Kerajaan Gowa Tallo Terletak Di

Tak doang berhasil memasuki Pulau Sumatera, Jawa, dan kalimantan, sirkuit Selam sreg masa tinggal, juga berhasil merambat mencecah Sulawesi.

Adalah Kota Makassar yang menggudangkan sejarah panjang adapun upaya dakwah ini, setelah Kerajaan Gowa-Tallo berakibat didirikan.

Selain aktif menjalankan misi dakwah, Kerajaan Gowa-Tallo merupakan anak kunci perniagaan dan pelayaran pada masa tempo habis.

Sudahlah, bikin memahami seperti barang apa album imperium ini,yuk
dibaca ulasan lengkapnya di sini.


Asal Usul dan Rekaman Kerajaan Gowa Tallo

Penjelasan Sejarah dan Asal Usul Kerajaan Gowa Tallo
dindamaisyahff.blogspot.com

Di wilayah Gowa, dulunya terletak 9 kelompok yang terkenal dengan nama Bate Salapang atau Sembilan Bendera.

Bate Salapang ini terdiri berpunca Data, Samata, Lakiung, Bendo-parang, Agngjene, Tambolo, Kalling, Saero, dan Bissei.

Pada kronologi berikutnya, ke-9 keramaian tersebut kemudian bersatu di sumber akar panji bendera kerajaan Gowa, baik lalu urut-urutan sukarela ataupun dengan paksaan.

Dalam beberapa bukti sejarah, diketahui Kerajaan Gowa didirikan pada abad ke-14 Masehi, oleh sesosok nona yang bernama Tomanurung Bainea atau Tumanurung.

Sedangkan bawah usul berdirinya Kekaisaran Tallo tidak banyak diketahui menurut sejarah.

Histori Kerajaan Tallo mentah terkuak pada pertengahan abad ke-15 Masehi, di era kepemimpinan Tonatangkalopi, yang merupakan raja ke-16 Kekaisaran Tallo.


a. Perkembangan Abad Ke-16 M

Mulai abad ke-16 Masehi, di wilayah Sulawesi Selatan telah berdiri beberapa kerajaan merdeka, yakni Bone, Wajo, Sopeng, Sindenreng, Gowa, dan Tallo.

Pada perkembangan berikutnya, kerajaan-kekaisaran tersebut membuat persekutuan, berdasarkan diplomasi yang disepakati bersama.

Perundingan ini diprakarsai oleh Tumapa’risi’ Kallona, yang merupakan paduka tuan ke-9 Kerajaan Gowa.

Ia ingin kerajaan-kerjaan yang seram di wilayah Makassar, berdiri bersama dan muncul dengan satu identitas.

Penyatuan tersebut, yang paling dikenal internal ki kenangan adalah bersatunya Kekaisaran Gowa dan Kerajaan Tallo.

Penyatuan kerajaan tersebut, menjadi Imperium Gowa-Tallo, terjadi pada tahun 1528 Serani, yang kadang dikenal pun dengan merek Kerajaan Makassar.

Intern proses peleburan ini, diikuti juga dengan dibuatnya berbagai macam peraturan dan perundangan yang berkaitan dengan perang, fiskal, bea masuk, serta ketatanegaraan pertahanan.


b. Perkembangan Abad Ke-17 M

Memasuki abad ke-17 Masehi, menjadi karangan musim nan berguna buat Kerajaan Gowa-Tallo.

Sebab, puas kurun waktu tersebut, yaitu masa jaya dan masa runtuhnya Imperium Gowa-Tallo.

Pada era tersebut, nasib sendiri syah nan berbuntut membawa Kerajaan Gowa-Tallo privat puncak kejayaan, dnegan beragam kebijakannya intern parasan pelayaran dan perdagagan.

Engkau merupakan Sultan Hasannudin, yang dikenal dengan gelar Ayam Jantan dari Timur.

