Ketentuan Ibadah Haji Dan Umrah

Brilio.net –
Haji merupakan rukun Islam yang ke-5, ibadah ini wajib dilaksanakan oleh mereka yang subur secara bodi dan finansial. Bakal umat muslim sendiri, haji adalah sebuah impian dan mereka sedapat siapa mengusahakan bisa menjenguk ke Lahan Kudus.

Dalam Alquran, dalil mengenai mesti haji disampaikan habis Surat Ali ‘Imran ayat 97, sebagai berikut.



Syarat wajib haji dan umrah sesuai hukum Islam freepik.com

foto: Idiosinkratis





Artinya: “Padanya terletak perlambang yang aktual, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; melakukan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yakni (untuk) basyar nan sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (muatan haji), maka sesungguhnya Almalik Maha Kaya (bukan memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan dalam HR. Ahmad, Orang islam, dan Nasa’i, juga disampaikan tentang wajib ibadah haji.

Bersumber Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW berucap: “Aduhai serempak manusia, sungguh Almalik telah mensyariatkan kepada anda kerjakan mengerjakan ibadah haji, maka hendaklah kamu kerjakan.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah setiap tahun wahai Rasulullah?” Engkau tutup mulut lain menjawab dan bertanya mengulanginya sampai tiga kali. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Kalau saja jawab ‘ya’ sudah tentu menjadi perlu (tiap-tiap tahun), dan kamu tidak akan mampu melaksanakannya, biarkan doang barang apa yang saya tinggalkan (jangan ditanyakan sesuatu yang tidak disebutkan).” (HR. Ahmad, Muslim dan Nasa’i).

Haji memiliki banyak kesamaan dengan umrah. Namun, kedua ibadah ini juga mempunyai perbedaan mendasar terkait waktu dan hukum pelaksanaannya.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, perbedaan pelaksanaan haji dan umrah adalah terletak pada perian pelaksanaannya. Dimana ibadah haji doang dapat dilaksanakan pada awal wulan Syawal hingga bulan Zulhijah, seperti yang sudah dijelaskan firman Allah dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 197.

Syarat wajib haji dan umrah sesuai hukum Islam freepik.com

foto: Istimewa

Al hajju asy-hurum ma’lumaat, fa man farada fiihinnal-hajja fa laa rafasa wa laa fusuqa wa laa jidaala fil-hajj, wa maa taf’alu min khairiy ya’lam-hullaah, wa tazawwadu fa inna khairaz-zaadit-taqwaa wattaquni yaa ulil-albaab.

Artinya: “Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menjadwalkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, mengamalkan fasik dan berbantah-bantahan di n domestik masa melakukan haji. Dan apa yang kamu untuk aktual arti, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sepantasnya sesegak-baik bekal yaitu takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai insan-orang nan bernalar.”

Dalam tafsir ayat tersebut, periode pelaksanaan ibadah haji ialah bulan-rembulan yang dimaklumi, berangkat dengan bulan Syawal dan berakhir pada sepuluh hari (mula-mula) di bulan Zulhijah.

Temporer itu, Umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang perian, karena di dalamnya tidak terdapat rukun wukuf di Arafah, yang dilakukan lega 9 Zulhijah.

Halikuljabbar menyuruh umat mukmin untuk menepati ibadah haji dan umroh karena Sang pencipta, seperti mana dalam Alquran episode kopi Al Baqarah ayat 196 yang berbunyi:

Syarat wajib haji dan umrah sesuai hukum Islam freepik.com

foto: Istimewa

Wa atimmul-hajja wal-‘umrata lillaah

Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Halikuljabbar.”

Jika engkau ingin melaksanakan ibadah haji, maka ada syarat yang harus kamu penuhi, diantaranya:

1. Islam

2. Baligh

3. Berakal

4. Merdeka

5. Ki berjebah (Istitha’ah)

Puas syarat kelima, suka-suka 6 hal yang meliputi kata mampu, ialah:

1. N kepunyaan biaya untuk menumpu ke Mekkah dan pun. Biaya ini disebut Ongkos Naik Haji (ONH).

2. Terserah kenadaraan, syarat ini dimaksudkan adalah lakukan mereka yang silam jauh terbit Mekkah, mempunyai kendaraan bagi pribadi ataupun pemerintah atau swasta.

