Jogja Terletak Di Jawa Apa

Ii kabupaten Yogyakarta

  • Yogya
  • Jogja

Ibu kota provinsi

Transkripsi bahasa provinsi
 • Hanacaraka ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ
 • Pegon ڠايوڮياكارتا

Dari atas sejalan penyemat jam: Tugu Yogyakarta, Alun-alun Selatan Kraton Yogyakarta, Bangunan Bank Indonesia, Pasar Beringharjo, Jalan Malioboro, Taman Pati Yogyakarta, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Lambang resmi Kota Yogyakarta

Etimologi: Ayodhya + Karta
Julukan:

  • Kota Perjuangan
  • Ii kabupaten Pelajar
  • Ii kabupaten Gudeg
  • Kota Pariwisata
  • Daerah tingkat Murah Meriah
  • Kota Berhati Nyaman
Motto:

ꦩꦁꦲꦪꦸ​ꦲꦪꦸꦤꦶꦁ​​ꦧꦮꦤ

Memayu hayuning bawana
Memperindah ketampanan marcapada

Peta

Koordinat:



7°48′02″S
110°23′29″E


 / 

7.80045677°S 110.39128023°E
 /
-7.80045677; 110.39128023


Negara

 Indonesia
Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
Tanggal takut 7 Juni 1947
Dasar syariat UU No. 17 Tahun 1947
Dies natalis 7 Oktober 1756
(umur 266)
Jumlah satuan pemerintahan

Daftar

  • Kemantren: 14
  • Kelurahan: 45
Tadbir
 • Jenis Pemerintahan Kota (Wali Kota-DPRD)
 • Wali Kota Sumadi (Plt.)
 • Wakil Wali Kota lowong
 • Sekretaris Daerah Kesatuan hati Yuriadijaya
 • Ketua DPRD Danang Rudyatmoko
Luas
 • Kuantitas 32,5 km2
(12,5 sq misoa)
Populasi

(2021)[1]

 • Total 415.509
 • Kepadatan 12.784/km2
(33,110/sq mihun)
Ilmu kependudukan
 • Agama Selam 83,40%
Kristen 16,19%
— Katolik 9,89%
— Protestan 6,30%
Buddha 0,28%
Hindu 0,12%
Lainnya 0,01%[2]
 • Bahasa Bahasa Indonesia, Jawa
 • IPM Kenaikan
87,18 (2021)
Sangat Tinggi
[3]
Zona waktu UTC+07:00 (WIB)
Kode pos

55000

Kode BPS

34.71

Kode area telepon +62 274
Pelo sarana
  • AB
    xxxx
    A*/F*/H*/I*/S*
  • YB
    xxxx
    KT/KTB (khas becak)[4]
  • YK
    xxxx
    KT/KTB (khas gerobak[4])
Kode Kemendagri 34.71

Edit the value on Wikidata
Kode SNI 7657-2010 YYK
DAU Rp 691.457.574.000,00 (2019)[5]
Semboyan kewedanan “Berhati Nyaman”
(“Bersih, Cegak, Luhur, dan Nyaman”)
Penjenamaan wilayah Jogja Keren –
The City Of Creative
[6]
Flora resmi Kelapa gading[7]
Fauna resmi Balam resmi[7]
Situs web www.jogjakota.go.id

Yogyakarta
(bahasa Jawa:
ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ,

translit.



Ngayogyakarta

,
pengucapan bahasa Jawa:
[kuʈɔ ŋajogjɔˈkart̪ɔ]) ataupun dikenal maka dari itu masyarakat setempat dengan nama
Jogja
atau
Yogya
adalah ibu ii kabupaten sewaktu anak kunci pemerintahan dan perekonomian dari Kewedanan Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Daerah tingkat ini adalah kota besar yang mempertahankan konsep tradisional dan budaya Jawa.

Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede nikah menjadi daya Kesultanan Mataram antara kurun tahun 1575–1640. Kini, Yogyakarta menjadi tempat lalu dua penerus Mataram, ialah Yang dipertuan Hamengkubuwana dan Adipati Pakis Umbul-umbul, yang berada di Puri Ngayogyakarta dan Pura Pakualaman.

Etimologi

[sunting
|
sunting sumber]

Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, adalah
Ayogya
atau
Ayodhya
yang bermanfaat “kedamaian” (atau tanpa perang,
a
“lain”,
yogya
merujuk pada
yodya
atau
yudha, nan bermakna “perang”), dan
Karta
nan berharga “baik”. Ayodhya yaitu kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak istana Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan
tali peranti
(riwayat oral) mutakadim berupa sebuah
dalem
nan bernama Dalem Gerjiwati; habis dinamakan ulang maka itu Sunan Pakubuwana II umpama Dalem Ayogya.[8]

Pusaka dan Identitas Daerah

[sunting
|
sunting sendang]

Pusaka Wilayah

[sunting
|
sunting sumber]

Tombak Kyai Wijoyo Mukti

[sunting
|
sunting sendang]

Lembing Kyai Wijoyo Mukti merupakan pusaka hadiah Aji Kraton Yogyakarta Sri Prabu Hamengku Buwono X. Tombak ini dibuat periode 1921 semasa pemerintahan Sri Kanjeng sultan Hamengku Buwono VIII. Senjata yang sering dipergunakan para tamtama ini mempunyai panjang 3 meter. Lembing dengan prestise
wos wutah wengkon
dengan
dhapur kudhuping pancasuda
ini, landeannya sepanjang 2,5 meter terbuat berbunga kayu walikun, yakni keberagaman kayu yang sudah protokoler digunakan untuk gagang tembiang dan telah teruji kekerasan dan keliatannya.

Sebelumnya pendahan ini disimpan di bangsal Pracimosono dan sebelum diserahkan terlebih dulu dijamasi oleh KRT. Hastono Negoro, di dalem Yudonegaran. Karunia logo Wijoyo Mukti hijau dilakukan bebarapa hari menjelang seremoni pembayaran ke Pemkot Yogyakarta, puas peringatan musim hari lahir ke-53 Pemerintah Kota Yogyakarta tanggal 7 Juni 2000. Formalitas penyerahan dilakukan di pekarangan Balaikota dan pusaka ini dikawal individual maka itu prajurit Kraton ”Bregodo Tamtama Mantrijero”.

Pendahan Kyai Wijoyo Mukti melambangkan kondisi Wijoyo Wijayanti. Artinya, kemenangan sejati lega waktu depan, di mana seluruh lapisan mahajana dapat merasakan kesukaan lahir bathin karena tercapainya tingkat kesejahteraan yang benar-benar merata.

Identitas Negeri

[sunting
|
sunting sumber]

City branding
Kota Yogyakarta, diluncurkan lega tanggal 28 Oktober 2022. Abjad YK yang mengarah ke atas melambangkan dinamis, akseleratif, menghasilkan karya dan pelayanan yang baik, serta gotong royong. Warna merah diturunkan berpangkal tanda Jogja Khusus melambangkan semangat jantan dan menjunjung nasib Indonesia Raya.[9]

Sesuai dengan Keputusan Wali Kotamadya Yogyakarta Nomor 2 tahun 1998, pemerintah kota Yogyakarta menetapkan kelapa gading dan tekukur lumrah sebagai dunia tumbuhan dan satwa resmi ii kabupaten Yogyakarta. Penetapan tersebut dilakukan dalam rangka mengintensifkan kemangkakan dan maskot kewedanan.[10]

Kelapa Gigi asu

[sunting
|
sunting sumber]

Kehadiran pohon nyiur saing begitu melekat sreg roh masyarakat daerah tingkat Yogyakarta. Kelapa sangir dikenal sebagai tanaman sunan serta n kepunyaan nilai filosofis dan budaya yang lewat hierarki, sebagai kelengkapan pada upacara tradisional/religius, mempunyai makna metaforis dan berguna perumpamaan obat tradisional.[10]

Dederuk

[sunting
|
sunting sumber]

Burung balam (Streptopelia chinensis) adalah keberagaman kalam merpati kecil nan punya paruh, berekor agak panjang, berdarah seronok, dan bereproduksi dengan cara bertelur. Burung ini termasuk ke dalam genus
streptopelia
dari famili Columbidae.

Tekukur yang memiliki suara merdu dan tubuh nan luhur diyakini congah mengasihkan suasana kedamaian lakukan nan mendengar. Tekukur kembali menjadi kesayangan para pangeran di lingkungan keraton.[10]

Sejarah

[sunting
|
sunting sumur]

Masa awal

[sunting
|
sunting sumber]

Berdirinya daerah tingkat Yogyakarta tidak lepas dari Perjanjian Giyanti pada Tanggal 13 Februari 1755 nan ditandatangani Kompeni Belanda di bawah nama tangan Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel. Perjanjian tersebut mandraguna mengenai pembagian kawasan Sultanat Mataram, yang di mana setengah dari wilayah Mataram masih menjadi properti Kekaisaran Surakarta yang kala itu dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwana III, dan sekepal lagi menjadi Hak Pangeran Patih. Pangeran Mangkubumi kembali diakui menjadi Syah pada wilayah tersebut dengan Gelar
Sri Raja Hamengku Buwana Senopati Ing Ngalaga Abdul Rahman Sayidin Panatagama Khalifatullah. Sri paduka Mangkubumi yang bergelar Sunan Hamengku Buwono I segera menetapkan bahwa Daerah Mataram yang terserah di intern kekuasaannya itu diberi segel Ngayogyakarta Hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta (Yogyakarta), sebulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti.[11]

Pangeran Perdana memilih distrik Hutan Mendira (Pabringan), di mana di area tersebut terdapat sebuah desa bernama
Pacethokan
dan Anjungan Gerjiwati (Garjitawati) nan dibuat oleh Susuhunan Pakubuwana II. Yamtuan Mangkubumi pun mengubah merek wilayah tersebut menjadi Ayodya. Selepas perubahan label tersebut, Pangeran Patih lekas memerintahkan kepada rakyat membabad pangan tadi untuk didirikan Kraton. Kraton tersebut didirikan di suatu kawasan di antara Kali Winongo dan Kali Code. Lokasi tersebut dinilai taktis dari sebelah agraria dan keamanan. Sebelum pembangunan kraton tersebut selesai, tadbir sementara dipusatkan di daerah Batu kapur, tepatnya di Pesanggrahan Ambarketawang.[11]

Pada tanggal 7 Oktober 1756, bangunan kraton selesai dibangun, kontan menjadi tanggal pemindahan sendi pemerintahan dari Gamping ke kraton baru, nan kelak bernama Puri Ngayogyakarta Hadiningrat. Peristiwa pemindahan pusat pemerintahan Sultanat Yogyakarta tersebut diperingati bagaikan hari hari lahir Ii kabupaten Yogyakarta, sampai detik ini.[11]

Ulang tahun tersebut diwujudkan kembali dengan syamsu sengkala
Dwi Naga Rasa Spesial, nan mempunyai poin tahun 1756 Masehi. bermakna tentang kesatuan kegotong-royongan, serta perbawa, kesaktian, dan kesucian seorang sultan maupun superior, dan sebagai tolak bala serta religiositas akan keselamatan, ketenteraman, dan harapan pencapaian kemakmuran sebuah kerajaan nan dibangun, Sengkalan tersebut sekali lagi ditandai dengan adanya
sengkalan memet
berbentuk ukiran dua ekor ular hantu bumi yang kini masih ada di Regol Gadhung Mlathi Puri Yogyakarta.

Masa Hindia Belanda dan Inggris

[sunting
|
sunting sendang]

Suasana ii kabupaten Yogyakarta sreg periode 1869.

