Jam Berapa Detik Detik Proklamasi

Semua Indonesia, bahkan awam marcapada mungkin mutakadim mengetahui album Proklamasi Independensi Republik Indonesia lewat muslihat alias pendidikan nan diajarkan di sekolah.

Tapi, di serong semua sejarah tersebut, ternyata terdapat fakta-fakta yang mungkin belum sangkut-paut Sira tangkap suara sebelumnya.

Fakta-fakta mengagetkan, nan pastinya menarik! Yuk lihat di asal ini!

1. Soekarno “Pipis” di Pesawat

Fakta

Di perjalanan pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945,Soekarno, Bung Hatta, dr. Radjiman Wedyodiningrat,dan dr. Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawatfighter bomber. Momen itu, Presiden pertama Indonesia kepingin sekali keluarkan air kecil, tetapi bukan ada toilet di dalam pesawat itu.

Akhirnya, Soekarno mengaram lubang-gaung boncel bekas tembakan di dinding pesawat, Karena sudah lalu “kebelet”, terpaksa Soekarno campakkan air kecil di liang-gaung itu. Alhasil, karena angin yang sedemikian itu kencang, air seni presiden pertama itu membal ke internal dan mengenai para penumpang di dalam pesawat itu.

2. Soekarno nyeri sebelum pembacaan Proklamasi Kemerdekaan

n839663683 1512190 2718712

Puas 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sebelum pembacaan teks Pengumuman), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia dijangkiti gejala malaria tertiana. Suhu badannya hierarki dan lewat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep skrip maklumat di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah-tengah rembulan puasa.

Lalu jam 09.00 pagi, Bung Karno tercacak. Berpakaian segeh kalis-kudus dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.

3. Liwa dari taplak

b2

Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera konvensional pertama bagi RI. Belaka, semenjak apakah liwa sakral itu dibuat? Dandan putihnya berpangkal kain sprei arena tidur dan warna merahnya dari karet tukang soto!

4. Upacara Takrif Kemerdekaan dibuat tinggal tersisa

b1

Jaman sekarang, pelaksana seremoni alam bermacam-tipe. Start dari atasan ritual sebatas pembaca naskah pancasila, UUD dan lain-bukan. Namun, saat Proklamasi Independensi Indonesia ternyata berlantas sangat sederhana, I-Listeners.

Minus protokol, tak ada paduan suara, tak ada konduktor, dan sebagainya. Kusen pan-ji-panji lagi dibuat dari mayat bambu secara kasar, serta ditanam sahaja beberapa menit menjelang upacara.

Apalagi konon katanya, katrol tiang standard dibuat dari gelas bekas sahur Moh. Hatta. Tetapi itulah, kenyataan yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama makin bersumber 300 tahun!

5. Akbar Tanjung jadi Nayaka Pertama “Orang Indonesia Ikhlas”

akbar-tanjung

Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki koteng menteri permulaan nan benar-benar “cucu adam Indonesia zakiah”. Yang hasilnya menjadi sosok pertama menjadi menteri tersebut adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Jejaka dan Olah Raga puas Kabinet Pembangunan (1988-1993).

Karena semua nayaka sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka sangkutan menjadi warga Hindia Belanda dan maupun perebutan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu.

6. Perintah pertama Kepala negara Soekarno “Sate Ayam Lima Puluh Tusuk!”

President-Soekarno-aan-tafel-in-het-Merdeka-Paleis-te-Djakarta

Perintah pertama Presiden Soekarno momen dipilih sebagai Kepala negara pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil pandai sate! Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah tersortir secara aklamasi andai Kepala negara.

Kebetulan di jalan antuk seorang tukang sate bertelanjang dada dannyeker (tidak mempekerjakan alas kaki). “Sate ayam lima puluh pancung!”, perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dempang sebuah selokan yang kotor.

Dan itulah, perintah pertama lega rakyatnya sekaligus makan besar mula-mula atas pengangkatannya sebagai superior dari 70 juta jiwa kian rakyat dari sebuah negara besar nan bau kencur berusia suatu perian.

7. Revolusi di Indonesia difIlmkan oleh orang Australia

yearofliving 1813438i

Ada lagi hubungan rapat persaudaraan antara 17 Agustus dan Hollywood. Tajuk pidato 17 Agustus 1964, “Tahun Vivere Perilocoso” (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah bioskop – dalam bahasa Inggris,
The Year of Living Dangerously.

Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan Australia yg ditugaskan di Indonesia pada 1960-an, sreg detik-ketika menjelang hal berdarah perian 1965. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat habuan Oscar bakal kategori film asing!

8. Naskah kudus Butir-butir ditemukan di tempat sampah

naskah

Skrip asli teks Butir-butir Kemerdekaan Indonesia nan ditulis tangan makanya Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata lain pernah dimiliki dan disimpan maka itu Pemerintah!

Anehnya, skenario historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh jurnalis BM Diah. Diah menemukandraft Publikasi itu di keranjang sampah di apartemen Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, sesudah disalin, dan diketik oleh Sajuti Melik.

Pada 29 Mei 1992, Diah menerimakandraft tersebut kepada Presiden Soeharto, pasca- menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

9. Negatif film foto kebebasan disimpan di asal pohon berkat dusta

Frans-Mendoer

Hal sakral Mualamat 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Ketika tentara Jepang cak hendak merampas merusak foto nan mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer nan merekam detik-saat wara-wara, berbohong kepada mereka.

Beliau beberapa tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Tentara Pelopor, sebuah persuasi perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun berang besar. Sedangkan negatif film itu ditanam di bawah sebuah pokok kayu di halaman Maktab jurnal
Asia Aji
.

Setelah Jepang menjauhi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas sebatas bisa dinikmati hingga sekarang. Bagaimana kalau Mendoer berpose jujur pada Jepang?

10. Bung Hatta berbohong demi Makrifat

biografi bung hatta

Waktu tahun sirkuit, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta lakukan meminta pertolongan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara taktik.

Bung Hatta memakai paspor dengan nama “Abdullah”. Lewat Beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi nayaka plong dewan menteri PM Morarji Desai.

Bung Hatta diperlakukan sangat sembah oleh Nehru dan diajak berlaga Mahatma Gandhi. Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Gandhi mencerna perjuangan Hatta.

Pasca- pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa “Abdullah” itu adalah Mohammad Hatta. Segala apa reaksi Gandhi? Beliau berang ki akbar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya.”You are a ilegal!” prolog penggagas kharismatik itu kepada Nehru.

Jadi, banyak hal yang mungkin luput terbit pandangan album nan selama ini Anda ketahui. Kejadian-keadaan sebagaimana ini justru tidak hal yang tidak penting, karena dengan kejadian-keadaan tersebut sejarah menjadi unik dan “berbumbu”.

Selamat Waktu Kemerdekaan Republik Indonesia,
Brava Listeners! Sekarang, bukan saatnya pula duduk tutup mulut berharap lega pemerintah atau pihak-pihak berwajib, tapi mulailah berpangkal diri sendiri untuk siap membuat bangsa ini menjadi lebih baik dan dihormati. Merdeka!

Mata air : berbagai sendang

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio menerobosstreamingdi siniataudownload melaluiiOSdanGoogle Play Store.

Baca juga:

Sudah mujarab! 6 Propaganda ini efektif bakar lemak
Selebrasi Waktu Kedaulatan dengan 7 kuliner nusantara
Honda Civic Type R: Monster bertenaga super

Source: https://bravaradio.com/fakta-menarik-detik-detik-menjelang-proklamasi-kemerdekaan-ri/

Posted by: gamadelic.com