3. Aman sejauh dalam pertualangan.

4. Bagi wanita, saat menunaikan ibadah haji harus ditemani mahramnya, seperti suami dan nan bermula dari keluarga batih, yakni adik, ning, anak, atau orangtua kandung.

5. Memiliki kesehatan secara jasmani dan rohani.

6. Memiliki bekal permakluman mengenai damai haji, serta aturan haji yang berlaku.

Berbaik ibadah haji

Syarat wajib haji dan umrah sesuai hukum Islam freepik.com

foto: freepik.com

Berdamai haji yaitu susunan amalan wajib yang harus dilakukan saat menunaikan ibadah haji dan lain bisa diganti dengan amalan bukan, biarpun dengan dam (denda). Itu artinya, jika cak semau rukun haji yang terlewatkan minus adanya uzur syar’i, maka haji seseorang dianggap tidak lazim.

Menurut hukum Islam, rukun haji suka-suka 6. Berikut uraiannya seperti dirangkum
brilio.sauk-sauk
berpunca berbagai sumur, Selasa (29/6).

1. Ihram.

Ihram merupakan karsa berhaji mulai sejak miqat, ialah panggung khusus yang ditetapkan Rasulullah SAW bagi melafazkan talbiah haji.

Berikut bacaannya:

Labbaik allahumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’ain laka wa al-mulk. Laa syariika laka.

Artinya:

“Aku cak bertengger ya Yang mahakuasa, aku cak bertengger menunaikan janji panggilan-Mu, aku cak bertengger, tiada kongsi lakukan-Mu, aku nomplok, sesungguhnya segala apa penghormatan, segala apa kenikmatan, dan seluruh kekaisaran adalah properti Sira, tiada serikat bagi-Mu.”

Selain itu, ihram pun ditandai dengan mempekerjakan pakaian ihram berwarna putih bersih, serta bukan berjahit (hanya berlaku untuk jamaah adam).

2. Wukuf di Padang Arafah.

Wukuf di Padang Arafah dilakukan sebaiknya manusia mengingat bahwa Adam dan Hawa diturunkan ke marcapada berasal taman firdaus karena mengingkari perintah Allah dan terbawa oleh semu daya Ifrit.

Sesudah terpisah lama, akibatnya Pria dan Hawa antuk kembali, dan Padang Arafah menjadi lokasi nan sakral untuk umat Islam.

3. Tawaf.

Tawaf adalah kegiatan mengelilingi kiblat sebanyak 7 kali, di mana 3 putaran permulaan disarankan berlari-lari mungil, sementara itu 4 putaran sisanya berjalan sebagaimana biasa.

Tawaf ini dilakukan saat menunaikan ibadah haji dan umrah. Tawaf pun hanya dilakukan di Masjidil Haram, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir pada bencana itu kembali.

Syarat tawaf.

Ada bilang syarat tawaf yang harus kamu ketahui:

– Suci berpunca hadas (kejadian tak suci sreg diri seorang muslim yang menyebabkan sira tidak dapat salat, tawaf, dan sebagainya)

– Suci mulai sejak najis pada badan dan pakaian

– Menutup aurat

– Dimulai dari tempat yang sekelas dengan Hajar Aswad yang suka-suka di salah suatu sudut kiblat. Apabila seseorang memulai tawafnya plong sudut kakbah yang tidak setara dengannya, maka penggalan itu bukan dihitung hingga sampai pada sudut Hajar Aswad bakal dihitung bagaikan mulanya tawaf

– Saat mengerjakan tawaf, para jamaah haji disarankan cak bagi merumung kakbah dengan jihat putaran tawaf berlawanan dengan jarum jam.

Amalan sunnah saat tawaf

Ada beberapa amalan sunnah nan sepatutnya dilakukan detik tawaf. Sesuatu nan dikerjakan akan bernasib baik pahala, namun jika ditinggalkan tidak berdosa.

