Kitab Ihya Ulumuddin Berisi Tentang

Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya dikenal juga dengan merek The Revival of The Religious (menghidupkan kembali ilmu agama) merupakan kitab coretan
Pastor Al-Ghazali. Kitab ini merupakan karya yang minimal fenomenal dari Padri yang bergelar Hujjatul Islam tersebut. Kitab Ihya Ulumuddin (احياء علوم الدين
) n kepunyaan tema utama akan halnya mandu dan prinsip dalam penyucian kehidupan yakni menyeru kepada kebersihan roh dalam beragama, sifat takwa, konsep zuhud, rasa kerap yang hakiki, merawat hati serta kehidupan dan sentiasa menanamkan aturan ikhlas di n domestik beragama.


Pecihitam.org, dapat Istiqomah beranak artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu boleh berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial sarana kamu atau bahkan beliau boleh timbrung Berdonasi.



DONASI SEKARANG

Lambung lain bersumber kitab ini berkenaan tentang wajibnya menuntut ilmu, keutamaan ilmu, bahaya tanpa ilmu, permasalahan-permasalahan dasar dalam ibadah seperti mana penjagaan thaharah dan shalat, budi pekerti-kesusilaan terhadap al-Qur’an, dzikir dan doa, penerapan adab tata krama di internal pelbagai aspek usia, hakikat sangkutan (ukhuwah), pelelang hati, ketegaran vitalitas, bimbingan memperbaiki akhlak, bagaimana mengendalikan syahwat, bahaya lisan, mencegah sifat iri dan emosi, zuhud, mendidik rasa berlega hati dan sabar, pergi rasam snobis, ajakkan sentiasa bertaubat, pentingnya kedudukan tauhid, pentingnya niat dan kejujuran, konsep mendekatkan diri kepada Halikuljabbar (muraqabah), tafakur, mengingatimati dan rahmat Allah, dan mencintai Rasulullah SAW.

Imam al-Ghazali menerangkan di awal kitabnya bahwa Iḥya terdiri dari empat rubu, permulaan rubu al-kultus, kedua rubu al-adat, ketiga rubu al-muhlikat, dan keempat rubu al-munjiyat.

Mengenai rubu ibadat merupakan pembahasan mengenai pengantar mengenai ilmu secara berstruktur dan terlambat, ilmu usuludin secara tekun, dan resep-kiat ibadah lengkap dengan sudut pandang fiqih. Pada rubu ini tercakup dasa pembahasan, yaitu Kitab al-Ilm, Qawaid al-Aqaid, Asrar al-Thaharah, Asrar al-Shalah, Asrar al-Zakah, Asrar al-Shiyam, Asrar al-Ḥajj, Tilawat al-Quran, al-Adzkar wa al-Daawat, dan Tartīb al-Awrad.

Pada rubu al-Kebiasaan, al-Ghazali membicarakan tentang adab-adab sehari-masa sampai kepada adab kenabian. Sebagai halnya sebelumnya, plong rubu kedua lagi tercakup deka- pembahasan, yaitu Kitab Adab al-Akl, Adab al-Nikaḥ, Adab al-Sama, Kesopansantunan al-Kasb, al-Ḥalal wa al-Ilegal, Budi pekerti al-Shuḥbah, al-Uzlah, Adab al-Safar, Adab al-Selevel wa al-Wajd, al-Amr bi al-Marūf wa al-Nahy an al-Munkar, dan Akhlaq al-Nubuwwah.

Pada rubu al-Muhlikat, al-Ghazali mulai menyentuh sisi spritual dengan ceratai keajaiban hati, metode riyadhah (latihan spritual), serta penajaman terhadap penyakit-ki kesulitan spritual sesuai dengan al-Quran. Pada rubu ketiga ini, al-Ghazali kembali mengemukakan dasa pembahasan, yaitu Kitab Syarḥ Ajaib al-Qalb, Riyadhat al-Nafs, Afat al-Syahwatayn, Afat al-Lisan, Afat al-Ghadhb wa al-Hiqd wa al-Ḥasd, Dzam al-Dunya, Dzam al-Mal wa al-Nakhl, Dzam al-Jah wa al-Riya, al-Kibr wa al-Ujub, dan al-Ghurūr.

Kemudian pada rubu keempat, al-Munjiyat, al-Ghazali meributkan maqamat dan aḥwal para sufi sesuai dengan keterangan-keterangan yang bersifat syari dan aqli. Pada rubu keempat ini, juga terdapat sepuluh pembahasan adalah Kitab al-Tawbah, al-Shabr wa al-Syukr, al-Khawf wa al-Syah, al-Faqr wa al-Zuhd, al-Tawḥid wa Tawakkul, al-Maḥabbah wa al-Syawq wa al-Ridha, al-Niyyah wa al-Shidq, wa al-Ikhlash, al-Muraqabah wa al-Muḥasabah, al-Tafakkur, dan Dzikr al-Mawt.

Adapun motivasi al-Ghazali menulis kitab Iḥya dengan sistematika seperti di atas dikarenakan dua hal -seperti mana sira ungkapkan koteng. Pertama, sistematika dan kajian demikian yaitu sesuatu yang dharuri (utama). Ini dikarenakan ilmu yang bisa mengantarkan kepada pengetahuan tentang akhirat ada dua, yaitu guna-guna muamalah dan mukasyafah. Al-Ghazali menegaskan bahwa kitabnya tersebut hanya bermaksud menyajikan aji-aji muamalah kiranya mudah dipraktekkan secara serempak.

Adapun, aji-aji mukasyafah doang dibicarakan melewati simbolik dan tanda-tanda saja, karena para Nabi juga lain membicarakannya secara eksplisit. Doang terdapat korelasi antara dua ilmu ini, karena ilmu muamalah akan mengantarkan dan menyibakkan perbendaharaan ilmu mukasyafah.
Lecut kedua, kemauan al-Ghazali mengobati “penyakit spiritual” dan membimbing para penuntut ilmu Fiqih. Ini dikarenakan rata-rata mereka mendekati kepada hasrat duniawi seperti suka pamer dan mencari kepopuleran. Dengan sistematika di atas terutama pada rubu al-Ibadah yang banyak hingga ke mayapada fiqih, maka pengajaran spritual dapat mereka serap secara bertahap.

  • Author
  • Recent Posts

Arif Rahman Hakim

Source: https://pecihitam.org/kitab-ihya-ulumuddin-imam-al-ghazali-the-revival-of-the-religious/

Posted by: gamadelic.com