Ketua Kongres Pemuda 2 Adalah

Sejarah PSHT menurut catatan, lahir pada tahun 1922. Anggota PSHT sepakat akan situasi ini dan perayaan 100 tahun PSHT dilaksanakan lega tahun 2022 ini. Akan tetapi, embrio PSHT sudah suka-suka sejak tahun 1903 yang diberi merek Sedulur Istimewa Kecer atau Joyo Gendelo Tjipto Mulyo sebagai nama cak bagi pencak silatnya.

Sedulur Tunggal Kecer merupakan perkumpulan cak bagi orang-orang yang berlatih pencak terlak bersama Portal Ageng Ngabehi Soerodiwirjo. Jamiah atau paguyuban tersebut redup di kampung Balong Gringsing, kota Surabaya.

Sedulur Tunggal Kecer adalah penerapan bermula keilmuan Burik Ngabehi Soerodiwirjo selama merantau berusul Timur mendatangi Barat Nusantara sebelum akhirnya lagi lagi ke Surabaya. Gerbang Ageng Ngabehi Soerodiwirdjo maupun dikenal juga sebagai Kakek-nenek Suro, pernah mengikuti terlak silat di banyak perguruan.

Baca Kembali: 7 Ikrar Murid PSHT Abstrak Dan Maknanya

Daftar Isi

  • 1
    Gubahan Sejarah terlak Kuntau Kakek-nenek Suro Sejauh Merantau

    • 1.1
      1. Parahyangan, Bandung, Jawa Barat (1982–1983)
    • 1.2
      2. Jakarta (1883–1884)
    • 1.3
      3. Bengkulu, Provinsi Bengkulu (1884)
    • 1.4
      4. Kota Padang, Sumatera Barat (1884–1898)
    • 1.5
      5. Banda Aceh (1898)
  • 2
    Gubahan Rekaman Penamaan PSHT (Persaudaraan Setua Lever Terate)

    • 2.1
      1. Sedulur Tersendiri Kecer (1903–1917)
    • 2.2
      2. Setia Hati ataupun SH (1917)
    • 2.3
      3. Setia Hati Persaudaraan Pencak Sport Club maupun Pemuda Sport Club (1922)
    • 2.4
      4. Nikah Setia Hati Terate (1951)
  • 3
    Catatan Sejarah Ketua Umum Organisasi PSHT

    • 3.1
      1. Burik Ageng Ngabei Soerodiwirdjo
    • 3.2
      2. Ki Hadjar Hardjo Oetomo
    • 3.3
      3. RM. Soetomo Mangkoedjojo
    • 3.4
      4. M. Irsyad
    • 3.5
      5. R.M. Padri Koes Soepangat
    • 3.6
      6. Badini
    • 3.7
      7. Tarmadji Boedi Harsono
    • 3.8
      8. Muhammad Taufiq
  • 4
    Garitan Rekaman PSHT: Buku Harian Ki Hadjar Hardjo Oetomo


Catatan Ki kenangan kuntau Silat Eyang Suro Selama Merantau

Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirdjo tertera telah mempelajari 30 varietas pencak silat rasi itu. Berikut adalah terlak silat yang dipelajari atau diikuti maka itu Eyang Suro.


1. Parahyangan, Bandung, Jawa Barat (1982–1983)

Usahanya internal belajar pencak silat memunculkan kehausan nan panjang kerumahtanggaan diri Ki Ngabehi Suro Diwirdjo Detik mampu di Parahyangan, Bandung, Jawa Barat.

Silat kuntau yang koneksi Kakek-nenek Suro ikuti antara bukan yaitu:

  1. Cimande
  2. Cikalong
  3. Cibaduyut
  4. Ciampea
  5. Sumedangan


2. Jakarta (1883–1884)

1883 kemudian, Eyang Suro melanjutkan perantauannya ke Jakarta. Jakarta yang juga ialah Kota Betawi ia jadikan tegal kerjakan berlatih pencak silat, sama ketika dirinya berada di Parahyangan, Bandung.