– Bertawaf dengan berjalan kaki

– Menyarikan langkah

– Melanglang cepat dan berlari kecil seperti persiapan tungkai anak-momongan

– Detik memulai tawaf dari Hajar Aswad, disunnahkan sambil menitahkan lafal “Allahu Akbar”

– Istilam yaitu menyampuk Hajar Aswad, menyentuhnya dengan tangan, dan menurunkan dahi ke atasnya. Jika tidak berpunya beristilam, maka dapat sepan dengan perlambang ataupun melambai dengan tangan. Istilam makin baik dilakukan pada setiap putaran (kalau bakir)

– Ittibak ialah meletakkan pertengahan kain selendang atau ihram di asal katek kanan dan kedua ujungnya di atas kidal dengan menjadikan pundak kanan terbuka kerjakan kaum pria

– Salat sunnah dua rakaat sesudah tawaf di belakang Maqam Ibrahim

– Bertawaf berdampingan dengan kakbah (bikin memudahkan istilam).

4. Sa’i.

Sa’i adalah kegiatan berlari-lari boncel kecil di antara bukit Safa dan Marwah. Makna pecah ibadah ini adalah mencari mujur pecah kisahan Siti Hajar di padang pasir yang berburu air untuk anak dan dirinya.

5. Tahallul.

Tahallul bermakna menjadi boleh, dihalalkan, atau menghalalkan bilang pantangan.

Dalam istilah fiqih disebutkan, tahallul berarti keluar dari keadaan ihram karena mutakadim radu menjalankan amalan haji secara keseluruhan. Hal ini ditandai dengan mencukur alias menggunting beberapa helai rambut. Laki-laki disunahkan mencukur tinggal rambutnya dan wanita menggunting ujung bulu sepanjang jari.

6. Tertib.

Tertib yakni anjuran sebaiknya rukun haji dilakukan secara berurutan, tidak boleh dilewatkan atau melompatinya. Dimulai dari niat (ihram), wukuf, tawaf, sa’i, dan tahallul.

Penyelenggaraan cara ibadah haji.

Syarat wajib haji dan umrah sesuai hukum Islam freepik.com

foto: freepik.com

Ibadah haji adalah ibadah nan disyariatkan di musim momen Rasulullah telah berhijrah meninggalkan kota kelahiran beliau, Mekkah Al-Mukarramah menuju ke tempat habis yang plonco, Al-Madinah Al-Munawarrah.

Sebelum memulai, kita harus membaca niat haji.

Syarat wajib haji dan umrah sesuai hukum Islam freepik.com

foto: Solo

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika allahumma hajjan

Artinya: “Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Sang pencipta Swt. Aku peroleh panggilan-Mu, ya Yang mahakuasa bikin berhaji.”

1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, semua jamaah haji mulai buat melaksanakan tawaf haji di Masjidil Haram (Makkah).

2. Tanggal 8 Dzulhijjah (Waktu Tarwiyah) disebut dengan hari tarwiyah, karena para jamaah haji menyiapkan bekal secukupnya untuk menuju mina dan Padang Arafah, karena kedua bekas tersebut lain ada mata air air.

3. Jamaah haji melakukan ihram untuk ibadah haji, dimulai dengan mandi, memakai wewangian serta mengenakan pakaian ihram, serta merta ber-talbiyah.

4. Berangkat menuju Hut dan pasca- di Mina, mereka mendirikan shalat zhuhur, ashar, maghrib dan isya serta shalat fajar. Setiap shalat dikerjakan pada waktunya, namun shalat yang jumlah rakaatnya catur diqashar sehingga menjadi dua rakaat. Para jamaah tetap berada di Mina sampai mentari bermula pada tanggal 9 Dzulhijjah.

5. Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji berkiblat ke Padang Arafah untuk melakukan wukuf. Kemudian semua jamaah haji melaksanakan ibadah wukuf, yaitu bermukim diri dan beribadat di Padang Arafah hingga maghrib tiba. Disunnahkan bagi jama’ah lakukan singgah di Namirah dan jika memungkinkan bersemayam di sana hingga matahari tergulir.

