Hukum Puasa Ramadhan Adalah Fardhu

Jakarta
– Bulan Ramadhan adalah rembulan yang dinanti-nantikan oleh umat muslim di mayapada. Di wulan Ramadhan kita diwajibkan berpuasa. Semata-mata sebelum bahas dasarnya (dalil), puasa dibagi catur tipe jikalau dilihat berbunga segi hukumnya. Ada puasa wajib, puasa ilegal dan puasa sunah (saum at-ttawwu) dan puasa makruh

Puasa wajib mencakupi plong rembulan Ramadhan, puasa kifarat (sebagai denda,tebusan ) dan puasa nazar. Nah, puasa Ramadhan ini adalah puasa wajib yang dikerjakan pada (mencakupi, selama) rembulan Ramadhan.

Dalil kewajiban puasa lega bulan Ramadhan merupakan firman Sang pencipta SWT pada surah Al baqarah ayat 183: “Hai hamba allah-turunan yang beriktikad, diwajibkan atas kamu menanggang perut sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum beliau kiranya kamu bertakwa”( Al-Baqarah ayat 183)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip laman resmi Bimas Islam Kemenag RI, puasa fardhu Ramadhan lalu diwajibkan makanya Almalik SWT atas ummat Muhammad SAW pada tanggal 10 Ramadhan suatu setengah tahun sesudah hijriah. Ketika itu Rasul Muhammad SAW baru saja diperintahkan untuk mengalihkan kiblat berpokok Baitulmakdis (Yerusalem) ke Ka`bah di Masjidilharam (Mekkah).

Kewajiban puasa Bulan mulia dimulai ketika melihat atau menyaksikan bulan plong semula rembulan Ramadan. Apabila langit internal keadaan kelam nan mengakibatkan bulan tidak dapat dilihat atau disaksikan, maka bulan ramadhan disempurnakan tiga desimal hari.

Dasarnya (dalil) firman Allah SWT puas surat Al Baqarah ayat 185: “Karena itu, barangsiapa di antara dia hadir (di negeri panggung tinggalnya) di wulan itu, maka hendaklah kamu bertarak pada rembulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (terlampau ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang bukan.”

Ilustrasi puasa di bulan RamadhanIlustrasi puasa di rembulan Ramadhan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Muratani

“Almalik menuntut akomodasi bagimu, dan tidak memaui kesukaran bagimu. Dan hendaklah sira mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas visiun-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”(Al Baqarah: 185)

Temporer itu kewajiban puasa yang didasarkan hadits, yaitu nan diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim mulai sejak Abu Hurairah, yang artinya: “Berpuasalah kamu karena melihat bulan, dan berbukalah karena melihatnya. Akan tetapi, apabila ia tidak melihatnya maka sempurnakan jumlah bulan Ramadhan itu menjadi tiga puluh hari”.

Hukum puasa Ramadhan menjadi wajib apabila orang-bani adam yang melakukannya menepati syarat wajib. Syaratnya yaitu berakal artinya orang yang sinting tidak wajib menanggang perut. Kedua, balig (arwah 15 hari keatas) atau cak semau merek yang lain.

Anak-anak asuh enggak teradat puasa, Bunda. Ada pun perbuatan nabi nabi muhammad Rasulullah SAW : “Tiga cucu adam terlepas berpunca hukum: a. sosok yang sedang tidur sampai ia bangun, b. orang gila sampai sira sembuh, c. kanak sebatas engkau balig” (Riwayat Abu Dawud dan Nasai)

Ketiga, puasa diwajibkan bagi mereka yang kuat bertarak. Orang yang tidak kuat, misalnya karena sudah tua bangka atau sakit itu lain wajib puasa.

Simak juga kiat olah tubuh saat berpuasa melalui video berikut:

[Oyong:Video Haibunda]

(aci/kili)







Source: https://www.haibunda.com/moms-life/20200427115659-76-137275/hukum-puasa-ramadhan-ketentuan-dan-syarat-wajib

Posted by: gamadelic.com