Ketika pemerintah Belanda cak bertengger menguasai Nusantara, negeri Kesultanan Yogyakarta dijadikan karesidenan dengan ibukota di Kabupaten Kota Kasultanan, maka dibuat kesepakatan birokrasi antara Belanda dengan Keraton. Terbit keputusan tersebut, unjuk Residen dan Bendahara bakal menjembatani birokrasi antara pihak Belanda dengan pihak Keraton. Fungsinya ialah sebagai halnya kedutaan samudra masa ini. Diantara keduanya, terbiasa membereskan bahasa Jawa dan Belanda.

Danureja I dipilih laksana Bendahara pertama untuk tugas di Pemerintahan Hindia-Belanda dan J.M. van Rhijn perumpamaan Residen mula-mula cak bagi Yogyakarta. Posisi Residen disini sekelas dengan Mangkubumi, di mana engkau harus bertuankan kepada raja. Residen memiliki loyalitas ganda kepada kompeni dan kepada rajanya, begitu juga fungsi kerja Patih di Jawa[12]. Residen Yogyakarta bersemayam silam di Gedung Residen nan terletak di jihat barat Kubu Vredeburg, di mana kini dikenal sebagai Konstruksi Agung.[12]

Kasultanan Yogyakarta diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda andai imperium dengan hoki mengatak rumah tinggi sendiri. Rezim tersebut diatur sewa politik nan dilakukan pada tahun 1877, 1921, dan 1940. Selain itu, distrik Kasultanan (yang kemudian terbagi menjadi Kasultanan dan Pakualaman pada tahun 1811) pun dimasukkan ke internal sebuah negeri kemandirian
vorstenlanden
maka itu Hindia Belanda, Bersama dengan Kasunanan dan Mangkunegaran di Surakarta.[13]

Periode 1811, Inggris menjinakkan Hindia Belanda. Di musim ini terjadi peristiwa
Geger Sepoy, di mana pasukan Inggris dibantu dengan pasukan Sepoy dari India dan sejumlah armada dari Mangkunegaran menyerang Keraton. Hasilnya, Pada hari 1813, wilayah Yogyakarta pun terpecah. Kali ini, menggermang sebuah kadipaten bernama Kadipaten Pakualaman yang didirikan oleh Pangeran Notokusumo yang diangkat maka dari itu Inggris. Notokusumo koteng adalah adik dari Raja Hamengkubuwana II, dan kemudian bergelar Adipati Pakis Pan-ji-panji I[13]. Ia mendapatkan tanah dari Sultanat menutupi sebuah kemantren di intern kota Yogyakarta, berada di antara Kali Code dan Barangkali Manunggal. Di tanah tersebut kemudian didirikan istana Pura Pakualaman (saat ini menjadi area kemantren Pakualaman). Inggris juga mengangkat Tan Jin Sing, kapitan Tionghoa yang berasal dari Kedu, sebagai
Bupati Nayaka
dalam Kabupaten Kota Yogyakarta dengan gelar KRT. Secodiningrat.[14]

Musim Pendudukan Jepang

[sunting
|
sunting perigi]

Pendudukan Jepang di Yogyakarta berlanjut sejak sungkap 6 Maret 1942. Mereka menempati gedung-bangunan pemerintah yang tadinya ditempati pemerintah Belanda. Aneksasi tentara Jepang atas Ii kabupaten Yogyakarta berjalan terlampau lampias tanpa ada bantahan.[15]

Pemerintah Jepang memberlakukan UU nomor 1 waktu 1942 bahwa geta pimpinan daerah patuh diakui hanya makmur di bawah pemeriksaan
Kooti Zium Kyoku Tjokan
(Gubernur Jepang) nan berkantor di Konstruksi
Tjokan Kantai
(Bangunan Agung). Pusat khasiat tentara Jepang ditempatkan di Kotabaru dan di Kubu Vredeburg.[15]

Musim Kemerdekaan

[sunting
|
sunting perigi]

Potret para pasukan gerilya di ii kabupaten Yogyakarta sreg tahun 1949.

Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia pada tahun 1946 setakat 1948, dilatarbelakangi oleh situasi keamanan ibu kota Jakarta (momen itu masih disebut Batavia) yang membusuk dengan terjadinya saling serang antara kelompok cak membela-kedaulatan dan kerumunan menyebelahi-Belanda. Kesannya, Presiden Soekarno memasrahkan perintah buku kepada Balairung Yasa Manggarai bagi segera menyiagakan rangkaian kereta api demi menyelamatkan para petinggi negara. Plong tanggal 3 Januari 1946 diputuskan bahwa Kepala negara Soekarno dan Konsul Kepala negara Hatta beserta beberapa menteri/staf dan keluarganya meninggalkan Jakarta dan pindah ke Yogyakarta sekalian lagi menularkan ibu kota. Yogyakarta pula menjadi bekas terjadinya Serangan Awam 1 Maret 1949, ofensif mempertahankan kemerdekaan yang dipimpin bersama-sama oleh Sri Yang dipertuan Hamengkubuwono IX ketika itu.

Lega tahun 1947, berpokok Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1947 pasal I yang menyatakan harga diri Kota Praja Yogyakarta. Pasal tersebut menyebutkan bahwa Kabupaten Ii kabupaten Yogyakarta yang meliputi provinsi Kasultanan dan Pakualaman serta beberapa daerah dari Kabupaten Bantul yang sekarang menjadi Kecamatan Kotagede dan Umbulharjo ditetapkan sebagai daerah yang berhak mengatur dan mengelola rumah tangganya seorang. Sungkap ditetapkannya undang-undang ini diperingati sebagai ulang tahun rezim Kota Yogyakarta setiap tahunnya.[11]

Cak bagi melaksanakan otonomi tersebut, pemerintah mengangkat M. Enoch sebagai walikota pertama. Puas awalnya, walikota mengalami kesulitan karena kawasan tersebut masih merupakan adegan dari Area Khusus Yogyakarta dan statusnya belum dilepas. Peristiwa itu semakin nyata dengan adanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Pokok-pokok Rezim Distrik, di mana Daerah Singularis Yogyakarta sebagai Tingkat I dan Kotapraja Yogyakarta sebagai Tingkat II yang menjadi bagian berbunga Daerah Partikular Yogyakarta.[11]

Musim setelah Kemerdekaan

[sunting
|
sunting sendang]

Di era walikota Mr. Soedarisman Poerwokoesoemo, Yogyakarta memiliki Awak Pemerintah Jurnal dan Bodi Legislatif yang bernama DPR-GR dengan anggota 25 manusia, di mana badan tersebut dipimpin pula oleh walikota. DPRD Kota Yogyakarta baru dibentuk pada terlepas 5 Mei 1958 dengan anggota 20 makhluk perumpamaan hasil Pemilu 1955.[11]

Dengan kembali ke UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka Undang-undang Nomor 1 Waktu 1957 diganti dengan Undang-undang Nomor 18 Periode 1965 tentang pokok-pokok Pemerintahan di Provinsi. Undang-undang tersebut mengatur pemisajan tugas Kepala Daerah dan DPRD, serta pembentukan Konsul Kepala Daerah dan jasad Pemerintah Surat kabar. sebutan Kota Praja Yogyakarta diganti dengan Kotamadya Yogyakarta.[11]

Mutakhir

[sunting
|
sunting sumber]

puas tahun 1999, terbitlah Undang-undang nomor 22 Periode 1999 tentang Pemerintahan Provinsi yang mengatur kewenangan Daerah menyelenggarakan independensi daerah secara luas, kasatmata dan bertanggung jawab. Dengan berlakunya undang-undang tersebut, sebutan untuk Kotamadya Daerah tingkat II Yogyakarta diubah menjadi Kota Yogyakarta, padahal untuk pemerintahannya disebut denan Rezim Daerah tingkat Yogyakarta dengan Walikota Yogyakarta sebagai Atasan Daerahnya.[11]

Ilmu permukaan bumi

[sunting
|
sunting sendang]

Kota Yogyakarta terletak di jurang tiga sungai, adalah Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM bermula Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada sagur persimpangan Bandung–Semarang–Surabaya–Pacitan. Kota ini memiliki kemuliaan sekitar 112 m dpl.

Kendati terletak di drum, ii kabupaten ini elusif mengalami banjir karena sistem pengaliran yang tertata rapi yang dibangun makanya pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan serokan air yang dikerjakan makanya Pemkot Yogyakarta.

Tata Urat kayu Ii kabupaten

[sunting
|
sunting sumber]

Sejak awal berdirinya, Yogyakarta telah memiliki penataan kota yang memadai baik. Arah perkembangan daerah tingkat didasarkan sreg Garis Imajiner Yogyakarta, yang berada satu garis lurus dengan kastil. Disini dibangun beberapa kemudahan umum seperti mana pasar, biro pemerintahan, dan perkampungan abdi dalem.

Kedatangan Belanda di Yogyakarta masuk mewarnai penataan kota. Belanda membangun Pertahanan Rustenburg di arah timur laut keraton pada 1767 (kemudian dikenal dengan Benteng Vredeburg), dilanjutkan dengan membangun beberapa fasilitas seperti gedung
Nederlandsch-Indische Levensverzekeringen en Lijfrente Maatschappij
(kini menjadi konstruksi Bank BNI), bangunan
Post, Telegraaf en Telefoonkantoor
(kini menjadi Kantor Pos Lautan Yogyakarta), gedung
De Javasche Bank
(kini menjadi konstruksi Bank Indonesia Yogyakarta), dan Gedung Residen Yogyakarta (kini menjadi Kastil Kepresidenan Gedung Agung) di sekitar garis imajiner tersebut.[16]

Belanda juga mengatur beberapa pemukiman kerjakan awam non-pribumi plong waktu itu. Etnis Eropa tinggal di wilayah bernama
loji boncel
dan Bintaran yang terletak di sebelah timur benteng. Etnis Cina lalu di kampung Ketandan nan dibangun maka dari itu Sri Sultan Hamengkubuwono III. Perkampungan Ketandan terletak di sisi utara Pasar Lautan (Pasar Beringharjo). Sedangkan kesukuan Arab lalu di kampung Sayidan yang terletak di barat Sungai Code, di dekat Gondomanan. Berkembangnya penduduk etnis Eropa di Yogyakarta membuat Belanda pun membangun kawasan permukiman Eropa atas amnesti Sri Sultan Hamengkubuwono VII di timur Sungai Code, damping Gondolayu. Pembangunan dimulai lega waktu 1917 dan selesai pada tahun 1922, di mana wilayah tersebut diberi label
Nieuwe Wijk. Pembangunan kawasan ini mengusung konsep kota taman (garden city) seperti halnya kawasan Menteng di Jakarta. Pada periode sekarang, daerah tersebut menjadi provinsi dari kelurahan Kotabaru di kemantren Gondokusuman, serta menjadi kawasan cagar budaya.[17]

Masa ini, barang apa perencanaan penataan urat kayu kota dituangkan dalam Bentuk Taktis yang disusun makanya Dinas Agraria dan Tata Ruang kota. Biasanya kerangka-gambar strategis ini disusun bagi tiga bahkan lima tahun.

Tenggat Area

[sunting
|
sunting perigi]

Kota Yogyakarta telah koheren dengan beberapa kawasan di sekitarnya, sehingga batas-tenggat administrasi sudah lalu tidak berlebih menonjol. Meski sejenis itu, Pemerintah kota Yogyakarta tetap membangun bilang bab batas kota dan meletuskan kayu penanda batas wilayah daerah tingkat Yogyakarta di perbatasan. Terwalak dua gapura kota Yogyakarta, yakni di Jalan Magelang (sisi utara) dan Jalan Adisucipto (arah timur). Sedangkan di beberapa titik pinggiran dipasang kayu penanda bertuliskan “Tenggat Distrik Daerah tingkat Yogyakarta”, serta lampu busur berbentuk wayang dengan tulisan “Jogja Berhati Nyaman”.