Namirah yakni sebuah tempat yang terletak dekat marginal Arafah. Apabila matahari tercekluk dan turut tahun zhuhur, disunnahkan bagi imam atau orang nan diwakilkan buat menyampaikan khutbah di hadapan para jama’ah, berkenaan dengan kondisi kaum muslimin, moga juga memperbarui tauhid, hukum-syariat seputar ibadah haji, dan perkara-perkara berfaedah lainnya.





6. Musim wukuf di Arafah mulai berusul terbit subuh tanggal 9 Dzulhijah setakat terbit pagi buta copot 10 Dzulhijah. Sembarang orang yang mengamalkan wukuf lega waktu tersebut walaupun sekelebat, maka ia dianggap telah mengamalkan wukuf, dan hajinya sah.

Barang siapa yang tidak mengerjakan wukuf pada perian tersebut maka hajinya tidak protokoler, seperti yang diriwayatkan privat berusul Anak lelaki ‘Abbas Hadits Marfu’, “Barang siapa yang berbuat wukuf sebelum matahari berbunga (pada copot 10 dzulhijjah) maka anda telah berbuat haji”. (Disahihkan maka itu Al-Albani (No. 5995) dalam shahihul jami’.

7. Tanggal 9 Dzulhijjah malam, semua jamaah haji menuju ke Muzdalifah untuk mabit (mengendong di Muzdalifah) dan mengambil rayuan untuk melontar jumroh secukupnya.

8. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam atau setelah mengerjakan mabit, jamaah haji meneruskan perjalanannya ke Mina kerjakan melaksanakan ibadah melontar jumroh.

9. Pada Terlepas 10 Dzulhijjah, jamaah haji melaksanakan ibadah lontar jumroh yaitu sebanyak 7x ke Jumrah Aqabah seumpama simbol bagi mengintimidasi setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut ataupun sebagian rambut.

10. Jika jamaah mengambil nafar awal maka bisa dilanjutkan perjalanannya ke Masjidil Gelap untuk tawaf haji ataupun membereskan haji.

11. Sedangkan takdirnya mengambil nafar akhir, jamaah haji kukuh tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumrah sambungan, ialah jumrah ula dan jumrah wustha.

12. Tanggal 11 Dzulhijjah, jamaah haji lontar jumrah sambungan (ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.

13. Terlepas 12 Dzulhijjah, jamaah haji lontar jumrah sambungan (wusta) di tugu permulaan, tugu kedua, dan tugu ketiga.

14. Kemudian yang terakhir jamaah haji kembali ke Makkah kerjakan melaksanakan tawaf wada’ merupakan tawaf perpisahan sebelum pulang ke negara tiap-tiap.

Hukum umrah

Syarat wajib haji dan umrah sesuai hukum Islam freepik.com

foto: freepik.com

Berdasarkan pendapat Pastor Syafii dan Rohaniwan Hambali, menunaikan ibadah umrah hukumnya wajib sekali seumur jiwa buat mereka yang mampu secara materi dan tubuh. Provisional berdasarkan pendapat Imam Hanafi dan Imam Malik, melaksanakan ibadah umrah hukumnya sunah muakkadah.

Dilansir dari majemuk sumber, umrah dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Umrah teradat.

– Umrah pertama nan dilakukan seorang muslim, disebut umrah Islam

– Umrah yang dilaksanakan karena nazar.

2. Umrah sunah.

Umrah sunah dikerjakan pasca- umrah teradat, baik itu bikin kedua kalinya dan selanjutnya tanpa ada batas.

Damai umrah cak semau 4, merupakan:

– Ihram disertai niat.

– Tawaf atau kerubung Ka’bah.

– Sa’i (lari-lari mungil antara bukit Safa dan Marwah).

– Bercukur atau menyusup rambut paling tiga helai.

Perian pelaksanaan umrah.

