Selain Jadwal Sholat hipotetis intern waktu satu bulan pada pekarangan depan, ini saya berikan Jadwal Sholat internal gambar lebih ringkas atau Jadwal Sholat Buat Perian ini. Mudah-mudahan bisa membantu dalam meningkatkan ibadah kita.

Apabila Kamu ingin mengemukakan Widget jadwal Sholat tahun ini  di blog Anda, Ini caranya menyodorkan Widget Jadwal Sholat Musim Ini di blog Anda

Penentuan Jadwal Shalat Fardhu

Dari ki perspektif pandang Fiqih penentuan waktu shalat fardhu seperti dinyatakan di dalam kitab-kitab fiqih merupakan sebagi berikut :

Waktu Sub
uh   Waktunya diawali detik Fajar Sh
id
diqhingga surya terbit (syuruk).Fajar Shiddiq ialah terlihatnya sinar lugu yang melintang  mengikut garis lintang ufuk di sebelah Timur akibat pantulan pendar rawi oleh angkasa luar. Menjelang pagi hari, fajar ditandai dengan adanya binar samar yang menjulang tinggi (vertikal) di horizon Timur yang disebutPagi buta Kidzib aliasFajar Semu yang terjadi akibat pantulan cuaca surya makanya debu partikel antar planet nan terletak antara Dunia dan Rawi. Selepas kirana ini unjuk beberapa menit kemudian cahaya ini hilang dan langit ilegal kembali. Detik berikutnya barulah muncul cahayamenyebar di cakrawala secara melintang, dan inilah dinamakan Fajar Shiddiq. Secara astronomis Subuh dimulai saat kedudukan matahari  ( s° ) sebesar 18° di asal horizon Timur atau disebut dengan “astronomical twilight”  sampai sebelum piringan atas mentari mencapai horizon yang terlihat (kaki langit Hakiki / visible horizon). Di Indonesia khususnya Departemen Agama menganut standar kacamata  s=20° dengan alasan kepekaan mata cucu adam lebih tinggi saat pagi masa karena perubahan terjadi dari bawah tangan ke kilat.

Waktu Zuhur  Disebut juga masa Istiwa (zawaal) terjadi momen matahari berada di tutul termulia. Istiwa juga dikenal dengan sebutan Paruh Hari (midday/noon). Kapan Istiwa, mengerjakan ibadah shalat (baik teristiadat maupun sunnah) adalah haram. Waktu Zuhur tiba sesaat selepas Istiwa, yakni saat matahari telah cenderung ke sisi Barat. Waktu siang bolong dapat dilihat puas almanak astronomi maupun dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu. Secara astronomis, waktu Zuhur dimulai momen tepi piringan surya telah keluar dari garis zenith, yakni garis yang menghubungkan antara pengamat dengan pokok letak matahari momen berada di noktah termulia (Istiwa). Secara paradigma, antara Istiwa dengan masuknya Zuhur ( z° ) membutuhkan waktu 2 menit, dan cak bagi faktor keamanan kebanyakan pada jadwal shalat waktu Zuhur adalah 4 menit setelah Istiwa terjadi atau z=1°.

Waktu As
har  Menurut Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali, waktu Ashar diawali jika pangkat fatamorgana bendamelebihi jenjang benda itu sendiri. Sementara Madzab Padri Hanafi mendefinisikan waktu Ashar jika hierarki bayang-bayang bendadua kali melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Ashar bisa dihitung dengan algoritma tertentu yang menggunakan trigonometri tiga dimensi. Secara astronomis jalal rawi saat awal waktu Ashar dapat bervariasi terampai posisi gerak tahunan syamsu/gerak musim. Di Indonesia khususnya Departemen Agama menganut standar waktu Ashar yaitu momen pangkat bayangan = strata benda + panjang gambaran saat istiwa. Dengan demikian besarnya sudut tinggi matahari musim Ashar ( a° ) beraneka ragam berusul hari ke tahun.

Tahun Maghrib   Diawali saat rawi tergenang di ufuk sebatas hilangnya cahaya merah di langit Barat.Secara astronomis waktu maghrib dimulai ketika seluruh piringan  matahari masuk ke tepi langit  nan tampak (ufuk Mar’i / visible horizon) setakat waktu Isya yaitu momen kedudukan matahari  sebesar i° di pangkal n Barat.  Di Indonesia khususnya Departemen Agama menganut barometer tesmak i=18° di dasar horison Barat.

