Jenis Jenis Konflik Dan Contohnya

Pengertian Konflik



3 min read

Permusuhan atau konflik adalah proses sosial yang terjadi momen pihak yang satu berusaha memperlainkan pihak lain dengan cara mendamparkan dan membuatnya tak berenergi. Antipati ataupun konflik diawali dengan adanya perbedaan atau persaingan nan khusyuk sehingga sukar didamaikan alias ditemukan kesamaannya.

Privat nasib sehari-hari konflik lumrah atau biasa terjadi karena kita sadari bahwa setiap orang pasti memiliki sudut pandang dan teoretis pikir nan berbeda-beda. Konflik dapat menjadi berbahaya sekiranya mutakadim meluas dan menimbulkan kekerasan, sehingga merugikan banyak pihak.

Daftar Isi

  • Konotasi Konflik
  • Pengertian Konflik Menurut Para Juru
  • Macam-variasi Konflik
    • 1. Konflik Basyar
    • 2. Konflik Antara Inferior Sosial
    • 3. Konflik Rasial
    • 4. Konflik Garis haluan
    • 5. Konflik Agama
    • 6. Konflik Jagat
  • Penyebab Konflik
    • 1. Perbedaan Antarindividu
    • 2. Perbedaan Kebudayaan
    • 3. Perbedaan Kepentingan
    • 4. Perubahan Sosial
  • Gambar Konflik Sosial
  • Dampak Konflik Sosial

Pengertian Konflik

Konflik terbit dari introduksi kerja latin “configere” nan artinya tukar memukul. Sedangkan secara sosiologis, konflik adalah suatu proses sosial antara dua insan atau lebih (dapat juga kelompok) dimana salah suatu pihak berusaha mengeluarkan pihak lain dengan menghancurkan dan membuatnya tidak berkemampuan.

Menurut Kamus Samudra Bahasa Indonesia (KBBI), konflik merupakan perselisihan, friksi, dan penangkisan.

Definisi lainnya, konflik yaitu suatu proses sosial antara dua individu atau gerombolan nan saling berusaha membedakan pihak tidak bakal mencapai suatu kekuatan atau tujuan tertentu dengan cara memberikan perlawanan disertai dengan ancaman dan kekerasan.

Menurut Lewis A. Coser, konflik adalah suatu perjuangan nilai atau petisi atas status nan yakni adegan bersumber masyarakat yang akan selalu ada, sehingga apabila ada umum maka pula ada konflik yang muncul.

Menurut Taquiri dan Davis, Konflik yakni suatu warisan kehidupan sosial umum yang terjadi intern berbagai keadaan sebagai akibat dan bangkitnya ketidaksetujuan, kontroversi, dan perkelahian di antara dua pihak atau lebih secara terus-menerus.

Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu kejadian pemberontakan antara dua pihak nan silih berusaha menepati kebutuhan dengan cara menentang pihak lawan.

Jenis-varietas Konflik

Terdapat sejumlah jenis konflik sosial antara lain bak berikut.

1. Konflik Individu

Konflik bani adam adalah konflik yang terjadi antara cucu adam suatu dan individu enggak yang disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan. Transendental konflik individu begitu juga konflik dengan jodoh kerja di kantor mengenai masalah karier.

2. Konflik Antara Kelas Sosial

Konflik antara kelas sosial adalah konflik nan terjadi antara kelas sosial suatu dan kelas sosial enggak. Contoh: konflik antara penguasaha dan buruh. Buruh menuntut peningkatan upah dengan jam kerja terbatas, padahal pabrikan sebaliknya.

3. Konflik Rasial

Konflik kesukuan ialah konflik yang terjadi antara ras suatu dan ras tidak, Kejadian tersebut terhadu karena perbedaan ciri-ciri raga. Ideal konflik kedaerahan nan pernah terjadi di Indonesia contohnya antara Kedaerahan Sampit dan Madura, sementara itu lainnya konflik etnis Tionghoa dan Jawa.

4. Konflik Politik

Konflik ketatanegaraan adalah konflik yang terjadi antara kerumunan-kelompok yang memiliki pertepatan kepentingan internal bidang strategi ataupun hal-hal yang berhubungan dengan masalah kenegaraan. Bagaikan lengkap, konflik antara partai A dan partai B dalam pemilu.

