, saja membutuhkan tanah lapang yang luas doang.

Lirih lagu Jamuran andai berikut :


Jamuran, jamuran, yo ge ge tho.


Jamur apa, serabut apa, yo ge ge thok.


Jamur payung ngrembuyung fertil lembayung.


Dia badhe rabuk segala apa?



Lagu Area Jawa Tengah “Padhang Rembulan”


Lagu ini sangat indah ditembangkan, dan secara
tekstual
lagu ini berisi undangan untuk meramaikan lilin batik bulan purnama dengan main-main bersama padanan-jodoh.

Namun jika dicerna secara filosofis, lagu ini sejatinya mengajak bagi bersyukur kepada yang mahakuasa Yang Maha Kuasa atas lilin batik yang begitu indah.

Sayangnya penulis lagu ini belum diketahui sebatas kini.

Sebagai bentuk atau idiom rasa terima kasih, sang katib menerobos lagu ini mengajak bakal tidak tidur terlalu magrib, maksudnya seyogiannya kita sedapat mungkin memeriahkan malam yang indah itu dengan ibadah-ibadah sunnah (sholat).



Berikut ini liriknya :


Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba

Padhang wulan padhange kaya rina

Rembulane sing awe-awe

Ngelingake aja padha turu sore

*****

Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba

Rame-rame kene akeh kancane

Langite pancen sumebyar rina

yo padha dolanan sinambi guyonan

Interpretasi:

Ayo inversi-teman bermain di luar

Terang bulan terangnya seperti siang

Bulannya melambai-lambai

mengingatkan jangan tidur di sore hari

*****

Marilah bandingan-p versus bermain di luar

Rame-rame di sini banyak temannya

Langitnya pendar sekali

Ayo main-main sambil bercanda

Berikut refrensi Vidionya untuk lirik lagu padang bulan :



Turi-Turi Bersih


Lagu Turi-Turi kalis Jawa Tengah ini ialah lagu peninggalan Sunan Ancala yang mengkisahkan tentang kearifan, kesadaran akan roh dan mortalitas.

Lirik yang berilmu syair tembang ini sedemikian itu mulia di tangkap suara serta penuh bermanfaat, pesannya lebih spesifik ditujukan kepada siswa sebagai penuntut hobatan dan guru bagaikan pengajar.

Lirik lagunya rendah-lebih seperti berikut :

Turi turi putih ditandur empok pinggir sumur.

Turi turi putih ditandur ning pinggir perigi.

Jeleret tiba nyemplung ke kembang kembange apa…

Uni kira mbok kira embuk kira kembange apa…

Kembang kembang m’lathi kembang m’lathi dironce-ronce.

Kembang kembang m’lathi kembang m’lathi dironce-ronce.

Sing kene setengah mati sing kana ‘ra piye piye…

Mbok kira taci taksir mbok sangkil kembange apa…

Makna intern lagu


Turi-turi


melambangkan
pitutur
atau Nasehat, sedang


putih
mewakili karet kafan dan melambangkan kematian.

Dengan demikian,
Turi Turi Putihadalah sebuah nasehat dari seorang master terhadap para muridnya mengenai makna akhir kehidupan maupun kematian.

Lagu ini berisi wanti-wanti kepada murid moga senantiasa mengimak barang apa yang disampaikan oleh para guru terutama Nasehat agama dan moral supaya tidak tersesat.

Sementara temperatur dalam tembang ini digambarkan semacam figur yang perilaku dan ucapannya selalu ditiru dan diteladani, cak bagi itu seorang guru harus kian menjaga diri dalam perilaku dan ucapannya.

Mau tau lagu-lagu tradisional provinsi tak, tatap tentang
lagu wilayah Riau
dan juga daftar lagu daerah Aceh.



Jangkrik Genggong


Terserah sebuah kata yang cukup tersohor, yaitu
“Semarang kaline

air sebak…”, alas kata ini bisa dibilang menjadi semacam slang yang akhirnya melekat pada Kota Semarang.

Padahal sekiranya ditelisik asal racikan pengenalan ini merupakan bagian berpangkal lirik lagu
Jangkrik Genggong”

yang dipopulerkan maka dari itu
Waldjinah.

Lirik lagunya secara utuh sebagaimana berikut :

Kendal kaline wungu

Tuntun kenal karo aku

Lelene mati digepuk

Gepuk nganggo walesane

*****

Suwe ora pethuk

Ati sida remuk

Kepethuk mung suwarane

*****

Riang-riang genggong, jangkrik genggong

Luwih becik besar cakap nihil

*****

Semarang kaline air sebak

Ja sumelang ra dipikir

*****

Jangkrik upa saba mbakyu strata

Malumpat ning paruh jogan

Wis watake priya, jare ngaku setya

Tekan ndalan selewengan

*****

Cengkerik genggong, jangkrik genggong

Wani nglirik sepi uwong

*****

Yen ngetan bali ngulon

Tiwas edan rak kelakon

*****

Mata uang ngrujak

Ngrujaka nanas

Ojo ditambahi kuweni

*****

Kene tiwas nggagas

Bodi adhem panas

Jebul ana sing nduweni

*****

Kuririk genggong, jangkrik genggong

Sampun cekap mangsa borong


Lirik Lagu Tradisional “Warung Pojok” Jawa Tengah


Akeh wong padha kedanan masakan.


akeh wong padha kelingan pelayan.