Sepanjang di Jakarta, pencak terlak nan didalami Eyang Suro antara tak adalah:

  1. Betawian
  2. Kwitangan
  3. Monyetan
  4. Toya


3. Bengkulu, Kawasan Bengkulu (1884)

Setahun berikutnya anda berpindah berpangkal Jakarta ke Bengkulu, tepatnya lega tahun 1884, Eyang Suro merantau ke medan bukan yang selanjutnya lagi dari panggung asalnya. Eyang Suro berpindah ke Bengkulu karena individu Belanda nan menjadi rekannya bekerja bermigrasi ke kancah tersebut. Peristiwa itu membuatnya cak hendak bukan mau harus ikut pindah pula. Bengkulu, Jakarta, Bandung, bagi Kakek-nenek Suro setolok namun. Ia sepadan-sama memiliki kemauan nan tinggi untuk belajar pencak silat.

Perantauannya di Bengkulu hanya berlangsung selama enam bulan di tahun 1884.

Baca Juga: Download Daya Jurus PSHT Lengkap PDF Bergambar (Sabuk Polos Hingga Safi)


4. Ii kabupaten Padang, Sumatera Barat (1884–1898)

Setelah enam bulan di Bengkulu, ia berpindah pun ke Padang. Maksud eyang suro masih kuat untuk belajar kuntau silat dimanapun ia bernas saat itu. Di dua wilayah sebelumnya, Bengkulu dan Padang, Eyang Suro berkat banyak permainan pencak silat nan boleh dipelajari. Berikut adalah permainan-permainan terlak pencak yang Eyang Suro dapatkan detik itu.

Permainan yang didapat saat di Minangkabau:

  1. Permainan Padang Pariaman
  2. Permainan Padang Sidempoan
  3. Permainan Padang Hierarki
  4. Permainan Padang Pesur atau Padang Baru
  5. Permainan Padang Sikante
  6. Permainan Padang Alai
  7. Permainan Padang Partaikan

Baca Kembali: Download Jurus Toya PSHT 1-10 PDF Lengkap Bergambar

Permainan nan didapat saat di Bukittinggi:

  1. Permainan Orang Lawah
  2. Permainan Lintang
  3. Permainan Solok
  4. Permainan Singkarak
  5. Permainan Sipei
  6. Permainan Paya Punggung
  7. Permainan Katak Gadang
  8. Permainan Air Bangis
  9. Permainan Tariakan


5. Banda Aceh (1898)

14 hari perian perantauan di Padang, Sumatera Barat banyak memberikannya kesempatan lakukan belajar pencak terlak lebih lama di daerah itu. Oleh karenanya pencak terlak yang Eyang Suro dapatkan jauh lebih banyak di negeri Padang ketimbnag dserah-daerah enggak nan menjadi tujuan perantauannya. Bilang tahun sebelum 1903 di mana Sedulur Singularis Kecer berdiri, tepatnya pada hari 1898, Eyang Suro bertolak ke Banda Aceh.

Di ajang ini Ki Ageng Soerodiwirdjo mendapatkan pelajaran-tuntunan pencak silat lainnya, yakni:

  1. Permainan Aceh Pantai
  2. Permainan Kucingan
  3. Permainan Bengai Lacam
  4. Permainan Simpangan
  5. Permainan Turutung

Penghabisan dari perantauan Eyang Suro, beliau kembali ke tempat asalnya habis mendirikan Sedulur Tunggal Kecer. Sedulur Tunggal Kecer ini yang nantinya akan menjadi cikal bakal munculnya SH PSC (Teguh Hati Pemuda Latihan jasmani Club) dan PSHT (Persaudaraan Setia Lever Terate).

