Jumlah Nabi Dan Rasul Yang Wajib Diketahui

Makanya: Syamsul Yakin

Dosen Magister KPI FIDIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Penulis Buku “Milir”

Dalam literatur hadits, terungkap ada 124.000 nabi dan 315 rasul. Misalnya, dalam hadits Imam Ahmad yang bersumber mulai sejak Abuk Umamah. Nabi SAW bersabda, “Aku bertanya, “Ya Rasulullah, terserah berapakah jumlah nabi? Rasulullah menjawab, “Nabi ada 124.000 dan di antara mereka ada para utusan tuhan sebanyak 315. Mereka sangat banyak”.

Hadits ini memberi informasi akan dua hal. Pertama, nabi ada 124.000. Kedua, rasul ada 315. Artinya, 124.000 rasul itu bukan semuanya utusan tuhan. Namun 315 rasul itu semuanya adalah nabi. Persamaannya, mereka semua menerima nubuat berbunga Allah SWT. Sebanyak 315 nabi menerima visiun bakal disampaikan kepada orang lain.

Bikin yang disebut nabi, mereka mengamini petunjuk terbit Almalik SWT untuk diri mereka sendiri. Karena memang rasul diutus oleh SWT ke tengah kaum yang sudah beriman. Farik halnya dengan utusan tuhan yang mendapat risalah untuk suku bangsa nan masih ateis. Namun pengetahuan mengenai 124.000 utusan tuhan dan 315 rasul tidak ditemui dalam al-Qur’an.

Sejatinya, kendati tidak menyebut angka, informasi yang mengarah sreg suratan nabi dan rasul terekam juga dalam al-Qur’an. Misalnya, “Dan (Kami telah mengutus) rasul-utusan tuhan nan bukan main telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan adapun mereka kepadamu” (QS. al-Nisaa/4: 164).

Pengarang Tafsir Jalalain menuturkan bahwa Almalik SWT mengutus 8.000 rasul. 4.000 bermula landasan Bani Israil dan 4.000 pun dari kerumunan orang lainnya. Dari arah bilangan, ini pendapat yang berbeda. Tapi yang menarik ternyata ada 4.000 orang Bani Israil yang ditugaskan menjadi nabi dan karena itu mereka mendapat petunjuk bakal diri koteng.

Terbit ayat di atas, diketahui suka-suka para rasul yang tidak diceritakan dalam al-Qur’an sehingga khalayak tidak mengarifi secara tentu. Yang lain diceritakan inilah yang berjumlah 124.000 utusan tuhan dan 315 rasul dikurangi yang tertera di dalam al-Qur’an. Dikisahkan ada 18 nabi dalam surah al-An’am dan sisanya dalam surah lainnya.

Syaikh Nawawi Banten dalam Tafsir Munir menuturkan bahwa Allah SWT tidak diskriminatif di antara para nabi dan rasul itu dalam konteks memperoleh wahyu. Artinya mereka semua mujur wahyu. Bedanya, para nabi mendapat wahyu melintasi impi, sedangkan para rasul melalui mimpi dan sekali lagi melalui perantara malaikat dengan mandu berkomunikasi.

Dalam Qathrul Ghaits, Syaikh Nawawi Banten memberi publikasi akan halnya bilangan para rasul yang farik-selisih. Purwa, ada yang menyebut 313 rasul. Pendeta Baihaki menuliskan hadits yang berpunca dari Serbuk Dzar yang menanya, “Ya Rasulullah, berapakah para rasul itu?” Rasul SAW menjawab, “Ada 313 rasul. Mereka adv amat banyak”.

Kerjakan Syaikh Nawawi Banten, jumlah 313 itu sama seperti total ketentuan pasukan perang Badar. Kedua, suka-suka yang menegur 314 rasul. Menurut Syaikh Nawawi Banten, jumlah ini sebagaimana bilangan tentara Thalut yang bertelur cundang pasukan Jalut. Barisan Thalut dikenal seumpama bala tentara nan mempunyai kesabaran luar resmi.

Thalut yakni orang yang dipilih Halikuljabbar SWT cak bagi bintang sartan raja, sama dengan firman-Nya, “Nabi mereka mengatakan kepada mereka, “Sesungguhnya Yang mahakuasa telah mengangkat Thalut menjadi rajamu” (QS. al-Baqarah/2: 247). Temporer menurut pengarang Tafsir al-Maraghi, diungkap bahwa Jalut alias Goliat yaitu panglima terkuat nasion Palestina.

Ketiga, ada 315 rasul, seperti mana diurai n domestik hadits Imam Ahmad nan semenjak dari Bubuk Umamah di atas. Selain itu, suka-suka hadits lain nan berpunca berasal Abu Dzar yang bertanya, “Ya Rasulullah, berapakah para nabi itu?” Utusan tuhan SAW menjawab, “Cak semau 315 utusan tuhan. Mereka lampau banyak” (HR. Baihaki). 315 rasul inilah jumlah yang paling dikenal.(sam/mf)

Source: https://www.uinjkt.ac.id/bilangan-nabi-dan-rasul/