Plong perian itu, jalan pelabuhan Makassar berkembang makin pesat dan bertambah besar.

Naasnya, kejadian itu dibarengi dengan kehadiran bangsa luar yang mulai melakukan penaklukkan dan kolonialisme, yakni bangsa Belanda.

Koalisi Kerajaan Gowa-Tallo dan Belanda bisa dikatakan tinggal sengit, karena beraneka rupa pertempuran yang dilakukan keduanya.

Pendek cerita, kesannya Kekaisaran Gowa-Tallo berakibat dikalahkan Nasion Belanda.

Sultan Hasannudin juga wafat karena peristiwa tersebut, pada musim 1670 Masehi.


c. Perkembangan Abad Ke-20 M

Sejak abad ke-14 Masehi, boleh dibilang Kerajaan Makassar mengalami pasang-surut.

Hingga pada abad ke-20 Masehi, pada masa rezim Andi Idjo Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aiduddin, yakni raja ke-36 Imperium Gowa-Tallo.

Plong tahun pemerintahan Sira, diputuskan, Kerajaan Gowa-Tallo bersatu di bawah kekuasaan Negara Keesaan Republik Indonesia, dan menengok menjadi Ii kabupaten Ii kabupaten Gowa.

Dengan keputusan tersebut, maka ditutuplah lembar rekaman Imperium Gowa-Tallo.

Dan Andi Idjo dengan absah menjadi yamtuan terakhir Kerajaan Gowa-Tallo, dan kemudian menjadi tumenggung mula-mula Kabupaten Gowa.


Tunggul Resmi

Foto Bendera Kerajaan Gowa Tallo
wikimedia.org


Peta dan Lokasi

Foto Peta dan Lokasi Kerajaan Gowa Tallo
republika.co.id

Secara administrasi, negeri Kerajaan Gowa-Tallo kini fertil di provinsi Kawasan Sulawesi Selatan.

Pusat kerajaan ini ada di Ii kabupaten Makassar, yang suntuk dikenal dengan nama Ujung Pandang.

Sebab itulah, Kerajaan Gowa-Tallo sekali lagi disebut sebagai Kerajaan Makassar.

Pada era kepemimpinan Syah Hasannudin, hampir semua provinsi di Sulawesi Kidul berdampak dikuasai.

Tak luput sekali lagi, wilayah Sumbawa dan sebagain Flores, yang ada di Nusa Tenggara, juga turut ditaklukkannya.

Karena mampu di kolek perniagaan dan pelayaran yang politis, yang mengikat wilayah barat dan timur Indonesia, Kerajaan Makassar pun berkembang memadai pesat.

Terlebih, kerap juga para pedagang dari wilayah barat Indonesia, singgah di Makassar intern perjalanannya ke timur Indonesia.

Begitupun sebaliknya, pelayaran berpunca daerah timur, kadang kala bersandar dan menginap pun di Makassar lakukan menuju ke arah barat Indonesia.


Silsilah

Kerajaan Gowa Tallo

Daftar Silsilah Raja Kerajaan Gowa Tallo
taldebrooklyn.com

Buat raja-raja yang memerintah di Kerajaan Gowa-Tallo, berikut adalah silsilahnya.