Baca Lagi: Download Bagan Senam Dasar PSHT 1-90 pdf


Catatan Sejarah Pencadangan PSHT (Pergaulan Setua Hati Terate)

PSHT koteng tak serta merta mempunyai stempel PSHT saat mula-mula kelihatannya berdiri pada hari 1922. PSHT harus melampaui sejarah nan jenjang sampai harus memiliki tanda seumpama “PSHT” nan kita kenal waktu ini. Berikut adalah catatan penamaan PSHT dari waktu ke waktu.


1. Sedulur Tunggal Kecer (1903–1917)

shterate.or.id mengistilahkan bahwa Sedulur Tunggal Kecer didirikan puas perian 1903. Sekolah tinggi terlak pencak ini didirikan di Surabaya saat Pintu Ageng Ngabehi Soerodiwirdjo menjadi petugas keamanan dengan pangkat mayor polisi pada masa sebelumnya, tepatnya 1902.

Sedulur tunggal kecer kini menjadi peribahasa nan tersemat n domestik masing-masing anggota PSHT. Ada pun makna berusul peribahasa Sedulur Tunggal Kencer tersebut merupakan

“Walaupun bukan tembuni kandung, doang darah kombinasi pelahap berputar di dalam setiap anggota PSHT.”

Kecer atau keceran sendiri merupakan istilah umum untuk menamakan pengesahan alias sah-sahan kerumahtanggaan bahasa Jawa.

Nama silat kuntau dari jamiah Sedulur Tunggal Kecer yang didirikan oleh Bopeng Ageng Ngabehi Soerodiwirdjo adalah Joyo Gendilo Cipto Mulyo. Menurut berita yang ditulis makanya solopos.com, waktu berdirinya institut ini tepat puas Jumat Legi, sungkap 10 April 1903.

Baca Lagi: PSHT Intern Seratus Tahun Kejayaan (Satu Abad PSHT) 1922–2022


2. Kukuh Hati atau SH (1917)

Bopeng Ngabehi Surodiwirdjo lambat laun punya banyak pelajar. Beberapa murid di antaranya adalah siswa dan pegawai sekolah Pamong Praja Priboemi OSVIA dan MILO yang bertempat di Madiun, Jawa Timur. Bahkan kamu pula punya siswa dari asing Madiun, sama dengan Surabaya, Malang, Kediri, Distingtif, Yogyakarta, dan pula Semarang.

Catatan dari ilmusetiahati.com mengatakan bahwa berubahnya penamaan Sedulur Singularis Kecer dengan pencak silatnya yaitu Joyo Gendolo Cipto Mulyo akibat bermula perkembangan yang sangat pesat. Per tanggal 29 Oktober, Senin Pahing, Burik Ngabehi Suro Diwirdjo memungkirkan Sedulur Tunggal Kencer menjadi Setia Hati dengan tujuan menyelaraskan ajaran pencak silat dan ilmu sufi Eyang Suro.

Salah satu peserta Embah Suro, ki Hadjar Hardjo Oetomo nan merupakan pendiri PSHT 1992, memiliki visinya sendiri kerumahtanggaan berpencak silat. Pamrih yang hendak dicapai Borek Hadjar Hardjo Oetomo adalah menjadikan kuntau silat laksana instrumen untuk mengimbangi penjajahan Belanda di tanah pertiwi kala itu.


3. Setia Hati Persaudaraan Pencak Olah tubuh Club alias Pemuda Sport Club (1922)

Portal Hadjar Hardjo Oetomo dan Eyang Suro n kepunyaan pendapat yang farik perihal tujuan dan fungsi pencak silat. Gerbang Hadjar Hardjo Oetomo berpendapat bahwa pencak silat seharusnya digunakan maka itu para pemuda untuk perdurhakaan membalas penjajah. Kala itu terlak silat semata-mata diajarkan kepada mereka yang yakni kaum ningrat ataupun bangsawan Jawa saja.