Tentang batas-batas administratif Yogyakarta adalah:


Iklim & Kilat

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Yogyakarta memiliki iklim yang seperti mana kawasan tidak di Indonesia yaitu beriklim tropis, dengan tipe iklim muson tropis (Am). Kilangangin kincir muson timur–tenggara yang berkarakter gersang dan dingin menyebabkan masa kemarau di wilayah Kota Yogyakarta dan angin muson ini berlangsung pada periode Mei sebatas Oktober. Sementara itu, kilangangin kincir muson barat–barat sendi nan bersifat lembab dan mengangkut banyak uap air menyebabkan musim penghujan di provinsi Daerah tingkat Yogyakarta dan kilangangin kincir muson ini bertiup lega perian November hingga April. Umumnya guyur hujan angin di distrik Kota Yogyakarta yaitu ±2012 milimeter per periode dengan total waktu hujan berkisar antara 100–150 tahun hujan saban tahunnya. Tingkat kelengasan rata-rata per tahun di wilayah ini merupakan ±77%.[18]

Data iklim Kota Yogyakarta
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Masa
Rekor tertinggi °C (°F) 34
(93)
34.2
(93.6)
34.7
(94.5)
35.3
(95.5)
34.1
(93.4)
34.3
(93.7)
34.3
(93.7)
35.4
(95.7)
36.8
(98.2)
37.9
(100.2)
37.7
(99.9)
34.6
(94.3)
37.9
(100.2)
Galibnya tertinggi °C (°F) 28.6
(83.5)
28.7
(83.7)
28.9
(84)
29.1
(84.4)
28.7
(83.7)
28.2
(82.8)
27.7
(81.9)
28
(82)
28.3
(82.9)
29.3
(84.7)
29
(84)
28.7
(83.7)
28.6
(83.44)
Kebanyakan harian °C (°F) 26.3
(79.3)
26.5
(79.7)
26.6
(79.9)
27.1
(80.8)
26.9
(80.4)
26.2
(79.2)
25.4
(77.7)
25.6
(78.1)
26.4
(79.5)
27
(81)
26.8
(80.2)
26.5
(79.7)
26.44
(79.63)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.3
(73.9)
23.1
(73.6)
23
(73)
23.1
(73.6)
22.8
(73)
22.2
(72)
21.4
(70.5)
21
(70)
21.4
(70.5)
22.6
(72.7)
23.2
(73.8)
23.2
(73.8)
22.53
(72.53)
Rekor terendah °C (°F) 20.4
(68.7)
20.3
(68.5)
18.3
(64.9)
19.8
(67.6)
18.1
(64.6)
16.4
(61.5)
16.3
(61.3)
17.4
(63.3)
17.9
(64.2)
18.5
(65.3)
19.9
(67.8)
20.1
(68.2)
16.3
(61.3)
Presipitasi mm (inci) 209
(8.23)
214
(8.43)
236
(9.29)
207
(8.15)
164
(6.46)
83
(3.27)
43
(1.69)
29
(1.14)
52
(2.05)
102
(4.02)
221
(8.7)
189
(7.44)
1.749
(68,87)
Rata-rata periode hujan
30.3 27.4 29.8 28.8 25.9 20.9 17.1 13.8 17.8 25 28.4 29.4 294.6
% kelembapan 83 83 83 83 84 84 83 81 80 80 83 82 82.4
Lazimnya binar surya harian 12.9 12.7 12.5 12.3 12.1 12.1 12.1 12.2 12.4 12.6 12.8 12.9 12.47
Mata air #1: WeatherAtlas (semua kecuali rekor tertinggi dan terendah)[19]
Sumber #2: Weatherbase (rekor tertinggi dan terendah saja)[20]

Pemerintahan

[sunting
|
sunting sumber]

Telepon berguna Ii kabupaten Yogyakarta (klik buram untuk memperbesar)

Daftar Wali Kota

[sunting
|
sunting sumber]

Pengampu Kota Yogyakarta (bahasa Jawa:
ꦮꦭꦶꦏꦸꦛ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ,

translit.



Walikutha Ngayogyakarta

) adalah pemimpin tertinggi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Pengasuh daerah tingkat Yogyakarta bertanggungjawab kepada Gubernur Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kini, wali kota atau kepala daerah yang memegang di Kota Yogyakarta yaitu Sumadi, yang ditunjuk menjadi pelaksana tugas wali kota Yogyakarta sejak 22 Mei 2022, mengoper wali kota sebelumnya, Haryadi Suyuti yang telah menjabat selama dua masa jabatan. Sedangkan jabatan wakil pengampu daerah tingkat dikosongkan hingga Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024.

No. Wali Kota Bertugas Wakil Wali Ii kabupaten Ref.
Mulai Menjabat Pengunci Memegang
1 Wali Kota Jogja M. Enoch.jpg M. Enoch Mei 1947 Juli 1947
2 Wali Kota Jogja Soedarisman Poerwokoesoemo.jpg Mr. Soedarisman Poerwokoesoemo Juli 1947 Januari 1966
3 Wali Kota Jogja Soedjono AY.jpg Soedjono A. Y. Januari 1966 November 1975
4 Wali Kota Jogja H Ahmad.jpg H. Ahmad November 1975 Mei 1981
5 Wali Kota Joga Soegiarto.jpg Soegiarto 1981 1986
6 Wali Kota Djatmikanto Danumartono.jpg Djatmikanto Danumartono 1986 1991
7 Wali Kota Jogja R. Widagdo .jpg R. Widagdo 1991 1996
1996 2001
8 Herry Zudianto.jpg Herry Zudianto 2001 2006 Syukri Fadholi
2006 2011 Haryadi Suyuti
9 Wali Kota Jogja Haryadi S.jpg Haryadi Suyuti 20 Desember 2022 20 Desember 2022 Imam Priyono
Sulistyo
(Penyelenggara tugas)
20 Desember 2022 22 Mei 2022
(9) Pak-Haryadi-Suyuti- M9A5123.jpg Haryadi Suyuti 22 Mei 2022 22 Mei 2022 Heroe Poerwadi
Sumadi
(Penggubah tugas)
22 Mei 2022 petahana jabatan lowong hingga Pemilahan Pengasuh Kota 2024

Dewan Kantor cabang

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut ini yakni atak anggota DPRD Ii kabupaten Yogyakarta dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Takhta dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
 Gerindra

(baru)


2
Kenaikan
5

Steady

5
 PDI-P 11 Kenaikan
15
Penurunan
13
 Golkar 5
Steady

5
Penurunan
4
 NasDem

(plonco)


1
Kenaikan
4
 PKS 5 Penurunan
4
Kenaikan
5
 PPP 2 Kenaikan
4
Penurunan
1
 PAN 5
Steady

5
Kenaikan
6
 Demokrat 10 Penurunan
1
Kenaikan
2
Total Anggota 40
Steady

40

Steady

40
Jumlah Puak 7
Steady

8

Steady

8

Kemantren

[sunting
|
sunting mata air]

Kar administrasi kota Yogyakarta

Daerah tingkat Yogyakarta memiliki 14 Kemantren dan 45 Kelurahan. Sreg tahun 2022, besaran penghuni mencapai 410.262 jiwa yang tersebar di wilayah seluas 32,50 km² dengan tingkat kepejalan penghuni 12.623 nasib/km².[21]
[22]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Yogyakarta, merupakan umpama berikut:

Kode

Kemendagri
Kěmantrén Hanacaraka Transliterasi Jumlah

Kelurahan
Daftar

Kelurahan
34.71.04 Danurejan ꦢꦤꦸꦸꦉꦗꦤ꧀ Danurĕjan
atau
Danurějan
3
  • Bausasran
  • Tegalpanggung
  • Suryatmajan
34.71.05 Gedongtengen ꦒꦼꦝꦺꦴꦁꦠꦼꦔꦼꦤ꧀ Gĕḍongtĕngĕn
atau
Gědhongtěngěn
2
  • Pringgokusuman
  • Sosromenduran
34.71.03 Gondokusuman ꦒꦤ꧀ꦢꦏꦸꦱꦸꦩꦤ꧀ Gåndåkusuman 5
  • Baciro
  • Demangan
  • Klitren
  • Kotabaru
  • Terban
34.71.10 Gondomanan ꦒꦤ꧀ꦢꦩꦤꦤ꧀ Gåndåmanan 2
  • Ngupasan
  • Prawirodirjan
34.71.02 Jetis ꦗꦼꦛꦶꦱ꧀ Jĕṭis
ataupun
Jěthis
3
  • Bumijo
  • Cokrodiningratan
  • Gowongan
34.71.14 Kotagede ꦏꦸꦛꦒꦼꦝꦺ Kuṭagĕdhé
maupun
Kuthagědhe
3
  • Prenggan
  • Purbayan
  • Rejowinangun
34.71.09 Kraton ꦏꦫꦠꦺꦴꦤ꧀ Karaton 3
  • Panembahan
  • Kadipaten
  • Patehan
34.71.08 Mantrijeron ꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶꦗꦼꦫꦺꦴꦤ꧀ Mantrijĕron
ataupun
Mantrijěron
3
  • Gedongkiwo
  • Suryodiningratan
  • Mantrijeron
34.71.12 Mergangsan ꦩꦼꦂꦒꦁꦱꦤ꧀ Mĕrgangsan
maupun
Měrgangsan
3
  • Brontokusuman
  • Keparakan
  • Wirogunan
34.71.06 Ngampilan ꦔꦩ꧀ꦥꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀ Ngampilan 2
  • Ngampilan
  • Notoprajan
34.71.11 Pakualaman ꦥꦏꦸꦮꦭꦩ꧀ꦩꦤ꧀ Pakualaman 2
  • Gunungketur
  • Purwokinanti
34.71.01 Tegalrejo ꦠꦼꦒꦭ꧀ꦉꦗ Tĕgalrĕjå
ataupun
Těgalrějå
4
  • Bener
  • Karangwaru
  • Kricak
  • Tegalrejo
34.71.13 Umbulharjo ꦈꦩ꧀ꦧꦸꦭ꧀ꦲꦂꦗ Umbulharjå 7
  • Pandeyan
  • Sorosutan
  • Giwangan
  • Warungboto
  • Mujamuju
  • Semaki
  • Tahunan
34.71.07 Wirobrajan ꦮꦶꦫꦧꦿꦗꦤ꧀ Wiråbrajan 3
  • Pakuncen
  • Patangpuluhan
  • Wirobrajan
Besaran 45

Ekonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Yogyakarta mengandalkan sektor industri, perdagangan, dan jasa, khususnya dalam bidang pariwisata. Seiring dengan pesatnya perkembangan Ii kabupaten Yogyakarta, perubahan struktur perekonomian menjadi hal yang alami. Bilang sektor ekonomi terus meningkat kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan sektor-sektor lain tertumbuk pandangan mengalami penghamburan kontribusi terhadap perekonomian daerah.[23]

Yogyakarta memiliki beberapa sentra industri menengah, kebanyakan berpangkal mereka memproduksi barang yang masih ada kaitannya dengan tamadun Yogyakarta. Seperti industri pembuatan blangkon gaya Yogyakarta di Mantrijeron, pabrik perak di Kotagede, dan industri menulis kecondongan Yogyakarta di Ngasem. Meski sejenis itu, Yogyakarta lagi memiliki sentra industri modern, begitu juga CV Karya Roh Sentosa produsen alat-instrumen pertanian, yang memiliki pabrik di Perkembangan Magelang, Kelurahan Karangwaru, Kemantren Tegalrejo.

Di sektor perdagangan, Yogyakarta n kepunyaan beberapa pasar tradisional yang tersebar di beberapa kemantren, dengan Pasar Beringharjo laksana pasar terbesar. Pasar tradisional di Yogyakarta bukan hanya lego sasaran pokok, melainkan sekali lagi menjual beberapa dagangan tamatan alias komoditas antik. Salah suatu pasar dagangan medan dan antik di Yogyakarta adalah Pasar Klithikan Juru kunci yang terletak di Kelurahan Pakuncen, Wirobrajan.