  • Tumanurung berkuasa di masa ±1300
  • Tumassalangga Baraya
  • Puang Loe Lembang
  • I Tuniatabanri
  • Karampang ri Gowa
  • Tunatangka Lopi berkuasa di tahun ±1400
  • Betara Gowa Tuminanga ri Paralakkenna
  • Pakere Tau Tunijallo ri Passukki
  • Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna
  • I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiyung Tunipallangga Ulaweng
  • I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatte
  • I Manggorai Daeng Mameta Karaeng Bontolangkasa Tunijallo
  • I Tepukaraeng Daeng Parabbung Tuni Pasulu
  • I Mangari Daeng Manrabbia Sultan Alauddin I Tuminanga ri Gaukanna
  • I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Lakiyung Sultan Malikussaid Tuminanga ri Papang Batuna
  • I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin Tuminanga ri Balla’pangkana
  • I Mappasomba Daeng Nguraga Sultan Amir Hamzah Tuminanga ri Allu’
  • Sultan Mohammad Ali (Karaeng Bisei) Tumenanga ri Jakattara
  • I Mappadulu Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Aji Abdul Jalil Tuminanga ri Lakiyung (1677-1709)
  • La Pareppa Tosappe Wali Sultan Ismail Tuminanga ri Somba Opu (1709-1711)
  • I Mappaurangi Kanjeng sultan Sirajuddin Tuminang ri Pasi
  • I Manrabbia Aji Najamuddin
  • I Mappaurangi Sultan Sirajuddin Tuminang ri Pasi
  • I Mallawagau Paduka tuan Abdul Chair (1735-1742)
  • I Mappibabasa Raja Abdul Kudus (1742-1753)
  • Amas Madina Batara Gowa (1747-1795)
  • I Mallisujawa Daeng Riboko Arungmampu Tuminanga ri Tompobalang (1767-1769)
  • I Temmassongeng Karaeng Katanka Sultan Zainuddin Tuminanga ri Mattanging (1770-1778)
  • I Manawari Karaeng Bontolangkasa (1778-1810)
  • I Mappatunru / I Mangijarang Karaeng Lembang Destar Tuminang ri Katangka (1816-1825)
  • La Oddanriu Karaeng Katangka Tuminanga ri Suangga (1825-1826)
  • I Kumala Karaeng Lembang Bendo Sri paduka Abdul Kadir Moh Aidid Tuminanga ri Kakuasanna (1826-1893)
  • I Malingkaan Daeng Nyonri Karaeng Katangka Sunan Idris Tuminanga ri Kalabbiranna (1893-1895)
  • I Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembangparang
  • I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bonto Nompo Sultan Muhammad Tahur Muhibuddin Tuminanga ri Sungguminasa (1936-1946)
  • Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin (1946-1978)
  • Andi Maddusila Patta Nyonri Karaeng Katangka Kanjeng sultan Alauddin II (2011-2014)
  • I Kumala Andi Idjo Sultan Kumala Idjo Batara Gowa III Daeng Sila Karaeng Lembang Parang (2014-Sekarang)

Berikut yakni pembahasan tentang bilang prabu Kerajaan Gowa-Tallo yang teristiadat diketahui.


a. Tumapa’jijik’ Kallona

Kanjeng sultan Tumapa’geli’ Kallona merupakan raja ke-9 Kerajaan Gowa.

Beliau n kepunyaan jasa besar dalam menengahi Imperium Gowa dan Kerajaan Tallo, di tahun 1528.

Pada era kepemimpinannya terdapat beberapa kebijaka penting, sama dengan peraturan retribusi fiskal, perang, bea turut, serta keijakan meningkatkan peralatan perang.


b. Raja Alauddin

Saat Emir Alauddin berwenang, pengaruh Agama Selam di Makassar mulai timbrung.

Beliau ialah raja purwa Gowa-Tallo yang memeluk agama Selam.

Setelah masuk Islam, sultan nan nama aslinya Karaeng Mayowaya Tumammenanga Ri Agamanna ini, menggilir namanya menjadi Sultan Alauddin.

Hal inilah yang membuat Kerajaan Makassar turut ke dalam daftar Kerajaan Islam di watan.

Sreg era kepemimpinannya, Kerajaan Gowa-Tallo berkembang menjadi kerajaan maritim, nan berwajib di jalur pelayaran dan perdagangan di kawasan tengah Indonesia.


c. Sultan Muhammad Said

Setelah Sultan Alauddin wafat, tonggak kekuasaan diteruskan makanya Yamtuan Muhammad Said.