Hari 1992 inilah Burik Hadjar Hardjo Oetomo memulai pergerakannya dengan cara bergerilya melatih para pemuda mulai sejak tempat tinggalnya di Pilangbango, Madiun. Sira juga mempunyai petatar dari majemuk ii kabupaten seperti Kediri, Nganjuk, dan Ngawi.

Kerubungan pencak terlak yang dibentuk makanya Capuk Hadjar Hardjo Oetomo diberi merek bak Setia Hati Pencak Sport Club. Namun penamaan ini memicu menyebabkan belanda curiga, maka itu karenanya diubahlah menjadi Setia Hati Pemuda Olahraga Club yang memiliki abreviasi sama, yaitu SH PSC atau dikatakan juga sebagai SH Muda.

Baca Juga: Sakral PSHT: 7 Makna, Bagian, Ciri Khas Falsafah Ikatan Kekal dan Abadi


4. Persaudaraan Setia Lever Terate (1951)

Senat mula-mula kali dilakukan puas hari Minggu Pahing, 25 Maret 1951 di Jalan Dr. Soetomo No. 76, Madiun Jawa Timur. Kongres tersebut dipelopori oleh riuk suatu siswa Burik Hadjar Hardjo Oetomo dengan maksud untuk melestarikan SH PSC atau SH Muda yang mana rasi itu Portal Hadjar Hardjo Oetomo sudah lalu sepuh dan sedang nyeri parah. Kondisi itu membuat Pintu Hadjar Hardjo Oetomo tidak lagi bisa menyerahkan pelatihan silat silat secara serentak.

Pada dewan perwakilan nan diadakan tahun 1951 inilah keputusan untuk mengubah etiket Tunak Lever Pemuda Gerak badan Club (SH PSC) nan permulaan bertumpu plong perguruan sebagai buram dasarnya masa ini berbentuk Organisasi Persaudaraan dengan nama Setia Hati Terate. Nama itu kemudian dikenal setakat sekarang sebagai Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang masih memiliki keterkaitan dengan SH PSC 1922.

Kenapa PSHT tak dikatakan seumpama terlak silat yang lahir pada masa Eyang Suro tahun 1903? Alasannya yakni maklumat atau ketetapan yang dikeluarkan maka dari itu Eyang Suro Sendiri.

Baca Juga: Mukadimah PSHT, Keefektifan dan Kandungan Isinya, Apa Saja?

Plong 1 Mei 1935, Persaudaraan Setia Hati yang dipimpin makanya Ki Ageng Ngabehi Surodiwirjo Mengecualikan keputusan bahwa Setia Lever nan cak semau di Winongo (Persaudaraan Tunak Lever Winongo Taruk Taruna) dan Konsisten Hati yang ada di Madiun (Persaudaraan Kukuh Hati Terate) sudah bukan memiliki interelasi dengan sekolah tinggi lainnya nan mempekerjakan tanda Setia Lever. Hal itulah nan membuat banyak perguruan atau organisasi dengan nama rumpun Tetap Hati namun tidak berkaitan suatu selevel lain.


Catatan Sejarah Ketua Umum Organisasi PSHT

Coretan Sejarah PSHT dimulai dari kepemimpinan Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Menurut catatan berpokok ilmusetiahati.com, berikut adalah seluruh majikan masyarakat PSHT sampai tahun 2022.