Selain itu terdapat sekali lagi kawasan-kawasan perdagangan di Daerah Malioboro dan Jalan Urip Sumoharjo. Sedangkan pasar modern yang berdiri di Ii kabupaten Yogyakarta antara tak Harta benda Malioboro, Galeria Mall, Lippo Plaza Jogja, Ramai Mall, Ramayana, Gardena, Toko Progo, dan Mirota Kampus.

Pesatnya perkembangan pariwisata membuat ii kabupaten Yogyakarta memiliki banyak hotel, losmen dan
home stay. Peningkatan pembangunan hotel di Yogyakarta mulai berlanjut sejak era 2022-an. Biasanya pembangunan hotel di Yogyakarta berfokus di kawasan-kewedanan wisata, seperti Malioboro, Pasar Kembang, dan Prawirotaman. Beberapa hotel yang berada di ii kabupaten Yogyakarta, antara lain Hotel Tentrem Yogyakarta (bintang 5, Jetis), Hotel Meliá Purosani Yogyakarta (bintang 5, Suryatmajan), Hotel Grand Inna Malioboro (bintang 4, Malioboro), Hotel Phoenix Yogyakarta (bintang 4, Jalan Jenderal Sudirman), KHAS Hotel Tugu Yogyakarta (medali 3, Jalan Sinuhun Diponegoro) dan tak sebagainya.

Demografi

[sunting
|
sunting sumber]

Suasana perkampungan di kota Yogyakarta. Terlihat anak-momongan sedang bermain bersama.

Kependudukan

[sunting
|
sunting sumber]

Kuantitas penduduk Kota Yogyakarta, berpatokan Sensus Penduduk 2022[24]., berjumlah 388.088 jiwa, dengan perimbangan suami-suami dan putri yang akrab sebabat. Temporer tahun 2022 jumlah penduduk kota ini makin menjadi 415.509 jiwa dengan kepadatan 12.784 umur/km². Penghuni ii kabupaten Yogyakarta termasuk dalam 10,18% berpunca total pemukim Daerah Istimewa Yogyakarta.[2]

Jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, kota Yogyakarta menjadi kota terpadat ke-6 di Indonesia, dengan luas distrik terkecil ke-6, dan populasi terbanyak ke-38 dari 93 kota otonom dan 5 kota administratif di Indonesia.

Kepadatan penduduk tertinggi di kota Yogyakarta terdapat di Kemantren Ngampilan dengan kepadatan 18.729 jiwa/km², padahal kepadatan pemukim terendah terdapat di Kemantren Umbulharjo dengan kepadatan 8.395 roh/km².[1]

Kota bintang siarah

[sunting
|
sunting sumber]

Yogyakarta mempunyai wilayah penyangga urban bernama
Kartamantul, yang merupakan akronim bersumber Yogyakarta, Sleman, dan Bantul dengan wilayah utama berada di Kapanewon Depok, Mlati, Gamping dan Ngaglik di Kabupaten Sleman dan Kapanewon Sewon, Banguntapan dan Kasihan di Kabupaten Bantul. Dengan luas wilayah 1.114,15 km², kewedanan kota besar Yogyakarta memiliki total besaran pemukim lebih berpokok 2.4 miliun jiwa.[25]

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melangkaui Surat Keputusan Gubernur No.163/KEP/2017 menyatakan pembentukan sekretariat bersama Kartamantul, dengan tujuan lakukan mempermudah sinergi kerjasama antar ketiga wilayah dalam hal sampah, perebusan limbah, drainase, jalan, transportasi, dan air bersih.[26]

Agama

[sunting
|
sunting sumber]

Islam yakni agama mayoritas nan dianut masyarakat Kota Yogyakarta 83,40%, dengan jumlah penganut Kristen yang nisbi bermanfaat (Katolik 9,89% dan Protestan 6,30%). Sebagian kecil lagi yaitu pemeluk agama Buddha yakni 0,28%, Hindu 0,12% dan Konghucu 0,01%.[2]
Sebagai halnya umumnya berpangkal Islam kebanyakan di ii kabupaten-kota pedalaman Jawa, mayoritas masih mempertahankan tradisi Kejawen yang cukup lestari.

Sejak awal berdirinya, Yogyakarta sudah lalu menjadi kota majemuk yang dihuni maka itu bilang kedaerahan dan agama. Tercatat beberapa tempat ibadah yang mutakadim merembas sejak dahulu, seperti Masjid Gede Kauman, Masjid Syuhada, Bandarsah Mataram Kotagede, Gereja HKBP, Gereja Kotabaru, Lumbung Tjen Ling Kiong, dan Kelenteng Fuk Ling Miau.

Yogyakarta juga menjadi tempat lahirnya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah yang didirikan makanya K.H. Ahmad Dahlan lega tahun 1912 di Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta. Hingga saat ini, Pengurus Trik Muhammadiyah masih tetap berkantor pusat di Yogyakarta.

<div style=”border:solid transparent;position:absolute;width:100px;line-height:0;

Bahasa

[sunting
|
sunting mata air]

Menurut Badan Bahasa, bahasa Jawa dialek Jogja-Surakarta ialah bahasa daerah yang dituturkan mayoritas penduduk Daerah tingkat Yogyakarta.[27]
Menurut Perangkaan Kebahasaan 2022, bahasa ini menjadi satu-satunya bahasa daerah zakiah Kota Yogyakarta.[28]
Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kota Yogyakarta adalah bahasa Indonesia.

Peraturan Daerah Daerah Khusus Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2022[29]
menetapkan Bahasa Jawa menjadi bahasa sahih Daerah Spesifik Yogyakarta, termasuk Kota Yogyakarta.

Budaya

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Yogyakarta menjadi salah satu pusat pelestarian Budaya Jawa, khususnya kecondongan Yogyakarta. Budaya Jawa gaya Yogyakarta memiliki ciri khusus eksklusif dibandingkan dengan gaya kebudayaan Jawa di kewedanan lainnya. Hal ini dikarenakan keberadaan Kesultanan Yogyakarta yang memilih bakal mempertahankan budaya Jawa murni yang telah suka-suka sejak hari Kesultanan Mataram lega Perjanjian Jatisari.

Tarian

[sunting
|
sunting sumber]

Tari Golek Ayun-ayun, salah satu ajojing istimewa Yogyakarta nan dikembangkan di dalam Puri.

Tarian khas Yogyakarta berkembang berpunca privat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kantung Pakualaman, di mana kedua keraton mempunyai sejumlah tarian Srimpi dan Bedaya sesuai dengan pakem masing-masing. Salah satu joget nan dikenal oleh masyarakat adalah tari Beksan Lawung Ageng. Beksan Lawung Ageng adalah keseleo satu joget warisan Keraton Yogyakarta yang diciptakan maka dari itu Sri Sultan Hamengkubuwono I, dan galibnya dipentaskan pada ritual kenegaraan. Tarian ini menggambarkan adu ketangkasan prajurit bertombak.

Batik

[sunting
|
sunting sumur]

Batik gaya Yogyakarta punya ciri individual pada warna dasaran maupun latar belakang safi atau hitam. Batik Yogyakarta pun dapat dilihat dari
seret
atau adegan putih di pinggir kejai batik
[30]. Adapun motif batik yang berkembang di Yogyakarta, sama dengan motif Ketu udeng dan Kawung.

Busana sifat

[sunting
|
sunting sumber]

Surjan adalah pelecok satu pakaian adat Yogyakarta yang dikenakan buat kegiatan sehari-hari. Masyarakat Yogyakarta biasanya melengkapi pakaian Surjan dengan mengenakan penghabisan kepala yang disebut Blangkon.

Blangkon kecenderungan Yogyakarta mempunyai ciri khas berwujud
mondolan
(tonjolan di belakang) yang membulat.
Mondolan
tersebut pada awalnya merupakan rambut umum yang digulung ke n domestik, mengingat pron bila itu awam sekitar Keraton Yogyakarta masih memanjangkan rambutnya.

Perayaan

[sunting
|
sunting mata air]

Abdi dalem Kastil Yogyakarta menabuh gamelan sekaten Kyai Guntur Istri muda di Bangsal Pagongan Sajadah Agung Kauman.

Perayaan dan upacara resan di ii kabupaten Yogyakarta biasanya diselenggarakan maka itu Puri Yogyakarta dan Jala-jala Pakualaman. Sejumlah perayaan tersebut antara lain:

  • Sekaten

Sekaten yaitu pergelaran rangkaian kegiatan tahunan untuk memperingati Maulid Utusan tuhan Muhammad nan diadakan makanya Puri Yogyakarta. Rangkaian perayaan secara resmi berlangsung mulai sejak copot 5 dan bererak pada tanggal 12 Mulud takwim Jawa (dapat disetarakan dengan Rabiul Awal almanak Hijriah). Biasanya pergelaran ini dimeriahkan dengan pasar malam, dan dimainkannya gamelan warisan (miyos gongso) di jerambah Langgar Agung.


  • Hajad Dalem Mubeng Beteng

Mubeng Beteng
atau
Tapa Bisu
adalah tradisi nan dilakukan oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta dan awam privat menjabat tahun baru Hijriyah. Tradisi ini dilakukan privat rangka kronologi tungkai bersama mengitari Baluwarti Baluwerti Keraton Yogyakarta pada malam hari sambil membisu sebagai sarana menimang-nimang diri internal keheningan.

Tradisi mubeng beteng diilhami dari tradisi Jawa-Islam nan dimulai detik Kerajaan Mataram yang saat itu beribukota di Kotagede membangun baluwarti mengerubuti kerajaan atau keraton yang kemudian selesai pada tanggal 1 Suro 1580 Masehi. Setelah itu para prajurit rutin merubung benteng bakal menjaga dari ancaman musuh. Selepas dibangunnya parit, tugas berkeliling digantikan oleh abdi dalem agar tidak terkesan seperti militer. Para abdi berkeliling dengan membisu sambil membacakan tahmid-doa lubuk hati agar mereka diberi keselamatan.[31]

Biasanya tradisi ini diawali pada pukul 20.00 dengan serangkaian programa seperti tahlilan, pengalokasian rahim berkah, tembangan macapat hingga prosesi mubeng beteng dilakukan tepat martil 00.00 WIB.[32]

  • Grebeg

Grebeg ataupun Garebeg ialah tradisi nan rutin diselenggarakan oleh masyarakat Jawa cak bagi memperingati peristiwa berguna. Kerumahtanggaan acara grebeg, biasanya dilakukan pembagian gunungan laksana wujud rasa syukur atas nikmat nan diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa.

Di Yogyakarta, grebeg dilaksanakan sebanyak tiga barangkali privat setahun, yakni pada bulan Rabiul Sediakala (Maulud), Syawal, dan Dzulhijjah (Besar). pembagian gunungan berdiam di tiga noktah, seperti Langgar Gedhe Kauman, Kepatihan, dan Jaring-jaring Pakualaman.

Garis imajiner kota

[sunting
|
sunting sumber]

Yogyakarta memiliki garis imajiner idiosinkratis yang menghubungkan antara Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Laut Selatan, di mana rangkaian antar ketiga tempat tersebut ditandai dengan Tugu Yogyakarta di penggalan utara dan Tempat Krapyak di bagian selatan. Garis imajiner ini menjadi ciri eksklusif Kota Yogyakarta dibandingkan provinsi lain, serampak menjadi titik awal kronologi perkotaan Yogyakarta, di mana Kastil membangun sejumlah kemudahan fisik di ruas ini seperti mana Pasar Beringharjo, Alun-alun Utara, Alun-alun Selatan, dan Masjid Gedhe Kauman.

