Jelaskan Yang Dimaksud Dengan Aqiqah

Bicara ibadah kurban, acap kali kita juga teringat adapun pengertian aqiqah karena sederajat-sama memyembelih kambing nan kemudian kita bagikan ke jiran. Mungkin di antara sahabat sekalian suka-suka nan belum megaqiqahkan anaknya dan cak hendak menggantinya dengan kurban pada Waktu Raya Idul Adha yang turun sreg 10 Dzulhijjah akan datang. Terimalah, sebelum melakukan itu sahabat perlu memafhumi lebih suntuk segala apa itu aqiqah dan segala apa bedanya dengan kurban.

Konotasi Aqiqah dan Ki kenangan

Denotasi aqiqah dalam istilah agama berjasa penyembelihan hewan bikin anak yang baru lahir perumpamaan bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT atas anugerahnya, dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Biasanya aqiqah dilakukan momen anak berusia tujuh hari. Tetapi suka-suka lagi yang plonco mengaqiqahkan anaknya plong masa ke-14 alias ke-20 usai kelahiran sang anak.

Sebenarnya, umum Arab sudah mengenal dan mengamalkan tradisi aqiqah dan memahami pengertian aqiqah jauh sebelum periode kenabian Rasulullah Muhammad SAW. Mereka melakukan hal itu untuk anaknya yang baru lahir, terutama momongan lelaki. Ketika itu orang-turunan Arab di masa jahiliyah mendabih kambing Ketika anaknya lahir. Darah kambing nan disembelih suntuk diambil kemudian dilumuri ke kepala si bayi.

Keadaan itu seperti mana diriwayatkan dalam sebuah hadis yang berbunyi: Dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang di antara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka, pasca- Allah mendatangkan Islam, kami menzabah kambing, mencukur (menggundul) penasihat sang bayi, dan melumurinya dengan minyak wangi. (HR Serdak Dawud dari Buraidah).

Baca Kembali: Aqiqah dan Kurban, Mana yang Harus Didahulukan?

Kejadian senada sekali lagi diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban nan berbunyi: Bermula Aisyah RA, ia berfirman,
“Dahulu individu-insan pada masa jahiliyah apabila mereka berakikah lakukan seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan talenta akikah, dahulu momen mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya’. Maka Nabi SAW bersabda, ‘Gantilah darah itu dengan minyak wangi’”

Nabi Muhammad SAW pun pernah berbuat aqiqah momen kedua cucunya yakni Hasan dan Husein lahir nan diriwayatkan maka itu Anak lelaki Abbas ra yang berbunyi: Rasulullah saw mengaqiqahi Hasan dan Husain, masing-masing satu kambing. Di samping itu, Aisyah ra pun menarikhkan perbuatan nabi nabi muhammad yang berbunyi:
Rasulullah saw memerintahkan kepada kami buat mengaqiqahi anak perempuan dengan seekor kambing sedangkan anak maskulin dengan dua ekor kambing.

Hukum Aqiqah

Sahabat, untuk signifikansi aqiqah,
para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukumnya. Perbedaan pendapat ini muncul karena adanya perbedaan pemahaman terhadap titah-hadis mengebai aqiqah. Cak semau Sebagian ulama nan menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah wajib dan ada pula ulama nan menyatakan hukumnya sunah muakkadah (adv amat utama).

Bagi cerdik pandai yang menyatakan aqiqah berkarakter waib, mereka beralasan bahwa ibu bapak ialah pihak yang  menanggung nafkah sang momongan. Mereka cekut dasar hukumnya dari titah Rasul SAW nan diriwayatkan maka dari itu Ahmad dan Tirmidzi yang berbunyi: “Momongan yang baru lahir itu tergadai dengan akikahnya nan disembelih pada perian ketujuh bermula hari kelahirannya, dan pada hari itu kembali hendaklah dicukur rambutnya dan diberi tanda.”
(HR Ahmad dan Tirmidzi).

Baca Kembali: 8 Perbedaan Kurban dan Aqiqah Menurut Al-Alquran dan Perbuatan nabi nabi muhammad

Tentatif itu, cerdik pandai seperti Padri Syafi’I yang berpendapat bahwa aqiqah hukumnya sunah muakkadah mengacu pada hadis yang berbunyi: Barang siapa di antara kamu ingin bersedekah buat anaknya, bolehlah engkau berbuat. (HR Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasai).

Kemudian, cerdik pandai seperti Abu Hanifah (Imam Hanafi) berpendapat bahwa aqiqah tak teristiadat dan tidak lagi sunah,  melainkan termasuk ibadah yang berisfat sukarela. Pendapat ini dilandaskan kepada perkataan nabi yang berbunyi: Aku enggak doyan sembelih-sembelihan (akikah). Akan tetapi, barang boleh jadi dianugerahi seorang anak asuh, dahulu dia hendak membantai sato buat anaknya itu, beliau dipersilakan melakukannya. (HR al-Baihaki).

Pengelolaan Cara Aqiqah

Nah, bagi sahabat yang hendak mengaqiqahkan anaknya, jangan lupa untuk melakukannya sesuai tuntunan yang sudah lalu ditetapkan. Pertama, sahabat dapat melakukan aqiqah di perian ketujuh, ke-14, atau ke-21 setelah momongan dilahirkan. Alias bisa sekali lagi di asing takdir tersebut.

Berikutnya, kalau yang lahir bayi laki-laki, maka saat aqiqah menyembelih dua ekor kambing. Bila nan lahir bayi perempuan maka menjagal embek satu ekor.

Jangan tengung-tenging buat membaca wirid saat menyembelih kambing nan akan diaqiqahkan Berikut adalah bacaan tahlil yang harus dilafazkan ketika mengerjakan penyembelihan hewan aqiqah: Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin. (Artinya : “Dengan nama Sang pencipta, ya Almalik sudahlah (kurban) semenjak Muhammad dan keluarga Muhammad serta berbunga ummat Muhammad).

Baca Juga: Benarkah Album Qurban Ada Sejak Zaman Nabi Lelaki?

Kemudian jangan pula lupa mendiktekan doa bagi bayi yang diaqiqahkan. Berikut ini adalah bacaan doa buat anak nan sedang diaqiqah:
U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.
(Artinya : “Saya perlindungkan engkau, wahai jabang bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap bencana syaitan, serta saban pandangan nan munjung kebencian).

Sedangkan biaya aqiqah tak harus ditanggung oleh kedua ibu bapak si bayi. Tanggungan si orok selain ayah dan ibu mereka pun dapat membiayai aqiqah. Hal serupa dilakukan Rasulullah yang mengaqiqahkan kedua cucunya yakni Hasan dan Husein.

Sampai-sampai terserah pun jamhur yang mengatakan bahwa sang anak dapat menanggung biaya aqiqahnya seorang Saat ia sudah dewasa dan berpenghasilan namun belum diaqiqahkan oleh orang tuanya.

Hikmah Aqiqah

Setiap ibadah yang kita buat tentu n kepunyaan hikmahnya. Begiu sekali lagi aqiqah. Bagi sahabat yang mengaqiqahkan anaknya ada sejumlah hikmah nan bisa didapat. Bilang hikmah berpangkal aqiqah adalah perumpamaan wujud rasa terima kasih kepada Allah SWT atas kelahiran anak asuh. Kedua, aqiqah pula merupakan wujud kita meneladani Rasulullah SAW. Ketiga aqiqah merupakan sarana berbagi kebahagiaan dengan para kerabat, setangga, dan kaum dhuafa.


Source: https://kurban.dompetdhuafa.org/pengertian-aqiqah/

Posted by: gamadelic.com