Sejarah Pendiri PSHT - Sejarah PSHT Eyang Suro, Penamaan PSHT, Ketua Umum, dan Catatan Sejarah
Ki kenangan Pendiri PSHT – Ki kenangan PSHT Eyang Suro, Pencalonan PSHT, Majikan Awam, dan Catatan Album
  1. Ki Hadjar Hardjo Oetomo, Perintis SH Terate (1922)
  2. Soemo Soedarjo, Hoofd Leader SH PSC (1941–1943)
  3. Hassan Soewarno, Hoofs Leader SH PSC (1943–1945)
  4. Hardjo Mardjoet, Hoofd Leade SH PSC (1945–1951)
  5. Santoso Kartoatmodjo, Ketua Umum SH Terate (1951–1953 & 1958–1966)
  6. Soetomo Mangkoedjojo, Majikan Umum SH Terate (1953–1956 & 1966–1974)
  7. Irsad Hadi Widagdo, Ketua Publik SH Terate (1956–1958)
  8. Pastor Koesoepangat, Ketua Umum SH Terate (1974–1977)
  9. Badini, Atasan Publik SH Terate (1977–1981)
  10. Tarmadji Boedi Harsono, Ketua Umum SH Terate (1981–2014)
  11. Richard Simorangkir, Pengarah Umum SH Terate (2014)
  12. Muhammad Taufiq, Atasan Mahajana SH Terate (2016–2021)

Baca Juga: Inilah 4 Jenjang Bengkung PSHT Pesuluh Sampai Warga


1. Pintu Ageng Ngabei Soerodiwirdjo

Gerbang Ageng Ngabei Soerodiwirdjo bukan termaktub dalam pemimpin PSHT itu koteng. Akan tetapi, ia memiliki peranan patut raksasa atas kemunculan PSHT sebagai organisasi pernah maupun perguruan kuntau silat.

Beliau merupakan Putra sulung Bab Ngabei Soeromihardjo nan lahir pada 1876 dengan jenama Muhammad Masdan. Ia adalah induk bala nan berperan terdepan dalam penyematan ki kenangan PSHT, biasa dikenal pun andai Kakek-nenek Suro atau Mbah Suro.

Tahun 1890, Borek Ageng Ngabehi Soerodiwirjo di jaga Wedono yang adalah pamannya setelah lenyap dari Sekolah Rakyat. Ia mulai mengasah bela diri terlak kuntau saat mengenyam pendidikan gubuk pesantren Tebu Ireng Jombang sebelum akibatnya pindah ke Parahyangan, Bandung, pada musim 1892.

Borek Ageng Ngabehi Soerodiwirjo merantau bermula satu wadah ke tempat lain sebagai halnya Jakarta, Lampung, Padang, dan Aceh sebelum tiba kembali ke Surabaya pada tahun 1902. Selama masa perantauannya, Ia sparing bermacam-macam macam sirkuit pencak terlak. Di Surabaya Dia mengemban gelar Mayor Penjaga keamanan Di kampung Tebat Gringsing.

Baca Juga: Inilah 4 Pemali Siswa PSHT atau Pepacuh, Simak Selengkapnya!

Tahun berikutnya, pada 1902 Ki Ageng Soerodiwirjo mendirikan perserikatan bernama “Sedulur Tunggal Kecer” sedangkan pencak silatnya bernama “Joyo Gendelo Tjipto Muljo”.

Nasihat beberapa tahun berlalu, pencak silat nan didirikannya berganti nama menjadi Rangkaian Konsisten Hati (PSH) di desa Winongo, Madiun, lega tahun 1917. Tujuan pecah pengemukaan PSH adalah mengikat rasa rangkaian  antar warga PSH kontan menciptakan arwah nasionalisme guna memerangi penjajah.

Muhammad Masdan atau Burik Ageng Ngabehi Soerodiwirjo alias Mbah Suro ataupun Eyang Suro wafat di usianya yang ke-68 tahun. Anda dimakamkan di desa Winongo plong perian Jumat 10 November 1944.


2. Ki Hadjar Hardjo Oetomo

Memori Berdirinya PSHT dimulai dari pergerakan Portal Hadjar Hardjo Oetomo yang hendak menjadikan pencak terlak sebagai alat lakukan melawan penjajah. Dia bahkan melakukan pelatihan secara gerilya di rumah miliknya.

Motor perintis pergerakan kemerdekaan Indonesia sekalian tokoh pembangun organisasi PSHT yang lahir puas 1980. Dengan maksud agar pencak kuntau dapat dipelajari maka dari itu beraneka ragam macam galengan maka “Terate” disematkan kerumahtanggaan pengusulan Nikah Kukuh Hati Terate.

