Hukum Sikat Gigi Dan Berkumur Saat Puasa

Apakah boleh melakukan sikat gigi saat sedang berpuasa terlebih di siang hari?

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Bau mulut siapa terasa lain nyaman bagi sebagian Muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Sehingga sebagian turunan mengakhirkan bakal menyikat giginya atau bersiwak.

Doang sebagian nan tak khawatir, jika itu dilakukan, air kumur selepas sikat gigi bisa masuk melewati tenggorokan. Sehingga mereka menghindari kilir transmisi atau bersiwak di siang hari, sebagai tulangtulangan kehati-hatian.

Lantas bagaimana mudah-mudahan? Apakah sebetulnya boleh melakukan sikat gigi momen sedang berpantang terlebih di siang hari?

Anggota Fatwa Dar al Ifta Mesir, Syekh Uwaidah Utsman menjelaskan, orang yang berpantang bisa menggunakan siwak sepanjang periode di wulan Ramadhan. Dia juga menyampaikan, dibolehkan pula membeningkan gigi dengan sikat dan pasta persneling momen sedang berpuasa.

“Asalkan orang yang berpuasa itu jimat-jimat agar pasta giginya lain timbrung ke peranakan,” sebut sira seperti dilansir Shorouk News, Peparu (13/4).

Syekh Utsman kemudian mengutip hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Beliau SAW bersabda, “Semua amal Anak adam merupakan miliknya kecuali puasa, karena puasa itu hak-Ku dan Aku akan membalasnya. Dan Alangkah bau congor orang yang bertarak lebih harum di sebelah Sang pencipta daripada minyak kesturi.” (Mutafaq Alaih)

Syekh Utsman kembali memaparkan, Imam Syafi’i berpendapat bahwa penggunaan sesuatu apapun itu nan menyenangkan bau mulut orang yang medium berpuasa, hukumnya adalah makruh jika sudah lalu melalui periode Dzuhur sampai sore hari. Selain madzhab Syafii, madzhab Hanbali juga menghukumi makruh terhadap ragam tersebut.

Sementara, menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki, mereka berpendapat bahwa bersiwak cak bagi yang bertarak tidaklah makruh secara mutlak di waktu kapan pun yang diinginkan.

Para ulama sekata, menggosok persneling dan berkumur-kumur saat medium berpuasa tidak membatalkan puasa, selama lain ditelan dan melangkaui tenggorokan.

Bagan-gambar fatwa dunia sama dengan Majma’ al-Fiqh al-Islamy, Dar al-Ifta’ Mesir, al-Lajnah ad-Da’imah li al-Ifta’ Arab Saudi, menjadwalkan putusan enggak batalnya puasa koteng yang menunggangi pasta transmisi atau pembersih bacot lainnya saat berpuasa dan hendak menerangkan mulut berusul bau mulut nan mengganggu.

Source: https://www.republika.co.id/berita/ra9sf1313/apakah-orang-yang-berpuasa-sebaiknya-tak-sikat-gigi-siang-hari#:~:text=Para%20ulama%20sepakat%2C%20menggosok%20gigi,tidak%20ditelan%20dan%20melewati%20tenggorokan.