Di era kepemimpinannya, Daerah tingkat Makassar mengalami kemajuan pesat dengan menjadi persinggahan transit.

Di era tadbir kamu pun, Imperium Gowa-Tallo menjelma menjadi kerajaan dengan pasukan besar, yang mampu membantu menggampar armada Belanda semenjak wilayah Maluku.


d. Sinuhun Hasannudin

Sultan Hasannudin ialah putra dari Sri paduka Muhammad Said, nan kemudian meneruskan pemerintahan ayahnya.

Dalam era kepemimpinan Sultan Hasannudin inilah, dempang seluruh daerah di Sulawesi Kidul bertelur dikuasai.

Tercatat kembali beberapa wilayah di Nusa Tenggara, sama dengan Sebagian Flores dan Sumbawa.

Dengan luasnya area kontrol Kerajaan Gowa-Tallo, tak ayal mewujudkan semua pelayaran akan adv amat di wilayahnya.

Setiap kapal yang melaut itupun, diwajibkan bakal mampir ke pangkalan Makassar.

Sehingga, strategi ini menjadi salah suatu faktor yang membuat Kerajaan Gowa-Tallo mengalami masa jayanya.


Atma Kerajaan Gowa-Tallo


a. Bidang Sosial Budaya

Penjelasan Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Gowa Tallo
baltyra.com

Sebagian besar publik Gowa-Tallo berprofesi menjadi nelayan dan pedagang.

Ini lain lepas dari posisi Makassar, yang bakir dalam kolek strategis perniagaan dan pelayaran.

Walaupun semacam itu, enggak invalid juga warga Makassar yang kemudian merantau ke luar daerahnya, buat mencari kedamaian semangat.

Peristiwa ini dipengaruhi budaya dan kepribadian masyarakat setempat, yang memang suka berpetualang dan berkarya persisten.

Meskipun sampai merantu ke negeri orang, tak membuat umum Makassar kekurangan sifatnya, yang senang mematuhi norma dan adat daerah.

Norma nan dinamakan dengan istilah Pangadakkang tersebut, seperti itu dipercaya dan dipatuhi di mana kembali mereka berada.

Provisional, untuk struktur masyarakatnya terbagi atas 3 sepuhan sosial, merupakan sebagai berikut.

  • Karaeng/Anakarung:
    golongan masyarakat kelas atas, termasuk bangsawan dan keluarganya.
  • To Maradeka:
    golongan masyarakat kelas menengah.
  • Ata:
    golongan masyarakat papan bawah, termasuk budak serta hamba sahaya.

b. Bidang Politik

Bagaimana Kehidupan Politik Kerajaan Gowa Tallo
parararam.com

Berada di jaur trategis pelayaran dan penggalasan di penggalan paruh Indonesia, membuat Kerajaan Makassar berkembang menjadi kerajaan bahari.

Setiap kapal nan melewati wilayahnya, teristiadat berlabuh di pelabuhan Makassar.

Namun, sayangnya sejak Belanda nomplok, kondisi yang baik ini mulai terusik, di mana Kerajaan Gowa-Tallo dan pasukan Belanda banyak terlibat bantahan.

Internal upaya menabok mundur Belanda dan VOC nya, Sultan Hassanudin menugasi bantuan buat melakukan serangan ke Maluku.

Akibat invasi ini, Belanda kerumahtanggaan posisi sulit dan terpaksa.

Dengan kondisi demikian, enggak takhlik tentara Belanda kesuntukan akal internal membuat serangan benyot.

Mereka kemudian melakukan hasutan kepada Arung Palaka, yang yakni Sultan Kekaisaran Bone, agar mau melancarkan ofensif kepada Imperium Makassar.

Aru Palaka yang merasa terjajah oleh Imperium Makassar, meng-iya-cerek hasutan ini.

Makassar pun berbuah dijatuhkannya, dengan bantuan fungsi VOC dan Belanda.