Garis imajiner tersebut dirancang oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I ketika membangun Keraton di antara Sungai Code dan Batang air Winongo. Garis imajiner memiliki filosofi akan halnya hubungan manusia kepada Sang Kreator. Laut Selatan yang merupakan titik terendah dan Gunung Merapi yang kian tinggi melambangkan sikap manusia yang semakin dekat dengan Sang Perakit seiring berjalannya hari.

Budaya populer

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Yogyakarta menjadi inspirasi bagi Ismail Marzuki buat menciptakan lagu Sejodoh Mata Bola plong periode 1946. Lagu tersebut menayangkan suasana senja di Stasiun Yogyakarta. Ada pula lagu
Yogyakarta, lagu yang diciptakan maka dari itu Katon Bagaskara pada tahun 1990 dalam album Kedua. Lagu tersebut menggambarkan suasana Yogyakarta yang pesam dan baik hati.

Beberapa komidi gambar yang mengangkat tema Yogyakarta antara lain Jagad X Code (2009), Sang Pencerah (2010).

Pariwisata

[sunting
|
sunting sumber]

Pariwisata merupakan riuk satu sektor penting di Daerah tingkat Yogyakarta. Sejak dahulu, Kota Yogyakarta menjadi salah suatu pamrih wisata utama di Indonesia dan menjadi andalan pelancongan Indonesia, bersama dengan Bali. Plong Januari 2022, tercatat 780.000 wisatawan berziarah ke Daerah tingkat Yogyakarta.[33]
[34]


Wisata sejarah, edukasi dan budaya

[sunting
|
sunting sumber]

Posisi Kota Yogyakarta perumpamaan ibukota Sultanat Yogyakarta menjadikan daerah tingkat ini memiliki banyak gelanggang kuno yang menjadi objek wisata seperti mana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Ujana Bibit, Malioboro, Lapangan Selatan, Situs Warungboto, Pura Pakualaman, Benteng Vredeburg, Kawasan Kotabaru, Kastil Kotagede dan lain sebagainya. Yogyakarta juga memiliki bilang mangsa wisata edukasi, seperti mana Taman Pintar, Museum Sonobudoyo, Museum Biologi UGM, Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman, Museum Tangkisan, dan lain sebagainya.

Yogyakarta lagi punya tipar binatang bernama Ladang Binatang Gembira Loka, yang menjadi sentra wisata edukasi keanekaragaman hayati. Kebun dabat ini memiliki sejumlah jenis fauna dan tumbuhan dari berbagai belahan dunia.

Kampung wisata

[sunting
|
sunting sumber]

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Tamasya juga memberdayakan beberapa kampung tamasya di setiap kemantren di daerah Kota Yogyakarta. Malar-malar, tiap kampung wisata memiliki identitas yang farik-beda, seperti kampung wisata di Kelurahan Tahunan yang berfokus kepada wisata industri kreatif, kampung pelancongan Dipowinatan yang berfokus kepada pelancongan kebudayaan, dan kampung wisata Kauman yang berfokus pada wisata religi dan sejarah.[35]

Festival

[sunting
|
sunting sumber]

Sebagai ii kabupaten pariwisata dan kebudayaan, Yogyakarta memiliki banyak tontonan festival guna menarik wisatawan, sekaligus menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Pertunjukan nan rutin digelar di Kota Yogyakarta, begitu juga :

  • Pasar Ribang

Pasar Kangen Yogyakarta yaitu agenda rutin tahunan yang digelar oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival ini diselenggarakan sejak tahun 2007 yang dikemas dengan nuansa klasik tempo terlampau.

  • Jogja Night Carnival

Jogja Night Carnival merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan internal bagan memperingati hari hari jadi Kota Yogyakarta pada tanggal 7 Oktober. Umumnya pergelaran ini meladeni aksi karnaval jalanan yang mengedepankan tokoh-otak wayang kerucil dikombinasikan dengan lakon pewayangan dibalut dalam seni koreografi, pakaian serta musik kontemporer.[36]

  • Selasa Wagen

Pergelaran selasa wagen rutin diselenggarakan setiap musim selasa wage internal penanggalan Jawa di kawasan Malioboro, di mana kawasan Malioboro dijadikan ibarat area bebas kendaraan bermotor mulai dari jam 06.00 pagi hingga jam 21.00 malam. Sepanjang waktu tersebut, diselenggarakan sejumlah pergelaran tamadun Yogyakarta[37]. Intern mitos Jawa, selasa wage yakni hari di mana anak adam beristirahat mulai sejak aktivitas sehari-musim.

  • Festival Kesenian Yogyakarta

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta pada rembulan Juni atau Juli setiap tahunnya. Festival ini diselenggarakan sejak tahun 1989, dan melibatkan seluruh kabupaten dan ii kabupaten di Daerah Tersendiri Yogyakarta, termasuk kota Yogyakarta.

Di kota Yogyakarta, acara berfokus di Benteng Vredeburg, Jalan Malioboro, Yojana Budaya Yogyakarta, Monumen Serangan Umum 1 Maret dan kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Wisata ramah pedestrian

[sunting
|
sunting sumber]

Riuk satu pangsa pematang jalan pejalan kaki di Kronologi Malioboro.

Yogyakarta juga mempunyai beberapa negeri istimewa buat wisata pejalan kaki (pedestrian zone). Penataan kawasan wisata tersendiri pedestrian dimulai di perkembangan Malioboro pada musim 2022 hingga 2022[38], kemudian dilanjutkan dengan penataan daerah khusus pejalan kaki di sekitar Kotabaru dan Urut-urutan Jendral Sudirman pada 2022 setakat 2022.[39]

Julukan

[sunting
|
sunting perigi]

Kota Yogyakarta memiliki beberapa julukan, antara tidak :

  • Kota Pemberontakan

Yogyakarta dijuluki seumpama kota pertarungan, karena beberapa peristiwa perjuangan pergerakan nasional Indonesia terjadi di kota ini, seperti Ofensif Awam 1 Maret 1949 dan Pertempuran Kotabaru.

  • Kota Peserta

Damping 20% penduduk bakir daerah tingkat Yogyakarta yaitu pelajar, dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini juga diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal terbit heterogen daerah di Indonesia.

  • Kota Gudeg

Gudeg adalah makanan individual berbahan nangka muda dari Kota Yogyakarta. Gudeg kalis Yogyakarta mempunyai citarasa tersendiri maujud rasa manis dan bertekstur kering.

  • Kota Wisata

Yogyakarta dijuluki kota wisata karena tingginya ponten besaran wisatawan bersumber tahun ke perian, serta punya banyak wadah wisata menyedot bersumber sisi sejarah, budaya, dan pendidikan.

  • Ii kabupaten Murah Megah

Kota Yogyakarta dikenal dengan biaya hidupnya nan murah dibandingkan dengan kota lain di Indonesia.

  • Kota Berhati Nyaman

Berhati Nyaman ialah slang protokoler Kota Yogyakarta, yang berasal berbunga akronim kata Kudrati, afiat, Indah dan NYAMAN.

Kuliner eksklusif

[sunting
|
sunting sumber]

Sepiring nasi Gudeg dengan lauk telur.

Masyarakat Yogyakarta memiliki adat istiadat
pawon anget, yang secara harfiah berarti “perbaraan hangat”. Filosofi bersumber pagar adat tersebut adalah, kebersamaan di rumah menikmati apa yang ada amat diutamakan. Koteng gula-gula dan ibu tertuntut buat memasak lebih bermula satu menu demi bisa berhimpunnya seluruh anggota keluarga di meja bersantap.
[40]

Tradisi ini merupakan perlawanan halus Emir Hamengkubuwana I terhadap VOC sehabis Perjanjian Giyanti. Dari adat istiadat pawon anget inilah, muncul beberapa kuliner khusus Yogyakarta yang cak semau hingga ketika ini[40]. Salah satu kuliner yang sudah lalu akrab di masyarakat umum ialah Gudeg, sajian bersumber nangka akil balig yang dimasak dengan santan. Gudeg biasanya dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tempe, luang dan sambal goreng krecek. Di Ii kabupaten Yogyakarta, gudeg dapat dijumpai di setiap ki perspektif kota. Salah suatu sentra kuliner gudeg di Yogyakarta adalah Jalan Wijilan, yang masih bakir di dalam komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ada pula Brongkos, makanan berupa sayur kuah hitam bernasib baik keluak nan digdaya daging sapi, kedelai beras (tolo), tahu, dan tempe, dan Bakpia, kue nan dibuat dari gulungan serdak panggang dengan berbagai rupa isi. Di Kota Yogyakarta, sentra kuliner bakpia terletak di wilayah pasar Pathuk dan Jalan KS Tubun, Kemantren Ngampilan.

Nafkah tunggal Ii kabupaten Yogyakarta nan lainnya, seperti Nasi kucing (nasi jatah makan kecil dengan sambal, ikan, dan tempe, tinggal dibungkus daun pisang), Sate Kere (sate yang dibuat dari gajih sapi), dan lain sebagainya.

Temporer minuman nan berasal bermula Yogyakarta antara lain Pertinggal Joss (kopi hitam yang dicampur dengan arang), Wedang Ronde (minuman yang disajikan dengan bola-bola dari serdak ketan), dan lain sebagainya.

Angkringan

[sunting
|
sunting perigi]

Angkringan merupakan sebuah gerobak dorong bikin cak memindahtangankan berbagai ragam variasi rahim dan minuman dengan harga yang adv amat tergapai.

Di Daerah tingkat Yogyakarta, angkringan bisa ditemui dengan mudah. Biasanya pedagang angkringan akan membuka dagangannya lega petang perian, dan tutup menjelang dini perian.

Transportasi

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Yogyakarta sangat strategis, karena terletak di jalur-kolek utama, merupakan Perkembangan Lintas Selatan yang menghubungkan Yogyakarta, Bandung, Surakarta, Ngawi, Surabaya, dan kota-daerah tingkat di daksina Jawa, serta kempang Yogyakarta–Semarang, yang menghubungkan Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan ii kabupaten-daerah tingkat di lintas tengah Pulau Jawa. Karena itu, angkutan di Yogyakarta cukup memadai untuk memudahkan mobilitas antara kota-kota tersebut. Kota ini mudah dicapai oleh transportasi darat dan udara, sementara itu karena lokasinya yang cukup jauh dari laut (27–30 KM) menyebabkan tiadanya transportasi air di kota ini.

Transportasi darat

[sunting
|
sunting sumber]

Bus kota

[sunting
|
sunting sumur]

Kota Yogyakarta merupakan pelecok satu kota di Indonesia yang enggak mengenal istilah angkutan ii kabupaten (angkot dengan armada minibus). Transportasi darat di intern Yogyakarta dilayani oleh beberapa bus kota. Kota Yogyakarta lalu memiliki beberapa jalur bus yang dioperasikan maka itu koperasi masing-masing (antara lain Aspada, Kobutri, Kopata, Koperasi Pemuda Sleman, dan Puskopkar) yang menyuguhkan rute-rute tertentu.

