Kerajaan Yang Bercorak Hindu Budha

Sejarah NUSANTARA Puas ERA KERAJAAN HINDU-BUDDHA

HP Bebas Getar : 0800 1234 000

Sebelumnya
(
Sejarah Nusantara (1942-1945)
)
Setelah ini
(
Sejarah Nusantara pada era ker…..
)

Album Nusantara sreg era kerajaan Hindu-Buddha

Artikel ini anggota dari nur

Album Indonesia
Sejarah Indonesia .png
Lihat pula:

Garis waktu memori Indonesia

Sejarah Nusantara

Prasejarah

Kerajaan Hindu-Buddha
Kutai (abad ke-4)
Tarumanagara (358–669)
Sriwijaya (abad ke-7 mencapai ke-11)
Sailendra (abad ke-8 mengaras ke-9)
Kerajaan Medang (752–1045)
Kerajaan Sunda (932–1579)
Kediri (1045–1221)
Dharmasraya (abad ke-12 mencapai ke-14)
Singhasari (1222–1292)
Majapahit (1293–1500)
Malayapura (abad ke-14 mencapai ke-15)
Imperium Islam
Sultanat Samudera Pasai (1267-1521)
Kesultanan Ternate (1257–saat ini)
Kerajaan Pagaruyung (1500-1825)
Kesultanan Malaka (1400–1511)
Kerajaan Inderapura (1500-1792)
Kesultanan Demak (1475–1548)
Kesultanan Aceh (1496–1903)
Kesultanan Banten (1527–1813)
Kesultanan Cirebon (1552 – 1677)
Kesultanan Mataram (1588—1681)
Kesultanan Siak (1723-1945)
Kerajaan Kristen
Kerajaan Larantuka (1600-1904)
Penjajahan nasion Eropa
Portugis (1512–1850)
VOC (1602-1800)
Belanda (1800–1942)
Kemunculan Indonesia
Kebangkitan Nasional (1899-1942)
Pendudukan Jepang (1942–1945)
Revolusi kewarganegaraan (1945–1950)
Indonesia Merdeka
Orde Lama (1950–1959)
Demokrasi Terpimpin (1959–1966)
Orde Baru (1966–1998)
Era Pembaruan (1998–sekarang)

Indonesia menginjak mengembang pada
zaman imperium Hindu-Buddha
berbintang terang hubungan dagang dengan negara-negara tetangga ataupun yang lebih jauh seperti India, Tiongkok, dan wilayah Timur Paruh. Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan lega awal tarikh Masehi, dibawa oleh para musafir dari India selang bukan: Maha Resi Agastya, yang di Jawa populer dengan sebutan Batara Temperatur atau Dwipayana dan pun para pedagang berbunga Tiongkok yakni musafir Budha Pahyien.

Plong dupa perian ke-4 di Jawa Barat sopan kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha, adalah kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Imperium Sunda mencapai dupa masa ke-16.

Lega ketika ini sekali lagi muncul dua kerajaan akbar, yakni Sriwijaya dan Majapahit. Pada ketika dupa tahun ke-7 sampai ratus masa ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya mengembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I-Tsing mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya mengamankan wilayah sejauh Jawa Tengah dan Kamboja. Ratus periode ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit selang tahun 1331 setakat 1364, Gajah Mada, sukses berbintang terang kekuasaan atas wilayah yang masa ini sebagian akbarnya adalah Indonesia beserta dempang seluruh Semenanjung Melayu. Warisan berusul saat Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan pembentukan peradaban Jawa, seperti mana yang terlihat dalam wiracarita
Ramayana.

Masuknya nasihat Islam pada sekitar ratus musim ke-12, babaran kerajaan-kekaisaran bercorak Islam yang ekspansionis, sebagai halnya Samudera Pasai di Sumatera dan Demak di Jawa. Munculnya kerajaan-kerajaan tersebut, secara sedikit demi mengakhiri kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, sekaligus menandai penghabisan dari era ini.

Daftar isi

  • 1
    Kronologi
  • 2
    Kekaisaran Hindu/Buddha

    • 2.1
      Kekaisaran Hindu/Buddha di Kalimantan
    • 2.2
      Kerajaan Hindu/Buddha di Jawa
    • 2.3
      Kerajaan Hindu/Buddha di Sumatra
  • 3
    Referensi