Kerajaan Makassar makin saja terjepit akibat kekalahan itu, terlebih pula selepas Perjanjian Bungaya diterbitkan tahun 1667.

Walaupun begitu, bantahan terhadap VOC dan Belanda pun teguh dilakukan oleh Mapasomba, putra Sultan Hasannudin.

Kemudian, akhirnya kesanggupan Kerajaan Makassar ini kemudian dihabisi oleh pihak Belanda, dengan cara mendatangkan tamtama dalam total samudra.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


c. Bidang Agama dan Spiritual

Perkembangan Kehidupan Agama dan Spiritual Kerajaan Gowa Tallo
satelitpost.com

Menurut pengumuman majemuk sendang, kemajuan Kerajaan Gowa-Tallo dulu dipengaruhi oleh menyebarnya Agama Islam di sekitar Makassar.

Dakwah Islam ini diketahui berlangsung sejak abad ke-17 Kristen.

Sediakala semula, penyerantaan Islam di Makassar diinisiasi maka dari itu Dato’ Ri Bandang atau Datuk Robandang, nan merupakan seorang ulama dari Sumatera.

Pesatnya kronologi Agam Islam ketika itu, diikuti juga oleh sang raja, yakni Sultan Alauddin, yang ikut memeluknya.

Dua periode sesudahnya, semua penduduk Kerajaan Gowa-Tallo ikut memeluk Islam.

Adv amat, 6 tahun setelahnya barulah semua kerajaan di Sulawesi Selatan mengikutinya.

Imperium Wajo, Bone, Sidenreng, serta Soppeng, awalnya memang menunda kesediaan agama Islam.

Tapi, akibat ditaklukkannya kerajaan-imperium tersebut makanya Kerajaan Gowa-Tallo, akhirnya Selam pun diterima dan berkembang dengan nirmala.


d. Latar Ekonomi

Perkembangan Kehidupan Ekonomi Kerajaan Gowa Tallo
djangkaronline.wordpress.com

Kekaisaran Gowa-Tallo menjelma menjadi sebuah kekaisaran bahari nan sepan besar, akibat posisinya yang lampau taktis.

Terlebih, kemudian kerajaan ini juga berkembang menjadi pusat perbelanjaan, di wilayah tengah Indonesia.

Pesatnya perkembangan ini, didorong oleh berbagai ragam faktor, anatara lain sebagai berikut.

  • Letak georafis yang habis strategis.
  • Infrastruktur dermaga pelabuhan yang cukup.
  • Para pengembara banyak yang mengalihkan pasarnya ke kawasan timur Indonesia, setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis.

N domestik perkembangan selanjutnya, Makassar juga menjelma menjadi bom internasional yang banyak disinggahi pendatang asing.

Misalnya musafir bermula Inggris, Denmark, dan Portugis banyak melakukan transaksinya juga di bandar Makassar ini.

Terlebih juga, pelayanan kerumahtanggaan pelayaran dan bazar di Makassar ditopang oleh peraturan Ade’ Aloping Loping Bicaranna Pabbalue.

Peraturan ini membuat transaksi nan terjadi dalam lingkungan kekuasaan Kekaisaran Gowa-Tallo menjadi koheren dan zakiah perkembangannya.


Masa Kejayaan

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa Tallo
dictio.id

Berkembangnya Kekaisaran Gowa-Tallo menjadi imperium maritim, tak lepas dari upaya yang dilakukan Raja Alauddin pada masa 1591-1638 Masehi.

Di era kekuasaannya, umum setempat berangkat takhlik Lambo dan Sumbuk Pinisi kerjakan dipakai melaut.

Perkembangan ini, sampai ke puncak kejayaannya pada masa kontrol Sultan Hasannudin, nan berkuasa mulai tahun 1653 Masehi.

Pada era keemasan ini, terjadi beberapa penaklukkan kerajaan, seperti Bone, Wajo, Lawu, dan Soppeng.

