Jelaskan Tata Cara Menyalatkan Jenazah

Tata Prinsip Shalat Jenazah
– Momen ada seseorang yang sudah lalu meninggal, hal yang perlu kita lakukan lega orang yang telah meninggal tersebut merupakan dengan mengembalikannya kembali dengan menguburkannya ke tanah. Dalam agama Islam memiliki sifat intern berbagai aspek dari segi spirit, tentunya dalam hal memperlakukan jenazah. Sebelum jenazah mulai dikuburkan wajib hukumnya untuk memandikan jenazah serta menyalatkan jenazah terlampau.

Salat buntang merupakan shalat yang dijalankan bikin mendo’akan koteng muslim atau muslimah yang mutakadim meninggalkan marcapada teruntuk laki-suami maupun nona, manusia dewasa juga anak-anak.

Shalat jenazah ini hukumnya wajib kifayah, merupakan sebuah kewajiban yang secara pelaksanaannya dapat tercukupi bilamana telah dijalankan oleh sebagian kaum muslimin. Akan tetapi, takdirnya tidak ada satupun yang menjalankannya maka seluruh kaum berdosa.

Hal ini dilandaskan kepada hadits berikut ini:

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أُتِيَ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا ، فَقَالَ : هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ ؟ قَالُوا : لاَ فَصَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى ، فَقَالَ : هَلْ عَلَيْهِ مَنْ دَيْنٍ قَالُوا نَعَمْ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ قَالَ أَبُو قَتَادَةَ عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ – رواه البخاري

Mengutip pecah Salamah bin al-Akwa’ r.a., anda mengatakan, “Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam interelasi didatangi koteng jenazah, sehingga engkau menshalatinya. Lantas sira bertanya, ‘Apakah individu ini memiliki hutang?. Mereka menjawab: “Tidak” , maka Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatkan layon itu.  Kemudian didatangkan juga jenazah yang lain. Beliau bertanya: “Apakah dia punya hutang?”. Mereka menjawab: “ Ya”. Ia bercakap, ‘Shalatkanlah sahabat kalian.’ Abuk Qatadah menjawab:” Saya yang bersedia dan menerima semua hutangnya aduhai Rasulullah.”. Lalu kamu menyolatkan jenazah tersebut. (HR. Bukhari).

Hadits ini menjadi radiks hukum bermanfaat kerumahtanggaan pelaksanaan shalat bangkai, dan bahwa shalat tersebut memiliki hukum wajib (fardhu) kifayah. Karena ketika saat itu Rasulullah saw menjalankannya sekadar bagi batang, sementara bangkai yang lain ia cuma memerintahkan sahabatnya bakal melaksanakannya karena dia punya hutang, walaupun jadinya beliau menyolatkannya ketika sahabatnya nan menyanggupi hutangnya.

Beliau dapat mempelajari adapun Manajemen Pendirian Mengurus Kunarpa
Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani

Risalah Jenazah

Risalah Jenazah


Beli Buku di Gramedia


Keutamaan Shalat Jenazah

Akan halnya keutamaan internal shalat Jenazah, dijelaskan di intern sejumlah hadits sebagaimana berikut:

Dari Abu Hurairah, dia berbicara bahwa Rasulullah SAW  bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ  . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ  مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah sebatas dimakamkan, maka baginya dua qirath.” Ada yang menanya, “Barang apa yang dimaksud dengan dua qirath?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Dua qirath itu semisal dua bukit nan besar.” (HR. Bukhari  dan Muslim )

Intern riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah saw bercakap:

 « مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ». قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ ».

“Barangsiapa nan shalat jenazah dan tidak timbrung mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) suatu qirath. Jika sampai mengajuk jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qirath.” Ada yang bertanya, “Segala apa nan dimaksud dua qirath?” “Dimensi nan minimal bermula dua qirath adalah sebagai halnya gunung Uhud”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Mukminat )

Hadits yang bersumber berpangkal Kuraib, ia berkata,

أَنَّهُ مَاتَ ابْنٌ لَهُ بِقُدَيْدٍ أَوْ بِعُسْفَانَ فَقَالَ يَا كُرَيْبُ انْظُرْ مَا اجْتَمَعَ لَهُ مِنَ النَّاسِ. قَالَ فَخَرَجْتُ فَإِذَا نَاسٌ قَدِ اجْتَمَعُوا لَهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ تَقُولُ هُمْ أَرْبَعُونَ قَالَ نَعَمْ. قَالَ أَخْرِجُوهُ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ

