Jika Belum Mandi Wajib Apakah Boleh Puasa

Ilustrasi puasa. Foto: pixabay


Zakiah dari keadaan junub merupakan riuk suatu syarat seremonial






puasa



Ramadhan yang harus dipenuhi. Junub tersebut meliputi haid, nifas,


jima’

, impi basah, dan kegiatan enggak yang dalam hukum syara’ dijatuhi kondisi serupa.


Umat


Muslim


harus menunaikan mandi wajib terlebih dahulu agar suci terbit peristiwa tersebut jika ingin berpuasa. Syarat ini harus dipenuhi supaya puasa yang dijalankan boleh dipedulikan di jihat Allah SWT.


Kendati demikian, sebagian orang masih sering lupa bagi menunaikan mandi mesti setelah bersih dari haid atau nifas. Tara junjungan istri nan melakukan


jima’


di malam hari juga saban-saban melupakannya.


Pertanyaan kembali muncul akan halnya boleh atau tidaknya mereka menjalankan puasa Ramadhan jikalau belum bersiram terlazim. Bagaimana hukumnya?


Apakah boleh puasa tapi belum




mandi wajib


?


Hukum Puasa Tapi Belum Bersiram Mesti


Mengutip buku


89 Kesalahan Seputar Puasa Ramadhan


karya Abdurrahman Al-Mukaffi, hukum


puasa tapi belum bersiram teristiadat


adalah boleh, selama sira yakin telah zakiah dari hadas ki akbar sebelum terbitnya fajar. Kodrat ini berlaku bagi wanita yang telah suci dari haid maupun nifas dan padanan suami istri yang berjima’ di lilin lebah hari.

Ilustrasi puasa. Foto: pixabay


Dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu’anha, mereka merenjeng lidah:


“Nabi SAW memasuki masa pagi buta, tentatif anda sedang junub karena gandeng dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.”


(HR. Bukhari dan Tumudzi)


Pendapat serupa disampaikan maka itu Dr. Mansur Chadi privat trik


Menjaga Puasa Ramadhan (2019).


Beliau mengatakan, apabila seorang wanita asli berpunca haid alias nifas sebelum fajar, maka konvensional puasanya biarpun belum mandi wajib.


Meski begitu, moga ia mengulangulang mandi perlu hendaknya dapat menjalankan shalat dan ibadah sunnah lainnya di bulan Ramadhan. Ini dilakukan untuk menunaikan janji pahala puasa di sisi Yang mahakuasa SWT.


Kadar ini dolan juga lakukan hamba allah nan


ihtilam


(mimpi hingga keluar jauhar) di tengah periode atau pada waktu subuh, kemudian ia berpuasa. Maka, puasanya konstan sah walaupun ia belum mandi teradat.


Adapun jika darah haid ataupun nifas keluar setelah fajar, maka enggak konvensional puasanya pada hari itu. Sehingga, ia dianjurkan untuk imsak atau membatalkan puasanya dan harus menggilir


(qadha)


puasa di lain kesempatan. Padahal, jika haidnya keluar sehabis adzan Maghrib, maka puasanya pada tahun itu tetap sah dan enggak teradat atasnya


i’adah

.

Ilustrasi puasa. Foto: pixabay


Tentatif bani adam yang junub dan telat pulang ingatan, sehingga kesempatannya terbatas antara bersiram ataupun sahur, maka diutamakan baginya lakukan sahur terlebih dahulu. Ini dilakukan agar dia mendapatkan pahala khusus dari Allah SWT.


Tentatif, bersiram junub bisa ditunda sampai masuk waktu dini hari. Namun, dalam kondisi ini dianjurkan baginya buat berwudhu malar-malar dahulu sebelum makan. Bilangan ini didasarkan plong hadis berpangkal Aisyah ra., bahwa beliau mengatakan:



“Apabila Nabi SAW berlambak dalam kondisi junub, kemudian anda cak hendak makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.”


(HR. Mukmin, no. 305)

Source: https://kumparan.com/berita-hari-ini/apakah-boleh-puasa-tapi-belum-mandi-wajib-1xrNSp6Ytld