Situasi ini juga membuat sektor perdagangan semakin meriah perkembangannya.

Keahlian melaut para warga Makassar pula semakin terasah, dengan produk Kapal Pinisi, padewalang, dan Lambo nan semakin terkenal di mayapada.

Bahkan, Kapal Pinisi seorang, berbuah di dukung melaut untuk mengarungi ki akbar ke arah Cina dan India.

Plong sektor syariat, Imperium Gowa-Tallo juga menerapkan peraturan Ade Alloping Bicaranna Pabbahi’e, nan berefek semakin teraturnya manajemen persinggahan bandar.

Sementara, dalam latar pertanian, hasil bumi yang minimum banyak dihasilkan yaitu rempah-rempah.

Dalam periode puncak ini, Kekaisaran Gowa Tallo berhubungan baik dengan Kerajaan Malaka, Kekaisaran Demak, dan Kerajaan Ternate.


Deklinasi

Masa Keruntuhan Kerajaan Gowa Tallo
republika.co.id

Riwayat Kerajaan Gowa-Tallo berakhir akibat kedatangan Nasion Belanda.

Permusuhan kedua belah pihak ini, memang tergolong sengit.

Sebab, Blanda memang cak bertengger dengan kehendak buat menjatuhkan Kerajaan Gowa-Tallo dan sekitarnya.

Temporer, Kerajaan Gowa-Tallo merasa kedatangan Bangsa Belanda ini destruktif jalur pelayaran dan perdagangannya, terutama yang ke arah Maluku.

Puncak peperangan ini terjadi bilamana Kekaisaran Gowa-Tallo menerima serangan Aru Palaka, berpangkal Kerajaan Bone, yang beraduk dengan pasukan Belanda.

Jadinya, Pasukan yang dipimpin Syah Hasannudin juga jatuh kalah, terutama sekali sesudah Perjanjian Bungaya ditanda tangani.

Biarpun demikian, sambutan taat dilanjutkan oleh Napasomba, putra Sultan Hasannudin.

Ringkas cerita, Napasomba beserta pasukannya akhirnya tegar kalah, dan riwayat Napasomba lagi tidak diketahui secara jelas hingga sekarang.


Perjanjian Bungaya

Gambar Perjanjian Bungaya Kerajaan Gowa Tallo
arahfajar.com

Perjanjian Bungaya dihasilkan saat Imperium Gowa-Tallo berhasil dikalahkan pasukan Belanda.

Sehabis berung kali terjadi pertempuran yang sengit, legiun Belanda pun meraih keberhasilan berbintang terang bantuan Aru Palaka, dari Kerajaan Bone.

Belanda pun lagi mendalam harus mendatangkan bilang pasukan bermula Batavia lakukan menghadapi kekuatan pasukan Sultan Hasannudin.

Sebagai tanda kekalahan, Yamtuan Hasannudin dipaksa bikin menandatangai Perjanjian Bungaya sreg hari 1667 Masehi, yang adv amat merugikan pihaknya.

Isi bersumber Perjanjian Bungaya antara bukan umpama berikut.

  • Vereenigde Oost Indische Compagnie
    maupun VOC, diberi peruntungan monopoli perniagaan di Makassar.
  • Belanda diberi magfirah untuk membangun kubu pertahanan di pusat Kerajaan Gowa-Tallo, nan dinamakan Baluwarti Rotterdam.
  • Kerajaan Gowa-Tallo mesti membebaskan Kerajaan Bone dan pulau-pulau sekitar dari wilayah kekuasaannya.
  • Mengakui Aru Palaka bagaikan raja Kerajaan Bone.


Peninggalan


a. Benteng Fort Rotterdam

Gambar Benteng Fort Rotterdam Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo
yenezaandarie.blogspot.com

Benteng Rotterdam adalah saksi kelu sejarah perlawanan warga Makassar dalam menggempur kekuatan Belanda.