Waktu ‘Isya
Diawali dengan hilangnya pendar merah (syafaq) di langit Barat, hingga terbitnya Subuh Shiddiq di Langit Timur. Secara astronomis, musim Isya  adalah tara dari waktu Subuh yakni dimulai saat singgasana matahari  sebesar i° di radiks horizon Barat sampai sebelum posisi syamsu sebesar s° di bawah tepi langit Timur.

Musim Imsak
Diawali 10 menit sebelum Masa Subuh dan berjarak ketika Periode Dini hari. Ijtihad 10 menit yaitu prediksi waktu detik Rasulullah membaca Al Qur’an sebanyak 50 ayat waktu itu. Bagi waktu Imsak ini saya kutipkan semenjak pelbagai sumber, karena suka-suka pergeseran interpretasi akan maksud imsak diadakan. Awal mula imsak diperkenalkan kepada awam menurut saya seumpama peringatan bahwa sebentar lagi musim sahur akan silam. Artinya pada saat imsak tersebut musim sahur belum habis tetapi dihimbau cak bagi mengurangi aktivitas makan dan minum karena khawatir cak kelewatan. Layaknya lampu kuning lega traffic light, artinnya siap-siap sekilas lagi puasa dimulai. Namun seiring waktu melanglang imsak ini terasimilasi kedalam lengang payung hukum puasa dimana banyak nan memahami imsak laksana perian awal dimulainya berpuasa.

Setakat waktu ini masih banyak ditemukan anak adam nan berpegang konsisten kepada pendapat bahwa imsak itu merupakan awal dimulainya ibadah puasa. Meraka akan menghindari makan dan mereguk setelah imsak meski masa dini hari belum cak bertengger karena akan membatalkan puasa mereka.

Saya hanya mau menggaris bawahi bahwa masih banyak hal-hal yang berkenaan dengan ibadah namum minim informasi sehingga berulangulang terjadi salah penafsiran di halangan masyarakat, riuk satunya imsak ini. Oleh karena itu pihak terkait harus boleh lebih memberikan informasi yang benar, akurat, dan lengkap ketika akan membuat dan melepaskan suatu kebiasaan yang berfungsi untuk menunjang aktivitas tertentu agar bisa difahami sama dengan mestinya.

menahan diri dari bersantap dan minum adalah mulai terbitnya fajar (masuknya waktu shubuh). Dasarnya firman Allah Ta’ala,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Dan bersantap minumlah hingga terang bagimu lawai putih dari sutra hitam, yaitu fajar.” (Qs. Al Baqarah: 187)

Juga dasarnya adalah perkataan nabi Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam,

الفَجْرُ فَجْرَانِ ، فَجْرٌ يُحْرَمُ الطَّعَامُ وَتَحِلُّ فِيْهِ الصَّلاَةُ ، وَفَجْرٌ تُحْرَمُ فِيْهِ الصَّلاَةُ (أَيْ صَلاَةُ الصُّبْحِ) وَيَحِلُّ فِيْهِ الطَّعَامُ

“Fajar ada dua macam: [Permulaan] fajar diharamkan cak bagi makan dan dihalalkan buat shalat (ialah fajar shodiq, pagi buta masuknya waktu shubuh, -pena) dan [Kedua] fajar yang diharamkan untuk shalat (yakni shalat shubuh) dan dihalalkan kerjakan makan (ialah fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq, -pen).”(Diriwayatakan maka dari itu Al Baihaqi dalamSinuhun Al Kubro no. 8024 dalam “Puasa”, Gapura “Waktu yang diharamkan bagi makan bagi orang yang berpuasa” dan Ad Daruquthni dalam “Puasa”, Bab “Periode makan sahur” no. 2154. Ibni Khuzaimah dan Al Hakim mengeluarkan hadits ini dan keduanya menshahihkannya begitu juga terdapat dalamBulughul Marom)

Dasarnya sekali lagi adalah sabda Utusan tuhanshallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Modin biasa mengumandangkan adzan di malam perian. Makan dan minumlah hingga kalian mendengar adzan Anak lelaki Ummi Maktum.” (HR. Bukhari no. 623 dalam Adzan, Bab “Adzan sebelum shubuh” dan Muslim no. 1092, privat Puasa, Bab “Penjelasan bahwa mulainya berpuasa adalah mulai berpangkal terbitnya fajar”). Seorang periwayat hadits ini mengatakan bahwa Ibnu Ummi Maktum merupakan seorang yang buta dan beliau tidaklah mengumandangkan adzan sebatas ada yang memberitahukan padanya“Perian shubuh mutakadim tiba, periode shubuh telah tiba.”