Perbedaan antara umrah dan haji sendiri terwalak puas waktu dan tempat pelaksanaannya. Jika ibadah haji namun bisa dilakukan antara tanggal 1 Syawal hingga 13 Zulhijjah, maka umroh dapat dilaksanakan serempak-tahun kecuali puas hari tertentu begitu juga hari Arafah pada 10 Zulhijjah dan musim-musim Tasyrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah.

Inti dari masing-masing ibadah kembali berbeda. Inti bermula haji adalah wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah selepas matahari tergelincir sampai magrib. Sementara tata cara umrah intinya hanya mengamalkan thawaf dan sai.

Keduanya didahului dengan memakai rok ihram di miqat (bekas) yang telah ditentukan dan diakhiri dengan tahallul (bercukur).

Tata mandu umrah.

Syarat wajib haji dan umrah sesuai hukum Islam freepik.com

foto: freepik.com

Manajemen cara umrah dimulai dengan membaca niat dan memakai rok ihram dari miqat-miqat nan telah ditentukan. Miqat adalah garis berangkat/menginjak seorang jamaah nan hendak melakukan ibadah umrah.

Berikut tata cara umrah nan dilansir dari Liputan6.com.

1. Berpunca bandara menuju miqat Zawiat Dzulhulaifah atau lebih dikenal Abyar ‘Ali.

– Miqat ini terletak di Madinah, para jamaah melakukan persiapan sebelum ihram, mulai dari bersiram, mengenakan pakaian ihram, berwudhu dan mengerjakan sholat sunah ihram 2 rakaat.

– Sesudah itu karsa mengamalkan ibadah umrah dengan membaca bacaan kehendak umrah.

“Labbaikallahumma ‘umratan”

Artinya: “Aku sambut panggilanMu ya Halikuljabbar bakal menjalankan umrah”.

2. Setelah mengenakan pakaian ihram, seorang jamaah umrah dilarang untuk mengamalkan hal-hal yang telah ditentukan syariat.

Bakal pria, dilarang:

– Memakai busana normal

– Mengaryakan hutan kaki yang membentangi mata kaki

– Menutup atasan dengan peci, kopiah stambul, dan sebagainya

Bikin wanita, dilarang:

– Mempekerjakan kaus tangan

– Menutup paras

Bagi adam dan wanita, dilarang:

– Mempekerjakan wangi-wangian

– Menyusup kuku, mencukur atau mencabut rambut/rambut

– Memburu maupun mematikan dabat segala pun

– Menikah, menikahkan atau meminang wanita bagi dinikahi

– Bermesraan atau berhubungan intim

– Mencaci, bertengkar alias mengeluarkan kata-introduksi kotor

– Mencelah tumbuhan di sekitar Mekah

3. Menuju masjidil haram di Mekah.

– Kerumahtanggaan perjalanan, menggandakan bacaan kalimat talbiyah yang sering diucapkan Rasulullah SAW ketika umroh dan haji.

“Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni’indra penglihatan Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak”

Artinya:

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Yang mahakuasa, aku penuhi panggilan-Mu. Tak suka-suka sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Senyatanya barang apa puji, lemak dan imperium kerjakan-Mu. Tidak ada sekutu lakukan-Mu.”

– Akhir periode membaca talbiyah untuk umroh yakni detik akan memulai thawaf.

4. Melakukan thawaf.

– Sebelum masuk Masjidil Haram, jamaah dinasihatkan berwudhu apalagi sangat. Kemudian bau kencur boleh masuk Masjidil Terlarang dulu pintu mana saja, tapi dinasihatkan mengikuti transendental Rasulullah SAW nan masuk melangkaui pintu Babus Salam ataupun Bani Syaibah.

– Saat masuk Masjidil Bawah tangan, disarankan untuk mengucap tahmid “Bismillah Wash Sholatu Was Salamu ‘Ala Rasulullah. Allahummaftahli Abwaba Rahmatika”

Artinya: “Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku portal-gerbang anugerah-Mu.”

– Setelah itu turun dan terus menghadap tempat thawaf (mataf). Jamaah berangkat thawaf bersumber garis lurus (area hampir Hajar Aswad) antara gerbang Kabah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Palsu.

Di sini jamaah diberi pilihan antara lain:

– Taqbil yaitu melanggar Hajar Aswad.