“Anak dari ‘Abdullah kedelai ‘Abbas di Qudaid alias di ‘Usfan meninggal manjapada. Ibnu ‘Abbas seketika mengomong, “Wahai Kuraib, lihat berapa banyak umat manusia yang menyolati jenazahnya.” Kuraib berkata, “Aku keluar, ternyata manusia-orang telah berkumpul dan aku memberitakan pada mereka soal Anak lelaki ‘Abbas tadi. Lalu mereka menjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib bersabda, “Baiklah sekiranya begitu.” Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Lepaskan kunarpa tersebut. Karena aku sendiri mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merenjeng lidah, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia kemudian dishalatkan (shalat mayit) makanya 40 orang yang enggak berbuat penyekutuan allah kepada Allah kurang pun melainkan Allah akan memberikannya syafa’at (do’a) mereka untuknya.” (HR. Muslim)

Syarat-syarat Shalat Mayat

Shalat jenazah sah dilakukan kalau tercurahkan syarat-syarat ibarat berikut:

  • Seseorang yang akan menjalankan shalat jenazah harus mematuhi syarat sahnya seperti lega shalat nan lain. Yakni ia harus bersih dari hadats serta najis, menutup genitalia dan juga menghadap kiblat.
  • Shalat kunarpa harus dijalankan sesudah jenazah dimandikan serta dikafani.
  • Jenazah harus diletakkan kaya di sisi kiblat, dari bani adam yang menyalatkannya.


Periode dan Tempat Shalat Batang


1. Waktu Shalat

N domestik Shalat jenazah tak ditentukan waktunya secara partikular, ia dapat dilakukan kapan namun, siang ataupun lilin lebah tahun, kecuali 3 waktu  tertentu seperti momen matahari terbit hingga terka menaik, detik surya tepat berada di tengah langit atau tepat batang hari hingga beliau telah berorientasi ke barat, dan momen disaat matahari hampir terendam, setakat terbenam sama sekali.

Hal tersebut berdasarkan lega Hadits berikut ini:

ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ  – رواه مسلم

Dari Musa bin Ali dari ayahnya ia berkata, saya mendengar ketika Uqbah bin Amir Al Juhani berkata; “Ada tiga tahun, yang Rasulullah SAW telah melarang kita untuk menjalankan shalat ataupun menguburkan jenazah disaat waktu tersebut. Pertama, ketika mentari terbit hingga nyana meninggi. Kedua, ketika matahari fertil tepat di medio langit (tengah hari tepat) setakat anda telah condong ke barat. Ketiga, detik matahari dekat tergenang, hingga beliau terendam terkadang.” (HR Orang islam)


2. Tempat Shalat

Shalat bangkai bisa dijalankan di mana saja, di wadah yang layak kerjakan melaksanakan shalat, begitupun di n domestik masjid sesuai nan mutakadim disebutkan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Imam Orang islam:

أَنَّ عَائِشَةَ لَمَّا تُوُفِّىَ سَعْدُ بْنُ أَبِى وَقَّاصٍ قَالَتِ ادْخُلُوا بِهِ الْمَسْجِدَ حَتَّى أُصَلِّىَ عَلَيْهِ. فَأُنْكِرَ ذَلِكَ عَلَيْهَا فَقَالَتْ وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى ابْنَىْ بَيْضَاءَ فِى الْمَسْجِدِ سُهَيْلٍ وَأَخِيهِ. قَالَ مُسْلِمٌ سُهَيْلُ بْنُ دَعْدٍ وَهُوَ ابْنُ الْبَيْضَاءِ أُمُّهُ بَيْضَاءُ.

Bahwa ketika Sa’d kacang Tepung Waqash meninggal, Aisyah merenjeng lidah, “Masukkanlah engkau ke kerumahtanggaan masjid sebatas aku bisa menyalatkannya.” Saja mereka tidak menyetujuinya, ia pun berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah lalu menyalatkan mayit dua orang putra Baidla` dalam zawiat, merupakan Suhail serta saudaranya.” Mukmin mengomong; “Suhail bin Da’d yakni Ibnul Baidla`, dan ibunya merupakan Baidla`. (HR Muslim)

Di intern yang tertulis di Kitab al-Muwatha, Imam Malik menarikhkan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ : صُلِّيَ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِي الْمَسْجِدِ

Berusul Abdullah bin Umar kamu berujar, “Umar bin Khattab dishalatkan di dalam masjid.”

