Lagu Anak Indonesia Diciptakan Oleh

Cicak-cicak di dinding…

Dim-sengap merayap…

Datang seekor nyamuk…

Hap…Adv amat Ditangkap…

KOMPAS.com
– Begitulah petikan lirik lagu berjudul “Cicak di Dinding” yang diciptakan oleh Abdullah Totong Mahmud atau nan biasa lebih dikenal dengan nama AT Mahmud.

AT Mahmud adalah bani adam penting dalam dunia musik Indonesia, utamanya musik anak asuh-anak.

Plong waktu ini, tepatnya 6 Juli 2022, adam kelahiran Palembang, Sumatera Kidul, 3 Februari 1930 itu meninggal dunia dalam roh 80 periode di Jakarta.

Koran
Kompas,
7 Juli 2022 memberitakan, AT Mahmud telah menggubah tidak tekor dari 800 lagu.

Baca juga: Mengenang Ki Manteb Soedharsono, Dalang Kondang nan Hari Ini Berpulang

Karya AT Mahmud antara lain termuat pada buku Teks Nada nan terdiri dari tiga jilid, Amalku, dan Nyanyian Dua Suara.

Lagu-lagu AT Mahmud yang terkenal antara bukan “Pelangi”, “Ambilkan Rembulan Bu”, “Anak Gembala”, “Bintang Kejora”, “Cicak di Dinding”, “Ade Irma Suryani”, dan “Amelia”.

Selain batik lagu anak-anak, AT Mahmud pula gigih mengomunikasikannya.

Hal ini antara lain lewat program lagu anak di TVRI, yaitu
Ayo Menyanyi

dan
Lagu Pilihanku
nan digemari anak-anak era 1970-an.

Ia juga aktif mendukung programa lomba lagu anak, seperti Tanding Cipta Lagu Anak-anak dan Lomba Paduan Suara Anak-anak asuh Gaok Kencana pada pertengahan 1990-an.

Baca juga: Mengenang Rachmawati Soekarnoputri: Kiprah dan Gagasan bakal Politik Indonesia

AT Mahmud mulai kreatif menulis lagu ketika mengajar di sekolah guru taman kanak-kanak pada era 1950-an.

Ketika itu pelajar-muridnya kesulitan mendapatkan lagu buat praktik mengajar karena lagu rock falak roll madya terkenal.

AT Mahmud pernah mendapat sejumlah penghargaan, antara lain Bintang Budaya Parama Dharma pada 2003 dari Presiden Megawati Soekarnoputri dan AMI Lifetime Achievement Award 2003.

Baca lagi: Mengenang Presiden Soekarno dan Warisan Pemikirannya…

Adv amat menganakemaskan anak asuh-anak

A.T Mahmud, pencipta lagu anak-anak, Oktober 1971.
KOMPAS/J Hadi Tjahjaindra (HADI)
A.Lengkung langit Mahmud, penggubah lagu anak-anak, Oktober 1971.

Diberitakan Harian
Kompas,
19 Desember 2022, AT Mahmud adalah pencipta lagu anak-anak nan dikenal sepanjang masa.

Anak kelima dari dasa berfamili pasangan Masayu Aisyah dan Masagus Mahmud ini oleh orangtuanya diberi jenama Masagus Abdullah Mahmoed dan dipanggil Dola.

Namun, karena di rumah dan teman-n partner sekolah cangap memanggilnya Totong, maka lega ijazah sekolah menengah awam fragmen pertama (setingkat SLTP), namanya tertulis Totong Mahmud.

Baca juga: Mengenang Albert Einstein dan Perjalanan Hidupnya…

Menurut cerita sang ibu, ketika Abdullah masih kanak-kanak anyir, saat digendong atau ditimang, banyak kerabat yang memanggilnya dengan sebutan Leger. Otong!

Sehingga, orangtuanya pun setuju meniadakan tera cermin Abdullah menjadi Abdullah Totong Mahmud atau disingkat AT Mahmud.

Ketertarikan AT Mahmud pada irama pecah saat dirinya duduk di sekolah rakyat (setingkat SD).

Baca juga: Mengenang Orang Raja Philip dan Perjalanan Hidupnya…

Sira tinggal terkesan dengan mandu guru mengajarkan musik dan membaca notasi nilai yang terlampau menarik. Sejak itulah, AT Mahmud sangat menaksir irama.

AT Mahmud dikenal sangat memanjakan momongan-anak. Dari rasa cangap dan kedekatannya dengan anak-momongan, terciptalah ratusan karya lagu momongan-momongan yang habis tersohor.

Impiannya adalah melihat momongan-anak Indonesia berkembang dengan bakat-bakat yang dimiliki, tetapi teguh natural, polos, ceria, dan bermain.

Biarpun saat ini mutakadim tiada, karya-karyanya akan terus lestari hingga sepanjang masa.

Baca lagi: Mengenang 14 Waktu Keberangkatan Penyanyi Legendaris Chrisye dan Perjalanan Hidupnya…

Biodata AT Mahmud

Lagu Cemara ciptaan AT Mahmud
Youtube.com / AG Suryaputra Tempat Kita Berkicau
Lagu Cemara ciptaan AT Mahmud

– Lahir: Palembang, 3 Februari 1930
– Istri: Mulyani, lahir 3 Februari 1934
– Anak asuh:

  • Ruri Mahmud
  • Rika Mahmud
  • Revina Ayu

Baca juga: Mengenang Ismail Marzuki, Maestro Musik Indonesia yang Meninggal di Pangkuan Sang Amputan…

– Beberapa Penghargaan:

  1. Piagam Penghargaan dari Panitia Pusat Periode Bersejarah ABRI musim 1974
  2. Akta Penghargaan bersumber Pejabat Gubernur KDKI Jakarta (1977)
  3. Manuskrip Penghargaan pecah Bank Indonesia (1978)
  4. Piagam Penghargaan dari Direktorat Radio (1979)
  5. Tanda jasa Budaya Parama Dharma (2003) dari Presiden Megawati Soekarnoputri
  6. Penghargaan bersumber Partai Golkar nan ditandatangani Jusuf Kalla
  7. AMI Lifetime Achievement Award 2003, dan bukan-lain

Baca juga: Mengenang Sosok Bung Hatta, dari Sepatu Bally hingga Lain Mau Dimakamkan di Yojana Makam Pahlawan

– Menciptakan lebih dari 800 lagu anak-anak, antara lain tertuang privat:

  • Bacaan Musik jilid 1 sebatas 3
  • Amalku, berisi lagu anak asuh-momongan bernapaskan Islami
  • Nyanyian Dua Suara, dan lainnya.

Baca juga: Mengenang Pelawak Basuki, Pemeran Mas Karyo di Sinetron Sang Doel Anak Sekolahan…

Dapatkan update
berita saringan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Beliau harus install aplikasi Telegram terlebih tinggal di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/06/090500165/mengenang-at-mahmud-pencipta-lagu-anak-indonesia-dari-cicak-di-dinding?page=all

Posted by: gamadelic.com