Benteng yang juga dinamakan Benteng Ujung Pandang ini, berlokasi di got pantai barat Kota Makassar.

Diketahui, Kubu Fort Rotterdam dibangun mulai tahun 1545 Masehi, oleh I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’jijik’Kallona, dengan struktur persil liat.

Baru pada masa kontrol Sultan Alauddin, benteng direnovasi dengan mengganti strukturnya memakai alai-belai padas dari Gunung-gemunung Karst.


b. Masjid Katangka

Gambar Masjid Katangka Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo
instagram.com

Memiliki keunggulan tak riil Masjid Al-Hilal, Masjid Katangka ialah bandarsah yang tertua di kawasan Kewedanan Sulawesi Daksina.

Masjid ini berlokasi di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Memasuki distrik langgar ini, cak semau kesan kuno yang terlihat terlihat, karena memang dibangun di era pemerintahan Sultan Alauddin.

Jika dihitung-hitung, masjid ini sudah berusia sekeliling 400 tahun, sebab dibangun pada tahun 1605 Serani atau sreg abad ke-17 Masehi.


c. Kompleks Kuba Aji dan Keluarga

Gambar Kompleks Makam Raja dan Keluarga  Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo
nu.or.id

Kompleks pemakaman ini terletak di negeri Benteng Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Meraka nan disemayamkan di area ini merupakan yang dipertuan dan keluarha imperium yang hidup pada abad ke-17 hingga ke-19 Masehi.

Setidaknya cak semau 93 makam di komplek ini, dengan 21 di antara terdapat namanya.


d.

Museum Balla Lompoa Raja Gowa

Gambar Museum Balla Lompoa Raja Gowa Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo
instagram.com

Museum ini dibangun dengan memakai sisa keraton aji Kekaisaran Gowa.

Museum ini menyimpan banyak koleksi peninggalan raja Gowa, misalnya, terserah mahkota rajadan kerokot keagungan.

Museum ini berada di Jl. Sri paduka Hasannudin No. 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.


e. Benteng Somba Opu

Gambar Benteng Somba Opu Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo
yunankhilmi.blogspot.com

Benteng ini dibangun sultan Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna, pad atahun 1525 Masehi.

Baluwarti ini pun menyimpan bilang meriam, yang diadakan pada hari supremsi Sinuhun Tunijallo, Prabu Gowa ke-12.

Lokasi Benteng ini beralamat di Jl. Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.


f. Bujukan Pallantikang

Gambar Batu Pallantikang Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo
indicafisha.blogspot.com

Batu ini merupakan keseleo satu perangkat bakal melantik sunan Gowa-Tallo.

Sunan yang akan dinobatkan, mesti menginjak bisikan tersebut dalam mencekit kutuk jabatan.


g. Makam Syekh Yusuf

Gambar Makam Syekh Yusuf Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo
serpihanserbukjiwa.blogspot.com

Syekh Yusuf adalah ulama samudra asal Makassar, yang wafat pada tahun 1699 Serani.

Ulama ini, bukan saja tenar di Makassar, tapi namanya juga populer sampai ke Afrika.

Meninggal di Cap Town, Afrika Selatan, raga Syekh Yusuf Al Makassari akhirnya dibawa pulang, untuk disemayamkan di Makassar.

Itulah artikel yang mengulas sejarah kerajaan Gowa-Tallo yang berlaku terdahulu n domestik perkembangan Islam di Makassar dan sekitarnya.

Yuk menuliskan cak bertanya lewat kolom komentar di bawah ini, jika memang suka-suka yang belum jelas atau ada yang perlu ditanyakan.

Cak agar teman-temanmu senggang dan membaca juga artikel yang menghirup ini, mari
likedanshare
artikelnya, ya.

Source: https://www.selasar.com/kerajaan/gowa-tallo/

Posted by: gamadelic.com