– Istilam dan Taqbil yaitu mengusap, meraba, dan mencium Hajar Aswad.

– Istilam yaitu mengusap Hajar Aswad dengan tangan alias sesuatu benda yang kita pegang, kemudian benda tersebut dicium.

– Melambaikan tangan atau benda yang kita pegang 3 kali, lain dicium tapi menyabdakan Bismillah, Allahu Akbar (Dengan nama Allah, Allah Maha Raksasa).

– Pilihan formalitas ini dilakukan setiap kali melewati Hajar Aswad dan Damai Yamani pada adegan suatu sebatas tujuh. Jikalau tidak mampu menubruk Hajar Aswad dan Rukun Yamani karena alasan keamanan akibat banyaknya jamaah nan umrah, maka boleh mengidas istilam dengan tangan atau benda, alias hanya melambaikan tangan ataupun benda yang dipegang.

– Pada putaran 1-3 jamaah pria dianjurkan untuk lari-lari kecil. Sedangkan pada penggalan 4-7 dengan jalan seremonial. Sementara untuk pengelolaan cara umroh wanita tak cak semau lari-lari kecil saat melakukan thawaf.

– Sepanjang thawaf, membaca doa saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Ratib momen thawaf yang selalu dibaca oleh Rasulullah SAW adalah doa sapu jagad, yaitu:

“Rabbana Atina Fiddunya Hasanatan Wa Fil Akhirati Hasanata Wa Qina ‘Adzabanar”

Artinya:

“Ya Almalik kami, berilah kami kebaikan di manjapada dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami terbit siksa api neraka.”

5. Sholat 2 rakaat di depan Maqom Ibrahim.

– Maqom Ibrahim bukanlah peristirahatan terakhir dan bukan kembali palagan nan tercalit dengan taman bahagia tak. Doang di ajang itu Nabi Ibrahim sangkutan berdiri dalam rangka membangun Kabah. Rakaat purwa membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan mengaji sahifah Al-Kaafiruun. Rakaat kedua membaca surat Al Fatihah dilanjutkan dengan mendaras dokumen Al-Ikhlas.

6. Berlindung sejenak dan minum air zam-zam.

– Sebelum meneguk air zam-zam, membaca tahlil:

“Allahumma Inni Asaluka ‘Ilman Nafi’an Wa Risqon Waasi’an Wa Syifaa’an Min Kulli Daa’in Wa Saqomin Bi Romhatika Ya Arhamar Rohimiin”

Artinya: “Ya Almalik, aku mohon padaMu ilmu siaran yang bermanfaat, peranakan yang luas dan kesembuhan berasal segala problem.”

7. Melakukan sai antara Safa dan Marwah 7 boleh jadi bolak benyot.

– Sai dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu bisa jadi penjelajahan. Jadi, Safa ke Marwah 1, Marwah ke Safa 2, dan seterusnya. Sai bererak di Marwah. Sai diselesaikan dengan berjalan, tapi puas batas di antara 2 lampu mentah, berlari-lari kecil.

– Sai ini merupakan penghargaan Halikuljabbar SWT kepada gendak Rasul Ibrahim. Ketika itu ampean Rasul Ibrahim, Siti Hajar, bolak-serong antara Safa dan Marwah sebanyak 7 mungkin internal rangka berburu air cak bagi menenggak putra beliau, yaitu Nabi Ismail.

8. Mengerjakan tahallul.

– Tahallul ialah penutup dari pelaksanaan ibadah umroh yang ditandai dengan bercukur. Bakal maskulin lebih baik dicukur sampai botak, tapi takdirnya tidak sebatas gundul lain kok. Sedangkan lakukan wanita hanya dicukur ala kadarnya.

– Dengan mengamalkan tahallul, maka mutakadim sempurna tata cara umroh lengkap sesuai sunah.

(brl/guf)

(brl/guf)

Source: https://www.brilio.net/wow/syarat-wajib-haji-umrah-sesuai-hukum-islam-lengkap-dengan-tata-cara-2106290.html

Posted by: gamadelic.com