Masa ini keikhlasan bus kota di Yogyakarta semakin terbatas, keadaan tersebut dikarenakan terwalak beberapa permasalahan dalam operasional bus tersebut. Selain itu, diluncurkannya Trans Jogja yang lebih cepat dan nyaman lagi menjadi titik awal bersumber pemagaran bus-bus tersebut.[41]

Trans Jogja

[sunting
|
sunting mata air]

Sejak Maret 2008, sistem transportasi bus nan baru, bernama Trans Jogja hadir melayani perumpamaan transportasi massal yang cepat, aman dan nyaman. Trans Jogja merupakan bus 3/4 yang melayani berbagai kewedanan di Ii kabupaten, Sleman dan sebagian Bantul. Hingga ketika ini (Periode 2022), telah ada 17 (tujuh belas) trayek yang menyuguhkan berbagai rupa media vital di Yogyakarta, yaitu:[42]

  • Trayek 1A, melayani wilayah timur sama dengan Bandar udara Adisutjipto, Kalurahan Maguwoharjo, mengarah ke Halte Pakem di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
  • Trayek 1B, menghidangkan ruas protokol dan kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan, seperti Stasiun Yogyakarta, Malioboro, Kastil Kepresidenan Yogyakarta, Kampus UGM.
  • Trayek 2A, melayani kawasan selatan, begitu juga Jokteng Kulon dan Dongkelan, Kampus UGM, mendekati Terminal Palbapang di Kabupaten Bantul.
  • Trayek 2B, menghidangkan kawasan perkantoran Kotabaru dan Sukonandi.
  • Trayek 3A
    dan
    Trayek 3B, melayani kawasan kidul, termasuk juga Kampus UGM dan kawasan sejarah Kotagede.
  • Trayek 4A
    dan
    Trayek 4B, melayani kawasan pendidikan, seperti mana Kampus UGM, UII, APMD, UIN Sunan Kalijaga, dan Stasiun Lempuyangan.
  • Trayek 5A
    dan
    Trayek 5B, menghidangkan area Perkembangan Magelang, Kampus UGM dan kawasan Seturan.
  • Trayek 6A
    dan
    Trayek 6B, meladeni daerah barat daya, sebagaimana kampus UMY dan Urut-urutan Parangtritis.
  • Trayek 7, meladeni kewedanan Urut-urutan Wonosari dan Babarsari.
  • Trayek 8, menghidangkan negeri barat seperti mana Gamping dan Ringroad Barat.
  • Trayek 9, menghidangkan kewedanan sejarah bagian barat seperti mana Ngabean dan Pojok Beteng.
  • Trayek 10, menyajikan distrik Gamping dan Stasiun Lempuyangan.
  • Trayek 11, menyajikan distrik Kampus UGM dan Condongcatur.
  • Bus Layanan Terbatas
    (limited service), menghidangkan daerah pelancongan dan album sebagai halnya Jalan P Mangkubumi, Malioboro, Stasiun Yogyakarta dan Terminal Ngabean, berkiblat ke Rahasia Kuliner Belut di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Layanan ini hanya beroperasi pada jam-jam tertentu.

Ada pun tiga jaringan trayek nan dikelola makanya kolaborasi PT Anindya Mitra Internasional dan PT Jogja Tugu Trans bersama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui jaringan Teman Bus, yaitu:

  • Koridor 1
    (K1J), melayani wilayah pendidikan seperti mana UNY dan UGM, menuju ke Terminal Pakem di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
  • Koridor 2
    (K2J), meladeni kawasan perkantoran Kotabaru dan Sukonandi.
  • Koridor 3
    (K3J), menyervis ruas protokol dan kawasan sendi perekonomian dan pemerintahan, sama dengan Stasiun Yogyakarta, Malioboro, Kastil Kepresidenan Yogyakarta.

Trans Jogja sangat diminati selain karena aman dan nyaman, tarif yang saat ini diterapkan sekali lagi terjangkau, ialah Rp 3.600,- bakal sekali perkembangan, dengan dua sistem karcis: sekali jalan dan berlangganan. Bagi tiket berlangganan, dikenakan racikan sebesar 50% untuk pelajar dan 15% lakukan umum.

Taksi

[sunting
|
sunting sumber]

Taksi mudah dijumpai di berbagai ruas jalan di Yogyakarta, terutama di ruas protokol dan kawasan pusat ekonomi dan wisata. Ada berbagai firma taksi nan melayani angkutan ini, berbunga yang nyata isak setakat minibus.

Masa masa ini, taksi di Yogyakarta terbagi menjadi taksi konvensional dan taksi
online.

Becak

[sunting
|
sunting sumur]

Cak agar populasinya kian memendek, becak masih dijadikan alat transportasi andalan di Yogyakarta. Kebanyakan dari mereka dapat ditemui di pusat kota dan kawasan-negeri pelancongan.

Detik ini mayoritas becak di Yogyakarta merupakan becak bermesin atau seremonial disebut dengan
“bentor”
maka dari itu awam sekitar. Meski serupa itu masih terdapat pun beberapa angkung kayuh khas Yogyakarta.

Andong

[sunting
|
sunting sumber]

Sebuah andong yang sedang membawa wisatawan melangkahi Kronologi Margo Mulyo.

Andong ialah pelecok suatu transportasi tradisional beroda empat yang ditarik oleh aswa. Di masa Tuanku Hamengkubuwono VII, andong menjadi media prestisius di mana hanya guri elit dan kerabat keraton namun yang boleh mendaki kendaraan ini. Hanya pada periode Syah Hamengkubuwono VIII, dokar mulai digunakan maka dari itu awam umum.

Di masa kini, keberadaan andong dapat ditemui di kewedanan-kawasan wisata seperti Malioboro, Keraton Yogyakarta, ataupun Pasar Ngasem. Keunikan dokar Yogyakarta adalah sang kusir yang memperalat baju resan jawa.

Kereta jago merah

[sunting
|
sunting sumber]

Ii kabupaten Yogyakarta merupakan sendi berasal Daerah Gerakan VI Yogyakarta, wilayah kerja PT Kereta api Indonesia (Persero) yang menaungi perkeretaapian di Daerah Istimewa Yogyakarta, Eksklusif Raya, dan sebagian Purworejo. Kota Yogyakarta dilewati oleh Jalur kereta api Kutoarjo–Purwosari–Spesial Balapan nan menjadi penghubung terdahulu sepur semenjak Surabaya menuju Bandung melalui Kroya atau Jakarta melalui Purwokerto. Jalur kereta api nan melewati daerah tingkat Yogyakarta telah terelektrifikasi listrik sirkuit atas sebesar 1.500 V DC, mulai berpangkal Stasiun Yogyakarta sebatas Stasiun Palur.

Sepur di ii kabupaten Yogyakarta melayani berbagai intensi seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Kebumen, Semarang, Surakarta, Blitar, Surabaya, Malang, Jember, dan Banyuwangi. Terdapat sebanyak cacat lebih 33 sepur nan melewati Kota Yogyakarta (dengan kuantitas sebanyak 121-139 total jadwal perjalanan perharinya).

Terdapat 2 stasiun besar di Kota Yogyakarta, yaitu Stasiun Yogyakarta (dikenal sebagai
Stasiun Tugu) dan Stasiun Lempuyangan. Tersedia kereta api komuter yang menghubungkan Kutoarjo dengan Yogyakarta, kereta tersebut bernama Prameks, dan bagi penghubung Ii kabupaten Surakarta dengan Yogyakarta tersaji KRL Pita Yogyakarta, Kereta rel setrum yang menggantikan KA Prameks relasi Yogyakarta-Partikular Balapan dan dikelola oleh KAI Commuter. Selain itu, tersaji pula KA Bandara YIA, layanan kereta jago merah bagi masyarakat yang cak hendak bepergian menjurus ke Bandar udara Internasional Yogyakarta, dengan tujuan akhir Stasiun Yogyakarta International Airport.

Yogyakarta sekali lagi memiliki sejumlah jalur kereta api menumpu Stasiun Palbapang, Stasiun Pundong dan Stasiun Magelang Ii kabupaten gandeng ke Stasiun Ambarawa nan sudah dinonaktifan sejak dekade 1970-an. Salah satu peninggalan kolek kereta api nonaktif di kota Yogyakarta yang masih bisa disaksikan hingga kini yaitu Stasiun Ngabean nan terletak di komplek Taman Parkir Pariwisata Ngabean.

Bus Antarkota

[sunting
|
sunting sendang]

Bus antarkota tersedia dari dan ke semua kota di Pulau Jawa dan asing Pulau Jawa, hinggap dan menginjak dari Terminal Bus Keberagaman A Giwangan, yang berada di Jalan Imogiri Timur, Giwangan, berada di tepi Jalan Lingkar Asing Selatan Yogyakarta, di had wilayah antara Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Bantul.

Transportasi gegana

[sunting
|
sunting sendang]

Transportasi udara dari dan ke seluruh wilayah DI Yogyakarta saat ini dilayani oleh bandara Sejagat Yogyakarta terdapat di kapanéwon Temon, kabupaten Kulon Progo. Bandara ini melayani penerbang lokal ke kota-ii kabupaten besar di Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Surabaya), Sumatra (Batam), Bali, Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin, dan Balikpapan), dan Sulawesi (Makassar).

Selain itu, bandara ini lagi melayani penerbangan jurnal ke Singapura dan Estuari Lumpur dengan AirAsia dan Scoot.

Kesegaran

[sunting
|
sunting sendang]

Rumah sakit

[sunting
|
sunting sumber]

Kode Merek Kondominium Sakit Jenis Tipe Objek
1. 3471234 RSUD Ii kabupaten Yogyakarta RSUD B Jalan Capuk Ageng Pemanahan №1, Sorosutan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55162
2. 3471336 RS Bethesda Lempuyangwangi RS D Jalan Hayam Wuruk №6, Bausasran, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55211
3. 3471063 RS Bethesda Yogyakarta RS B Jalan Jend. Sudirman №70, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55224
4. 3471030 RS Dr. Soetarto RS C Jalan Juadi №19, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Daerah tingkat Yogyakarta, DI Yogyakarta 55224
5. 3471096 RS Dr. Yap Yogyakarta RS Indra penglihatan B Jalan Cik Di Tiro №5, Turun, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55223
6. 3471373 RS Happy Land RS C Kronologi Melati Wetan №53, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55165
7. 3471026 RS Islam Hidayatullah RS D Jalan Veteran №184, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Daerah tingkat Yogyakarta, DI Yogyakarta 55161
8. 3471282 RS Ludira Husada Tama RS D Jalan Wiratama №4, Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55244
9. 3471041 RS Muhammadiyah Yogyakarta RS B Kronologi KH. Ahmad Dahlan №20, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Ii kabupaten Yogyakarta, DI Yogyakarta 55122
10. 3471052 RS Panti Rapih RS B Jalan Cik Di Tiro №30, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55223
11. 3471377 RS Pratama Yogyakarta RS D Jalan Kolonel Sugiyono №98, Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Daerah tingkat Yogyakarta, DI Yogyakarta 55153
12. 3471314 RS Prof. R. Oepomo RS THT A Jalan Suryomentaraman Wetan №37, Panembahan, Kec. Kraton, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55131
13. 3471085 RS Puri Nirmala RS Roh C Jalan Jayaningprangan №13, Gunungketur, Kec. Pakualaman, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55166
14. 3471293 RS Sari Asih Yogyakarta RS THT A Perkembangan Tirtodipuran №38, Mantrijeron, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55143
15. 3471380 RS Siloam Yogyakarta RS C Urut-urutan Laksda Adisucipto №32, Demangan, Kec. Gondokusuman, Ii kabupaten Yogyakarta, DI Yogyakarta 55221
16. 3471271 RS Soedirman RS Bedah C Jalan Sidobali №402, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55165
17. 3471374 RS Universitas Muhammadiyah RS Gigi & Tuturan B Jalan HOS Cokroaminoto №17, Pakuncen, Kec. Wirobrajan, Ii kabupaten Yogyakarta, DI Yogyakarta 55252
18. 3471256 RSIA Bhakti Ibu RSIA C Jalan Golo №32, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55161
19. 3471378 RSIA Fajar RSIA C Jalan Bugisan №6, Patangpuluhan, Kec. Wirobrajan, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55251
20. 3471107 RSIA Muhammadiyah Kotagede RSIA C Jalan Kemasan №30, Purbayan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55173
21. 3471325 RSIA Berlian Bunda RSIA C Urut-urutan Ngeksigondo №56, Prenggan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55172
22. 3471303 RSIA Prof. Dr. Ismangoen RSIA C Jalan Patangpuluhan №35, Patangpuluhan, Kec. Wirobrajan, Ii kabupaten Yogyakarta, DI Yogyakarta 55251
23. 3471379 RSIA Rachmi RSIA C Jalan KH. Wachid Hasyim №47, Notoprajan, Kec. Ngampilan, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55262

