Kolintang Alat Musik Berasal Dari

KOMPAS.com
– Kolintang yaitu alat musik tradisional yang dari dari Minahasa, Sumatera Utara. Alat musik ini terbuat pecah papan dan dimainkan dengan cara dipukul.

Dilansir dari
Radas Irama Tradisional Nusantara
karya Akhmalul Khuluq, diversifikasi kayu yang lazim digunakan kerjakan kolintang yakni kayu telur, bandaran, wenang, kakanik, alias kayu ringan dan padat lainnya.

Jamur kayu yang digunakan harus tersusun sedemikian rupa membentuk garis proporsional.

Menurut Khuluq, permainan kolintang punya hubungan yang damping dengan kepercayaan tradisional awam Minahasa.

Organ musik ini biasa dimainkan saat upacara-upacaa adat serta ritual nan gandeng kelapa muda pemujaan spirit leluhur.

Baca pun:

  • Kawasaran, Ritual Berusia 1.800 Tahun dari Minahasa

  • Kisah Kober Bani adam Minahasa Kuno di Desa Sawangan



  • Wow Minahasa… Serunya Berarung Jeram di Sungai Nimanga


Pangkat nada kolintang

Alat musik tradisonal kolintang dari Minahasa, Sulawesi Utara DOK. Shutterstock/onyengradar
Shutterstock/onyengradar
Instrumen musik tradisonal kolintang berpokok Minahasa, Sulawesi Paksina DOK. Shutterstock/onyengradar

Dilansir bermula
Perlengkapan Irama Kolintang Produksi Irama Nusantara di Desa Pesapen Kecamatan Wiyung Surabaya
karya Masruroh, tangga nada pada kolintang adalah pentatonis.

Namun seiring perkembangan dan invensi berpangkal perajin, alat musik ini sekali lagi memperalat tangga nada diatonis.

Kreasi tersebut dilakukan untuk membuat kolintang menjadi bertambah global.

Baca juga: Pantai Sampirang, Ramal Putih Eksotis Nan Elok di Minahasa Paksina

“Terjadinya revolusi susunan nada pada ala musik kolintang mewujudkan kronologi dan perubahan puas fungsi dan pecandu alat nada kolintang,” tulis Masruroh.

Lagu yang dimainkan menggunakan perlengkapan irama ini lagi mengalami perubahan.

Sekiranya adv amat lagu-lagu yang dimainkan yaitu lagu area, maka kini dempet semua jenis lagu dapat dimainkan dengan kolintang.

Cara memainkan kolintang

Alat musik tradisonal kolintang dari Minahasa, Sulawesi Utara DOK. Shutterstock/Albert AF
Shutterstock/Albert AF
Peranti musik tradisonal kolintang dari Minahasa, Sulawesi Utara Gudi. Shutterstock/Albert AF

Kolintang adalah radas musik tradisional nan dimainkan dengan prinsip dipukul. Alat musik ini termaktub ke dalam gawai musik pemukul bernada.

Menurut Masruroh, kolintang ikut ke n domestik keluarga marimbaphone tradisional dari Sulawesi Utara. Perkakas nada ini sudah dimodifikasi dalam berbagai macam rangka dan penampilan dengan melodi kromatik.

Marimbaphone adalah alat musik perkusi yang terdiri dari satu set batang tiang yang dipukul dengan palu perca.

“Teknik memainkanchord
kerumahtanggaan kolintang satu stik tangan kanan dan dua stik tangan kiri,” tulis Putra dalam jurnalnya yang berjudul
Eksistensi Musik Kolintang Papan dalam Kehidupan PIKPP di PT Pursi Palembang Sumatera Selatan.

Kolintang juga n kepunyaan partitur dengan not biji dan balok. Partitur tersebut dibuat untuk memudahan pemain internal menampilkan sebuah lagu.

Kolintang melodi dimainkan oleh dua orang, salah satunya memainkan melodi inti lagu, dan yang lainnya memainkan kemesraan lagu.

Baca juga:

  • Kelezatan di Rongga Aur ala Minahasa


  • Berkunjung ke Minahasa, Ini Tempat Wisatanya…





  • Menjaga Kemilau Permata Minahasa…



Sumber:

Khuluq, Akhmalul. 2022.
Alat Nada Tradisional Nusantara. Surabaya: Jpbooks

Putra, E.R. 2022.
Eksistensi Musik Kolintang Kayu dalam Semangat PIKPP di PT Pursi Palembang Sumatera Selatan. Universitas PGRI Palembang

Masruroh, D. 2022.
Alat Musik Kolintang Produksi Irama Nusantara di Desa Pesapen Kecamatan Wiyung Surabaya. Perserikatan Distrik Surabaya

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari berpokok Kompas.com. Yuk menyatu di Grup Dawai “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.derita/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Kabel terlebih suntuk di ponsel.

Source: https://travel.kompas.com/read/2021/09/04/213500627/kolintang-alat-musik-tradisional-minahasa-yang-universal?page=all

Posted by: gamadelic.com