Demi menjaga “keamanan” terhadap jadwal waktu shalat yang biasanya diberlakukan lakukan satu distrik tertentu, maka dalam hal ini setiap semula waktu shalat menunggangi kaidah “ihtiyati” adalah menambahkan beberapa menit mulai sejak waktu yang sepantasnya. Besarnya ihtiyati ini biasanya ditambahkan 2 menit di semula waktu shalat dan dikurangkan 2 menit sebelum akhir waktu shalat.

Akibat rayapan semu rawi 23,5° ke Utara dan 23,5° ke Daksina selama perian 1 tahun, tahun-waktu tersebut bergesar dari hari-kehari. Akibatnya saat waktu shalat juga mengalami perubahan. maka itu sebab itulah jadwal waktu shalat disusun bikin kurun musim selama 1 tahun dan boleh dipergunakan lagi plong masa berikutnya. Selain itu posisi alias letak geografis serta ketinggian tempat juga mempengaruhi kondisi-kondisi tersebut di atas.

Diagram Waktu Shalat
Diagram Waktu Shalat beralaskan posisi matahari

Berdasarkan konsep waktu menunggangi posisi matahari secara astronomis para juru sekarang berusaha membuat rumus periode shalat beralaskan letak geografis dan kebesaran suatu tempat di rataan bumi dalam bentuk sebuah programa komputer yang dapat menghasilkan sebuah grafik data secara akurat dalam sebuah “Jadwal Musim Shalat”. Waktu ini software waktu shalat terus dibuat dan dikembangkan diantaranya: Accurate Times, Athan Software, Prayer Times, Mawaqit, Shalat Time dsb. serta software produksi BHR Kementerian Agama yang disebarluaskan secara nasional yaitu Winhisab. Program ini masih terlalu sederhana bakal kelas Nasional dan saya yakin BHR boleh menciptakan menjadikan yang lebih baik lagi.

Periode Shalat Sunah

Tidak semua shalat sunah mempunyai waktu tertentu melainkan sejumlah shalat sunah sudah lalu diatur waktunya. Perian-waktunya adalah mengimak hari shalat yang dianjarkan Nabi Muhammad s.a.w. Diantara shalat sunahyang dilakukan mengikuti perian tertentu ialah:

  • Shalat Dhuha – dilakukan saat waktu surya mentah menaiki (mengikut rukyah beberapa ulama, pada kemuliaan segalah alias tujuh hasta) atau seputar 3,5° ketinggian Matahari.
  • Shalat Ied – dilakukan lega waktu pagi hari raya nan purwa lakukan kedu jenis tahun raya tersebut, umumnya dilakukan pada periodeDhuha  yakni musim mentari yunior naik (mengikut pandangan sebagianulama, plong ketinggian segalah)
  • Shalat Tarawih – dilakukan pada waktu Isya’ (umumnya dilakukan selepas Shalat Isya’ sebelum kemunculan waktu imsak)
  • Shalat Khitan Gerhana – dilakukan pada perian gerhana (syamsu alias wulan) sedang terjadi.
  • Shalat Sunat Rawatib – dilakukan sebelum dan setelah solat fardhu. Tidak semua solat punya kedua-dua solat sunat.

Perian Haram Shalat

Berikut yaitu waktu yang diharamkan solat (sebagian ulama mengatakan berlaku bagi selain lahan ilegal):

  • Periode selepas shalat Pagi buta hingga terbit rawi.
  • Waktu menginjak dari mentari (syuruk) hingga matahari berkecukupan di takhta plong bilangan segalah (tujuh hasta).
  • Masa rambang (zawal, istiwa, rembah) alias waktu tengahari (rawi samar muka) hingga gelincir matahari kecuali hari Jumaat.
  • Waktu selepas shalat Asar hingga matahari kekuningan.
  • Waktu matahari kekuningan hingga matahari tergenang.

Sumber : rukyatulhilal.org/periode-shalat/index.html
Dengan beberapa pelengkap yang teradat ditambahkan terutama tentang waktu Imsak

jadwal sholat hari ini∞jadwal shalat periode ini∞jadwal imsak perian ini∞waktu subuh jakarta∞waktu ashar∞jadwal solat masa ini∞maghrib hari ini∞waktu sholat subuh∞jadwal adzan hari ini∞adzan maghrib waktu ini∞waktu ashar jakarta∞musim sholat dhuha∞tahun Subuh∞jadwal sholat dini hari∞hari imsak hari ini∞jadwal sholat ashar∞dini hari jakarta∞waktu sholat ashar jakarta∞adzan subuh jakarta∞jadwal fajar∞