Dia boleh mempelajari adapun Panduan Salat, Zikir, Dan Doa Praktis Sehari-Periode
Karya M. FADHIL RAHMI, LC.

Panduan Salat, Zikir, Dan Doa Praktis Sehari-Hari

Panduan Salat, Takbir, Dan Ratib Praktis Sehari-Hari

Beli Buku di Gramedia


Damai Sholat Jenazah

Terwalak rukun-berdamai dalam tata cara sholat layon, berikut beberapa peristiwa yang harus diketahui sebelum menjalani solat jenazah:

  • Niat sebelum memulai
  • Pastor agak kelam sederajat berusul pemimpin jenazah
  • Terdiri bersumber empat barangkali puji-pujian
  • Berdiri cak bagi yang kaya
  • Dilakukan berdiri minus melakukan rukuk, sungkem serta duduk
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Mengaji shalawat Nabi Muhammad SAW setelah zikir ke-2
  • Mewiridkan jenazah setelah takbir ke-3
  • Salam dengan posisi berdiri.


Posisi sholat jenazah Putri dan Pria

Penyelenggaraan cara sholat mayat kerjakan perempuan dan laki-junjungan punya perbedaan. Perbedaannya berada puas posisi sholat serta juga bacaannya.


Posisi sholat kunarpa cak bagi perempuan

Tata cara sholat bikin jenazah perempuan, posisi seorang imam berada pada searah uri. Sedangkan untuk makmum berada pada belakang imam sesuai dengan urutan makmum adam dewasa, selanjutnya perempuan dewasa. Sedangkan untuk besaran shaf-nya sebisa mungkin sebanyak ponten ganjil.

Ilustrasi Posisi Sholat Jenazah Perempuan

Dengan menjalankan shalat mayat dengan benar, maka kita akan mempunyai fungsi yang osean. Dengan melaksanakan sholat jenazah serta menjalankannya, memohon menunaikan hak keluarganya, syafaat dan berdoa untuknya, menghibur pikiran mereka buat mendapatkan pahala nan segara.


Posisi sholat buntang untuk laki-laki

Pengelolaan mandu sholat jenazah lakukan laki-laki ini tidak punya perbedaan yang besar dengan tata cara sholat jenazah bagi dayang. Untuk mayat laki-suami posisi pater berada sejajar dengan penasihat.

Ilustrasi Posisi Sholat Jenazah junjungan – Suami

Menyolatkan mayat di langgar merupakan hal yang diutamakan. Jika jarak masjid jauh, bisa dilakukan di rumah atau sedikitnya mushola terdekat. Barangsiapa yang tertinggal sholat jenazah, yang paling utama ialah menyolatkannya pasca- dimakamkan. Dan barangsiapa yang dikuburkan dan belum kadang-kadang disholatkan, maka disholatkan tepat di atas kuburnya.

Kamu boleh mempelajari adapun Fiqih Lengkap Menggapil Jenazah
karya Syekh Nashiruddin al-Albani

Fiqih Lengkap Mengurus Jenazah

Fiqih Kamil Mengurus Batang


Beli Buku di Gramedia


Tata Cara Sholat Buntang

Setelah mengetahui serta memahami syarat dan rukun tata cara sholat jenazah, berikut ini adalah tata cara secara berantai. Dikutip dari pembina Nahdlatul Jamhur Syekh KHR Asnawi Asli di laman NU Online.

1. Niat Sholat Jenazah

Membaca niat diucap cukup intern hati, namun niat dibedakan menjadi 2 menyetarafkan keberagaman kelamin. Berikut karsa sholat jenazah jenis kelamin pria.

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Usholli ‘ala hadzal mayyiti fardholi ma’muman lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat shalat atas mayit laki-laki ini fardhu karena Allah SWT”

Untuk bangkai jenis kelamin wanita.

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الـمَيِّتَةِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Usholli ‘ala hadzal mayyiti fardholi ma’muman lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat sholat atas buntang kuntum ini fardhu karena Allah SWT”

2. Takbir dan membaca surat Al-Fatihah

Setelah mendaras niat, ketika pendeta menyebutkan zikir pertama, makmum mengikutinya dan disambung mengaji surah al-Fatihah.

3. Takbir ke-2 dan diteruskan dengan mengaji shalawat Nabi

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad

Artinya: “Ya Almalik, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Utusan tuhan Muhammad.”