Awalnya PSHT (Era Ki Ageng Ngabei Soerodiwirjo) sahaja dipelajari oleh mereka dari kalangan bangsawan. PSHT kemudian merangkul barang apa unsur sosial untuk masuk berlatih bersama. Hal tersebut kemudian menjadi makna bagi falsafah tiga anak uang runjung pada tera PSHT.

Baca Juga: 30 Falsafah PSHT Lengkap dan Artinya, Segala apa Belaka?

Ki Hadjar Hardjo Oetomo memiliki maksud untuk menaburkan kurnia dan keselamatan terhadap sesama manusia. Akan hanya, perjalanan yang ia harapkan tidak berjalan baik karena saat itu Belanda tengah mengerjakan kolonialisme.

Sejarah PSHT nan terbentuk pada tahun 1922 termasuk juga internal organisasi pergerakan nasional Sarekat Selam (Sang). Keduanya memiliki tujuan nan setimpal untuk melagak Belanda dari tanah Indonesia.

Walau sekali lagi serupa itu, tujuan Burik Hadjar Hardjo Oetomo ibarat pesilat bukan sira lupakan. Perian senggangnya dipergunakan untuk memberikan pelajaran terlak khasiat membangun perguruan pencak yang bernama SH Sport Club.

Belanda mencurigai adanya potensi pemberontakan dari segala yang dibangun makanya Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Hal tersebut membuatnya harus mengalami terungku bermula Jember, Cipinang, dan Padangpanjang lalu meninggal dunia lega perian 1952 di desa Pilangbango, Madiun.


3. RM. Soetomo Mangkoedjojo

Peserta Ki Hadjar Hardjo Oetomo lega tahun 1942 nan mengusulkan penggantian nama SH PSC sebagai PSHT. Transisi itu disepakati internal senat pertama tahun 1948.

Baca Juga: 5 Panca Dasar PSHT nan Harus Ditanamkan dalam hati Setiap Pendekar


4. M. Irsyad

Setelah RM. Soetomo Mangkoedjojo dipindah tugaskan ke Surabaya, ketua PSHT digantikan oleh M. Irsyad. Anda bertindak utama dalam pengembangan ilmu di PSHT. Pasalnya 90 gimnastik, sebagian jurus, jurus belati, dan jurus toya.


5. R.M. Imam Koes Soepangat

Memori PSHT Hari 1974, Badan legislatif pertama SH Terate menghasilkan keputusan Padri Koes Soepangat misal Ketua Umum dan Soetomo Mangkoedjojo sebagai Dewan Sentral PSHT.


6. Badini

Rekaman PSHT Periode 1977, badan legislatif kedua SH Terate terselenggara. Hasil dari kongres ini melahirkan keputusan Badini yang berasal dari Magetan memimpin PSHT. Sementara itu Imam Koes Soepangat menjadi Dewan Pusat PSHT.


7. Tarmadji Boedi Harsono

Tarmadji terseleksi n domestik kongres dengan kepengurusan umpama atasan pusat PSHT periode 1977–1981. Pada waktu ini perlintasan uang mahar bagi pengesahan mulai diberlakukan. Mahar nan tadinya berbentuk ketengan atau benggolan saat itu diganti menjadi uang lelah metal rupiah nan dolan di Indonesia.

Menurut mualamat bermula ilmusetiahati.com, adv amat jika calon warga membutuhkan uang kecil ketengan buat maskawin, mereka boleh mendapatkannya terbit Ibu Inem Hardjo Oetomo dengan mandu ditukarkan dengan uang nan baru. Hal tersebut dapat kondusif kehidupan Ibu Inem misal rang sanjungan warga atas jasa Burik Hadjar Hardjo Oetomo mendirikan PSHT.