Kronologi

  • 101 – Penaruhan Lembah Bujang nan mempergunakan aksara Sanskrit Pallava membuktikan hubungan dengan India di Sungai Rayuan.
    [1]
  • 300 – Kekaisaran-kerajaan di asia tenggara telah mengerjakan hubungan niaga dengan India. Perantaraan dagang ini tiba intensif pada ratus tahun ke-2 M. Memperdagangkan barang-barang kerumahtanggaan murahan internasional misalnya: logam luhur, perhiasan, kerajinan, wangi-wangian, pengasosiasi-obatan. Dari sebelah timur Indonesia diperdagangkan papan cendana, kapur barus, cengkeh. Hubungan dagang ini menjatah kontrol nan akbar kerumahtanggaan pemukim Indonesia, terutama dengan masuknya nasihat Hindu dan Budha, pengaruh lainnya terlihat pada sistem tadbir.
  • 300 – Sudah lalu diterapkannya hubungan pelayaran bisnis yang menerobos Tiongkok. Dibuktikan dengan pertualangan dua pater Budha yaitu Fa Shien dan Gunavarman. Hubungan membahu ini mutakadim lazim diterapkan, barang-barang nan diperdagangkan kemenyan, kayu cendana, hasil kerajinan.
  • 400 – Hindu dan Budha sudah lalu mengembang di Indonesia dilihat berusul sejarah kerajaan-kerajaan dan peninggalan-peninggalan pada ketika itu selang lain batu bersurat, candi, patung betara, seni ukir, dagangan-dagangan logam. Keberadaan kerajaan Tarumanagara diberitakan oleh khalayak Cina.
  • 603 – Kerajaan Malayu berdiri di hilir Batang hari. Kerajaan ini merupakan konfederasi berasal para pedagang-pedagang nan terbit bermula pedalaman Minangkabau. Tahun 683, Malayu runtuh oleh ofensif Sriwijaya. {referensi?}
  • 671 – Seorang padri Budha berpangkal Tiongkok, bernama I-Tsing beranjak berasal Kanton ke India. Beliau singgah di Sriwijaya untuk sparing kelola bahasa Sanskerta, belakang beliau singgah di Malayu sepanjang dua bulan, dan yunior melanjutkan perjalanannya ke India.
  • 685 – I-Tsing kembali ke Sriwijaya, disini beliau terlampau sejauh catur tahun untuk menterjemahkan kitab suci Budha berpokok bahasa Sanskerta ke n domestik bahasa Tionghoa.
  • 692 – Salah satu kerajaan Budha di Indonesia adalah Sriwijaya bersemi dan mengembang menjadi pusat perkulakan nan dikunjungi oleh pedagang Arab, Parsi, dan Tiongkok. Yang diperdagangkan selang lain tekstil, kapur barus, mutiara, rempah-rempah, kencana, perak. Kewedanan kekuasaannya mencakup Sumatera, Semenanjung Malaya, Kamboja, dan Jawa. Sriwijaya pula memintasi jongkong perdagangan Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut China Kidul. Dengan penguasaan ini, Sriwijaya mengontrol keluar masuk perdagangan selang Tiongkok dan India, sekaligus menciptakan kekayaan untuk kerajaan.
  • 922 – Dari sebuah laporan tercantum dikenali seorang musafir Tiongkok sudah datang kekerajaan Kahuripan di Jawa Timur dan maharaja Jawa telah menghadiahkan candrasa pendek berhulu gading berukur pada sinuhun Tiongkok.
  • 932 – Restorasi kekuasaan Imperium Sunda. Hal ini unjuk menuntut ganti rugi Prasasti Kebon Tindasan II yang bertanggal 854 Saka atau 932 Masehi.
    [2]
  • 1292 – Musafir Venesia, Marco Polo singgah di anggota utara Sumatera dalam perjalanan pulangnya dari Tiongkok ke Persia menuntut ganti rugi laut. Marco Polo berpendapat bahwa Perlak adalah sebuah kota Islam.
  • 1292 – Raden Wijaya, atas lepas Jayakatwang, membuka hutan tarik menjadi permukiman nan dikata Majapahit. Nama ini berasal berpangkal pohon Maja yang berbuah pahit di wadah ini.[3]
  • 1293 – Raden Wijaya memanfaatkan armada Mongol kerjakan menggulingkan Jayakatwang di Kediri. Mencentang mengaret pasukan Mongol, sangat anda menanjak takhta kerjakan raja Majapahit purwa pada 12 November.[3]
  • 1293 – 1478 – Daerah tingkat Majapahit menjadi pusat kemaharajaan yang pengaruhnya membentang dari Sumatera ke Papua, kecuali Sunda dan Madura. Wilayah urban yang padat dihuni oleh populasi yang kosmopolitan dan menjalankan beragam macam karier. Kitab Negarakertagama menggambarkan ketinggian budaya Majapahit dengan cita rasa yang halus dalam seni, sastra, dan ritual keagamaan.[3]
  • 1345-1346 – Musafir Maroko, Ibn Battuta menempuh Besar intern perjalanannya ke dan dari Tiongkok. Dikenali juga bahwa Samudra merupakan bandar nan sangat penting, bekas kapal-kapal membahu dari India dan Tiongkok. Ibn Battuta mendapati bahwa penguasa Lautan adalah koteng pengikut Mahzab Syafi’i salah satu ular-ular dalam Selam.
  • 1350-1389 – Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan di asia tenggara lebih-lebih jazirah Malaya sesuai dengan “Sumpah Palapa” yang menyatakan bahwa Gajah Mada mendambakan Nusantara bersatu.
  • 1478 Majapahit ambruk belakang suatu hal serangan Demak. Kota ini berangsur-angsur ditinggalkan masyarakatnya, tertimbus petak, dan menjadi wana sejati.[3]
  • 1570 – Pajajaran, ibukota Kerajaan Hindu terakhir di pulau Jawa dihancurkan makanya Kesultanan Banten.