Sebaiknya, shalawat nabi dilanjutkan dengan bacaan lengkap berikut:

كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘ala sayyidinaa muhammad wa’ala aali sayyidinaa muhammad, kamaa shallayta ‘alaa sayyidinaa ibraahiim wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wa baarik ‘alaa sayyidinaa muhammad wa’alaa aali sayyidinaa muhammad kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidina ibraahiim fil ‘aalamiina innaka khamiidum majiid.

Artinya: “Ya Yang mahakuasa tambahkanlah shalawat serta sanjungan kepada Muhammad serta kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mutakadim memberi shalawat kepada Ibrahim serta kepada keluarga Ibrahim.”

“Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji pula Maha Indah. Ya Halikuljabbar, berilah berkah kepada Muhammad serta kepada tanggungan Muhammad, sebagaimana Sira sudah membagi berkah kepada Ibrahim dan juga kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji pula Maha Mulia.”

4. Mendoakan layon

Setelah mengaji shalawat secara ideal, lega ratib ke 3 dilanjutkan dengan mendaras doa buat jenazah yang sedang disholati. Dibawah ini ialah 2 variasi bacaan, yang diperuntukan mayat pria alias wanita.

Doa bagi batang lanang:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa ‘fu anhu wakrim nuzulahu wa wassi’ madkholahu waghsilhu bil ma’i watsalju wal bardi wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqi atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wahlan khayrun min ahlihi, wa zaujan khoyron min zaujihi waqihi fitnatalqobri wa ‘adzabi nnar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosanya dan rahmatilah ia. Selamatkan dan juga maafkanlah engkau. Berilah keperawanan kepadanya, luaskanlah medan kuburnya. Mandikanlah kamu dengan air, salju, dan embun.”

“Bersihkanlah sira berpunca seluruh kesalahan sebagaimana Ia membeningkan pakaian murni dari kotoran. Gantikanlah untuknya kondominium yang lebih baik dari rumahnya, juga amputan nan makin baik dari istrinya. Dan lindungilah sira bermula azab kubur dan neraka.”

Doa buat jenazah perempuan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’afihaa wa’fu ‘anha wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzabil qobri au min ‘adzaabin naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah engkau. Selamatkan dan ampunilah dia. Berilah keperawanan terhadapnya, luaskanlah tempat kuburnya. Mandikanlah dia (jenazah) dengan air, salju, dan uap air.”

“Bersihkanlah dia semenjak segala kesalahan seperti mana Ia membersihkan gaun kalis dari berak. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik berpokok rumahnya, kembali istri gelap nan makin baik dari istrinya. Dan serta peliharalah dan lindungilah engkau dari azab kubur dan neraka.”

5. Bacaan Wirid ke 4

Sehabis mewiridkan, pada tahmid ke 4, terdapat tahmid nan harus dibacakan. Berikut 2 ratib yang farik bagi lanang atau wanita.

Untuk pria:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ

Allahumma tahrimna Ajrahu wala taftinna bakdahu

Artinya: “Ya Halikuljabbar, janganlah jadikan pahalanya bukan setakat kepada kami (janganlah Sira sertakan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami caci sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.”

Kerjakan perempuan:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَها ولاتَفْتِنّا بَعدَها

Allahumma la tahrimna uhroha waltaftina bakdahu

Artinya: “Ya Almalik, janganlah jadikan pahalanya lain sampai kepada kami (janganlah Engkau sertakan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan sira.”

6. Ucapkan salam

Selesaikan sholat dengan mengucap salam sinkron berpalis ke kanan serta ke kiri. Posisi salam ini punya perbedaan dengan sholat fardu lainnya, salam pada shalat jenazah ini dijalankan dengan posisi berdiri.

Rekomendasi Sosi & Artikel Terkait

Kamu bisa mempelajari tentang Risalah Jenazah
Karya BAIHAQI NU`MAN & MUHAMMAD SHONHAJI]

Risalah Jenazah

Risalah Jenazah

Beli Buku di Gramedia

ePerpus adalah layanan taman pustaka digital waktu masa ini yang mengarak konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengurus perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, perguruan tinggi, korporat, sampai bekas ibadah.”

logo eperpus

  • Custom batang kayu
  • Akses ke ribuan buku pecah penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Dia
  • Tersedia dalam mimbar Android dan IOS
  • Tersuguh fitur admin dashboard untuk melihat kenyataan analisis
  • Pemberitahuan perangkaan lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/cara-shalat-jenazah/

Posted by: gamadelic.com