Baca Kembali: Para Pendiri PSHT dan Rekaman Kepala 1922–2022

Mubes III (Perundingan Besar) SH Terate yang dilaksanakan pada 13 November 1981 momen Tarmadji terpilih ketua umum PSHT, serentak menjadi musim di mana materi legal PSHT tersusun. Materi baku PSHT tersebut antara bukan 36 jurus dan 90 senam dasar. Selain itu terbentuk juga materi jurus toya penemuan Tri Susilo Haryono dan senam masal reka cipta Imam Suyitno.


8. Muhammad Taufiq

Parapatan luhur yang menyingkirkan keputusan Muhammad Taufiq ibarat Ketua Umum dilaksanakan pada 11–12 Maret 2022. Muhammad Taufiq Terpilih lakukan menjadi pemimpin PSHT selama 5 masa ke depan setakat terselenggara pula.

Parapatan Luhur kembali dilaksanakan pada 29 Oktober 2022. Muhammad Taufiq kembali terpilih menjadi pemimpin PSHT.


Catatan Sejarah PSHT: Sentral Kronik Gerbang Hadjar Hardjo Oetomo

Menurut goresan pribadi nan ditulis maka itu Borek Hadjar Hardjo Oetomo menyebutkan bahwa pamrih dan tujuan kuak les pencak pencak dengan hati niat luhur. Niat mulia itu yakni mengembangkan aji-aji silat kuntau Taat Lever ke awam boncel dan para pejuang perambah kebebasan. Keadaan tersebut dilatarbelakangi maka itu nubuat Setia Lever yang sediakala cuma diberikan kepada aristokrat (bangsawan jawa).

Terlak silat cenderung dipelajari oleh Kaum ningrat, misalnya Bupati, camat, Wedana, medikus polisi, atau kerabatnya umum berdarah spektakuler.

Kaum bangsawan jawa dapat dengan mudah diidentifikasi dengan penggunaan gelar Raden (R) di depan namanya. Misalnya Raden Mas (RM), Raden Ageng (RA), Raden Bagus (RB), atau Kanjeng Raden Arya Bupati (KRAT).

Baca Juga: 9 Bentuk PSHT Keren Buat Walpaper, Silakan Download!

Catatan lain menyebutkan bahwa Capuk Hadjar Hardjo Oetomo tidak sependapat dengan Ki Ageng Ngabehi Surodiwirdjo. Alasan lainnya ialah saat itu ia tidak sekata sesekali jika ilmu pencak silat diajarkan kepada orang Belanda. Kejadian itu menurutnya bertentangan dengan prinsip yang ingin menjadikan pencak pencak sebagai basis pelatihan buat pemuda Nusantara dalam tujuan menyusun kekuatan tangkisan kepada Belanda ataupun penjajah.

Kerumahtanggaan kronik pribadinya itu, Ki Hadjar Hardjo Oetomo memberikan nama perguruan terlak silat SH PSC di Peria, Kediri. Pusat latihan patuh berada di Pilangbango, Madiun, yang menjadi kediaman Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Mutakadim dikatakan sebelumnya bahwa tradisi semula berdirinya SH PSC adalah


paguron


atau perguruan pencak silat. Keadaan tersebut kemudian berubah setelah kongres PSHT Mula-mula berlangsung.

Selain menjadi ajang olah kanuragan (mantra bela diri), SHP PSC memang sengaja dibentuk sedemikian rupa sebagai basik pelatihan dan pendadaran pemuda dalam rayapan memfokus kolonialisme Belanda. Oleh karena itulah meski terdaftar sebagai perguruan hijau, SH PSC diawasi dengan sangat ketat oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

Baca Sekali lagi: 8 Makna Logo PSHT internal Kehidupan Sehari-Hari

Itulah album PSHT dari masa ke masa. Banyak hal yang terjadi sepanjang 100 tahun berdirinya PSHT yang menarik buat diketahui.

Source: https://olahfisik.id/sejarah-psht/

Posted by: gamadelic.com