Ora klalen kesopanan embuk sekabeh lelangganan.


*****


Rial balik tas jalan-perkembangan mingguan.


mumpung bae tas gajian kaulan.


Warung Pojok go ampiran etung-etung ke kenalan.


Tobat dhendhenge emi rebuse.


Sega gorenge dhaginge gedhe gedhe.


*****


Adhuh kopie, lasi bukete.


Adhuh manise persis rani pelayane.


Bohongbohongan ain mlirik meng dhuwur.


padhahal ati ketarik lan ngawur.


Nginum inskripsi mencok nyembur kesebab.


nyasar meng cungur.


Tobat dhendhenge emi rebuse.


Sega gorenge dhaginge gedhe gedhe.


Adhuh kopie tobat bukete.


Adhuh manise persis kaya pela.



Sluku-Sluku Bathok


Lagu ini juga merupakan salah satu karya dari
Pangeran Kalijogo
yang sarat akan makna dan ponten-ponten filosofis, walaupun menunggangi bahasa sederhana dan jatuh cinta layaknya lagu anak-anak.

Anda boleh menelaah dari rangkaian lirik lagunya dibawah ini :

Sluku-sluku bathok

Bathoke ela-elo

Si Rama menyang Khas

Leh olehe payung mutho

Mak jentit lho-lho lobah

Wong ranah ora obah

Rial obah medeni bocah

Rupiah urip goleka duwit

Dalam lagu ini, konon Emir Kalijaga memasukkan elemen-unsur skor agama yang mudah dipahami bikin berbagai kalangan, termasuk anak-anak asuh supaya bertambah mudah dihafal dan mengotot lama.

Berikut ini lirik lagu dalam buram vidionya :



Lirik Lagu Bapak Semawang Dasar Jawa Perdua


Bapak Pucung dudu watu dudu gunung.

Sangkane ing sebrang ‘ngon-ingone si Bupati.

Bapak Pucung rupe m’laku lembehan grana.



Penutup Kesimpulan


Setelah mempelajari berbagai macam hal butir-butir diatas seputar tipe macam nama kop lagu daerah Jawa Tengah, kita harusnya sadar alangkah tingginya kultur leluhur kita hingga mampu menghasilkan beragam karya seni seperti diatas.

Kompilasi nama lagu tradisional Jawa Tengah yang berhasil diketahui, dihimpun dan masih banyak dinyanyikan di berbagai ragam distrik meliputi :

NO NAMA LAGU PENCIPTA MAKNA LIRIK
1 Lir-Ilir Sinuhun Kalijogo Ketatanegaraan wahyu turut Selam secara renik & individu diharapkan bisa bangun bermula kesedihan, menguatkan keagamaan, dan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaanya.
2 Gundul-Gundul Pacul Sinuhun Kalijogo Peringatan kepada para pemimpin semoga amanah dalam jabatannya untuk mensejahterakan rakyat
3 Cublak-Cublak Suweng Syekh Maulana Ainul Yakin Wahi sampai plong hakikat teratas harus bisa lepas dari rasa keduniawian, mengosongkan diri, rendah lever, lain merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah.
4 Suwe Ora Jamu R.C. Hardjosubroto Perjumpaan nan bererak kehampaan antara dua sahabat lama
5 Gambang Suling  Borek Narto Sabda Ekspresi kekaguman terhadap instrumen bangsi yang mampu menghasilkan suara merdu, dan membentuk sinkronisasi dengan gawai tidak.
6 Dondong Opo Gonggongan anjing Krisbiatoro Ilustrasi 3 karakter manusia, yaitu buah dhondhong,gonggongan anjing, dan duku dan yang terbaik ialah buah langsat karena sifat asing dan privat selaras (budi baik).
7 Jemuran Ajaran dan anjuran moga anak tukar bersosialisasi berbarengan bergembira dan belajar bersama akan halnya berbagai situasi
8 Padheng Wulan Rasa syukur atas keindahan alam dan rembulan purnamanya, makna terdalamnya faktual anjuran cak bagi memarakkan malam (sholat sunah)
9 Turi-turi Jati Pangeran Bonang Kearifan likal. Kognisi akan musim pengunci (kematian).
10 Kuririk Genggong Waldjinah Kemauan yang amat atas orang nan disayang (kangen)
11 Warung Pojok  H. Abdul Adjib Penikmat / pelamar surat yang medium asyik menikmati manisnya surat serentak melihat manisnya penjualnya.
12 Bapak keluwak tentang kesetaraan bani adam di hadapan Tuhan

Tiap-tiap lagu mempunyai kurnia dan makna tersendiri, lebih lagi penciptanya umumnya tidak orang mengacak, ada Sultan kalijaga dengan tembang Lir-ilir dan lagu gundul-botak paculnya nan fenomenal, serta bilang tokoh yang berhasil meruahkan pikirannya, membuat karya-karya yang tak lekat oleh zaman dan musim.

Sekarang tugas kita seumpama genarasi setelahnya, apakah kita gemuk mengembangkan, mempertahankan atau malah membenamkan harta tak ternilai ini.

Sekian apa nan bisa saya
share
dalam oretan ini, semoga berarti dan boleh membukit kosa kata makrifat kita.

Source: https://toriqa.com/lagu-daerah-jawa-tengah/

Posted by: gamadelic.com