Kerajaan Hindu/Buddha

Kerajaan Hindu/Buddha di Kalimantan

  • Kerajaan Kutai
  • Kerajaan Sribangun (Buddha)
  • Kerajaan Wijayapura
  • Kerajaan Bakulapura
  • Kekaisaran Brunei Buddha
  • Imperium Kuripan
  • Imperium Negara Dipa
  • Imperium Negara Daha

Kerajaan Hindu/Buddha di Jawa

  • Kerajaan Salakanagara (150-362)
  • Imperium Tarumanegara (358-669)
  • Kekaisaran Sunda Perak (669-1482)
  • Kekaisaran Kalingga
  • Kerajaan Kanjuruhan
  • Kerajaan Mataram Hindu
  • Kerajaan Kahuripan
  • Imperium Janggala
  • Imperium Kadiri (1042 – 1222)
  • Kerajaan Singasari (1222-1292)
  • Kerajaan Majapahit (1292-1527)

Kerajaan Hindu/Buddha di Sumatra

  • Kerajaan Malayu Dharmasraya 1183–1347
  • Kekaisaran Sriwijaya 600–1300

Referensi

  1. ^
    Tamadun 1900 tahun di Perkutut, Oleh OPAT RATTANACHOT, Utusan Malaysia 9 April 2022.
  2. ^
    Herwig Zahorka, The Sunda Kingdoms of West Java From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor, Yayasan Cipta Loka Caraka, Jakarta, 2007
  3. ^
    a
    b
    c
    d
    “Kronologi Ii kabupaten Majapahit”,
    Kompas, 5 Januari 2009



edunitas.com

Home

Tautan
Programa Perkuliahan Khusus (Lektur Online / Daring)


Pamrih dan Intensi
Pendahuluan
Pembukuan Mhs Bau kencur

  • Persyaratan Calon Mahasiswa, Cara & Jadwal Pendaftaran
  • Beban Studi (Barang bawaan SKS nan ditempuh) & Lamanya Lektur (Lama Studi)
Pengajuan Darmasiswa
Letak Kampus PTS
Garitan Bermutu


 ♝
Bahasa
 ♝
Banyuasin
 ♝
Batam
 ♝
Eropa
 ♝
Filsafat
 ♝
Kimia
 ♝
Mahabharata
 ♝
Latihan jasmani
 ♝
Saint Pierre & Miq.
 ♝
Sudan
 ♝
Pohon
Jaringan Portal Program Reguler Pagi
Jaringan Gerbang Programa S2 (Magister)
Jaringan Pintu Lektur Fungsionaris
Jaringan Gerbang Perkuliahan Shift
Jaringan Portal Gabungan PTS

Proklamasi Lengkap

Korona


di

Dunia

,
tiap-tiap Negara
,


per Masa





Indonesia

,


per Area
,


saban Kabupaten





Jakarta

,


masing-masing Kecamatan
,


masing-masing Kelurahan


Covid
Maluku,
Papua Barat,
Sumatera Barat

Corona
Maluku Tenggara,
Pangeran Ampat,
Solok,
Tambora,
Jembatan Ferum

(+ Soal & Jawaban)


Kode POS di Indonesia


https://m.kodepos.nomor.kisa



Kebutuhan Gizi

kerumahtanggaan 1 hari (AKG)


Tags (tagged): sejarah, nusantara, plong, era, kerajaan, hindu, buddha, unkris, kiat, ilmu, pengetahuan, programa, kuliah, pegawai, inferior, weekend, eksekutif, ensiklopedi, bahasa, indonesia, ensiklopedia


Covid
Maluku,
Papua Barat,
Sumatera Barat

Corona
Maluku Tenggara,
Kaisar Ampat,
Solok,
Tambora,
Jembatan Besi


Source: https://p2k.unkris.ac.id/id1/1-3073-2962/Zaman-Kerajaan-Hindu-Buddha_29578_p2k-unkris.html

Posted by: gamadelic.com