Ki akal kesegaran masyarakat

[sunting
|
sunting sumber]

  • Puskesmas Danurejan I
  • Puskesmas Danurejan II
  • Puskesmas Gedongtengen
  • Puskesmas Gondokusuman I
  • Puskesmas Gondokusuman II
  • Puskesmas Gondomanan
  • Puskesmas Jetis
  • Puskesmas Kotagede I
  • Puskesmas Kotagede II
  • Puskesmas Kraton
  • Puskesmas Mantrijeron
  • Puskesmas Mergangsan
  • Puskesmas Ngampilan
  • Puskesmas Pakualaman
  • Puskesmas Tegalrejo
  • Puskesmas Umbulharjo I
  • Puskesmas Umbulharjo II
  • Puskesmas Wirobrajan

Pendidikan

[sunting
|
sunting sumur]

Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada tahun tajali 2022/2023 mencatat 109.217 siswa dan 840 sekolah di Yogyakarta, dengan perincian 210 KB, 221 TK dan RA, 165 SD dan Bihun, 58 SMP dan MTs, 42 SMA dan MA, 30 SMK, 9 SLB, 36 TPA, 18 PKBM, 182 SPS, serta 1 Padepokan Kegiatan Belajar.[43]
[44]

Yogyakarta dikenal sebagai daerah tingkat pesuluh, karena dekat 20% penghuni produktifnya merupakan petatar. selain itu, 45 dari 137 perguruan hierarki di Distrik Khas Yogyakarta berbenda di kota ini. Karenanya, daerah tingkat ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berusul bersumber bineka daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki maka itu pemerintah yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Jamiah Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Islam Area Sunan Kalijaga dan Perserikatan Pembangunan Kewarganegaraan “Pensiunan” Yogyakarta yang secara manajerial berada di wilayah Sleman dan Bantul. Menariknya, seluruh perguruan tataran provinsi tersebut taat menunggangi keunggulan “Yogyakarta” n domestik hal surat-menyurat dan tugas pengunci, meskipun terwalak di luar wilayah daerah tingkat Yogyakarta.

Sekolah Radiks

[sunting
|
sunting sumber]

  • SD Kewedanan Gondolayu
  • SD Negeri Petinggen
  • SD Daerah Serayu
  • SD Negeri Jetis
  • SD Negeri Demangan
  • SD Negeri Lempuyangwangi
  • SD Daerah Tukangan
  • SD Negeri Ungaran
  • SD Negeri Gedongtengen
  • SD Negeri Kyai Mojo
  • SD Negeri Ngupasan
  • SD Area Badran
  • SD Provinsi Sosrowijayan
  • MI Negeri 1 Yogyakarta
  • SD Muhammadiyah Pringgokusuman
  • SD Muhammadiyah Kauman
  • SD Muhammadiyah Purbayan
  • SD Muhammadiyah Sagan
  • SD Muhammadiyah Suryowijayan
  • SD Muhammadiyah 1 Wirobrajan
  • SD Muhammadiyah 2 Wirobrajan
  • SD Muhammadiyah 3 Wirobrajan
  • SD Muhammadiyah Suronatan
  • SD Muhammadiyah Ngupasan
  • SD Islam Terpadu Luqman Al Hakim
  • SD Islam Terpadu Luqman Al Wasit Internasional
  • SD Islam Terpadu Al-Khairaat Yogyakarta
  • SD Masehi Butuh Bersih
  • SD Kanisius Notoyudan
  • SD Tarakanita Bumijo
  • SD Bopkri Gondolayu
  • SD Marsudirini
  • SD Netral “C” Yogyakarta
  • SD Netral “D” Yogyakarta

Sekolah Sedang Pertama

[sunting
|
sunting sumur]

  • SMP Negeri 1 Yogyakarta
  • SMP Kawasan 2 Yogyakarta
  • SMP Wilayah 3 Yogyakarta
  • SMP Daerah 4 Yogyakarta
  • SMP Distrik 5 Yogyakarta
  • SMP Provinsi 6 Yogyakarta
  • SMP Negeri 7 Yogyakarta
  • SMP Negeri 8 Yogyakarta
  • SMP Negeri 9 Yogyakarta
  • SMP Negeri 10 Yogyakarta
  • SMP Area 11 Yogyakarta
  • SMP Negeri 12 Yogyakarta
  • SMP Distrik 13 Yogyakarta
  • SMP Provinsi 14 Yogyakarta
  • SMP Negeri 15 Yogyakarta
  • SMP Provinsi 16 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta
  • SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta
  • SMP PIRI I Yogyakarta
  • SMP Bopkri 1 Yogyakarta
  • SMP Bopkri 2 Yogyakarta
  • SMP Maria Imaculata Marsudirini Yogyakarta
  • MTs Negeri Yogyakarta I
  • MTs Wilayah Yogyakarta II
  • SMP Stella Duce 1 Yogyakarta
  • SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta
  • SMP Selam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta
  • SMP Selam Terpadu Luqman Al-Hakim Internasional

Sekolah Menengah Atas

[sunting
|
sunting sumur]

  • SMA Negeri 1 Yogyakarta
  • SMA Kewedanan 2 Yogyakarta
  • SMA Negeri 3 Yogyakarta
  • SMA Negeri 4 Yogyakarta
  • SMA Negeri 5 Yogyakarta
  • SMA Negeri 6 Yogyakarta
  • SMA Wilayah 7 Yogyakarta
  • SMA Daerah 8 Yogyakarta
  • SMA Negeri 9 Yogyakarta
  • SMA Negeri 10 Yogyakarta
  • SMA Negeri 11 Yogyakarta
  • SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
  • SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta
  • SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta
  • SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta
  • SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta
  • SMA Muhammadiyah 6 Yogyakarta
  • SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta
  • SMA Piri Yogyakarta
  • SMA Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta
  • SMA Darussalam Yogyakarta
  • SMA Sultan Agung Yogyakarta
  • SMA Katolik Sang Timur Yogyakarta
  • SMA Santa Maria Yogyakarta
  • SMA Pangudi Luhur St. Yusup Yogyakarta
  • SMA Kolese De Britto Yogyakarta
  • SMA Bopkri 1 Yogyakarta
  • SMA Bopkri 2 Yogyakarta
  • SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
  • SMA Stella Duce 2 Yogyakarta
  • SMA Gajah Mada Yogyakarta
  • SMA Beradat Yogyakarta
  • SMA Taman Madya Yogyakarta
  • SMA 17 ‘1’ Yogyakarta
  • MA Negeri Yogyakarta I
  • MA Area Yogyakarta II

Sekolah menengah kejuruan

[sunting
|
sunting sumber]

  • SMK Negeri 1 Yogyakarta
  • SMK Negeri 2 Yogyakarta
  • SMK Negeri 3 Yogyakarta
  • SMK Negeri 4 Yogyakarta
  • SMK Provinsi 5 Yogyakarta
  • SMK Distrik 6 Yogyakarta
  • SMK Negeri 7 Yogyakarta
  • SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta
  • SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta
  • SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
  • SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta
  • SMK Piri Yogyakarta
  • SMK Bopkri 1 Yogyakarta
  • SMK SMTI Yogykarta

Perguruan Jenjang

[sunting
|
sunting sendang]

Universitas

[sunting
|
sunting sumber]

  • Sekolah tinggi Gadjah Mada (Nan masuk Wilayah Ii kabupaten Yogyakarta adalah Sekolah Vokasi dan Unit 2 Fakultas Fisipol, Sedangkan Fakultas Lain masuk Area Sleman)
  • Perserikatan Negeri Yogyakarta (cuma kampus UPP 2 FIP)
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Perserikatan ‘Aisyiyah Yogyakarta (Kampus Ngampilan)
  • Perserikatan Nahdlatul Ulama Yogyakarta
  • Jamiah Janabadra
  • Perserikatan Teknologi Yogyakarta (Kampus Glagahsari dan Soepomo SH)
  • Perguruan tinggi Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Universitas Widya Mataram
  • Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
  • Perguruan tinggi Islam Indonesia (Kampus Cik Di Tiro dan Yojana Siswa)
  • Universitas Kristen Konsul Referensi
  • Perkumpulan Sanata Dharma (Kampus Kotabaru)

Sekolah tinggi

[sunting
|
sunting mata air]

  • Institut Sains & Teknologi AKPRIND

Sekolah Tinggi

[sunting
|
sunting sendang]

  • Sekolah Hierarki Pembangunan Masyarakat Desa APMD
  • Sekolah Tinggi Aji-aji Administrasi “AAN”
  • Sekolah Janjang Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha
  • Sekolah Tinggi Guna-guna Ekonomi Nusa Megarkencana
  • Perserikatan Ilmu bisnis Mitra Indonesia
  • Sekolah Panjang Ilmu bisnis Isti Ekatana Upaweda
  • Sekolah Strata Pengelolaan Informatika dan Ilmu Komputer El Rahma Yogyakarta
  • Sekolah Janjang Seni Rupa Dan Desain Visi Indonesia
  • Sekolah Tangga Jiwa psikiatri Bethesda Yakkum

Politeknik

[sunting
|
sunting perigi]

  • Politeknik LPP Yogyakarta
  • Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
  • Politeknik YKPN Yogyakarta

Akademi

[sunting
|
sunting mata air]

  • Akademi Akuntansi YKPN
  • Akademi Penyelenggaraan Putra Jaya
  • Akademi Keperawatan Notokusumo
  • Akademi Keperawatan Bethesda Yogyakarta
  • Akademi Sekretari dan Manajemen Marsudirini Santa Maria
  • Akademi Kesentosaan Sosial AKK
  • Akademi Peternakan Brahmaputra
  • Akademi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga Sumbuk
  • Akademi Perikanan Yogyakarta
  • Akademi Tamasya Indraprasta
  • Akademi Wisata Dharma Nusantara Sakti
  • Akademi Seni Rupa Dan Desain MSD
  • Akademi Fisioterapi YAB Yogyakarta

Pondok Pesantren

[sunting
|
sunting sendang]

  • Madrasah Muallimin Muhammadiyah
  • Madrasah ‘Aisyiyah Yogyakarta Suronatan
  • Dangau Pesantren Al Barokah Karangwaru
  • Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede

Latihan jasmani

[sunting
|
sunting sumber]

Yogyakarta n kepunyaan beberapa fasilitas penunjang n domestik latar keolahragaan. Stadion Kridosono adalah stadion tertua di kota Yogyakarta yang dibangun pada masa kolonial, bersama dengan Kotabaru. Selain stadion Kridosono, terdapat pula Stadion Mandala Krida yang kini menjadi stadion utama. Stadion ini digunakan untuk menggelar kejuaraan sepak bola lega umumnya, serta beberapa acara sebagai halnya
drag race
dan Sholat Ied. Stadion Mandala Krida memiliki fasilitas yang cukup lengkap setelah renovasi lautan-besaran pada 2022 sampai 2022, di mana terdapat penambahan sejumlah kemudahan di komplek stadion, antara lain untuk olahraga menaiki tebing, bola voli ramal, sepatu roda, tenis lapangan, balap penggerak, dan panahan.

Tak jauh pecah stadion Mandala Krida, tepat di fragmen tenggara stadion terwalak GOR Among Rogo, gedung latihan jasmani serbaguna yang majuh pula digunakan kerjakan beberapa kejuaraan olahraga basket dan surai tangkis.

PSIM Yogyakarta

[sunting
|
sunting sumber]

PSIM Yogyakarta didirikan sreg 5 September 1929. Tera “Mataram” digunakan karena Yogyakarta merupakan pusat pemerintahan kesultanan Mataram (kastil Ngayogyakarta Hadiningrat).

