Hukum Tajwid Mad Jaiz Munfasil

Memasuki pembahasan
Mad Far’i
(cabang) dimulai dengan uraian mengenai syariat referensi Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil. Apa pengertian hukum pustaka Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil? Apa sebabnya? Dan barang apa hipotetis-contohnya?

Mad Mesti Muttashil

Secara bahasa, Mad Teradat Muttashil terdiri dari 3 kata yakni Mad, Perlu, Muttashil. Mad artinya tinggi, Wajib artinya harus, dan Muttashil artinya sambung. Selain penamaan Mad Wajib Muttashil, pun disebut secara ringkas menjadi Mad Muttashil doang.

Secara istilah aji-aji Tajwid, Mad Perlu Muttashil adalah apabila ada mad bertemu dengan hamzah kerumahtanggaan satu kata. Alasan disebut
Muttashil
adalah bersambungnya sebab, yakni mad bertemu hamzah secara berbarengan kerumahtanggaan satu kata.

Bagaimana cara membacanya?.Kaidah membaca hukum wacana Mad Perlu Muttashil yaitu dengan memanjangkan sekitar 2 atau 2,5 alif (4 atau 5 harakat) menurut
Thariq Syathibi. Saja yang didahulukan secara
cak semau`
(prakteknya) yakni panjang 2 alif (4 harakat).



Contoh
hukum bacaan Mad Terlazim Muttashil boleh ditemukan di banyak ayat-ayat al-Quran. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Mad Wajib Muttashil internal QS Al-Baqarah ayat 6 :

Mad Perlu Muttashil dalam QS Al-Baqarah ayat 5 :

Cak kenapa Mad Mesti Muttashil dibaca panjang?
Alasan cak kenapa ketika cak semau mad bertemu hamzah dibaca tataran adalah lambang bunyi mad itu bersifat lemah dan taksa, padahal abc hamzah awet dan pelik. Maka berasal itu, dipanjangkan sebaiknya menggampangkan intern pengucapan huruf hamzah nya.

Cak kenapa cak semau komplemen perkenalan awal “Teradat” privat hukum Mad Teristiadat Muttashil? Karena ulama Qira’at sepakat memperpanjang syariat bacaan Mad Wajib Muttashil meskipun kadar penjangnya farik-beda, sehingga membaca tingkatan Mad Muttashil dikatakan Wajib.

Mad Jaiz Munfashil

Secara bahasa,
Mad Jaiz Munfashil terdiri dari 3 kata yaitu Mad, Jaiz, dan Munfashil. Mad artinya tataran, Jaiz artinya dapat, dan Munfashil artinya terpisah. Selain dikenal dengan nama Mad Jaiz Munfashil, pun disebut secara ringkas dengan sebutan Mad Munfashil saja.

Secara istilah
ilmu Tajwid, Mad Jaiz Munfashil ialah apabila terserah mad berlaga hamzah di lain kata. Dinamakan Munfashil (terpisah) karena sebabnya (mad bertemu hamzah) lain langsung bertemu intern satu kata.

Bagaimana kaidah membaca
hukum Mad Jaiz Munfashil? Cara membaca hukum bacaan Mad Jaiz Munfashil adalah dengan memanjangkan seperti mana panjang wacana Mad Wajib Muttashil yakni sekitar 2 alias 2,5 alif (4 atau 5 harakat).

Contoh
hukum bacaan Mad Jaiz Munfashil kembali banyak ditemukan di privat al-Quran. Beberapa diantaranya laksana berikut :

Mad Jaiz Munfashil di internal QS Al-Baqarah ayat 4 :

Mad Jaiz Munfashil di dalam QS Al-Baqarah ayat 7 :

Apakah boleh membaca Mad Jaiz Munfashil
dengan enggak dipanjangkan (maksudnya tegar dibaca 1 alif atau 2 harakat)? Boleh memendekkan bacaan Mad Jaiz Munfashil dengan pangkat 1 alif menurut riwayat Hafsh. Namun, itu bukanlah Thariq Syathibi yang biasa digunakan.

[Baca juga : Perbedaan Istilah Qira`ah, Riwayat, Thariq, dan Wajh Bacaan]

Thariq Syathibi
menggunakan panjang 2 atau 2,5 alif (4 atau 5 harakat) bikin syariat bacaan Mad Jaiz Munfashil. Sedangkan Mad Jaiz Munfashil yang menggunakan panjang 1 alif (2 harakat) yaitu
thariq Thayyibah Nasyr.



Tidak diperkenankan mendaras Mad Jaiz Munfashil dengan menunggangi panjang 1 alif sebelum ber-talaqqi
terhadap wacana
Thariq
nan dipilihnya. Karena setiap
thariq
memiliki bilang syariat yang farik dan kadang berkaitan satu sama tak.

Mudahmudahan, seorang nan mempelajari cara membaca al-Quran mengerti dan menguasai thariq pilihan nya. Baru kemudian dapat mempelajari
thariq-thariq
lainnya. Tentunya, dengan pendirian talaqqi dan bertatap spontan dengan guru al-Quran.

Kok terdapat suplemen pengenalan “Jaiz”
di hukum bacaan Mad Jaiz Munfashil? Jaiz artinya boleh. Dinamakan Jaiz karena jamhur Qiraat berbeda dalam memanjangkan Mad Jaiz Munfashil atau tidak memanjangkannya.

Mengapa dihukumi Mad Jaiz Munfashil padahal tulisannya bersambung atau tidak terpisah? Disebut Munfashil karena sebab nya terpisah atau lain berada dalam satu kata. Jika dilihat pecah tulisan bersambung atau tidak. Maka bisa dikategorikan menjadi 2 bagian :

1. Mad Jaiz Munfashil Haqiqi

Yaitu Mad Jaiz Munfashil nan huruf mad nya nampak baik secara Rasm maupun bacaannya. Yang dimaksud dengan huruf Mad terlihat yakni nampaknya salah satu abjad Mad (alif, wawu, dan ya), sehingga tulisan Mad Jaiz Munfashil terbantah terpisah. Berikut contohnya :

2. Mad Jaiz Munfashil Hukmi

Adalah Mad Jaiz Munfashil yang huruf mad nya hanya nampak intern referensi namun secara Rasm tidak termaktub. Maksudnya pelecok satu fonem Mad (alif, wawu, dan ya) tidak ada doang taat dibaca panjang dengan sambung tangan etiket baca (dhabt), sehingga Mad Jaiz Munfashil tertumbuk pandangan gandeng. Contohnya :

Demikian kata sandang singkat mengenai “Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil Abstrak”. Bikin artikel makin mendalam, silahkan kunjungi blog khusus tajwid penulis di Yatlunahu atau klik di sini. Hendaknya bermanfaat.

Source: https://www.khudzilkitab.com/2019/08/Mad-Wajib-Muttashil-dan-Mad-Jaiz-Munfashil-Lengkap.html

Posted by: gamadelic.com