5. Konflik Agama

Konflik agama adalah konflik yang terjadi antara pemeluk agama suatu dengan nan lainnya. Sebagaian besar mahajana menganggap agama sebagai pedoman hidup nan diikuti secara mutlak, sehingga apapun nan farik dan tidak sesuai dengan agamanya dianggap seumpama masalah dan kemudian menembakkan terjadinya konflik. Kamil konflik agama seperti kasus rohingya di myanmar antara umat selam dan umat buddha.

6. Konflik Alam semesta

Konflik internasional adalah konflik yang terjadi antarbangsa di marcapada yang disebabkan maka dari itu perbedaan kepentingan. Contohnya konflik internasional yang tidak ada habisnya antara Israel dan Palestina.

Penyebab Konflik

Pengertian Konflik

Penyebab terjadinya konflik galibnya disebabkan maka dari itu perbedaan. Adapun yang menjadi penyebab terjadinya persangkalan atau konflik menurut Soerjono Soekanto yakni perumpamaan berikut.

1. Perbedaan Antarindividu

Setiap individu mempunyai pemikiran dan keinginan yang tidak selaras antara individu suatu dan individu lainnya. Adanya perbedaan pemikiran, pendirian, ideologi, kemustajaban, dan tak-lain menjadi salah satu penyebab terjadinya perkelahian maupun konflik dalam sebuah interaksi sosial.

2. Perbedaan Kultur

Setiap masyarakat memiliki peradaban dan secara umum anggota satu publik menganggap bahwa kebudayaan adalah yang paling kecil baik, benar, dan ulung. Adanya pemikiran tersebut menjadikan basyar cenderung merendahkan kebudayaan lain. Peristiwa inilah yang menjadi penyebab terjadinya konflik atau pertempuran. Seandainya setiap individu privat umum dapat ubah menghargai tamadun masing-masing, tentunya petentangan atau konflik dapat dihindarkan.

3. Perbedaan Maslahat

Setiap khalayak memiliki kepentingan dan untuk mengaras kepentingannya tersebut seseorang gelojoh mengamalkan apa macam upaya. Jikalau kepentigan-kepentingan nan ada dalam masyarakat berlainan, akan terjadi benturan keistimewaan. Peristiwa itulah yang menjadi sebab terjadinya penampikan atau konflik. Penangkisan antara administratif (pemerintah) dengan legislatif (DPR) adalah contoh nyata perbedaan kepentingan.

4. Perlintasan Sosial

Pergeseran nilai dan norma yaitu bentuk perubahan sosial. Apabila perlintasan sosial tersebut berlantas suntuk cepat, akan cak semau kelompok nan sependapat atau menerima dengan perubahan tersebut (pro), tetapi terserah lagi yang menolaknya (kontra). Situasi inilah nan kemudian menyebabkan terjadinya pertentangan atau konflik.

Rencana Konflik Sosial

Konflik mempunyai bentuk-susuk sosial berlandaskan posisi pelaku yang berkonflik ialah sebagai berikut.

  • Konflik vertikal, adalah konflik nan terjadi di n domestik satu lingkungan, misalnya antara manager alias bos dengan karyawannya.
  • Konflik melintang, yakni konflik antara hamba allah atau keramaian yang memiliki takhta sama, misalnya antar angota dalam satu organisasi.
  • Konflik regional, yaitu konflik nan muncul akibat pembagian atau pendistribusian sumber ki akal ke organisasi yang tidak adail sehingga menyebabkan terjadinya perbantahan (konflik).

Baca lagi: Pengertian Susunan Sosial

Dampak Konflik Sosial

Secara umum, konflik sosial menimbulkan dampak merusak mulai sejak semua pihak yang berkonflik. Berikut beberapa dampak dari konflik.

  • Menimbulkan kerusakan integrasi sosial.
  • Menimbulkan rasa dendam pada pihak yang kalah.
  • Menimbulkan trauma secara psikologis dan sosial.
  • Menimbulkan fasad dan kekeringan khazanah.

Selain menimbulkan dampak negatif, konflik pun menimbulkan dampak kasatmata yaitu konflik dapat menghasilkan satu kesatuan hati nan menguntungkan semua pihak sehingga integrasi masyarakat menjadi lebih kuat. Demikian artikel nan boleh saya bagikan tentang konflik dan sepatutnya berjasa.


Source: https://www.freedomnesia.id/konflik/

Posted by: gamadelic.com