PSIM menjadikan Stadion Mandala Krida sebagai kandang utama. Masa ini, PSIM bertanding di Liga 2 Indonesia penggalan paruh.

Media konglomerasi

[sunting
|
sunting sumber]

Televisi

[sunting
|
sunting sumber]

Umum Ii kabupaten Yogyakarta menikmati beberapa kenyataan televisi (domestik dan kewarganegaraan, dari DIY atau Jateng), dengan memperalat televisi analog ataupun televisi digital.

Koran

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Yogyakarta memiliki 11 koran yang terbit antara lain:

Nama Diversifikasi Jaringan Perusahaan Bahasa
Koran SINDO Edisi Yogyakarta Nasional Koran SINDO SINDOMedia
(melalui MNC)
Indonesia
Republika Edisi Yogyakarta Republika Mahaka Media
Kompas Edisi Yogyakarta Kompas Kompas Gramedia
Bisnis Indonesia Edisi Yogyakarta Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika
Sarana Indonesia Edisi Yogyakarta Ki alat Indonesia Media Group
Joglosemar Lokal Sritex Intisari
Radar Jogja Jawa Pos Grup Jawa Pos
Independensi Rakyat Yogyakarta Otonomi Rakyat Kemandirian Rakyat
Tribun Jogja Kompas Kompas Gramedia
Harian Jogja Bisnis Indonesia Jurnalindo Huruf Ilmu cetak-mencetak

Radio

[sunting
|
sunting sumber]

Daerah tingkat Yogyakarta juga memiliki 35 biji kemaluan stasiun radio yang bersiaran lokal.

Tokoh terdepan

[sunting
|
sunting sumber]

Beberapa tokoh berjasa yang berpokok berasal kota Yogyakarta, antara lain:

  • Pangeran Diponegoro, Pahlawan Nasional Indonesia yang berjuang dalam Perang Jawa.
  • Hamengkubuwana I, yamtuan Kasultanan Yogyakarta ke-1.
  • Hamengkubuwana IX, prabu Kasultanan Yogyakarta ke-9, Wakil Kepala negara ke-2 Republik Indonesia.
  • Paku Standard VIII, adipati Pakis Standard ke-8, Pahlawan Nasional Indonesia.
  • KH Ahmad Dahlan, Penghulu Istana Yogyakarta, Pahlawan Nasional Indonesia, pendiri organisasi Muhammadiyah.
  • Bopeng Hadjar Dewantara, Pahlawan Nasional Indonesia, bekas menteri Pendidikan Nasional ke-1 di Indonesia, Pembangun Perguruan Ujana Peserta.
  • Soerjopranoto, Pahlawan Kewarganegaraan Indonesia.
  • Spektrum Prawiro, ekonom Nasional, mantan Menteri Koordinator Perekonomian lega Kabinet Pembangunan V.
  • Selo Soemardjan, motor sosiologi Indonesia.
  • Megawati Soekarnoputri, kepala negara Republik Indonesia ke-5.
  • Abdul Malik Fadjar, alumnus menteri Pendidikan Kewarganegaraan pada Kabinet Gotong Royong dan mantan menteri Agama lega Kabinet Restorasi Pembangunan.
  • M. Busyro Muqoddas, bekas ketua Komisi Penghancuran Kecurangan Republik Indonesia.
  • Hanung Bramantyo, sutradara Nasional.
  • Ciling Kussudiardja, artis Nasional.
  • Butet Kartaredjasa, seniman Kewarganegaraan.
  • Djaduk Ferianto, seniman Nasional.
  • Seno Nugroho, seniman dan biang keladi Nasional.
  • Roro Fitria, aktris Kewarganegaraan.

Kota kembar

[sunting
|
sunting sumber]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Daerah Spesial Yogyakarta
  • Daftar kemantren dan kelurahan di Kota Yogyakarta

Bacaan

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    Ii kabupaten Yogyakarta Dalam Angka 2022 (Laporan). Yogyakarta: Awak Pusat Statistik Kota Yogyakarta. hlm. 65. Diakses tanggal
    4 Desember
    2022
    .




  2. ^


    a




    b




    c




    Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di Kota Yogyakarta 2022 (Laporan). Yogyakarta: Biro Penyelenggaraan Pemerintahan Setda DIY. Diakses tanggal
    12 Februari
    2022
    .





  3. ^


    Indeks Pembangunan Manusia 2022-2021 (Laporan). Jakarta: Badan Daya Statistik. Diakses tanggal
    4 Desember
    2022
    .




  4. ^


    a




    b




    “Kanun Walikota No. 25 Perian 2022”. Diakses tanggal
    2022-11-10
    .





  5. ^


    “Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Distrik/Kabupaten Kota N domestik APBN Cakrawala.A 2022”
    (PDF).
    www.djpk.kemenkeu.go.id. 2022. Diakses copot
    21 Januari
    2022
    .





  6. ^


    “Sandiaga Uno Luncurkan Tagline Mentah Yogyakarta The City Of Creative”.
    sindonews.com. 08 Oktober 2022. hlm. 1. Diakses rontok
    23 November
    2022
    .




  7. ^


    a




    b



    Keputusan Wali Kotamadya Yogyakarta No. 2 Perian 1998

  8. ^

    Surjomihardjo, Abdurracham. 2008.
    Daerah tingkat Yogyakarta Tempoe Doeloe, Rekaman Sosial 1880–1930. Jakarta: Kekerabatan Bambu.

  9. ^


    Yanuarwati, Rembulan (2021-10-28). “Kota Jogja Mempunyai Logo Baru, Ini Filosofi dan Link Downloadnya – Harian Merapi”.
    Kota Jogja Punya Etiket Baru, Ini Filosofi dan Link Downloadnya – Koran Merapi
    . Diakses copot
    2022-07-07
    .




  10. ^


    a




    b




    c




    “Logo dan Identitas”.
    jogjakota.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-11-05
    .




  11. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    “Ki kenangan Kota”.
    jogjakota.go.id. Pemerintah Kota Yogyakarta. Diakses terlepas
    21 September
    2022
    .




  12. ^


    a




    b




    “Peran Residen Sebagai Utusan Belanda di Keraton Yogyakarta Abad Ke-18”.
    nationalgeographic.grid.id. National Geographic. Diakses copot
    21 September
    2022
    .




  13. ^


    a




    b




    “Sejarah Singkat Daerah Eksklusif Yogyakarta”.
    dpad.jogjaprov.go.id. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Distrik Negeri Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal
    21 September
    2022
    .





  14. ^

    Sutirman Eka Ardhana. 21 November 2022. Lurahing Pacino Kapitan Tan Jin Sing.
  15. ^


    a




    b




    “Yogjakarta, Ii kabupaten Yang Menyimpan Kisah Perjuangan Bangsa Indonesia”.
    beritadaerah.co.id
    . Diakses copot
    29 September
    2022
    .





  16. ^

    Skuat Penyusun Dinas Peradaban Kewedanan Istimewa Yogyakarta. 2022.
    Perbuatan Parameter Zaman: Memaknai Keberlanjutan Merawat Jejak Tipe. Yogyakarta: Kantor Peradaban Daerah Solo Yogyakarta.

  17. ^

    Priyatmoko, Heri. 2022.
    Toponim Kota Yogyakarta. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kultur.

  18. ^

    https://www.jogjakota.go.id/pages/geografis

  19. ^


    “Yogyakarta, Indonesia”.
    WeatherAtlas
    . Diakses tanggal
    3 Desember
    2022
    .





  20. ^


    “Yogyakarta, Indonesia Travel Weather Averages”.
    Weatherbase
    . Diakses tanggal
    3 Desember
    2022
    .





  21. ^


    “Kanun Menteri Dalam Wilayah Nomor 137 Tahun 2022 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Dalam Distrik Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2022. Diakses tanggal
    3 Oktober
    2022
    .





  22. ^


    “Peraturan Menteri Privat Negeri Nomor 72 Tahun 2022 tentang Pergantian atas Permendagri nomor 137 Musim 2022 adapun Kode dan Data Daerah Administrasi Pemerintahan”. Departemen Kerumahtanggaan Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan pecah versi ikhlas
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2022. Diakses tanggal
    15 Januari
    2022
    .





  23. ^


    jogjakota.go.id. “Perekonomian di Jogja”. Diakses tanggal
    2022-09-29
    .





  24. ^

    BPS, 2022.

  25. ^


    “Yogyakarta”.
    ciptakarya.pu.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-10-06
    .





  26. ^


    “Sektor Kerjasama”.
    kartamantul.jogjaprov.go.id
    . Diakses sungkap
    2022-10-06
    .





  27. ^


    “Bahasa di Provinsi Daerah Distingtif Yogyakarta”.
    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kementerian Pendidikan, Peradaban, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses rontok
    23 Mei
    2022
    .





  28. ^



    Statistik Kebahasaan 2022. Jakarta: Pusat Data dan Perangkaan Pendidikan dan Kebudayaan. 2022. hlm. 4. ISBN 9786028449182.





  29. ^


    “Peraturan Daerah Daerah Idiosinkratis Yogyakarta Nomor 2 Musim 2022 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa” – via Database Peraturan JDIH BPK RI.




  30. ^


    “Batik Yogyakarta : Makna Filosofis di Setiap Motifnya”. 2022.




  31. ^

    Sekolah Vokasi UGM: Lampah Budaya Mubeng Beteng

  32. ^

    Mengenal Mubeng Beteng Tradisi Malam 1 Suro Penduduk Yogyakarta

  33. ^


    “Data Anjangsana Wisatawan di Jogja Kerjakan Terkejut, Ini Sebabnya”.
    harianjogja.com
    . Diakses tanggal
    28 September
    2022
    .





  34. ^


    “DIY dan Borobudur Maksud Utama Wisman”.
    krjogja.com
    . Diakses tanggal
    28 September
    2022
    .





  35. ^


    “Kampung Pelancongan Jogja”.
    pariwisata.jogjakota.go.id. Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Diakses tanggal
    28 September
    2022
    .





  36. ^


    Rusqiyati, Eka Arifa. Buchori, Ahmad, ed. “N komedi didong Jogja Night Carnival sahih masuk “calendar of event” nasional”.
    ANTARA News. Eka Arifa Rusqiyati. Diakses sungkap
    28 September
    2022
    .





  37. ^


    “Selasa Wage Malioboro, Hari Terbaik Menikmati Suasana Bebas Sarana”.
    jogjaku.co.id
    . Diakses tanggal
    28 September
    2022
    .





  38. ^


    Hanafi, Ristu. “Sultan HB X Resmikan Kawasan Pejalan kaki Malioboro”.
    detikcom
    . Diakses rontok
    28 September
    2022
    .





  39. ^


    (), Pribadi Wicaksono. Chairunnisa, Ninis, ed. “Yogyakarta Rampungkan Penataan Kawasan Pejalan kaki Jadi Magnet Pelancongan Baru”.
    Tempo.co
    . Diakses copot
    28 September
    2022
    .




  40. ^


    a




    b




    “Keplek Ilat dan Pawon Anget”.
    salimafillah.com. Salim A Fillah. 16 Agustus 2022. Diakses tanggal
    17 Desember
    2022
    .





  41. ^


    (Indonesia)
    Situs Resmi Pemerintah kota Yogyakarta. “Jalur bus”
    (PDF). Diarsipkan semenjak versi kudus
    (pdf)
    copot 2022-09-24. Diakses tanggal
    21 Juni
    2009
    .





  42. ^


    “Trans Jogja”.
    gudeg.net
    . Diakses tanggal
    2020-06-13
    .





  43. ^

    Data Sekolah Ii kabupaten Yogyakarta

  44. ^

    Data Petatar Didik Daerah Daerah Unik Yogyakarta

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)

    Situs web resmi

    Sunting ini di Wikidata



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta

Posted by: gamadelic.com